14 research outputs found
Analisis Titik Kritis Keberhasilan (CSFs) dan Indikator Kinerja (KPI) Pada Proses Penerapan Enterprise Resource Planning (ERP)
The Implementation of Soft System Methodology (SSM) for Systems Development in Organizations (Study Case: The Development of Tourism Information System in Palembang City)
Combining Organization Goal-Oriented Elicitation and Wireframe for Fishery Product Sales Mobile Application Design
Pemodelan Hasil Elisitasi Kebutuhan Sistem Penjualan Online Menggunakan Metode Knowledge Acquisition in Automated Specification
Penjualan online adalah sebuah fungsi dari sistem e-commerce yang saat ini sedang sangat berkembang seturut kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan internet dan telepon pintar dalam setiap aspek kehidupan juga semakin mempermudah aktivitas penjualan online. Pengusaha dalam memasarkan dan menjual produk-produknya harus sudah mulai menggunakan teknologi, terutama memanfaatkan sistem penjualan online. Saat ini bagi para pengusaha yang baru ingin mempunyai sistem penjualan online perlu memahami bagiamana proses elisitasi kebutuhan sistem yang ingin dikembangkannya itu. Banyak metode elisitasi kebutuhan sebagai bagian dari proses rekayasa kebutuhan yang tersedia saat ini. Salah satu yang sedang sering digunakan adalah metode rekayasa kebutuhan yang beorientasi pada tujuan. Metode Knowledge Acquisition in autOmated Specification (KAOS) adalah sebuah metode rekayasa kebutuhan yang berorientasi pada tujuan, yang paling pertama dikembangkan dan paling sering digunakan dalam proses rekasaya kebutuhan. Pada penelitian ini didemonstrasikan kegiatan elisitasi kebutuhan untuk sistem penjualan online dengan metode KAOS lalu hasilnya dituangkan dalam model Goal Tree Model (GTM). Dengan memanfaatkan metode KAOS, kebutuhan sistem penjualan online dapat diperoleh dan digunakan oleh pengusaha dan pihak pengembang sistem dalam proses elisitasi kebutuhan. Hasil dari elisitasi kebutuhan ini dapat digunakan selanjutnya dalam proses rekayasa perangkat lunak sampai menghasilkan sebuah sistem penjualan online yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pengusaha dalam memasarkan produk-produknya
Penerapan Metode Organization Goal-Oriented Requirements Engineering (OGORE) untuk Pembangunan Sistem Pendaftaran Klinik Fisioterapi
Fisioterapi adalah pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dengan tujuan melatih otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal. Fisioterapis merupakan salah satu bentuk pendukung pengobatan medis yang diberikan oleh berbagai klinik, yang salah satunya tersedia di Klinik Fisioterapi daerah Jakarta Barat. Klinik Fisioterapi ini masih mengandalkan sistem pendaftaran melalui telepon untuk proses administrasi pendaftaran pasien, sehingga pasien yang akan terapi harus menghubungi admin klinik minimal 1 hari sebelum melakukan terapi. Sesudah itu, secara manual, penerima telepon mengecek jadwal terapis yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bisa menjadi solusi. Penggunaan perangkat telepon pintar berbasis Android saat ini terus mengalami peningkatan. Pasien dapat menggunakan sistem berbasis Android untuk mendaftar pada jadwal terapi yang tersedia menggunakan perangkat telepon pintar tanpa harus menelpon terlebih dahulu ke klinik. Untuk mempermudah proses administrasi saat kedatangan pasien, sistem pemesanan terapi juga dilengkapi QR Code pada sistemnya yang dapat digunakan untuk daftar ulang. Metode Organization Goal-Oriented Requriments Engineering (OGORE) digunakan untuk mengelisitasi kebutuhan dan spesifikasi sistem agar sistem yang dibangun lebih dapat memenuhi kebutuhan organisasi dibandingkan kebutuhan pengguna yang sudah terbiasa dengan cara manual selama ini berjalan. Dengan menggunakan metode OGORE pada penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan sistem pendaftaran klinik fisioterapi dalam mempercepat proses pendaftaran pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien yang akan melakukan Fisioterapi
Requirements Engineering Model: Role Based Goal Oriented Model
Requirements engineering approach through intentional perspective is one of the arguments that appear in the field of requirement engineering. That approach can explain the characteristics of the behavior of an actor. The usage Goal Based Workflow and KAOS method in iStar modeling might help the system analyst to gain knowledge about the internal process inside each of actor sequentially, such that the whole sequential activity to achieve the goal are exposed clearly in those actor’s internal process. The adoption of the concept of the role of RACI diagram on Role Based Goal Oriented Model system analyst gain complete knowledge about requirements of actor who involve in a system. System analyst might also distinguish the dependency between each actor in each process. Those dependencies are exhibited in strategic dependency model. In addition, the internal activities of the actor are also shown in strategic rationale model
Capability level assessment of IT governance in PTP Mitra Ogan: COBIT 5 framework for BAI 04 process
Requirements Engineering Model: Role Based Goal Oriented Model
Requirements engineering approach through intentional perspective is one of the arguments that appear in the field of requirement engineering. That approach can explain the characteristics of the behavior of an actor. The usage Goal Based Workflow and KAOS method in iStar modeling might help the system analyst to gain knowledge about the internal process inside each of actor sequentially, such that the whole sequential activity to achieve the goal are exposed clearly in those actor’s internal process. The adoption of the concept of the role of RACI diagram on Role Based Goal Oriented Model system analyst gain complete knowledge about requirements of actor who involve in a system. System analyst might also distinguish the dependency between each actor in each process. Those dependencies are exhibited in strategic dependency model. In addition, the internal activities of the actor are also shown in strategic rationale model
DESIGNING APPLICATION OF AUGMENTED REALITY INTRODUCTION OF HINDU-BUDDHA TEMPLE FOR ELEMENTARY SCHOOL (CASE STUDY: PISANGAN SDN 01 MORNING)
Monotony in learning is one type of difficulty that often occurs in students, in another sense, the importance of variations
in conveying lessons. Learning applied to primary schools usually uses a printed book, teacher's explanation, and field
practice. To overcome this, a learning aid was created about Hindu-Buddhist temple culture by utilizing augmented reality
technology, where this technology is able to present educational information to the real world. Augmented reality
technology in the world of education provides a great opportunity to improve user satisfaction and experience. Augmented
reality technology combines objects in the real world with virtual objects. The output of the application displays 3D images
with audio and visuals. Make it easy for students and instructors to use the applicatio
