1,720,959 research outputs found

    Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bei Tahun 2016-2018)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dari Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan dengan memasukkan kinerja keuangan sebagai variabel intervening pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2016- 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan perusahaan 2016-2018. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CSR yang diukur menggunakan indeks GRI Standards dan GCG yang diproksikan dengan skor CGPI. Variabel dependen yaitu nilai perusahaan yang diproksikan dengan rasio ROE serta variabel intervening yaitu kinerja keuangan yang diproksikan dengan rasio Q (Tobins’Q). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan GCG berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. CSR dan GCG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

    Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2018)

    No full text
    Semakin berkembangnya perusahaan juga berdampak pada kesenjangan sosial dan kerusakan lingkungan yang semakin tinggi karena adanya aktivitas perusahaan yang tidak terkendali terhadap berbagai sumber daya untuk meningkatkan laba perusahaan. Saat ini informasi non keuangan seperti lingkungan, sosial, kinerja perusahaan dibutuhkan untuk menunjukan komitmen perusahaan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan keberlangsungan usaha. Salah satu informasi yang terdapat pada laporan tahunan yaitu informasi mengenai Corporate Sosial Responsibility (CSR). Pada konsep CSR menjelaskan konsep triple bottom line dengan 3 pilar penting yang dianut didalamnya yaitu profit, planet, people (3P) yang dewasa ini telah berkembang menjadi konsep 4P yaitu profit, planet, people,product). Selain permasalahan tersebut, di sebuah perusahaan yang sudah berkembang terdapat pihak manajemen yang sangat mengetahui seluk beluk perusahaan. Menurut Agency Theory menggambarkan pihak manajemen sebagai agen lebih banyak tahu tentang perusahaan dan bisa memanfaatkan posisinya tersebut untuk keuntungan pihaknya. Hal ini akhirnya mendesak akan adanya suatu sistem pengawasan yang baik yang dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG), untuk memberi jaminan keamanan atas dana atau aset yang tertanam pada perusahaan tersebut sekaligus efisiensinya. Good Corporate Governance merupakan tata kelola perusahan yang mengatur dan mengendalikan kinerja perusahan untuk membuat nilai tambah kepada Stakeholder. Good Corporate Governance diharapkan mampu mengusahakan keseimbangan antara berbagai kepentingan yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan secara menyeluruh. Selain itu, implementasi dari Good Corporate Governance diharapkan bermanfaat untuk menambah dan memaksimalkan nilai perusahaan. Selain GCG, nilai perusahaan juga berhubungan dengan kinerja keuangan dari perusahaan tersebut, hal ini berasal dari sebuah teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi kinerja keuangan maka semakin tinggi pula nilai suatu perusahaan. Melalui rasio-rasio keuangan dapat dilihat seberapa berhasilnya manajemen perusahaan mengelola asset dan modal yang dimilikinya untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Ukuran dari keberhasilan pencapaian ini adalah angka Return On Equity yang berhasil dicapai. Semakin besar Return On Equity mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder yaitu laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018. Penelitian ini menggunakan 2 variabel independen yaitu CSR yang diukur dengan CSRI sesuai dengan kriteria GRI Standards yang dikeluarkan pada 2016 dan GCG yang diproksikan oleh skor CGPI yang diperoleh perusahaan. Variabel dependen pada penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur dengan rasio ROE sedangkan variabel intervening yaitu kinerja keuangan yang diukur dengan rasio Q (Tobins’Q). Metode yang digunakan yaitu metode analisis jalur (path analysis) yang merupakan perluasan dari regresi linier berganda, dengan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedatisitas. Selain itu dilakukan uji hipotesis yang terdiri dari uji parsial (uji t) dan koefisien determinasi (R2). Hasil dari seluruh analisis data menunjukan nilai koefisien determinasi (R2) masing-masing sebesar 0.162 dan 0.377. Hasil tersebut menujukan CSR dan GCG mampu memengaruhi variabel intervening kinerja keuangan (ROE) sebesar 16.2%, sedangkan CSR, GCG dan kinerja keuangan mempengaruhi variabel dependen nilai perusahaan sebesar 37,7% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil uji t CSR dan GCG terhadap kinerja keuangan masing-masing sebesar 0.389 dan 0,043. Sedangkan hasil uji t CSR, GCG dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan masing-masing sebesar 0,487, 0,224 dan 0,005. Hal ini berarti CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan GCG berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. CSR dan GCG masing- masing tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kinerja keuangan sebagai variabel intervening mampu memediasi hubungan antara Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan, artinya kinerja keuangan terbukti sebagai variabel intervening. Sedangkan dalam hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan nilai perusahaan, kinerja keuangan perusahaan tidak mampu memediasi atau tidak terbukti sebagai variabel intervening

    Productivity and Input Allocation Efficiency of Paddy Farming in Srikaton Village Buay Madang Timur District Oku Timur Regency

    No full text
    Petani di Desa Srikaton membudidayakan padi dengan pengalokasian input produksi yang berbeda-beda. Pemahaman yang kurang mengenai penggunaan input produksi mengakibatkan produktivitas pada usatani padi di Desa Srikaton belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan benih, urea, phonska, sp36, pestisida, dan tenaga kerja terhadap produktivitas usahatani padi dan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi di Desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode survey dengan instrumen berupa kuisioner. Jumlah responden penelitian yaitu 60 yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder sebagai data pendukung. Data dianalisis dengan teknik regresi menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel yang berpengaruh nyata positif terhadap produktivitas padi, yakni benih dengan koefisien 0,585, urea dengan koefisien 0,590, phonska dengan koefisien 0,220, SP36 dengan koefisien 0,209, dan pestisida dengan koefisien 0,224; sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi. Pada usahatani padi di Desa Srikaton input produksi benih, urea, phonska, SP36, pestisida, dan tenaga kerja belum efisien secara alokatif

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore