10 research outputs found
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP CARA MENGATASI MUAL MUNTAH PADA KEHAMILAN TRIMESTER I
Every pregnant woman in the first trimester experiences nausea and vomiting. This situation is natural and often occurs in pregnancy, especially in the first trimester. Nausea usually occurs in the morning, this case can occur almost 50% of pregnant wowen and many occur at 6-12 weeks. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women on how to cope with vomiting nausea in pregnancy trimester 1 in the work area of Payung Sekaki health center in Pekanbaru. This study uses a quantitative method with a cross sectional, so that the number of samples obtained was 71 respondents. Sampling used consecutive sampling technique, nominal and ordinal measuring scales, questionnaire research instruments and univariate and bivariate data collection. Based on the results of the chi square test obtained the knowledge variable is related to how to overcome nausea and vomiting with p = 0.008 where the value of α <0.1 then, Ha accepted means there is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women on how to cope with nausea vomiting while the variable obtained p=0,000 where the value of α<0,1 in the working area of payung sekaki health center in Pekanbaru in 2019. Advised to puskesmas payung sekaki pekanbaru to try to increase public knowledge abaout nausea vomiting in pregnancy and the attitude of pregnant women to overcome nause and vomiting. By providing counseling to pregnant women abaout nausea and vomiting in pregnancy.Setiap ibu hamil pada trimester pertama mengalami mual dan muntah. Keadaan ini merupakan hal yang wajar dan sering terjadi pada kehamilan terutama pada trimester pertama, Mual biasanya terjadi pada pagi hari, kasus ini dapat terjada hampir 50% ibu hamil dan banyak terjadi pada umur kehamilan 6-12 minggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Cara Mengatasi Mual Muntah Pada Kehamilan Trimester 1 Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 71 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling, skala ukur nominal dan ordinal, instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan pengolaan data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan variable pengetahuan berhubungan dengan cara mengatasi mual muntah dengan p=0,008 dimana nilai α< 0,1 maka, Ha diterima berarti ada hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap cara mengatasi mual muntah sedangakan variable sikap didapatkan p=0,000 dimana nilai α< 0,1maka, Ha diterima berarti ada hubungan sikap terhadap cara mengatasi mual muntah di wilayah kerja puskesmas payung sekaki pekanbaru tahun 2019. Disarankan kepada puskesmas payung sekaki pekanbaru untuk berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mual muntah pada kehamilan dan sikap ibu hamil untuk mengatasi mual muntah, dengan memberikan penyuluhan pada ibu-ibu hamil tentang muall muntah pada kehamilan
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5
Menoragia atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum atau selama siklus haid. Menoragia atau dismenore menyebabkan rasa tidak nyaman dibagian bawah perut sebelum dan saat haid, sering mual, sulit berkonsentrasi saat belajar, sering tidak hadir dan menurunnya motivasi belajar akibat nyeri. Lebih dari 50 perempuan di dunia merasakan nyeri haid, dan 10% s/d 20% diantaranya menderita nyeri haid yang parah. Hal ini harus ditangani segera agar remaja putri dapat berkonsentrasi dalam menerima pelajaran khususnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan dismenore pada remaja putri di SMA 5 Pekanbaru dengan menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan crossecctional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022 hingga Juni 202
EFEKTIVITAS PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI
Breast milk is breast milk that contains optimal nutrition, both in quantity and quality, however, in fact, the coverage of breast milk in Indonesia is not in accordance with the expected target, namely 80%, like in 2011 the coverage of breast milk in Indonesia was 61.50%. Young papaya is a natural plant acts as a lactogum because it can increase and facilitate the production of breast milk. The purpose of this research is to determine the effectiveness of young papaya (carica papaya L) on the smooth production of mother's milk breastfeeding. This type of research used quantitative with quasi experiments. This research conducted in The working area of Puskesmas Sentajo Raya Teluk Kuantan in 2020. The population in this study were all mothers 81 breastfeeding children under 6 months of age who are in the Work Area Sentajo Raya Puskesmas and a sample of 15 people. The sampling technique used consecutive sampling. Univariate and bivariate data analysis Bivariate analysis was performed using thetest Wilcoxon. Research result It was found that the effectiveness of young papaya on the smooth production of breast milk, with a p value <α, namely 0.001 <(0.05). It is recommended to health workers at the Sentajo Raya puskesmas to increase knowledge regarding non-pharmacological therapy in increasing breast milk production, especially the effectiveness of young papaya against smoothness of breast milk in nursing mothers. ASI merupakan air susu ibu yang mengandung nutrisi optimal, baik kuantitas dan kualitasnya akan tetapi, dalam kenyataannya cakupan ASI di negara Indonesia belum sesuai dengan target yang diharapkan yaitu sebesar 80%, seperti pada tahun 2011 cakupan ASI di Indonesia ada 61,50%, Pepaya muda merupakan tumbuhan alam yang berperan sebagai laktogogum karena dapat meningkatkan dan memperlancar pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pepaya muda (carica papaya L) terhadap kelancaran produksi ASI ibu menyusui. