1,720,976 research outputs found
KKL Report Implementation of Policy Direct Cash Assistance (BLT) for the Poor in Jandi Village, Juhar District, Karo Regency
32 halamanMelihat dari banyaknya dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh kebijakan BLT ini, kebijakan blt tidak efektif dan efisien jika diterapkan dalam jangka panjang ini disebabkan nominal BLT yang diberikan tidak seimbang dengan kenaikan biaya hidup yang ditanggung oleh masyarakat akibat kenaikan harga bbm. Kenaikan bbm akan mendorong kenaikan biaya untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin, mendorong kenaikan biaya input produksi masyarakat miskin yang kebanyakan berada pada sektor pertanian (baik petani maupun nelayan)
Pengaruh Brand Ambassador Gfriend Terhadap Keputusan Membeli Produk di Aplikasi Shopee pada Komunitas Buddy Indonesia
76 HalamanAwal tahun 2020, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat dengan penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan dari Cina kepada World Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatu wilayah yaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun 2019 Cina. Penelitian selanjutnya menunjukkan hubungan yang dekat dengan virus corona penyebab Severe Acute Respitatory Syndrome (SARS) yang mewabah di Hongkong pada tahun 2003, hingga WHO menamakannya sebagai novel corona virus (COVID-19). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Metode ini bersifat deskriptif, sehingga data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata-kata atau gambar daripada data berupa angka-angka yang lebih menekankan pada proses daripada produk. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa pemerintah desa kuta kerangan sudah menjalankan perannya dengan baik dalam memberikan
pelayanan dan membantu masyarakat terhadap pengurangan covid-19. Akan tetapi masih ada faktor penghambat yang dihadapi pemerintah desa yaitu masyarakat yang kurang paham akan bahaya covid-19 serta masih banyaknya pandangan masyarakat terhadap covid-19. This research is qualitative method. This method is descriptive, so that the data collected is mostly in the form of words or pictures rather than data in the form of
numbers which emphasizes the process rather than the product. Based on the research results, it was found that the Kuta Karangan village government had carried out its role well in providing services and helping the community in reducing Covid-19. However, there are still inhibiting factors faced by the village government, namely people who do not understand the dangers of Covid-19 and there are still many people's views on Covid-19
KKL Report on Jandi Village Government Policy in Handling the Covid-19 Pandemic
22 HalamanDan dibalik itu selama melaksanakan KKL di kantor desa jandi, saya mengetahui kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah desa jandi dalam penanganan pandemic covid 19 yaitu pembukaan posko, penyemprotan desinfektan, penyediaan tempat cuci tangan, dan penyediaan masker dari pemerintah
The Role of the Sirambas Village Government, Mandailing Natal Regency in Improving the Community's Economy from the Sampuraga Tourism Object
73 HalamanDesa Sirambas berada di Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan masyarakatnya juga masih banyak yang pengangguran. oleh karena itu dengan adanya objek wisata sampuraga ini dan di didalam objek wisata sampuraga ini juga terdapat hal yang menarik seperti air panas sampuraga yang dapat dikatakan sudah melegenda dan bahkan sudah terkenal di berbagai negara. terdapat beberapa titik sumber air panas yang didalamnya bisa merebus jagung dan telur sampe matang, teraphy batu yang dapat mengeluarkan uap dari pori-pori batu yang dapat menghilangkan virus yang ada di tubuh. tentu sebuah kesempatan yang sangat besar bagi pemerintah desa sirambas dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yaitu dari objek wisata sampuraga tersebut. Dalam penelitian ini Penulis tertarik karena adanya bentuk kepedulian atau peran pemerintah desa didalamnya. penulis menggunakan teori peran dari Santosa, Arimbi, dan Horoepoetri yaitu kebijakan, strategi, dan komunikasi untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah desa sirambas kabupaten mandailing natal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dari objek wisata sampuraga. