64 research outputs found

    Perancangan Simulasi PID Controller Mengunakan Graphic User Interface dan Simulink

    No full text
    Kontroller PID (Proportional–Integral–Derivative) merupakan salah satu kontroller yang banyak dipakai dalam menentukkan keakuratan suatu sistem instrumentasi, dengan melihat respon dan karakteristik umpan Balik dari sistem tersebut. Namun demikian untuk melihat respon suatu sistem dengan berbagai macam kombinasi sinyal input dan aksi pengontrolan merupakan hal yang sulit dan membosankan. Disamping itu proses untuk memunculkan  respon sistem yang dilakukan secara manual pun membutuhkan perhitungan matematis yang lama dan cukup rumit, sehingga diperlukan suatu software yang mampu mengatasi hal tersebut, dalam hal ini Graphic User Interface (GUI) dapat menjadi solusinya. Software ini dilengkapi dengan berbagai toolbox yang memudahkan pemakai untuk melakukan perhitungan- perhitungan tertentu. Bahkan saat ini sudah dikembangkan juga toolbox khusus untuk simulasi yang diberi nama simulink, yakni dengan menggunakan diagram block closed loop system. Bentuk penjabaran diagram block dilakukan dalam domain-s, sehingga bentuk transfer function harus dalam domain laplace. Proses input nilai PID bisa dilakukan dengan cepat dan dengan berbagai kombinasi walaupun dalam proses penentuan nilai masih dilakukann dengan metode trial dan error, untuk mendapatkan respon yang diinginkan. Hasil simulasinya bisa menggambarkan secara jelas karakteristik respon dari berbagai aksi pengontrolan tanpa harus melakukan perhitungan manual lag

    Pengembangan Metodologi Prakiraan Beban Listrik Sektoral secara Mikrospasial

    No full text
    Prakiraan kebutuhan beban listrik merupakan langkah penting dalam perencanaan pengembangan ketenagalistrikan yang dijabarkan dalam pola antisipasi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik hingga jangka waktu tertentu. Metoda prakiraan beban sektoral saat ini lebih sederhana dan mudah untuk diimplementasikan, namun keakuratannya akan cenderung bias pada wilayah yang memiliki keterbatasan data dan area pelayanannya dinamis. Di samping itu hasil prakiraannya masih bersifat makro, sehingga tidak memperlihatkan pusat-pusat beban pada wilayah yang lebih kecil (grid) dan mengakibatkan lokasi gardu distribusi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Dengan menggunakan metoda prakiraan beban sektoral secara mikrospasial akan menjadikan area yang diprediksi akan semakin banyak karena area berbentuk grid – grid, maka diperlukan pengelompokan grid (kelurahan) menggunakan teknik clustering untuk membuat similarity matrix yang memuat tingkat kemiripan antar data yang dikelompokkan. Clustering yang dilakukan melibatkan banyak faktor (multivariate)  yakni faktor geografi, demografi, sosio ekonomi dan beban kelistrikan per sektor. Hasil setiap cluster mempunyai karakteristik wilayah yang berbeda yang kemudian diproyeksikan pertumbuhan bebannya sehingga hasil prakiraan yang lebih teliti. Penelitian ini dilakukan di wilayah PT PLN (Persero) Area Tangerang. Dengan menggunakan metode mikrospasial didapatkan clusterisasi untuk pertumbuhan beban di PT PLN (Persero) area Tangerang sebanyak  5 cluster dari 114 keluraha

    Perancangan Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Penyaluran Air Bersih Bagi Pesantren Attuma’ninah Kab. Lebak, Banten

