1,723,037 research outputs found

    0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Sedayu

    No full text
    <p>0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Sedayu@@Jual Keranda Mayat Sedayu, Jual Keranda Mayat Kota Cirebon, Jual Keranda Mayat Karangmangu, Jual Keranda Mayat Sampih, Jual Keranda Mayat Susukan Agung, Jual Keranda Mayat Susukan Lebak, Jual Keranda Mayat Susukan Tonggoh, Jual Keranda Mayat Wilulang, Jual Keranda Mayat Ciperna@@keranda jenazah 1 set promo @keranda mayat dan pemandian sepaket@keranda awet kokoh anti karat@paket keranda murah@paket keranda jenazah dan pemandian 1 paket@keranda paket@paket pemandian jenazah dan keranda@pemandian jenazah@GRATIS KAIN PENUTUP KERANDA@Menyediakan berbagai kebutuhan kepengurusan jenazah@@Dengan material stainless steel, kami memproduksi KERANDA JENAZAH dan PEMANDIAN JENAZAH yang mana ANTI KARAT, KOKOH, dan JELAS KEAWETANNYA.@@Memudahkan bagi jamaah sekalian dalam kepengurusan jenazah@Dibuat dari STAINLESS STEEL sehingga tahan karat dan aman disimpan dalam ruangan@Desain yang KOKOH mampu menahan berat hingga 300kg @@Spesifikasi Singkat:@-KERANDA@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 200 cm � Lebar 65 cm -Tinggi kurungan 64cm@Beban Maximum 300 kg@@-PEMANDIAN JENAZAH@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 205cm - Lebar 75cm - Tinggi 80cm@Beban MAX : 300KG@@@#JualKerandaMayatSedayu, #JualKerandaMayatKotaCirebon, #JualKerandaMayatKarangmangu, #JualKerandaMayatSampih, #JualKerandaMayatSusukanAgung, #JualKerandaMayatSusukanLebak, #JualKerandaMayatSusukanTonggoh, #JualKerandaMayatWilulang, #JualKerandaMayatCiperna</p&gt

    A new species of Xanthostemon (Myrtaceae) from Natuna Islands, Indonesia

    Get PDF
    SEDAYU, A. 2009. A new species of Xanthostemon (Myrtaceae) from Natuna Islands, Indonesia. Reinwardtia 12(5): 447–449. — A new species of Xanthostemon, X. natunae was collected from Natuna Islands, Indonesia, outside the previous known westernmost distribution limit in Palawan (X. speciosus). Its differences with X. confertiflorus Merr. (Celebes) are discusse

    PERSEPSI DAN HARAPAN BIDAN TENTANG PELAYANAN PRANIKAH DI PUSKESMAS SEDAYU I DAN PUSKESMAS SEDAYU II KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Calon pengantin merupakan sasaran yang menjadi prioritas dalam pelayanan pranikah, karena calon pengantin tidak hanya memerlukan kesiapan materi tetapi juga persipan yang matang dalam aspek psikologi maupun fisiologi. Untuk itu, pelayanan pranikah sangat penting dilakukan untuk deteksi dini dalam penanganan masalah pranikah. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi dan harapan bidan tentang pelayanan pranikah, serta untuk mengetahui perbedaan persepsi dan harapan bidan satu dengan bidan lainnya tentang pelayanan pranikah di Puskesmas Sedayu I dan Puseksmas Sedayu II Bantul, Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam (indepth interview). Informan kunci yaitu bidan Puskesmas Sedayu I dan bidan Puskesmas Sedayu II, sedangkan informan pendukungnya adalah petugas gizi, petugas laboratorium, petugas psikologi Puskesmas Sedayu I dan Puskesmas Sedayu II. Hasil Penelitian: Persepsi bidan dalam pelayanan pranikah secara umum sudah baik dan perlu ditingkatkan lagi. Persepsi dan harapan mengenai buku panduan yang disusun oleh tim dosen juga baik. Kesimpulan: Secara keseluruhan tidak ada perbedaan persepsi tentang pelayanan pranikah antara bidan Puskesmas Sedayu I dan Bidan Puskesmas Sedayu II. Harapannya yaitu penambahan Sumber Daya Manusia dan ruangan konseling. Kata Kunci: Bidan, Pranikah, Seday

