8 research outputs found

    Si Wira Berbagi: Sosialisasi Wirausaha Berbasis Digital di Pondok Pesantren Daar el Nayl, Bogor, Jawa Barat

    Get PDF
    Pendidikan keterampilan hidup (life skill) yang berkaitan dengan wirausaha digital sangat diperlukan pada zaman sekarang. Hal ini dikarenakan ketika pandemi covid-19 banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Disisi lain perkembangan teknologi begitu pesat yang dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas kehidupan di masyarakat salah satunya aktivitas wirausaha berbasis digital. Lembaga pendidikan perlu mengadopsi wirausaha digital dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik memiliki keterampilan hidup sesuai tuntutan zaman. Pondok Pesantren Daar el Nayl merupakan salah satu lembaha pendidikan yang belum mengajarkan tentang keterampilan hidup khususnya wirausaha digital, peserta didik hanya diajarkan tentang agama dan pengetahuan umum saja. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan sosialisasi wirausaha digital agar peserta didik memiliki pemahaman, sikap, dan karakter tentang wirausaha digital. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan yaitu memberikan ceramah dan diskusi terkait wirausaha digital. Hasil dari kegiatan ini yaitu terlaksananya penyampaian materi wirausaha digital pada peserta didik. Selain itu peserta didik juga cukup baik dalam merespon materi yang diberikan. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik memiliki ide untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam pondok pesantren

    Pembelajaran Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    This study seeks to find out how economics teachers carry out online learning during the COVID-19 pandemic. This research method uses a qualitative descriptive type, while data collected using interviews with several economics teachers in the Surakarta senior high schools using WhatsApp. The data were collected using purposive and snowball sampling. The results showed that the economics teachers prepared learning instruments at the beginning of the semester. However, the instruments were only the edited instruments from the previous semester. The economics teachers only adjusted them. The instruments made were only as administrative requirements for reports to the local education office. The instruments were not implemented during the learning process. Economics teachers used several media to connect with their students such as WhatsApp Group, Google Classroom, Google Meet, and YouTube. For learning assessment, they used Google Form, Quizzzz, Quipper School, Mentimeter, Kahoot, and the school's e-learning software

    POSTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI SMK HUTAMA BEKASI

    No full text
    Media merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Media memiliki berbagai bentuk salah satunya poster. Bentuk media poster telah banyak digunakan diberbagai bidang, termasuk pendidikan. Penerapan media poster ini dilakukan sebagai bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini yaitu demonstrasi kelompok. Hal ini dilakukan dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok menunjuk satu anggota untuk maju ke meja guru. Kemudian di meja guru tim PkM menjelaskan materi K3 kepada perwakilan masing-masing kelompok tersebut. Setelah itu masing-masing kelompok kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materi K3 kepada anggotanya dengan menggunakan media poster. Hasil penerapan media poster pada materi K3 ini dilakukan dengan memberikan tes kepada peserta didik. Rata-rata hasil tes sebelum diberikan perlakuan (pretest) sebesar 29,33 dan rata-rata hasil tes setelah diberikan perlakuan (posttest) sebesar 68

    Pengembangan Minat Wirausaha Pada Santri Panti Asuhan Tahfidz Hidayah

    Get PDF
    Pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan sejak usia dini untuk mendorong minat wirausaha pada peserta didik. Ketika santri memiliki minat di bidang wirausaha, mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengajarkan Santri tentang kewirausahaan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi terkait literasi kewirausahaan, dengan fokus pada permasalahan utama mitra, yaitu kurangnya pengetahuan, motivasi, dan minat berwirausaha. Hasil dari kegiatan ini mencakup pemaparan materi tentang konsep wirausaha, manajemen produksi, keuangan, dan pemasaran. Santri juga diperkenalkan pada platform pemasaran online serta diajarkan cara membuat laporan keuangan sederhana secara manual dan menggunakan komputer. Di akhir kegiatan, beberapa santri dengan antusias bertanya mengenai materi yang disampaikan, dan bagi yang malu bertanya secara langsung, mereka diberi kesempatan menulis pertanyaan di kertas. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman santri tentang kewirausahaan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang kewirausahaan, tetapi juga meningkatkan minat santri untuk berwirausaha. Mereka mulai merancang konsep dan ide yang bisa diwujudkan menjadi produk bernilai ekonomis, serta antusias memanfaatkan peluang tersebut dengan optimal

    PERANCANGAN POSTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK SMK HUTAMA BEKASI