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa peran pemerintah desa sirambas Kabupaten Mandailing Natal melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sosialisasi kepada dinas pariwisata, mengajak masyarakat untuk membuka usaha, mengelola tempat parkir, dan kebersihan lingkungan ditempat wisata sampuraga tersebut. faktor penghambat pemerintah desa Sirambas kabupaten Mandailing Natal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dari objek wisata Sampuraga yaitu rendahnya sumber daya manusianya dan kepedulian masyarakatnya juga masih rendah. Sirambas Village is located in West Panyabungan District, Mandailing Natal Regency. Most of the people work as farmers and there are still many people who are unemployed. Therefore, with the existence of this Sampuraga tourist attraction and in this Sampuraga tourist attraction there are also interesting things such as Sampuraga hot water which can be said to be legendary and even famous in various countries. there are several points of hot springs in which you can boil corn and eggs until cooked, stone therapy that can remove steam from the stone pores which can eliminate viruses in the body. certainly a very big opportunity for the Sirambas village government in opening up jobs for the community, namely from the Sampuraga tourist attraction. In this study the author is interested because of the form of concern or the role of the village government in it. The author uses the role theory of Santosa, Arimbi, and Horoepoetri namely policy, strategy, and communication to determine the extent of the role of the Sirambas village government, Mandailing Natal district in improving the community's economy from the Sampuraga tourist attraction. This study uses a qualitative descriptive method through interview, observation and documentation techniques. The results of this study indicate that the role of the Sirambas village government, Mandailing Natal Regency, is to socialize to the community, socialize to the tourism office, invites people to open businesses, manage parking lots, and clean the environment at the Sampuraga tourist site. The inhibiting factor for the Sirambas village government, Mandailing Natal district in improving the community's economy from the Sampuraga tourist attraction, is the low level of human resources and low community awareness
The Role of Babinsa (Village Guidance Officer) Koramil 0201/Medan Military District Command 11/Md in Juvenile Delinquency Development in Medan Deli District
73 HalamanPeranan Babinsa (Bintara Pembina Desa) memiliki peranan penting dalam
mendukung keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat di
tingkat lokal atau desa. Peranan semacam ini melibatkan beberapa aspek
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Bintara Pembina Desa
(Babinsa) dari Koramil 0201/Medan Komando Rayon Militer 11/MD dalam
pembinaan kenakalan remaja di Kecamatan Medan Deli. Kenakalan remaja
menjadi tantangan sosial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk peran
Babinsa dalam membantu mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan merujuk pada teori peranan
Soejono Soekanto tahun 2001. Data diperoleh melalui observasi, wawancara
dengan Babinsa, remaja, serta analisis dokumen terkait. Lokasi penelitian
dilakukan di Kecamatan Medan Deli dan berlangsung selama dua bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Babinsa memiliki kontribusi
positif dalam upaya pembinaan kenakalan remaja di Kecamatan Medan Deli.
Babinsa berperan sebagai agen perubahan sosial dengan memberikan
pembinaan melalui pendekatan edukatif, sosialisasi nilai-nilai positif, serta
penyelenggaraan kegiatan bersama remaja. Meskipun demikian, tantangan
dalam bentuk koordinasi lintas sektor dan sumber daya masih mempengaruhi
efektivitas program pembinaan. This study aims to analyze the role of Village Superintendents (Babinsa) from
Koramil 0201/Medan Military District Command 11/MD in fostering juvenile
delinquency in Medan Deli District. Juvenile delinquency is a social
challenge that requires special attention, including Babinsa's role in helping
overcome this problem. This study used a qualitative approach with
reference to Soejono Soekanto's 2001 role theory. Data were obtained
through observation, interviews with Babinsa, youth, and analysis of related
documents. The research location was conducted in Medan Deli District and
lasted for two months. The results of the study show that the role of Babinsa
has a positive contribution in efforts to foster juvenile delinquency in Medan
Deli District. Babinsa acts as an agent of social change by providing
guidance through an educative approach, socializing positive values, and
organizing activities with youth. Nonetheless, challenges in the form of
coordination across sectors and resources still affect the effectiveness of the
development program
Analysis of Honorary Teacher Performance at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan, Simalungun Regency
140 HalamanRumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana analisis kinerja guru honorer di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat kinerja guru honorer di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kinerja guru honorer di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat kinerja guru di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan.
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan yang berada di Desa Adil Makmur Kabupaten Simalungun. Subjek penelitian dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Bendahara Sekolah dan terkhusus para guru-guru honorer yang mengajar di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan. Sumber data yakni meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan.
