1,720,974 research outputs found
Fast Track Inisiasi Menerobos Persisten Disparitas Kesehatan di DTPK
Penyebab laten disparitas status kesehatan di Indonesia adalah krakteristik wilayah sehingga terjadi maldistribusi SDM kesehatan terutama dokter khususnya di DTPK (Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan). Secara geografis, Indonesia memiliki berbagai daerah yang sulit untuk dijangkau, dimana daerah-daerah tersebut sama sekali tidak menarik minat dokter untuk bekerja dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kondisi social determinants of health cukup variasi antarwilayah di Indonesia membutuhan keterampilan mumpuni.
Apabila kondisi ini terabaikan, maka terjadi maldistribusi dokter khususnya di DTPK kemudian berdampak pada disparitas kesehatan antarwilayah di Indonesia. Kesenjangan ini dapat diperbaiki dengan memperkuat sisi supply mulai dari bangku pendidikan. Peran institusi pendidikan sangat penting tidak hanya mencetak dokter tetapi juga memfasilitasi ketersediaan dan distribusi dokter sejak dalam pendidikan.
Variasi kasus dan masalah kesehatan antarwilayah di Indonesia ini membutuhkan perhatian serius bagi FK Unika Soegijapranata. Oleh karena itu FK Unika Soegijapranata membutuhkan penelitian lebih lanjut ke DTP
Analisis Capaian SPM KIA-KB di Puskesmas Bengkayang, Ledo dan Jagoi Babang: Studi Baseline
Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama akan menjadi unit terdepan dalam upaya pencapaian target-target SPM. Tercapainya target SPM akan berkontribusi besar pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak serta membantu menurunkan AKI dan AKB.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performance outcome layanan kesehatan ibu dan anak berbasis pada indikator SPM serta identifikasi faktor layanan tenaga kesehatan dan sosial demografi yang mempengaruhi pencapaian SPM di Kabupaten Bengkayang.Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan dua pendekatan yaitu eksplorasi cross sectional dan analisis situasi berbasis tinjauan di level manajemen kesehatan dan unit layanan kesehatan di daerah. Penelitian ini dilakukan sejak Agustus – Oktober 2020. Penelitian ini dilakukan di tiga Puskesmas di Kabupaten Bengkayang. Teknik sampling menggunakan purpose sampling dengan jumlah responden 10 orang.Hasil: Kinerja SPM KIA dan KB tahun 2019 di 3 Puskesmas masih fluktuasi. Cakupan K4 di puskesmas Ledo belum mencapai target. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan di Puskesmas Bengkayang, Ledo dan Jagoi Babang belum mencapai target nasional. Cakupan target KN1 dan imunisasi dasar di Puskesmas Ledo dan Jagoi Babang belum mencapai target nasional. Cakupan layanan KB di Puskesmas Jagoi Babang belum mencapai target yang ditetapkan dan data KB di Puskesmas Ledo tidak lengkap.Kesimpulan: Kinerja SPM perlu ditingkatkan dengan menggalakkan promosi dan kemitraan dengan masyarakat, sehingga semua persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Puskesmas juga perlu update proses pencatatan dan pelaporan terkait dengan indikator layanan keluarga berencana
Pola Interaksi Dan Kepatuhan Protokol Kesehatan Oleh Pedagang Di Pasar X Kota Semarang: Studi Kualitatif Eksploratif
Latar Belakang: Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat yang awalnya banyak terjadi pada golongan ekonomi menengah keatas sekarang telah menyebar keseluruh lapisan masyarakat bahkan sampai ke pasar tradisional. Pasar merupakan salah satu tempat terjadinya interaksi sosial dan berpotensi menjadi tempat penularan. Berdasarkan data yang dari Indonesian Traditional Market Traders Association menunjukan bahwa pasar tradisional menjadi klaster baru dan provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke empat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan bukti-bukti baru tentang pola interaksi dan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 di klaster pasar tradisional.Metode: Jenis penelitian mengunakan kualitatif ekploratif melalui in-depth interview. Sampel yang digunakan sebanyak 28 orang (12 positif dan 16 negatif) yang direkrut menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-November 2020 pada pasar X di Kota Semarang. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil: 23 pedagang memiliki persepsi yang cukup tentang faktor resiko penularan COVID-19 di lingkungan masyarakat; 12 pedagang telah menjalani isolasi dan karantina mandiri; 21 pedagang belum patuh jaga jarak dan memakai masker, 15 responden tidak selalu mencuci tangan setelah berjualan.Kesimpulan: Mayoritas pedagang memiliki persepsi yang cukup memadai tentang faktor resiko penularan COVID-19 di lingkungan masyarakat. Sebagian besar pedagang belum patuh untuk menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker dengan bena
STUDI PRELIMINARY PERILAKU MEROKOK DAN HIPERTENSI OLEH ANGGOTA KELUARGA DI KELURAHAN SRONDOL WETAN KOTA SEMARANG
Latar belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program nasional dengan 12 indikator untuk menilai status kesehatan keluarga yang diwujudkan dalam Indeks Keluarga Sehat (IKS). Capaian IKS masih tergolong rendah di Jawa Tengah. Dinas Kesehatan mencatat pada tahun 2019 kota Semarang masih memiliki IKS rendah. IKS di Kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang diteliti melalui wawancara dan sistem skoring. Tujuan penelitian: Untuk melakukan pengukuran IKS secara cluster di Kelurahan Srondol Wetan.
Metode: Penelitian ini merupakan studi preliminary observasional dengan teknik cluster sampling. Kriteria inklusi adalah keluarga di Kelurahan Srondol Wetan yang berada di rumah saat pelaksanaan penelitian. Kriteria eksklusi adalah keluarga yang menolak mengikuti survei. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Data dilakukan analisis dengan sistem skoring dan disajikan secara deskriptif.
Hasil: Penelitian dilakukan pada 13 keluarga dengan jumlah laki-laki 25 orang dan perempuan 29 orang. Terdapat 9 dari 13 keluarga (69%) memiliki IKS di atas 0,8. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan 2 permasalahan utama. Indikator anggota keluarga tidak ada yang merokok didapatkan hasil 38%. Indikator penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur diperoleh hasil 66%. Anggota keluarga yang merokok telah mengetahui dampak rokok namun tidak dapat menghentikan kebiasaannya. Anggota keluarga yang menderita hipertensi tidak melakukan pengobatan secara teratur terkait kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan dampak hipertensi jangka panjang. Kesimpulan: Kelurahan Srondol Wetan memiliki IKS terkategori sehat. Permasalahan utama pada indikator merokok dan hipertensi. Penelitian pendahuluan ini dapat memberikan gambaran mengenai perilaku merokok dan hipertensi di masyarakat, khususnya di Kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang
ANALISIS KAJIAN KESEHATAN DAERAH TERTINGGAL, PERBATASAN DAN KEPULAUAN (DTPK) KABUPATEN SUMBA TENGAH
Tantangan pembangunan kesehatan daerah tertinggal berkaitan dengan berbagai faktor,
yang antara lain meliputi kondisi geografis yang menghambat akses ke fasilitas pelayanan
kesehatan; keterbatasan sumber daya untuk membiayai pelayanan kesehatan; kondisi
kelangkaan sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan kesehatan; dan faktor-faktor
sosial budaya masyarakat yang menghambat utilisasi pelayan kesehatan yang tersedia.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan kesiapan tenaga
kesehatan (dokter) dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menjalankan peran dan
fungsinya sesuai regulasi/NSPK. Penelitian ini adalah campuran dengan menggabungkan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif. FK Unika, mempunyai misi khusus berupa technical
assistant untuk seluruh tenaga kesehatan baik di level primary care maupun di level Rumah
sakit
Hubungan Antara TG/HDL-C dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang
Abstrak
Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun di seluruh dunia. Kontrol glikemik merupakan hal penting dalam pengelolaan pasien Diabetes Mellitus (DM) karena mengurangi risiko komplikasi. Pemeriksaan Glycated Haemoglobin (HbA1C) sebagai gold standard kontrol glikemik dengan target pencapaian HbA1C <7%. Petanda lain faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskuler pada pasien DM tipe 2 adalah dislipidemia. Rasio trigliserid terhadap high-density lipoprotein cholesterol (TG/HDL-C) diketahui sebagai indeks atherogenic plasma, yang merupakan faktor risiko utama pada penyakit kardiovaskuler dan sindrom metabolik. Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan antara TG/HDL-C dengan kontrol glikemik pada pasien DM. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan selama 3 bulan (September – November 2020). Subjek penelitian diklasifikasikan berdasarkan kadar HbA1c menjadi 2 grup: 40 pasien DM tipe 2 HbA1c <7% dan 40 pasien DM tipe 2 HbA1c ≥7 %. Analisis statistik menggunakan Mann Whitney dengan signifikansi p ≤ 0,05. Terdapat perbedaan signifikan rasio TG/HDL-C pada kelompok Hb1c < 7% dan kelompok HbA1 c≥ 7% (p=<0,011). Rasio TG/HDL-C pasien DM tipe 2 HbA1c ≥ 7% lebih rendah signifikan dibandingkan DM tipe 2 HbA1c<7 % membuktikan bahwa rasio TG/HDL-C dapat digunakan sebagai alternatif pemeriksaan status pengendalian glukosa darah pada pasien DM tipe 2.
Kata kunci: diabetes melitus, glycated hemoglobin, high density lipoprotein cholesterol, high-performance liquid chromatograph.