    No full text
    Materi pelajaran dapat dipahami peserta didik dengan baik apabila terdapat media pembelajaran yang mampu memberikan komunikasi dua arah. Terdapat berbagai jenis media pembelajaran salah satunya media poster yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan materi pelajaran. Hal ini dikarenakan dengan adanya poster, maka peserta didik tidak hanya melakukan interaksi dengan guru saja tetapi juga kontak mata dengan media poster tersebut. Artikel ini mendeskripsikan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa perancangan poster sebagai media pembelajaran alternatif bagi peserta didik agar terhindar dari rasa jenuh dari penggunaan metode pembelajaran yang mayoritas monoton. Media poster sebagai media pembelajaran memiliki fungsi agar peserta didik memiliki minat dengan pesan yang tertulis pada media tersebut, poster juga menuliskan gagasan atau pesan secara singkat dan jelas sehingga mudah untuk dipahami isinya, selain itu dengan adanya poster dapat menarik peserta didik untuk membaca poster tersebut karena tidak banyak tulisan didalamnya. Berdasarkan fungsi dari poster tersebut, maka poster dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas, hal ini dikarenakan dapat menarik perhatian dari peserta didik untuk belajar

    KOMPENSASI SAHAM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI MASALAH KEAGENAN PADA KORPORASI (SUATU KAJIAN LITERATUR)

    Get PDF
     ABSTRAK Kegiatan usaha berbentuk korporasi sering menimbulkan perbedaan kepentingan antara pemegang saham dan manajer. Pemegang saham menginginkan keuntungan dari perusahaan, sedangkan manajer juga menginginkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Hal ini yang menjadi permasalahan keagenan dalam suatu korporasi. Kompensasi saham merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah keagenan. Tujuan dari makalah ini yaitu menjelaskan bagaimana kompensasi saham dapat mengatasi masalah keagenan dalam suatu korporasi. Metode yang digunakan dalam makalah ini yaitu kajian literatur. Hasil dari kajian literatur menunjukkan bahwa kompensasi saham untuk mengatasi masalah keagenan berupa opsi saham eksekutif dan saham bonus. Opsi saham eksekutif dapat dimanfaatkan oleh manajer saat perusahaan menerbitkan opsi saham pada hari pelaksanaan. Opsi saham eksekutif memiliki beberapa kelemahan, sehingga untuk mengatasi kelemahan tersebut perusahaan menggunakan pengindeksan saham menggunakan S&P 500. Pengindeksan tersebut hanya diperuntukkan bagi perusahaan publik. Saham bonus merupakan kompensasi yang sifatnya fleksibel yaitu dapat diperuntukkan bagi perusahaan publik maupun perusahaan non publik. Saham bonus hanya diterbitkan ketika perusahaan mengalami peningkatan keuntungan. Saham bonus dapat diterbitkan perusahaan, apabila manajer dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Kata Kunci: Masalah Keagenan, Kompensasi saham, Opsi saham, Saham bonus. ABSTRACT The effort activity likes company often makesa difference in interest between stock holder and manager. Stock holder wants the profit of company. While the manager wants the profit for itself too. This is a problem that happens in agent of company. Stock compensation is one of solution that used to handle agent problems. The purpose of this paper is to explain how the stock compensation can handle problem in company. The method of this paper is literature view. The result showed that stock compensation can handle the agent problems such as executive stock options and stock bonus. Executive stock options can be used by manager when the company publishes stock options on schedule. Executive stock options have some of weakness, so to handle the weakness, company uses level stock to S & P 500. Level stock is just for public company. The characteristic of performance shares are compensation that has flexible for public company and non - public company. Stock bonus will be published when company has development of profit. Stock bonus can be published if manager can increase the company profit. Keywords: Agent problems, Stock compensation, Stock options, Stock bonus

    MODUL ELEKTRONIK BERBASIS HOTS PADA POKOK BAHASAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

    Get PDF
    Produk berupa modul elektronik berbasis HOTS pada Pokok Bahasan Sistem Informasi Akuntansi dan Persamaan Dasar Akuntansi yang layak sesuai penilaian ahli merupakan tujuan dari penelitian ini. Modul elektronik ini dibuat dengan melihat kondisi pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran daring, sehingga peserta didik diharapkan dapat belajar secara mandiri. Penelitian ini berjenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Dessiminate). Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (Develop) bagian penilaian ahli. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyerahkan lembar validasi kepada ahli yang berisi komponen penilaian modul elektronik berbasis HOTS. Komponen isi modul dilihat dari aspek kelayakan isi memperoleh skor 88,3% (sangat layak), aspek penyajian memperoleh skor 84% (sangat layak), aspek kebahasaan memperoleh skor 96,6% (sangat layak), aspek grafis memperoleh skor 85% (sangat layak), dan aspek keterampilan HOTS memperoleh skor 40% (tidak layak). Namun salah satu ahli memberikan saran untuk menambahkan aktivitas peserta didik berupa pencatatan persamaan dasar akuntansi, sehingga peserta didik dapat berpikir sampai level mencipta (C6). Jadi secara keseluruhan bahwa penilaian modul elektronik berbasis HOTS memperoleh skor 83% dengan kategori sangat layak dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk kegiatan pembelajara
    corecore