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan quasi eksperimen. Penelitian ini di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sentajo Raya Teluk Kuantan tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi berusia dibawah 6 bulan yang berjumlah 81 orang yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sentajo Raya dan sampel 15 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat Analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan adanya efektivitas pepaya muda terhadap kelancaran produksi ASI,dengan nilai p value < α yaitu 0,001 < (0,05). Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan di puskesmas Sentajo Raya untuk meningkatkan pengetahuan tentang terapi nonfarmakologi dalam meningkatkan produksi ASI khususnya efektivitas pepaya muda terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2016
<p><em>Based on data in 2010 show 4 million children </em><em>under</em><em> five</em><em> are malnourished in Indonesia</em><em>, 700 thousand of them </em><em>suffering from severe </em><em>malnutrition. The purpose of this </em><em>study was </em><em>to </em><em>determine the </em><em>factorsassociated with the nutritional status of children</em><em> in the </em><em>Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru </em><em> in </em><em>2016. </em><em>Type of </em><em>quantitative</em><em> research with </em><em> analytic</em><em>correlations and in </em><em>cross sectional study design.The place</em><em> is in the puskesma</em><em>s</em><em> research Sidomulyo Pekanbaru, population that will be taken are mothers who have children numbering 280 people in the period on August to October 2015. The total sample of 165 people. The sampling technique using consecutive sampling. Analysis processing techniques with univariate and bivariate. The result of the bivariate analysis of the relationship between knowledge of the nutritional status of children, in the can P-value= 0.000, a=0,05. ThenHo is rejected and Ha received means that there is a significant relationship between knowledge of the nutritional status of children, there is a relationship between the opinion of the nutritional status of children, in the P-value=0.000, a= 0,05. Then Ho is rejected and Ha received means that there is a significant relationship between the opinion of the nutritional status of children, while the relationship between Exclusive breastfeeding with infant nutritional status, P-value= 0.709, a= 0,05. Then Ho is accepted and Ha rejected meaning there is no significant relationship between breastfeeding with infant nutritional status in Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru 2016.</em></p><p> </p><p>Berdasarkan data tahun 2010 memperlihatkan 4 juta balita di Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranyamengalami gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016.Jenis penelitian <em>kuantitatif</em> dengan <em>analitik kolerasi</em> dan desain penelitian secara <em>crosssectional</em>. Tempat penelitian yaitu di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Populasi yang akan diambil adalah seluruh ibu yang memiliki balita berjumlah 280 orang periode bulan Agustus hingga Oktober 2015. Jumlah sample sebanyak 165 orang. Denganteknikpengambilansampelmenggunakan <em>consecutive sampling</em>. Teknik pengolahan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariatterdapat hubunganantara pengetahuan dengan status gizi balita, didapat P-value = 0.000,α=0,05. Maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pendapatan dengan status gizi balita, didapat P-value = 0.000, α=0,05. Maka disimpulkanterdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan status gizi balita, sedangkan hubungan antara ASI Ekslusif dengan status gizi balita, P-value = 0.709, α=0,05. Maka disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ASI Ekslusif dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016.</p></jats:p
METODE NON-FARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN
METODE NON-FARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN
Penulis:
Sarah Fitria, S.Tr.Keb., M.Tr.Keb., Sri Andar Puji Astuti, S.ST., M.Keb., Sukmawati, S.ST., M.Keb., Cecen Suci Hakameri, S.Tr.Keb., M.Keb., Zurhayati, SST., M.Kes., Nur Israyati, SST., M.Keb., Berliana Irianti, S.SiT., Bd., M.Keb., Nelly Karlinah, SST., Bd., M.Keb., Nelfi Sarlis, SST., M.Kes., Nevi Susianty, S.Tr.Keb., M.Kes., CBMT., Siti Khotimah, SST., M. Keb., Susi Hartati, SST., M.Keb., Rizka Angrainy, S.K.M., M.Kes., Nova Yulita, SST., M.Keb., Jumiati, SST., M.Kes., CBMT.
