1,720,958 research outputs found
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Multimedia dalam Pengembangan Bahasa Anak Autisme
Salah satu kendala bagi anak autisme adalah kemampuan berkomunikasi, menyebabkan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas sebuah model pembelajaran berbasis multimedia dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak autisme. Jenis penilitian menggunakan pendekatan Pengembangan (R and D). Analisis data menggunakan tehnik Borg and Gall melalui tahapan pengujian akurasi dan validasi model oleh para pakar dan pengguna yang disempurnakan implementasinya melalui uji efektivitas. Temuan penelitian menunjukkan: tahap pertama merevisi model dari hasil validasi dan evaluasi pakar, tahap kedua dilakukan ujicoba model berdasarkan analisis kelayakan materi oleh guru pengguna sesuai kebutuhan siswa, dan tahap ketiga uji efektivitas bahan pembelajaran berdasarkan perbandingan hasil evaluasi sebelum dan sesudah diberikan materi yang dibuktikan melalui uji-t dimana hasil untuk nilai p (t hitung)  sama dengan negatif 12.029 dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan pengembangan model berbasis multimedia sangat efektif membantu perkembangan bahasa anak autism
Upaya Guru dalam Membangun Kesiapan Belajar Anak di TK Negeri Wamboule Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu 1 orang guru kelompok A dan 2 orang guru kelompok B. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan upaya guru di TK Negeri Wamboule dalam membangun kesiapan belajar anak bahwa guru berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta menerapkan metode pembelajaran yang variatif dan menarik. Kesiapan mental anak ditingkatkan melalui dukungan emosional, seperti memberikan rasa aman, mendengarkan cerita anak, serta memberikan tugas sederhana yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri. Kesiapan tujuan dicapai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas dan menggunakan media pembelajaran yang menarik, sehingga anak dapat memahami serta merasakan keterkaitan dari tujuan tersebut. Kesiapan situasi didukung oleh penataan ruang kelas yang kondusif dan menarik, disertai pengelolaan sumber daya secara optimal. Sementara itu, kesiapan fisik anak ditingkatkan melalui berbagai aktivitas menyenangkan, seperti meronce, senam, menggambar, dan mewarnai. Aktivitas tersebut tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik, tetapi juga membantu anak tetap bugar dan siap belajar. Kesimpulan upaya guru dalam membangun kesiapan belajar anak di Tk Negeri 1 Wamboule adalah 1) guru memberikan rasa aman dan nyaman, 2) guru menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, 3) guru menciptakan ruang kelas yang kondusif, 4) guru melakukan berbagai kegiatan motorik yang menyenangkan
Deskripsi Perilaku Ketergantungan Anak Pada Gadget di Desa Dongkala Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku ketergantungan anak pada gadget di Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan subjek secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini adalah (1) orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun yang menggunakan gadget, (2) orang tua yang memberikan akses gadget kepada anak, dan (3) anak yang menggunakan gadget selama 3–9 jam sehari. Berdasarkan kriteria tersebut, dipilih dua anak beserta orang tua mereka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles & Huberman yang terdiri dari empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak memperlihatkan perilaku ketergantungan terhadap gadget pada enam aspek utama, yaitu salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict, dan relapse. Anak menjadikan gadget sebagai pusat perhatian utama, mengalami perubahan emosi ketika penggunaannya dibatasi, menunjukkan peningkatan durasi bermain, serta mengalami kesulitan mengendalikan diri untuk berhenti. Ketergantungan ini berdampak pada perilaku sosial, emosi, dan interaksi anak, serta diperkuat oleh kurangnya pengawasan orang tua dan kemudahan akses terhadap teknologi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua anak mudah marah atau emosional ketika penggunaan gadget dibatasi, menarik diri dari interaksi sosial, serta mengalami penurunan minat terhadap aktivitas bermain dan belajar. Saran bagi orang tua adalah mendampingi anak saat menggunakan gadget serta menjadi teladan dalam penggunaan gadget secara bijak
Analisis Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Pada Permainan Bola Keranjang di TK PGRI Zulzaman di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna
Penelitian ini bertujuan untuk perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun pada permainan bola keranjang di TK PGRI Zulzaman di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah lima orang anak dari kelompok B yang terlibat dalam permainan bola keranjang. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari Miles dan Huberman, data dianalisis secara kualitatif melalui empat tahapan yang harus digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima subjek mampu melakukan keterampilan dasar seperti berlari, melompat, dan melempar dengan koordinasi, keseimbangan, kekuatan, dan kontrol tubuh yang terus berkembang. Kesimpulan pada penelitian ini menyatakan bahwa melalui aktivitas berlari, melompat, dan melempar, anak- anak memperoleh stimulasi fisik yang menyeluruh, yang melatih koordinasi, keseimbangan, kekuatan otot, dan kelincahan tubuh
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Gambar di TK Al-Hidayah Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media gambar di TK AL-Hidayah subjek dalam penelitian adalah anak di TK AL-Hidayah desa tikong kecamatan taliabu utara kabupaten pulau taliabu berjumblah 17 orang anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini jenis analisis data yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan-tahapan dalam mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: (1) perencana, (2) pelaksana tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai presentase 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 92%, sedangkan observasi aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh nilai prestase sebesar 75 % dan meningkatkan pada silus II menjadi 92% berdasarkan data hasil belajar anak pada siklus I menunjukan bahwa rata-rata perolehan nilai anak berada pada kategori Bekembang Sesuai Harapan (BSH) dengan presentase 76% sedangkan hasil belajar anak pada siklus II keberhasilan anak didik yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan presentase 94%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara anak dapat ditingkatkan menggunakan media gambar di TK AL-Hidayah Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