    No full text
    Clean water is one of the most vital human needs. Indonesia, which the largest part of its territory is water, in fact is still experiencing difficulties to meet the clean water needs  of its population. Based on the data from the Central Statistics Agency in 2018, the percentage of households with clean drinking water sources is 72.99%. Sajira Subdistrict in Lebak, Banten is one that is affected by severe drought. They always experience drought for 6-9 months annually. The people independently built water reservoirs from mountain water sources. Water is pumped using a water pumping machine and accommodated in reservoirs, then distributed to local residents through pipes with minimum distribution distance is 1 km from the reservoir. Due to long distance of the water distribution,many houses can’t be reached by the water. It can be solved by adding a water pump in the reservoir. So the clean water distribution, which is initially only relies on pipes and gravity, can be maximized by the thrust of the water pump. Beside the water pump, the solar panel is also added to the system as a power supply. Thus, the residents don't need to pay for electricity bill to run the pumping system

    Aplikasi Pengunaan Visual Basic Pada Perhitungan Indeks Keandaan Pembangkit

    No full text
    Indeks keandaan pembangkit adalah suatu kemungkinan bahwa sistem tidak dapat melayani beban atau kebutuhan pelanggan tenaga listrik yang dapat dinyatakan juga sebagai indeks probabilitas kehilangan beban (loss of load probability, LOLP). Perhitungan  LOLP diharapkan dapat menggambarkan nilai  besar kecil nya peluang terjadi nya kehilangan beban sebagai akibat kurang nya daya yang tersedia dalam sistem. Kemungkinan energi tak terpenuhi (Expected Energy Not Served, EENS) dalam sistem terjadi karena gangguan unit pembangkit yang menyangkut besar daya dan lama kekurangan energi. Oleh karena itu perhitungan yang teliti dan akurat untuk mendapatkan nilai LOLP yang tepat menjadi suatu keniscayaan dalam menentukan indeks keandalan pembangkit.  Proses perhitungan yang rumit dan panjang cendrung memeberikan hasil yang kurang tepat kalau dihitung secara manual. Berdasarkan hal tersebut untuk mempermudah dalam prose perhitungan keandalan pembangkit maka perlu dirancang sebuah aplikasi yang dapat menyelesaikan hal tersebut. Visual Basic menjadi salah satu solusi dari penyelesaian masalah ini. Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat. Hasil rancangan aplikasi bisa meghitung hingga 7 (tujuh) pembangkit, tergantung dari jumlah pembngkit yang tersedia

    Studi Interkoneksi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 1 X 9,9 Mw Di Deli Serdang

    No full text
    Energi listrik menjadi suatu kebutuhan dalam era modern ini. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan zaman mengakibatkan kebutuhan energi listrik semakin naik tiap tahun. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 1x9,9 MW di Deli Serdang merupakan pembangkit yang di proyeksikan akan beroperasi tahun 2019. PLTBm Deli Serdang ini akan di interkoneksikan dengan sistem 20 kV eksisting dengan opsi titik sambung. Pemilihan opsi ini penting karena untuk memastikan sistem eksisting masih tetap dalam kondisi normal. Hasil penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi penyambungan PLTBm dengan ke GI terdekat. Penghantar yang digunakan dalam penyambungan ialah AAAC 240 mm 2 dengan konfigurasi jaringan dua sirkuit. Studi yang dilakukan meliputi aliran daya, jatuh tegangan, losses dan hubung singkat. Dengan dilakukannya studi tersebut dapat dilihat status operasi sistem sebelum dan sesudah interkoneksi. Status operasi sistem ini meliputi keadaan tegangan dan hubung singkat normal, marginal dan kritis

    PERANCANGAN PROTOTIPE ALAT UKUR ARUS LISTRIK AC DAN DC BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO DENGAN SENSOR ARUS ACS-712 30 AMPERE

    No full text
    Measuring tool can be defined as a tool that can know the value of used in a unit based on the level of accuracy. Household electric current measuring devices are often used now still use analog systems are slightly complicated in terms of reading the value of the output, it's because the viewer uses a needle that points at a certain scale. Besides the current measuring device ac and dc electricity in the market generally, very rarely menggunkana microcontroller. Based on that the authors designed an ac and dc based arduino uno power meter is using the current sensor acs 712 30 amps. This tool takes the working principle of the amperemeter, ie the principle of magnetic force (lorentz style). It's just different from the multimeter that uses a probe as a current conductor medium, this tool uses the terminals as a medium of conductor current. This tool can be used to measure all household electronic appliances or offices either AC or DC current