ISBN: 978-623-88362-7-7
Tebal: xi + 162 hlm., 21 x 15 cm
Editor: Berliana Irianti & Muhsyanur
Penata Letak: B. Achmad Elfatih
Penata Sampul: Echa el Syah
Penerbit:
CV. AYRADA MANDIRI
Perumahan Griya Rumah Emas P 24
Jalan Poros Paccellekang, Gowa-Makassar
Sulawesi Selatan, 90562 Indonesia
Telp. 0411-210685, HP/WA 08999991135 Email: [email protected]
ANGGOTA IKAPI: No. 033/SSL/2021
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit
Faktor yang Berhubungan dengan Unmet Need Pada Ibu Non Akseptor Tahun 2018
Unwanted pregnancy and pregnancy occurring more quickly than mistimed is a global social and health challenge. Worldwide, 38% of pregnancies are unwanted pregnancies, namely 80 million pregnancies per year. The aim of this study is to find out the factors related to unmet need in non-acceptor mothers in the inpatient puskesmas work area of Sidomulyo pekanbaru in 2018. This type of research is quantitative using analysis correlation with cross sectional research design. The study population was 1349 non-acceptor mothers in the inpatient health centers in Sidomulyo pekanbaru since April-May 12, 2018. The sampling technique was consecutive sampling with a sample of 93 people. Data collection uses primary data using the Checklist sheet. Data processing is done by SPSS including editing, coding, scoring and tabulating using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between independent and dependent variables with each p-value <0.1 husband support (p-value = 0.069), age (p-value = 0.077) and education (p-value = 0.058) then Ha is rejected and Ho is accepted. This study can be concluded that there is a relationship between husband's support, age and education with the incidence of unmet need. Kehamilan tidak diinginkan (unwanted) dan kehamilan terjadi lebih cepat dari yang direncanakan (mistimed) merupakan tantangan social dan kesehatan global. Di seluruh dunia 38% dari kehamilan merupakan kehamilan tidak diinginkan yaitu 80 juta kehamilan per tahun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu non akseptor diwilayah kerja puskesmas rawat inap sidomulyo pekanbaru tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan analisis korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu non akseptor sebanyak 1349 orang diwilyah kerja puskesmas rawat inap sidomulyo pekanbaru sejak bulan April- 12 Mei 2018. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan jumlah sampel 93 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar Checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring dan tabulating yang menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara variable independen dan dependen dengan masing-masing nilai p-value < 0,1 dukungan suami (p-value = 0,069), umur (p-value = 0,077) dan pendidikan (p-value = 0,058) maka Ha ditolak dan Ho diterima. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami, umur dan pendidikan dengan kejadian unmet Need
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PNEUMONIA BALITA DI PUSKESMAS UMBAN SARI PEKANBARU TAHUN 2016
According to the health ministry Indonesia, pneumonia is an cause death to two infants after diarrhea. Pneumonia is an acute infection of the respiratory system that has symptoms cough, fever and shortness of breath. This research aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of pneumonia in toddlers in health center Umban Sari Pekanbaru year 2016. This type of research is quantitative with correlation analysis. Research design cross sectional. Population in this research is population of all under five working area of Puskesmas Umban Sari Pekanbaru year 2016 in November to December. Sampling technique sampel use Simple Random Sampling with the number of samples 187 people. It is hoped that this research can beused as input for health workers, especially midwives in improving health service for children, by way of providing education to mothers who have children under five about the provision of nutritional in take to their children and identification risk factor that occur when a poorly metabolized intake leads to infection. Menurut Kementerian Kesehatan, pneumonia merupakan penyebab kematian kedua balita setelah diare. Pneumonia merupakan infeksi akut pada sistem pernafasan yang mempunyai gejala batuk, demam dan sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis korelasi. Desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi seluruh balita di wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2016 pada bulan November sampai Desember. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 187 orang. Adapun hasil bivariat dari uji Chi-square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan masukkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi balita
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui
Exclusive breastfeeding is breastfeeding without providing other foods and beverages to infants from birth to six months old, except drugs and vitamins. However, there are still many mothers who do not want to breastfeed exclusively on their babies because they think that breastfeeding can increase weight, while the impact of weight gain in mothers and breastfeeding is obesity that can cause various diseases such as brain disorders, disorders respiratory tract, diabetes mellitus, heart, cholesterol, stroke and even death. This study aims to determine whether there is a relationship of exclusive breastfeeding with weight loss of breastfeeding mothers in the work area of Sidomulyo Puskesmas Pekanbaru. This type of research uses quantitative data with cross sectional design. Sampling technique using consecutive sampling, population in this study amounted to 375 people and the sample amounted to 193 people. Data collection using primary data with checklist sheet. Data processing done by SPSS include editing, coding, scoring, tabulating. The analysis used is univariate and bivariate. The result of chi square test stated that the value of Pvalue is 0,003 <0,05. It is concluded that there is a significant relationship between Exclusive Breastfeeding and Weight Loss in Breastfeeding Working Area of Sidomulyo Pekanbaru Health Center of 2017.ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur enam bulan, kecuali obat dan vitamin. Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI secara Eksklusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat meningkatkan berat badan, adapun dampak kenaikan berat badan pada ibu bersalin dan menyusui adalah obesitas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan otak, gangguan saluran pernapasan, diabetes mellitus, jantung, kolestrol, struk bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui diwilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian menggunakan data kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dan sampel berjumlah 193 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan lembar checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring, tabulating. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji chi square menyatakan nilai Pvalue yaitu 0,003 < 0,05.maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 201
