12 research outputs found

    Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Perilaku Anak

    No full text
    The environment where people, either adult or children, live is divided into two; physicalenvironment and abstract environment. Physical environment consists of family, school,and society. Meanwhile, the abstract environment covers the social environment. Thissocial environment is a place where children do numerous activities such as playing,performing daily activities, and practicing religious activities. The influence of environment toward children behaviour is through parenting style either from family, school, or society. A child is born pure, it is the environment that shapes the behavior andcharacter. Parenting through education includes basic education that covers religiouseducation (ukhrawi) like tauhid (the oneness of God), fiqh and akhlak as well as generaleducation like economics and technology. Endogenic factor is an inhereted or innatefactor. An individual possesses this endogenic factor since sperm penetrates the ovum,hence it similar to his/her parent

    Supporting factors in the aqidah-akhlaq teaching and learning process (study at islamic senior high schools in West-South Aceh regions)

    No full text
    The subject of aqidah-akhlaq has a contribution in providing motivation to students to practice the values of religious belief (monotheism) and moral behavior in daily life. In this study, supporting factors in the implementation of the learning process of this subject at Islamic senior high schools (MAs) were the factors of the teachers and the environment. The research is concerned with, firstly the delivery of the teaching and learning process on the aqidah-akhlaq subject at MAs, and secondly the supporting factors of teachers in the learning process of the aqidah-akhlaq subject in MA students. This research used a qualitative approach with descriptive research method. Meanwhile, the data was collected through observation, interviews, and documentation. Research subjects were MA teachers who were in the West-South Aceh covering 5 regions: Aceh Jaya, West Aceh, Nagan Raya, Southwest Aceh, and South Aceh. The results showed that (1) there were several steps in the learning process carried out by the teachers, i.e. preparing lesson plans, delivering subject consisting of two aspects: firstly varied teaching methods and secondly varied learning media, conducting an assessment of learning outcomes, and performing follow-up efforts through individual approaches to deal with problematic students, and (2) in terms of supporting factors from both parents and society, it showed that some were supportive and some others did not care of their children

    KEWENANGAN PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN FASAKH AKIBAT KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Mahkamah Syar’iyah adalah suatu lembaga publik servis dalam suatu penegakan hukumdan keadilan yang bertugas melaksanakan sebagian kekuasaan kehakiman untukmemberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, yang tujuannya untukmewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera serta memiliki kesadaran hukum tinggi.Fasakh adalah rusaknya sebuah akad pernikahan dari asalnya dan menghilangkankehalalan atas sesuatu yang dibolehkan dalam ikatan perkawinan.. Didalam UndangUndang Nomor 23 Tahun 2004 pasal 1 menyatakan bahwa: Kekerasan dalam rumahtangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang yaitu perempuan yang berakibattimbulnya kesengsaraan dan penderitaan baik itu secara fisik, seksual, psikologis, danpenelantaran rumah tangga dan termasuk didalamnya ancaman untuk melakukanpemaksaan dan juga perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Faktor-faktorterjadinya kekerasan dalam rumah tangga itu disebabkan oleh gender dan patriaki,relasi kuasa yang timpang dan role modelling (perilaku hasil meniru)

    Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Manajemen Sekolah

    Get PDF
    Leadership is: "the process of directing and influencing activities related to the work of group members". The leadership approach is divided according to Rivai into 3 approach models, namely the first approach to character, the second approach to behavior, and the third approach to the situation. the goal. The principal has a strategic position in efforts to empower school management. With this strategic position, every principal as an educational leader in schools must have good skills

    Pemahaman Masyarakat Tentang Mudharabah (Qiradh), Hiwalah, Dan Syirkah dalam Islam

    Get PDF
    Penerapan ekonomi syariah di Indonesia dewasa ini semakin marak dan semakin dikenal oleh masyarakat. Ekonomi syariah merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh masyarakat yang menginginkan setiap muamalah yang dilakukan bebas dari unsur-unsur yang dilarang agama Islam. Umat Islam di Indonesia sudah semakin menyadari bahwa urusan bermuamalah khususnya dalam bidang ekonomi juga ada aturan-aturan serta rambu-rambu yang harus dipatuhi demi keselamatan dunia dan akherat.Maka dalam bermuamalah, umat Islam berusaha menggunakan akad-akad yang diperbolehkan menurut aturan agama Islam. Qiradh bisa juga di sebut Mudharabah termasuk salah satu bentu akad syirkah (perkongsian). Hiwalah ini merupakan system yang unik yang sesuai untuk di adaptasikan kepda manusia. Hal ini karena hiwalah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Hiwalah sering berlaku dalam permasalahan hutang piutang. Syirkah adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha, yang keuntungan dan kerugiannya di tanggung bersama

    Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia

    No full text
    Sejarah pendidikan Islam di Indonesia mencakup fakta-fakta atau kejadian–kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Pendidikan masa Belanda memperkenalkan sistem dan metode baru tetapi sekedar untuk menghasilkan tenaga yang dapat membantu kepentingan mereka dengan upah yang murah dibandingkan jika mereka harus mendatangkan tenaga dari Barat dengan tujuan westernisasi dari kristenisasi yaitu untuk kepentingan Barat dan Nasrani. Pendidikan zaman Jepang disebut “Hakko Ichiu”, yaitu mengajak bangsa Indonesia bekerjasama dalam rangka mencapai kemakmuran bersama Asia Raya. Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989, sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum dengan tujuan mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan, sehingga menjadi "lahan subur" tempat persemaian generasi baru. Pada masa reformasi gelombang peradaban masa depan merupakan satu kesatuan dari gejolak magma cultural dari dalam dan kekuatan globalisasi yang menerjang dari luar. Kehidupan pesantren masa depan tidak terlepas dari kedua gelombang peradaban ini. pendidikan pesantren akan survise dan menjadi pendidikan alternatif dari masyarakat Indonesia apabila dia peka terhadap gelombang peradaban tersebut. Oleh karena itu perlu kita kaji apa yang merupakan kekuatan dan kelemahan dari pendidikan pesantren dan madrasah

    Pemahaman Masyarakat Tentang Mudharabah (Qiradh), Hiwalah, dan Syirkah dalam Islam

    No full text
    Penerapan ekonomi syariah di Indonesia dewasa ini semakin marak dan semakin dikenal oleh masyarakat. Ekonomi syariah merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh masyarakat yang menginginkan setiap muamalah yang dilakukan bebas dari unsur-unsur yang dilarang agama Islam. Umat Islam di Indonesia sudah semakin menyadari bahwa urusan bermuamalah khususnya dalam bidang ekonomi juga ada aturan-aturan serta rambu-rambu yang harus dipatuhi demi keselamatan dunia dan akherat.Maka dalam bermuamalah, umat Islam berusaha menggunakan akad-akad yang diperbolehkan menurut aturan agama Islam. Qiradh bisa juga di sebut Mudharabah termasuk salah satu bentu akad syirkah (perkongsian). Hiwalah ini merupakan system yang unik yang sesuai untuk di adaptasikan kepda manusia. Hal ini karena hiwalah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Hiwalah sering berlaku dalam permasalahan hutang piutang. Syirkah adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha, yang keuntungan dan kerugiannya di tanggung bersama

    MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DALAM PENINGKATAN AKHLAK SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ACEH

    Get PDF
    This study examines the impact of implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on improving students’ moral character in Islamic Religious Education (PAI) lessons in Aceh. The research was conducted in several public and private junior high schools in Aceh Barat, Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, and Bireuen. This study aimed to evaluate the effectiveness of CTL in enhancing students’ understanding and application of moral values. The research employed a field study approach with a qualitative methodology. Data were collected through observations, in-depth interviews with PAI teachers and students, and an analysis of school documents. The findings indicate that the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model has a significantly positive impact on improving students’ moral character, particularly in aspects of honesty, responsibility, and social care, while also helping students connect Islamic Religious Education (PAI) material with real-life situations. This provides practical contributions to the development of contextual-based learning in Islamic character education. The study concludes that the CTL model improves students’ moral character in PAI lessons. It is recommended that schools in Aceh consider adopting this model more broadly to achieve holistic educational goal