Abstract
The prevalence of diabetes is increasing every year all over the world. Glycemic control is important to managing patients with Diabetes Mellitus (DM) because it could decrease complication risk. Glycated Haemoglobin (HbA1C) examination is a gold standard for studying glycemic control with its target of less than 7%. the other risk factor sign of cardiovascular disease in a patient with type 2 DM is dyslipidemia. Trygliserida/high-density lipoprotein cholesterol ratio is known as atherogenic plasma index and is a primary risk factor in cardiovascular disease and metabolic syndrome. An analytic observational study with a cross-sectional approach was conducted in 3 months (September – November 2020). The sample size in this study was 80 patients. They were divided into 2 groups, involving 40 patients with type 2 DM HbA1c <7% and 40 patients with type 2 DM HbA1c ≥7% at Diabetic Clinic, Semarang. TG and HDL-C levels between groups were analyzed using Mann Whitney, p<0.05 were considered significant. There are significant differences in levels of TG/HDL-C ratio between the 2 groups (p =0.001). TG/HDL-C ratio levels were higher in group hbA1c > 7% compared to group HbA1c < 7% can be used as glycemic control in type 2 DM.
Keyword: diabetes melitus, glycated hemoglobin, high density lipoprotein cholesterol, high-performance liquid chromatograph
Identifikasi Misinterpretasi Mahasiswa Kedokteran Tentang Indikator Kesehatan Keluarga
Pendahuluan: Aplikasi 12 indikator PIS-PK oleh mahasiswa kedokteran bertujuan untuk melatih kemampuan mereka untuk mempromosikan kesehatan keluarga. Namun, kesalahan interpretasi indikator PIS-PK oleh mahasiswa merupakan hambatan dalam model pembelajaran berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi misinterpretasi mahasiswa terhadap indikator PIS-PK dan memberikan rekomendasi penyempurnaan instruksi pengisian indikator PIS-PK. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasi deskriptif dengan sampel sebanyak 25 responden yang direkrut dengan teknik purposive sampling. Waktu penelitian pada bulan September 2021 sampai Oktober 2021. Pengumpulan data melalui instrumen kuesioner google form yang terdiri dari 22 item pertanyaan dengan closed ended questions, dengan 3 opsi pilihan. Hasil : Berdasarkan analisis dari hasil penelitian, peneliti menemukan dua indikator yakni indikator 5 dan 9 yang belum dipahami secara jelas oleh responden. Hal ini dapat disebabkan oleh responden masih dalam tahap awal terpapar oleh indikator tersebut maupun karena formula indikator yang kurang memadai. Secara keseluruhan indikator PIS-PK tersebut mudah dipahami dan dapat dicerna baik. Simpulan : Terdapat 2 indikator yang membuat mahasiswa kurang memahami maksud dari pernyataan tersebut yaitu indikator 5 dan 9. Indikator ini memerlukan modifikasi atau penambahan keterangan instruksional agar lebih jelas maksud pernyataan tersebut. Tingkat kesulitan dan kejelasan indikator PIS-PK sudah baik dan cukup mudah dicerna oleh responden
HUBUNGAN KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG
Latar Belakang: Kecemasan pada kehamilan memiliki dampak yang buruk bagi ibu dan janin jika terjadi
terus menerus, seperti spontaneous abortion, preeklamsia, bayi lahir prematur dan berat badan bayi lahir
rendah. Diperlukan komunikasi dokter-pasien yang baik agar dapat membantu mengurangi kecemasan pada
ibu hamil dan dapat meningkatkan pemahaman ibu tentang kehamilan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi dokter-pasien terhadap tingkat
kecemasan pada ibu hamil di poli rawat jalan Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan design cross sectional. Uji yang
digunakan pada penelitian ini yaitu uji fisher’s exact. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil di
Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang, dengan jumlah 32 orang sampel yang telah memenuhi kriteria
inklusi dan ekslusi. Instrument yang digunakan yaitu Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7 versi
Indonesia) dan Communication Assessment Tools (CAT). Penelitian ini juga sudah mendapatkan
persetujuan Etik.
Hasil: Hasil dari penelitian didapatkan 22 (68,8%) responden dengan kategori minimal anxiety, 5 (15,6%)
responden dengan kategori mild anxiety, 3 (9,3%) responden dengan kategori moderate anxiety dan 2
(6,25%) responden dengan kategori severe anxiety. Selain itu, responden pada penelitian ini setelah
melakukan konsultasi menyatakan kemampuan komunikasi dokter yang baik yaitu sebanyak 27 (84,4%)
responden dan sebanyak 5 (15,6%) responden menyatakan kemampuan komunikasi buruk. Hasil uji fisher’s
exact didapatkan hasil P= 0,293.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara komunikasi dokter-pasien dengan tingkat kecemasan ibu
hamil di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang..
Kata kunci: kecemasan, ibu hamil, komunikasi dokter-pasie
Determinants of mental health disorder among pregnant and post-partum women during the COVID-19 pandemic in Asian countries: a systematic review protocol
This systematic review will search for potential articles through the PubMed, PsycINFO CINAHL, MEDLINE and Scopus databases. Searches will be limited to original articles published in English from December 2019 to the end of March 2021. Our search strategy will be developed in consultation with academic librarians who are experienced in systematic review studies to ensure research accuracy. A manual search of the reference list of included studies will be carried out for additional eligible articles. We would search for potential eligible manuscripts cited through Google Scholar as part of the citation chaining process. We will also search the grey literature for identified unpublished material using the ProQuest Dissertation and Thesis Database, and the websites of health professionals such as European Psychiatric Association and mental health associations
- …