    Retraction Note: Infection of great apes and a zoo keeper with the same Mycobacterium tuberculosis spoligotype: Infection of great apes and a zoo keeper with the same Mycobacterium tuberculosis spoligotype (Medical Microbiology and Immunology, (2014), 203, 2, (141-144), 10.1007/s00430-013-0323-0)

    No full text
    The original article has been retracted by the authors because they did not obtain informed consent to publish the description of the case. The content of this article is no longer available online to protect patient confidentiality. Authors Onno W. Akkerman, Tjip S. van der Werf, Adri G. M. van der Zanden, Tony Eger agree to this retraction. Corresponding author, Onno W. Akkerman, stated on behalf of all remaining co-authors that they agree to this retraction

    Determination of biomass energy potential based on regional characteristics using adaptive clustering method

    No full text
    Determining the energy potential of biomass is the first step in selecting the most suitable and efficient energy conversion technology based on regional characteristics. The approach to estimating and determining biomass potential generally uses geospatial technology related to collecting and processing data about mapping an area. Unfortunately, this method is inadequate for simulating the interaction between variables, nor can it provide accurate predictions for the biomass supply chain. As a result, the results obtained from this method tend to be biased and macro, particularly in regions experiencing rapid land-use development. In this paper, the author has developed a clustering methodology with a fuzzy c-means (FCM) algorithm to determine biomass energy potential based on regional characteristics to produce data clusters with high accuracy. Grouping the characteristics of clustering-based areas involves grouping physical or abstract objects into classes or similar objects

    Strategi Penambahan Pembangkit pada Sistem 150 kV melalui Pendekatan Multi Criteria Decision Analysis berbasis Estimasi LOLP

    No full text
    ABSTRAKKeandalan sistem tenaga listrik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat modern. Pertumbuhan beban tanpa penambahan kapasitas pembangkit dapat menurunkan keandalan yang diukur melalui Loss of Load Probability (LOLP) dan Loss of Load Expectation (LOLE). Perhitungan LOLP menggunakan metode rekursif untuk jumlah unit pembangkit yang kecil karena akurasinya yang tinggi, sementara metode Monte Carlo digunakan untuk sistem lebih besar karena efisiensi dan skalabilitasnya. Penelitian ini menganalisis dampak pertumbuhan beban terhadap keandalan sistem dan strategi ekspansi pembangkit. Metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) digunakan untuk menentukan pembangkit terbaik berdasarkan kriteria teknologi, keandalan, dan ekonomi. MCDA terbukti efektif karena fleksibel, mudah diterapkan, dan tidak memerlukan perangkat lunak khusus. Studi selama 10 tahun pada sistem 150 kV dengan kapasitas 450 MW dan beban puncak 328,36 MW menunjukkan bahwa penambahan pembangkit dan integrasi Battery Energy Storage System (BESS) berhasil menurunkan LOLP menjadi 0,000096 pada akhir evaluasi.Kata kunci: LOLE, LOLP, MCDA ABSTRACThe reliability of power systems is crucial to meet the energy demands of modern society. Load growth without additional generation capacity can reduce reliability, measured by Loss of Load Probability (LOLP) and Loss of Load Expectation (LOLE). LOLP is calculated using a recursive method for small generation units due to its high accuracy, while the Monte Carlo method is preferred for larger systems because of its efficiency and scalability. This study analyzes the impact of load growth on system reliability and strategies for generation expansion. The Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) method was employed to identify the optimal generation options based on technological, reliability, and economic criteria. MCDA proved effective due to its flexibility, ease of application, and independence from specialized software. A 10-year study on a 150 kV system with a capacity of 450 MW and a peak load of 328.36 MW demonstrated that adding generation and integrating a Battery Energy Storage System (BESS) successfully reduced LOLP to 0.000096 by the end of the evaluation.Keywords: LOLE, LOLP, MCD
    corecore