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Keputusan Waktu Penyapihan
Good weaning time is done at the age of the child reaches 2 years. Weaning at less than 2 years of age can cause problems in children such as incidence of infectious diseases, especially increased diarrhea, nutritional effects that lead to malnutrition in children and cause the relationship of children and mothers is reduced closeness because bounding attachment process is disrupted. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude of the mother with the decision of weaning time in Tangkerang Timur Work Area Puskesmas Tenayan Raya. This research was conducted in Mei-Juni 2017 and this research using research type is quantitative data with research design using cross sectional. Sampling technique using Stratified random sampling, population in this study amounted to 368 people and samples 184 people in East Tangkerang Village. The analysis used is univariate and bivariate. The result of this research is can be concluded that there is significant relation between knowledge with time weaning (p-value 0,000 <0,05), there is significant relation between attitude with time weaning (p-value 0,000 <0,05). Mothers exclusively breastfeed to their babies until 6 months of age and and continue with breastfeeding until 24 months of age. Waktu penyapihan yang baik dilakukan pada usia anak mencapai 2 tahun. Penyapihan yang dilakukan pada usia kurang dari 2 tahun dapat menyebabkan masalah pada anak seperti insiden penyakit infeksi terutama diare meningkat, pengaruh gizi yang mengakibatkan malnutrisi pada anak dan menyebabkan hubungan anak dan ibu berkurang keeratannya karena proses bounding attachment terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan keputusan waktu penyapihan di Keluraan Tangkerang Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni tahum 2017 dan penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah data kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik sampling menggunakan Stratified random sampling, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 368 orang dan sampel 184 orang di Kelurahan Tangkerang Timur. Analisa yang diunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan waktu penyapihan (p-value 0,000< 0,05), ada hubungan bermakna antara sikap dengan waktu penyapihan (p-value 0,000 <0,05). Diharapkan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan dan dan dilanjutkan dengan MPASI sampai usia 24 bulan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2016
Based on data in 2010 show 4 million children under five are malnourished in Indonesia, 700 thousand of them suffering from severe malnutrition. The purpose of this study was to determine the factorsassociated with the nutritional status of children in the Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru in 2016. Type of quantitative research with analyticcorrelations and in cross sectional study design.The place is in the puskesmas research Sidomulyo Pekanbaru, population that will be taken are mothers who have children numbering 280 people in the period on August to October 2015. The total sample of 165 people. The sampling technique using consecutive sampling. Analysis processing techniques with univariate and bivariate. The result of the bivariate analysis of the relationship between knowledge of the nutritional status of children, in the can P-value= 0.000, a=0,05. ThenHo is rejected and Ha received means that there is a significant relationship between knowledge of the nutritional status of children, there is a relationship between the opinion of the nutritional status of children, in the P-value=0.000, a= 0,05. Then Ho is rejected and Ha received means that there is a significant relationship between the opinion of the nutritional status of children, while the relationship between Exclusive breastfeeding with infant nutritional status, P-value= 0.709, a= 0,05. Then Ho is accepted and Ha rejected meaning there is no significant relationship between breastfeeding with infant nutritional status in Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru 2016. Berdasarkan data tahun 2010 memperlihatkan 4 juta balita di Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranyamengalami gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016.Jenis penelitian kuantitatif dengan analitik kolerasi dan desain penelitian secara crosssectional. Tempat penelitian yaitu di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Populasi yang akan diambil adalah seluruh ibu yang memiliki balita berjumlah 280 orang periode bulan Agustus hingga Oktober 2015. Jumlah sample sebanyak 165 orang. Denganteknikpengambilansampelmenggunakan consecutive sampling. Teknik pengolahan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariatterdapat hubunganantara pengetahuan dengan status gizi balita, didapat P-value = 0.000,α=0,05. Maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan status gizi balita, terdapat hubungan antara pendapatan dengan status gizi balita, didapat P-value = 0.000, α=0,05. Maka disimpulkanterdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan status gizi balita, sedangkan hubungan antara ASI Ekslusif dengan status gizi balita, P-value = 0.709, α=0,05. Maka disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ASI Ekslusif dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016