    GAMBARAN STATUS ANEMIA PADA IBU HAMIL BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI PUSKESMAS SEDAYU I DAN SEDAYU II BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang : Data anemia di Bantul, Puskesmas Sedayu I dan Sedayu II tahun 2014 di Puskesmas Sedayu I jumlah ibu hamil 90 orang , dengan kadar Hb <11% sebanyak 18 orang (20%). Puskesmas Sedayu II jumlah ibu hamil ada 222, yang kadar Hbnya <11% sebanyak 30 orang (13,5%). Kejadian anemia pada ibu hamil sangatlah tinggi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan, tingkat ekonomi atau pendapatan, paritas maupun dari pekerjaannya. Tujuan : Untuk mengetahui berdasarkan karakteristik status anemia pada ibu hamil Trimester I, Trimester II dan Trimester III. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil di Puskesmas Sedayu I dan Puskesmas Sedayu II. Jumlah sampel yang digunakan adalah 58 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil : Jumlah ibu hamil yang tidak anemia sebanyak 46 orang (79,3%). Ibu hamil berumur 20-35 tahun tidak anemia sebanyak 41 orang (78,8%), berpendidikan SMA tidak anemia sebanyak 28 orang (82,4%), jenis pekerjaan yaitu IRT tidak anemia sebanyak 23 orang (71,9%) , status ekonomi dibawah UMR (Rp.1.297.700) tidak anemia sebanyak 35 orang (76,1%) ,berparitas 0 tidak anemia sebanyak 19 orang (82,6%). Kesimpulan : Hasil dari penelitian kepada 58 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sedayu I dan II didapatkan ibu hamil dengan anemia sebanyak 12 orang (20,7%) sedangkan yang tidak anemia sebanyak 46 orang (79,3 %). Berdasarkan karakteristik responden yang status anemianya paling besar pada kriteria umur 21,2% (20-35 tahun) sedangkan yang tidak anemia pada paritas yang pertama pada responden primigravida sebesar 82,6%. Kata Kunci : status anemia, ibu hamil, karakteristi

    KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul (2) Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci (key informan) penelitian yaitu Kepala Bagian Pelayana Umum di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Informan pendukung terdiri dari petugas pelayanan dan masyarakat Kecamatan Sedayu. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul (a) Dimensi Tangibel (berwujud) Kecamatan Sedayu belum melaksanakan secara baik terkait mengenai kenyamanan tempat, kemudahan pelayanan, kedisiplinan petugas, kemudahan akses dan penggunaan alat bantu. (b) Dimensi Reliability (kehandalan) Kecamatan Sedayu masih kurang mengenai standar pelayanan yang belum jelas, kemampuan petugas yang masih kurang, serta belum ada keahlian yang dimiliki oleh petugas pelayanan.(c) Dimensi Assurance (jaminan) Kecamatan Sedayu belum memiliki jaminan ketepatan waktu bagi pengguna layanan dan masih adanya biaya untuk birokrasi dalam layanan.(d) Dimensi Empathy (empati)Petugas Kantor Kecamatan melayani masyarakat dengan ramah dan sopan, namun petugas masih mendahulukan kepentingan pribadinya daripada kepentingan pengguna layanan.(2) Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu prasarana yang belum memadai, kurangnya petugas pelayanan, dan minimnya alat bantu. Sedangkan faktor eksternal yaitu pola layanan dan tata cara penyediaan layanan yang belum maksimal. Kata kunci: kualitas pelayanan publik, pelayanan publi

    Seminar Pelatihan Pelayanan Prima bagi Pengelola Perpustakaan SMA/SMK/MA

    No full text
    Seminar Pelatihan Pelayanan Prima bagi Pengelola Perpustakaan SMA/SMK/MA diadakan pada 16 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Sedayu, Yogyakart

    KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul (2) Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci (key informan) penelitian yaitu Kepala Bagian Pelayana Umum di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Informan pendukung terdiri dari petugas pelayanan dan masyarakat Kecamatan Sedayu. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul (a) Dimensi Tangibel (berwujud) Kecamatan Sedayu belum melaksanakan secara baik terkait mengenai kenyamanan tempat, kemudahan pelayanan, kedisiplinan petugas, kemudahan akses dan penggunaan alat bantu. (b) Dimensi Reliability (kehandalan) Kecamatan Sedayu masih kurang mengenai standar pelayanan yang belum jelas, kemampuan petugas yang masih kurang, serta belum ada keahlian yang dimiliki oleh petugas pelayanan.(c) Dimensi Assurance (jaminan)Kecamatan Sedayu belum memiliki jaminan ketepatan waktu bagi pengguna layanan dan masih adanya biaya untuk birokrasi dalam layanan.(d) Dimensi Empathy (empati)Petugas Kantor Kecamatan melayani masyarakat dengan ramah dan sopan, namun petugas masih mendahulukan kepentingan pribadinya daripada kepentingan pengguna layanan. (2) Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu prasarana yang belum memadai, kurangnya petugas pelayanan, dan minimnya alat bantu. Sedangkan faktor eksternal yaitu pola layanan dan tata cara penyediaan layanan yang belum maksimal