Teori dalam penelitian menggunakan dua teori. Yang pertama Teori dari A Tabrani Rusyan, C. W. (2000:17) mengenai faktor-faktor pendukung dan penghambat kinerja guru yang meliputi Gaji, Kepemimpinan, Kedisiplinan, Etos kerja guru, Motivasi kerja gusu, Tugas dan tanggung jawab guru, Sarana dan Prasarana serta Lingkungan kerja guru. dan menggunakan Teori dari Suparmin (2011) tentang aspek-aspek kinerja guru yang meliputi Aspek perencanaan pembelajaran, Aspek pelaksanaan kegiatan dan Aspek evaluasi pembelajaran. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru dalam aspek pembelajaran guru yang meliputi; aspek perencanaan pembelajaran, aspek pelaksanaan kegiatan dan juga aspek evaluasi pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Di sisi lain dalam faktor pendukung di SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan meliput; kedisiplinan, etos kinerja guru, motivasi kinerja guru, tugas dan tanggung jawab guru serta lingkungan kinerja guru cukup mendukung. Namun ada beberapa faktor yang menjadi penghambat kinerja antara lain; kepemimpinan, sarana dan prasarana juga gaji. The formulation of the problem in this study is how to analyze the performance of honorary teachers at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan and what are the supporting and inhibiting factors for the performance of honorary teachers at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan. This study aims to determine the analysis of the performance of honorary teachers at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan and to find out the factors supporting and inhibiting teacher performance at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan.
The type of research in this study is to use the type of qualitative research. The location of the research was carried out at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan which is located in Adil Makmur Village, Simalungun Regency. The research subjects in this study included the Principal, School Treasurer and especially honorary teachers who teach at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan. Data sources include primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used include observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and finally drawing conclusions.
The theory in this research uses two theories. The first is the theory from A Tabrani Rusyan, C. W. 2000: 17) regarding the supporting and inhibiting factors of teacher performance which include salary, leadership, discipline, teacher work ethic, teacher work motivation, teacher duties and responsibilities, facilities and infrastructure and the teacher's work environment. and using the theory from Suparmin (2011) regarding aspects of teacher performance which include aspects of learning planning, aspects of implementing activities and aspects of learning evaluation. The results of the study indicate that the teacher's performance in the aspects of teacher learning which includes; aspects of learning planning, aspects of implementing activities and also aspects of learning evaluation have gone well. On the other hand, the supporting factors at SD Negeri 094124 Dusun Pengkolan include; discipline, teacher performance ethos, teacher performance motivation, teacher duties and responsibilities and the teacher's performance environment is quite supportive. However, there are several factors that hinder performance, including; leadership, facilities and infrastructure as well as salary
Policy Implementation Of Classification And Develoment Of Tourism Objects In Samosir Regency
97 HalamanPariwisata merupakan salah satu industri yang sangat penting dalam
memajukan kesejahteraan masyarakat, pariwisata merupakan sumber penerimaan
devisa tertinggi setelah minyak dan gas. Melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
Pemerintah menyusun rencana strategis program pengembangan destinasi pariwisata.
UU yang mengatur pengelolaan pariwisata di awali Undang- Undang Nomor 9 Tahun
1990 terakhir diubah menjadi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang
kepariwisataan yang mengatur pengelolaan pariwisata bertujuan meningkatkan
kesejahteraan perekonomian. faktor pendukung pengembangan pariwisata Kabupaten
Samosir potensi alam dan keunikan budaya tradisional, faktor penghambatnya
kepemilikan lahan, kesadaran masyarakat terhadap pariwisata yang rendah dan
minimnya anggaran pembangunan. Tourism is one of the most important industries in advancing people's
welfare, tourism is the highest source of foreign exchange earnings after oil
and gas. Through the Department of Culture and Tourism, the Government
has prepared a strategic plan for the development of tourism destinations.
The law that regulates tourism management, starting with Law Number 9
of 1990, was finally changed to Law Number 10 of 2009 concerning
tourism which regulates tourism management aims to increase economic
welfare. land, low public awareness of tourism and minimal development
budget
The Role of the Village Government in Controlling Population Administration and Civil Registration in Kolam Village, Percut Sei Tuan District
87 HalamanKebijakan di bidang kependudukan bukan saja hanya menyangkut dalam
kepadatan penduduk, arus migrasi, kelahiran, kematian tetapi juga kebijakan yang
dituangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa
terhadap penertiban administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di desa
kolam kecamatan percut sei tuan dan faktor pendukung serta penghambat dalam
perannya. Untuk melihat peran pemerintah desa Kolam, penulis menggunakan
teori peran menurut Suhardono yaitu peran sebagai mobilisator, peran sebagai
motivator, dan peran sebagai regulator. Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian
ini melibatkan kepala desa, sekretaris desa, kasi pemerintahan, serta beberapa
masyarakat desa Kolam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa
pemerintah desa Kolam sudah menjalankan perannya dengan baik dalam
memberikan pelayanan dan membantu terhadap penertiban administrasi
kependudukan dan pencatatan sipil masyarakat yang tinggal di desa Kolam.