    PERAN KEUCHIK DALAM PEMBANGUNAN KAMPUNG TELUK AMBUN KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL

    Get PDF
    The Keuchik/Village Head is the one who sets the wheels in motion to organize village government,  carry out village development, foster village community, and empower village community. The Keuchik has the authority to lead the implementation of village government and carry out other authorities in accordance with statutory regulations. In this research, an in-depth analysis was carried out on the role of Keuchik in the development of Teluk Ambun Village, Singkil District, Aceh Singkil Regency. The research uses qualitative research methods with a descriptive approach. In this research, it is described and analyzed in more depth regarding the topics raised. The Keuchik's Role in the Development of Teluk Ambun Village, Singkil District, Aceh Regency. Singkil has carried out his duties and roles well as expected, both as a motivator, mobilizer and facilitator. The role of the keuchik is very important in determining the progress of the development of Teluk Ambun Village. The obstacles found in the community's participation in the village are still less active. The low level of education in Teluk Ambun Village is one of the reasons for the lack of involvement of the village community in development, the village community believes that the task of village development is only delegated to the Keuchik and the apparatus as a whole without any community intervention. Apart from educational factors, work is also an obstacle that the keuchik finds in development in Teluk Ambun Village.Keuchik/Kepala Desa adalah yang menggerakkan roda untuk menyelenggarakan pemerintah desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakatan desa. Keuchik memilki wewenang memimpin terselenggaranya pemerintahan desa dan melaksanakan kewenangan lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam penelitian ini dilakukan analisa secara mendalam bagaimana peran Keuchik dalam Pembangunan Kampung Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini dideskripsikan dan menganalisa lebih mendalam terkait topik yang diangkat. Peran Keuchik dalam Pembangunan Kampung Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil sudah menjalankan tugas serta perannya dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, baik sebagai motivator,mobilisator dan fasiliator. Peran keuchik sangat menentukan progres pembangunan Kampung Teluk Ambun, Kendala yang didapati terhadap partisipasi masyarakat di Kampung tersebut masih kurang aktif. Rendahnya angka pendidikan di Kampung Teluk Ambun menjadi salah satu dasar akan tidak keterlibatan masyarakat kampung dalam pembangunan, masyarakat kampung beranggapan bahwa tugas pembangunan kampung hanya dilimpahkan kepada Keuchik dan Aparatur seutuhnya tanpa ada campur tangan masyarakat. Selain faktor pendidikan, pekerjaan juga menjadi kendala yang didapati keuchik dalam pembangunan di Kampung Teluk Ambun

    The Abject Trapped in Language: Contemporary Stagings of the Myth of Phaedra – Kleczewska, Zadara, Wiśniewski

    No full text
    Artykuł przedstawia analizę porównawczą trzech współczesnych inscenizacji mitu Fedry wyreżyserowanych przez Maję Kleczewską (Teatr Narodowy w Warszawie, 2006), Michała Zadarę (Narodowy Stary Teatr w Krakowie, 2006) i Grzegorza Wiśniewskiego (Teatr Wybrzeże w Gdańsku, 2019). Ramę teoretyczną rozważań stanowi koncepcja abiektalności postaci Fedry i jej reprezentacji w języku dramatu. Przedmiotem analizy są reżyserskie interwencje w teksty literackie podejmujące mit Fedry: strategie ich multiplikacji, modyfikacji i anihilacji. W intertekstualnym przedstawieniu Kleczewskiej, zestawiającej różne powiązane z tematem dramaty, tekst i język stają się mniej istotne niż ciała aktorów. W ironicznym teatrze Zadary formacja dyskursywna klasycystycznego tekstu Racine’a zostaje poddana dekonstrukcyjnej analizie, ale staje się zarazem głównym tematem przedstawienia. Wiśniewski powraca do języka Racine’a, ale próbuje go przekroczyć, kontrapunktując go wyciszoną i oszczędną grą aktorską wzmacnianą kilkoma mocnymi frazami muzycznymi. Trzy analizowane przedstawienia wpisują się w koncepcję teatru jako laboratorium kryzysu, w tym przypadku – kryzysu abiektalności.This article presents a comparative analysis of three contemporary stagings of the myth of Phaedra: by Maja Kleczewska (Teatr Narodowy, Warsaw 2006), Michał Zadara (Narodowy Teatr Stary, Cracow 2006), and Grzegorz Wiśniewski (Teatr Wybrzeże, Gdańsk 2019). The theoretical framework refers to the abject quality of the character of Phaedra and its representation in language. The author analyses the directors’ interventions in literary texts reworking the myth of Phaedra: strategies ranging from multiplication, through modification, to annihilation of the dramatic text. In Kleczewska’s intertextual staging, which juxtaposes different plays addressing the theme, the text and the language become less important than the actors’ physicality. Zadara’s ironic theatre deconstructs the discursive formation of Racine’s classical tragedy, while retaining it as the main subject of the performance. Wiśniewski returns to Rancine’s language, but tries to transcend it, counterbalancing it with quiet, restrained acting, enhanced by strong musical phrases. The three stagings resonate with the concept of the theatre as a laboratory of crisis, here: of the crisis of the abject
    corecore