    Aktivitas Social Media Marketing di AMANTARA by Agung Sedayu Group (Green Sedayu Mall)

    Get PDF
    Pentingnya media sosial dalam dunia pemasaran modern menjadi elemen strategis dalam membangun citra, menyampaikan informasi, dan membentuk keterlibatan dengan audiens. Dalam hal ini, Green Sedayu Mall hadir di media sosial dengan strategi konten yang konsisten, relevan, dan menarik. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan loyalitas pengunjung sekaligus menarik audiens baru melalui pendekatan visual yang kreatif dan berbasis tren. Green Sedayu Mall merupakan salah satu properti ritel dari AMANTARA di bawah naungan Agung Sedayu Group yang terletak di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Pemagang tertarik untuk menjalani pengalaman magang sebagai bagian dari tim Social Media Green Sedayu Mall karena branding yang kuat serta pendekatan digital yang aktif dan inovatif. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kebutuhan untuk menyeimbangkan antara kreativitas konten dengan standar brand, serta keterbatasan waktu dalam proses produksi konten. Untuk mengatasi hal tersebut, pemagang meningkatkan koordinasi dengan tim kreatif, menyusun perencanaan konten yang fleksibel, serta memanfaatkan dokumentasi visual secara efisien. Dengan strategi komunikasi yang kolaboratif dan adaptif, Green Sedayu Mall mampu menjaga eksistensinya di media sosial sebagai lifestyle mall yang aktif, relevan, dan terhubung dengan komunitas urban Jakarta

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DI SD NEGERI 1 SEDAYU KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 1 Sedayu, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 1 Sedayu sudah terlaksana yaitu: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa dengan menjalankan sholat Dhuhur berjamaah, 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dengan menerima teman meskipun memiliki perbedaan agama maupun fisik, 3) Persatuan Indonesia dengan antusias dalam melakukan upacara, membaca Pancasila setiap hari, 4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan dengan bersama-sama mendiskusikan jawaban kelompok, 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia melakukan piket dan Jumat bersih, melakukan kegiatan menabung.Kata kunci: implementasi, nilai-nilai Pancasila AbstractThis research aims to describe the implementation of Pancasila ’s values in SD Negeri 1 Sedayu, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. This research used qualitative approach with descriptive qualitative type. The subjects of this study were principal, teachers and students. Data collection techniques in this research were interviews and observation. Data analysis with data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results show that the implementation of Pancasila ’s values in SD Negeri 1 Sedayu had been done, like: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa by practicing Dhuhur prayers in congregation, 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab by accepting friends despite having different religion or physical, 3) Persatuan Indonesia with enthusiasm in performing the ceremony, reading Pancasila everyday, 4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan by jointly discussing group answers, 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia doing picket and Jumat bersih, doing the activity of saving.Keywords: implementation, Pancasila ’s value

    Morphological character evolution of Amorphophallus (Araceae) based on a combined phylogenetic analysis of trnL, rbcL, and LEAFY second intron sequences

    No full text
    Sequences of three different genes in 69 taxa of Amorphophallus were combined to reconstruct the molecular phylogeny of this species-rich Aroid genus. The data set was analyzed by three different methods, Maximum Parsimony, Maximum Likelihood and Bayesian analysis, producing slightly different tree topologies. Three major clades identified in all analyses reflect the biogeographical distribution of Amorphophallus. Some clades were supported by morphological characters such as sessile/nonsessile stigma, pollen opening mechanism, shape of the main segments of the lamina, growth cycle, and berry colour. When optimised, a nonsessile stigma may have evolved from a sessile one with several reversals. Pollen opening by connective rupturing evolved from pollen opening by pores. Unequally shaped segments of the lamina evolved from equally shaped segments. Simultaneously existing leaf and inflorescences evolved from alternating leaves and inflorescences. Blue, purple, green, and yellow berries evolved from red/orange/white ones
    corecore