Adapun faktor pendukung yaitu dilihat dalam dua aspek yaitu masyarakat dan
pemerintah desa Kolam. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu masih rendahnya
kepedulian masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan dan catatan sipil. Policies in the population sector are not only concerned with population density,
migration flows, births, deaths but also policies that are outlined in efforts to
improve people's welfare. The formulation of the problem in this study is to find
out how the role of the village government is in controlling population
administration and civil registration in the village of Pond, Percut Sei Tuan
subdistrict and the supporting and inhibiting factors in its role. To see the role of
the government of the Kolam village, the author uses role theory according to
Suhardono, namely the role of a mobilizer, a role as a motivator, and a role as a
regulator. The research method used is a qualitative descriptive approach with
data collection techniques using interviews, observation and documentation.
Informants in this study involved village heads, village secretaries, heads of
government, and several people from the village of Kolam. Based on the results of
the research, it was found that the Pond village government had carried out its
role well in providing services and assisting in controlling population
administration and civil registration of the people living in Pond village. The
supporting factors are seen in two aspects, namely the community and the Pond
village government. While the inhibiting factor is the low level of public
awareness for orderly population administration and civil registration
Implementation of Non-Food Assistance Policy Cash By Tukka Dolok Village Government, Pakkat District, Regency Humbang Hasundutan
75 HalamanDesa Tukka Dolok menjadi salah satu desa dari bebrapa desa yang ada di Kecamatan Pakkat, desa ini terdiri dari empat dusun antara lain, dusun huta torop, dusun soripada huta ginjang, dusun sitahal-tahal, dan dusun sarumarnaek gomburan dengan luas wilayah +/-2300Ha. Dalam penelitian ini bahwa penerapan kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilihat menggunakan teori Edward III komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metodologi
jenis kualitatif yang menggunakan teknik wawancara, obervasi, dan juga dokumentasi. Sebagai penguat, penelitian ini juga terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan tambahan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Tukka Dolok Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan, hasil dari penelitian ini adalah Implementasi kebijakan bantuan pangan non tunai yang dilakukan oleh pemerintah desa tukka dolok sudah cukup maksimal dalam penerapannya merujuk pada kebijakan pemerintah desa dengan melihat bagaimana komunikasi pemerintah desa terhadap masyarakat dan menunjuk sumber daya manusia atau aparatur desa sebagai agen penyalur bantuan pangan non tunai sudah memiliki karakteristik dan sopan santun yang baik terutama dalam penyaluran bantuan pangan non tunai dengan birokrasi aparatur desa yang cukup relevan. Tukka Dolok Village is one of several villages in Pakkat District, this village consists of four hamlets, namely, Huta Torop Hamlet, Soripada Huta Ginjang Hamlet, Sitahal-Tahal Hamlet, and Sarumarnaek Gomburan Hamlet with an area of +/-2300Ha . In this study, the implementation of Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) policies was seen using Edward III's theory of communication, resources, dispositions, and bureaucratic structures. This research uses a qualitative type methodology that uses interview techniques, observation, and also documentation. As a reinforcement, this study also consisted of key informants, main informants and additional informants. The purpose of this research was to find out the Implementation of the Non-Cash Food Assistance Distribution Policy in Tukka Dolok Village, Pakkat District, Humbang Hasundutan Regency, the results of this study were the implementation of non-cash food assistance policies. carried out by the Tukka Dolok village government is quite maximal in its application referring to village government policies by looking at how the village
government communicates with the community and appoints human resources or village apparatus as agents for distributing non-cash food assistance already has good characteristics and manners, especially in distribution of non-cash food assistance with village apparatus bureaucracy which is quite relevant
Service Performance Analysis The public at the Integrated Police Service Center in Handling Public Complaints at the Central Tapanuli Police
85 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan publik pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tapanuli Tengah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan mengambil sampel pada SPKT di Polres Tapanuli Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas SPKT dan pengguna layanan, serta observasi langsung terhadap proses pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di SPKT Polres Tapteng belum optimal, terlihat dari beberapa masalah seperti kurangnya sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan keberadaan SPKT. Beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain meningkatkan sumber daya manusia dan fasilitas, meningkatkan sosialisasi dan promosi SPKT, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja pelayanan publik di SPKT. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pihak terkait untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik di SPKT. This study aims to analyze the performance of public services at the Integrated Police Service Center of the Central Tapanuli District Police using a qualitative approach. The method used is a case study by taking a sample SPKT at the Central Tapanuli Police Station. Data were collected through in-depth interviews
with SPKT officers and service users, as well as direct observation of the service process. The results showed that the performance of public services at the SPKT have not been maximized,for this research some of the recommendations to increase the public servant is improving the human resources and facilitie
- …
