1,720,961 research outputs found
Peran Masa Depan dan Blended Skill Pustakawan di Era Library 3.0
Perpustakaan dan pustakawan berkembang dari generasi ke generasi. Perpustakaan adalah
lembaga berorientasi layanan yang berfungsi sebagai jembatan antara pengetahuan dan
pencari pengetahuan. Pustakawan adalah subjek yang memberikan dan menjaga jalannya
fungsi layanan perpustakaan. Layanan yang dibutuhkan pemustaka tidak cukup hanya layanan
pemenuhan kebutuhan informasi saja, tetapi seiring perkembangan tuntutan pemustaka maka
pustakawan dituntut dapat memberikan layanan lebih kepada pemustaka. Untuk itu
pustakawan dituntut dapat memiliki peran lebih dan keterampilan bauran (blended skill).
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi keterampilan-keterampilan non
tradisional yang dibutuhkan pustakawan, serta peran yang dapat dilakukannya di perpustakaan
dalam rangka memberikan layanan lebih kepada pemustaka yang selalu dinamis mengikuti
perkembangan kebutuhan informasi dan aktivitas akademik lainnya. Peran serta keterampilan
bauran pustakawan itu adalah sebagai guru, pendidik, memberdayakan pemanfaatan TIK,
karakteristik dan keterampilan pustakawan yang sesuai kebutuhan pemustaka berdasarkan
perkembangan TIK, peran dalam usaha-usaha dalam gerakan akses terbuka serta peran
peneliti baik langsung maupun sebagai bagian dari kolaborasi penelitian
Katakunci: Peran pustakawan; Pustakawan masa depan; blended skills, library 3.
Optimasi Mahasiswa Paruh Waktu dalam Pelayanan Perpustakaan melalui Teknik Photovoice
Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengetahuan mahasiswa
pekerja paruh waktu terhadap pelayanan dan optimasi perannya di Perpustakaan UGM
dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan perpustakaan. Pembahasan dalam makalah
ini merupakan penggambaran melalui tindakan dengan subjek mahasiswa yang bekerja
sebagai pekerja paruh waktu di dalam perpustakaan. Teknik photovoice adalah sebuah
metode kualitatif yang menggabungkan visual dan narasi dari sebuah foto di dalam
mengeksplorasi isu pada sebuah komunitas. Dalam hal ini teknik photovoice digunakan
untuk mengetahui proses perubahan wawasan, pengetahuan dan optimasi dalam aktivitas
mahasiswa sebagai pekerja paruh waktu di perpustakaan. Pembahasan dilaksanakan melalui
dua tahap pengambilan gambar melalui bidakan kamera smart phone. Tindakan pada tahap
pertama berupa 1 putaran pengambilan gambar dan dilanjutkan presentasi. Pada tahap
kedua juga 1 putaran pengambilan objek gambar bidikan kamera smart phone kemudian
dilanjutkan diskusi antara partisipan, peneliti dan penanggungjawab program paruh waktu..
Kata kunci: photovoice, mahasiswa pekerja, paruh waktu perpustakaan, pelayanan
perpustakaan
Adaptasi Pemustaka Generasi X di Era Normal Baru
Tulisan ini mengkaji fenomena disrupsi dan era normal baru, serta aktivitas akademik pemustaka generasi x
di perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana strategi beradaptasi
pemustaka generasi x dalam merespon perubahan serta mengetahui implikasi apa yang muncul dari perubahan
situasi normal baru dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan wawancara sebagai pedoman. Wawancara dilakukan terhadap informan pemustaka generasi x di
sebuah perpustakaan perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan mengacu
pada teknik analisis data model Miles dan Huberman yaitu analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif
dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas hingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses adaptasi pemustaka generasi x dilakukan dengan cara: mengikuti kegiatan
sosialisasi, explorasi, dan saling mempengaruhi antar peemustaka. Implikasi yang terjadi antara lain:
terciptanya relasi antar pemustaka dan pustakawan yang lebih personal dan intensif, pengalaman sebagai
bagian dari modal sosial dan kesan sebagai rumah kedua, terciptanya aura belajar, efektivitas kerja, serta
menghemat pembiayaan operasional belajar. Kesimpulan akhir dari adaptasi dilakukan oleh pemustaka
generasi x melalui proses bertahap dan saling mempengaruhi antar pemustaka dan pustakawan. Implikasi yang
timbul terjadinya interaksi yang lebih intensif antar pemustaka dan pustakawan, serta timbulnya pengalaman
bahwa perpustakaan sebagai bagian dari modal sosial.
Kata kunci: pemustaka, generasi x, adaptasi, disrupsi, normal bar
TEMU KBMBALI INFORMASI BIBLIOGRAFI DENGAN BAHASA ALAMI PADA FIELD JUDUL DAN SUBJEK (Studi Efektivitas katalog Induk Terpasang Perpustakaan UGM)
Abtra
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
