1,720,962 research outputs found

    Menggali Potensi Peserta Didik Dari Aspek Pengetahuan Dan Keterampilan Akuntansi Perpajakan

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi menuntut manusia memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan agar dapat bersaing secara global, maka diperlukan sumber daya manusia dengan kompetensi keahliannya dalam rangka menunjukan eksistensinya, dan entitas pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mengakomodir hal itu. Yayasan Al-Kamilah, Depok, Jawa Barat merupakan entitas yang memfokuskan dalam pembelajaran keagamaan dan umum, saat ini memiliki sekitar 50 santri, yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Para santri menyadari perlunya memiliki pengetahuan dan keterampilan, yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau dunia kerja, seperti bidang akuntansi perpajakan.  Pengabdian kepada masyarakat atau PKM merupakan salah satu Tridharma perguruan tinggi yang menjadi kewajiban dosen, dan program studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang pada semester genap tahuan 2024-2025 ini melaksanakannya di Yayasan tersebut, dengan tujuan memberikan bekal pada santri melalui pelatihan pemahaman akuntansi perpajakan. Kegiatan ini dilakukan karena kami anggap penting dan berpengaruh terhadap masa depan santri ketika terjun di masyarakat, dan juga sesuai kebutuhan mereka. Metode pelaksanaan kegiatan ini bersifat partisipatif, dimana peserta mengikuti rangkaian aktifitas, mulai dari sesi penyampaikan materi secara konsep, teoritis dan prakteknya. Peserta didorong secara aktif dapat menemukan, mencari solusi atas permasalahan yang disajikan oleh narasumber, seperti mengerjakan tugas mandiri yang diberikan sebagai bahan evaluasi dan umpan balik. Temuan dari kegiatan ini, adanya antusias yang tinggi dari peserta, hal ini terlihat dari kehadiran, dan keaktifan, dimana banyak pertanyaaan yang muncul dari peserta dalam rangka mendapat pemahaman mendalam tentang aspek transaksi bisnis, aspek pencatatan, aspek perhitungan, dan lain-lain. Dengan demikian PKM ini menjadi salah satu solusi terhadap kurangnya pemahaman santri, dalam steorotif mereka bidang ini sulit untuk dipelajari namun sangat dibutuhkan, sehingga mereka terdorong untuk memahaminya.Yayasan Al-Kamilah memfokuskan diri dari totalitas belajar tentang Ketaqwaan, Ketrampilan dan pendidikan, merupakan harapan umat islam Indonesia dalam membangun masyarakat dan peradaban islam pada masa mendatang serta membentuk tatanan masyarakat Indonesia yang harmonis dan mempunyai integritas moral yang tinggi. Yayasan Al-Kamilah mempunyai anak asuhan sebanyak 50 santri yang terdiri dari santri dan santriwati yang bersekolah di Sekolah Menengah Atas dan perguruan tinggi.    Program pelatihan yang akan diberikan yaitu akuntansi, perpajakan. Program tersebut dipilih karena dianggap penting dan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada santriwan/santriwati. Akuntansi dan perpajakan merupakan disiplin ilmu yang penting untuk mereka, karena santriwan/santriwati tersebut bersekolah di sekolah menengah baik umum dan kejuruan. Metode pelaksanaan PKM adalah partisipatif, peserta mengikuti penuh seluruh rangkaian kegiatan, baik penyampaikan materi maupun tugas-tugas mandiri. Peserta digiring secara aktif untuk menemukan dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara konstruktif. Peserta mengerjakan tugas yang diberikan secara mandiri sebagai umpan balik (feedback) yang dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi tim pelaksana pengabdian masyarakat. Penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diselenggarakan oleh Program Studi S1 - Akuntansi Universitas Pamulang untuk menyusun dan mengembangkan program-program sesuai dengan kebutuhan yayasan Al-Kamilah di Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Tujuan dari pengabdian ini membekali warga Yayasan. Santriwan/santriwati dibimbing menyusun tahapan proses akuntansi, dan aspek perpajakannya

    The Effect of Leverage and Gender Diversity on Board of Directors to Tax Aggressivity

    Get PDF
    Tax aggressiveness refers to the company's reducing tax burden to be paid legally and illegally. This study aims to obtain empirical evidence regarding the influence of Leverage and Gender Diversity on the Board of Tax Aggressiveness. The research methodology employed quantitative research using secondary data from annual financial reports published on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for companies in the property and real estate sector for 2017-2021. The sampling method utilized purposive sampling, resulting in a sample size of six companies with 30 data points. Data analysis techniques included the Chow test, Hausman test, and Lagrange multiplier test for model selection, in addition to descriptive statistical tests, classical assumption tests, and panel data regression analysis. The findings revealed that leverage and gender diversity on the board impacted tax aggressiveness. These results have implications for the Directorate General of Taxes (DGT) in detecting aggressive tax practices within companies.Agresivitas pajak merupakan tindakan perusahaan dalam mengurangi beban pajak yang akan dibayarkan baik secara legal (sesuai ketentuan hukum) maupun illegal (tidak sesuai ketentuan hukum). Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti emipiris pengaruh Leverage dan Gender Diversity Pada Dewan Direksi terhadap Agresivitas Pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memakai data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang dipublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari perusahaan sektor property dan real estate periode 2017-2021. Menggunakan teknik purposive sampling, didapat sebanyak 6 perusahaan selama 5 periode laporan keuangan (30 laporan keuangan yang dijadikan sampel penelitian). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chow, uji hausman, dan uji langrange multiplier untuk pemilihan model. Serta uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil pengujian di dapatkan bahwa Leverage dan Gender Diversity Pada Dewan berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Hasil penelitian ini memberi implifikasi kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam upayanya untuk mendeteksi adanya praktik agresivitas pajak yang dilakukan oleh suatu perusahaa

