3 research outputs found
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DELEGATIF DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI SISWA MELALUI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI UPTD SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI SE- KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan delegatif
dan kinerja guru terhadap prestasi siswa melalui kebijakan Merdeka Belajar
sebagai variabel mediasi di UPTD Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri seKabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 289 responden yang dipilih secara
acak untuk memastikan representativitas data. Instrumen utama yang digunakan
adalah kuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya
kepemimpinan delegatif dan kinerja guru memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan prestasi siswa, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Kebijakan Merdeka Belajar terbukti memediasi
pengaruh gaya kepemimpinan delegatif dan kinerja guru terhadap prestasi siswa.
Gaya kepemimpinan delegatif kepala sekolah yang memberikan kepercayaan dan
wewenang kepada guru mendorong implementasi kebijakan Merdeka Belajar
secara optimal, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa
dalam pembelajaran. Selain itu, kinerja guru yang tinggi, ditunjukkan melalui
kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, juga berkontribusi
signifikan terhadap implementasi kebijakan dan prestasi siswa. Penelitian ini
mendukung Teori Expectancy-Value dan menyoroti pentingnya gaya
kepemimpinan delegatif serta kinerja guru dalam menciptakan lingkungan
pembelajaran yang kondusif. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup
perlunya pelatihan dan pendampingan untuk kepala sekolah dalam menerapkan
gaya kepemimpinan delegatif, serta program pengembangan profesional untuk
meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini juga merekomendasikan monitoring dan
evaluasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar di tingkat sekolah untuk
memastikan keberlanjutan hasil yang positif
THE INFLUENCE OF DELEGATIVE LEADERSHIP AND TEACHER PERFORMANCE ON STUDENT ACHIEVEMENT THROUGH THE MERDEKA BELAJAR POLICY IN JEMBER ELEMENTARY SCHOOLS
Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan delegatif dan kinerja guru terhadap prestasi siswa dalam konteks SD Kabupaten Jember, dengan kebijakan Merdeka Belajar sebagai variabel mediasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 289 sekolah menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak WarpPLS. Temuan ini mengungkapkan efek langsung yang signifikan dari kepemimpinan delegatif dan kinerja guru terhadap implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan prestasi siswa. Selanjutnya, kebijakan Merdeka Belajar memediasi hubungan antara kepemimpinan delegatif, kinerja guru, dan prestasi siswa. Penelitian ini mengintegrasikan kerangka kerja Expectancy-Value Theory dan Multi-Level Perspective, memberikan pemahaman baru tentang dinamika antara kepemimpinan, kinerja guru, implementasi kebijakan, dan hasil pendidikan. Hasil penelitian menekankan peran penting pemberdayaan kepemimpinan, pengembangan guru, dan implementasi kebijakan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil siswa. Wawasan ini menawarkan implikasi yang berharga bagi strategi pendidikan masa depan dan pengembangan kebijakan di Indonesia.This study investigates the influence of delegative leadership and teacher performance on student achievement in the context of Jember Regency's elementary schools, with the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy as a mediating variable. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 289 schools using questionnaires and analyzed through Partial Least Squares (PLS) with WarpPLS software. The findings reveal significant direct effects of delegative leadership and teacher performance on both the implementation of the Merdeka Belajar policy and student achievement. Furthermore, the Merdeka Belajar policy mediates the relationships between delegative leadership, teacher performance, and student achievement. This research integrates the Expectancy-Value Theory and Multi-Level Perspective framework, providing a novel understanding of the dynamics between leadership, teacher performance, policy implementation, and educational outcomes. The results emphasize the critical role of leadership empowerment, teacher development, and effective policy implementation in improving educational quality and student outcomes. These insights offer valuable implications for future educational strategies and policy development in Indonesia
HACEK Infective Endocarditis: Characteristics and Outcomes from a Large, Multi-National Cohort
The HACEK organisms (Haemophilus species, Aggregatibacter species, Cardiobacterium hominis, Eikenella corrodens, and Kingella species) are rare causes of infective endocarditis (IE). The objective of this study is to describe the clinical characteristics and outcomes of patients with HACEK endocarditis (HE) in a large multi-national cohort. Patients hospitalized with definite or possible infective endocarditis by the International Collaboration on Endocarditis Prospective Cohort Study in 64 hospitals from 28 countries were included and characteristics of HE patients compared with IE due to other pathogens. Of 5591 patients enrolled, 77 (1.4%) had HE. HE was associated with a younger age (47 vs. 61 years; p<0.001), a higher prevalence of immunologic/vascular manifestations (32% vs. 20%; p<0.008) and stroke (25% vs. 17% p = 0.05) but a lower prevalence of congestive heart failure (15% vs. 30%; p = 0.004), death in-hospital (4% vs. 18%; p = 0.001) or after 1 year follow-up (6% vs. 20%; p = 0.01) than IE due to other pathogens (n = 5514). On multivariable analysis, stroke was associated with mitral valve vegetations (OR 3.60; CI 1.34-9.65; p<0.01) and younger age (OR 0.62; CI 0.49-0.90; p<0.01). The overall outcome of HE was excellent with the in-hospital mortality (4%) significantly better than for non-HE (18%; p<0.001). Prosthetic valve endocarditis was more common in HE (35%) than non-HE (24%). The outcome of prosthetic valve and native valve HE was excellent whether treated medically or with surgery. Current treatment is very successful for the management of both native valve prosthetic valve HE but further studies are needed to determine why HE has a predilection for younger people and to cause stroke. The small number of patients and observational design limit inferences on treatment strategies. Self selection of study sites limits epidemiological inferences. © 2013 Chambers et al