    Pelaksanaan Implementasi Akuntansi, Pajak, dan Kewirausahaan pada Pondok Pesantren Al-Tsaniyyah, Tangerang Selatan, Banten

    Get PDF
    Tuntutan dunia kerja saat ini menjadikan sebuah tantangan bagi dunia pendidikan terutama di pondok pesantren yang secara garis besar mengutamakan pendidikan agama. Untuk mencetak generasi yang faham agama tentunya juga harus dibekali pengetahuan umum yang dibutuhkan oleh lapangan kerja agar lulusan pondok pesantren dapat berkarir dan memperoleh penghasilan. Beberapa pengetahuan seperti ilmu Akuntansi, Pajak dan kewirausahaan merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan oleh seluruh bidang pekerjaan oleh karena itu sangat bermanfaat bagi santri yang akan memasuki dunia kerja. Selain itu perlu juga dikembangkan kemampuan dalam merintis usaha agar dapat mandiri dalam berkehidupan setelah lulus dari jenjang pendidikan. Dalam pokok permasalahan tersebut Universitas Pamulang khususnya Prodi Akuntansi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat khususnya di Pondok Pesantren Al-Tsaniyyah dengan tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan seperti akuntansi, pajak dan kewirausahaan sehingga santri akan dapat bersaing di dunia kerja dan juga mampu membuka usaha agar dapat mandiri secara ekonomi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah berbasis pengajaran dan praktik kewirausahaan membuat produk kue yang dapat dijual kemudian hari untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi santri Pondok Pesantren Al- Tsaniyyah. Hasil dari PKM ini, santri sangat termotivasi untuk belajar mendalami ilmu akuntansi, pajak, dan juga termotivasi untuk membuka usaha secara mandiri agar dapat penghasilan tambahan yang dapat dijadikan sebagai uang saku atau tabungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

    Peranan Akuntansi dalam Dunia Bisnis

    Get PDF
    Tujuan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMK AMEC berada di PondokPetir Bojongsari, Depok, Serua, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Pengabdian ini melihat bahwasekolah belum mendapatkan pemahaman dasar Akuntansi yang nantinya berguna bagi merekadalam memulai, menjalankan kegiatan wirausaha atau menekuni profesi lainnya. Jika usahanyaberkembang atau maju bisa berdampak pada peningkatan perekonomian warga, penyerapantenaga kerja, dan lain-lain. Kami melihat bahwa ketika kegiatan usaha yang dijalani wargaberkembang dan tentunya mereka membutuhkan pendanaan dari pihak ketiga maka merekabersentuhan dengan lembaga keuangan (d/h perbankan), dalam rangka memanfaatkan fasilitaskredit atau pengajuan dana pinjaman yang disediakan, dan tentu salah satu persyaratan pentingyang dalam rangka pengajuan ini adalah adanya penatausahaan/administrasi keuangan ataupembukuannya (akuntansi) yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Dan oleh karena itudipandang perlu dan sangat penting untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentangakuntansi atau administrasi keuangan untuk para pengusaha wirausaha. Aspek tata kelolaakuntansi dan/atau administrasi kegiatan usaha menjadi penting untuk diterapkan agar para wargamemiliki perencanaan untuk masa depan usahanya atau profesinya, Dengan permasalahan diatasserta memperhatikan struktur warga yayasan tersebut (dari kondisi sosial, tingkat pendidikan, danlain-lain) maka rencana PKM (pengabdian kepada masyarakat) kali ini memfokuskan padapemberian pengetahuan dan keterampilan dibidang aspek akuntansi sederhana yang baik,penatausahaan (pencatatan atau pengadministrasian keuangan). Dengan adanya kegiatan inidiharapkan para siswa/i memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk akuntansi sederhana sertamengelola kegiatan keuangannya dengan melakukan pembukuan aktifitas keuangan dalamrangka usahanya, sehingga akan timbul motivasi mengenal atau memahami kegiatan yang bisamemberikan nilai tambah ekonomi, melakukan pembukuan (akuntansi) atau administrasi(pencatatan) atas setiap aktifitas usahanya agar semua terdokumentasi dengan baik dan inimenjadi pegangan untuk merencanakan masa depan aktifitas usahanya ataupun profesinya sertamemiliki kesempaatan untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pihak perbankanatau lembaga keuangan non bank.Kata Kunci : Laporan Keuanga

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore