1,721,000 research outputs found
Dasar Perencanaan Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Setiap kegiatan selalu berisi tiga langkah, yaitu langkah persiapan atau perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan atau perencanaan merupakan kegiatan langkah awal dari suatu kegiatan, berisi berbagai upaya mempersiapkan apa yang akan dilaksanakan. Sesuai dengan besar kecilnya kegiatan serta kebiasaan atau cara orang mengerjakannya, ada rencana yang dilakukan dengan cepat, sepintas dan tanpa rencana tertulis, tetapi ada pula perencanaan yang membutuhkan waktu lama, pengerjaan yang saksama oleh banyak orang dan didokumentasikan secara tertulis. perencanaan pembelajaran seharusnya dipandang sebagai suatu alat yang dapat membantu para pengelola pembelajaran lebih berdaya guna dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang pendidik. Perencanaan dapat menolong pencapaian suatu sasaran secara lebih ekonomis, tepat waktu, dan memberi peluang untuk lebih dikontrol dan dimonitor dalam pelaksanaannya. Secara garis besar, perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang digunakan untuk menilai pencapaian tujuan, materi atau bahan apa yang disampaikan, bagaimana cara menyampaikan bahan, serta media/alat apa yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran.Kata Kunci : Perencanaan, Pembelajaran, dan Pendidikan Agama Islam
Pengaruh Disiplin Belajar, Lingkungan Belajar dan Variasi Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empirik tentang pengaruh disiplin belajar, lingkungan belajar, dan variasi mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari. Secara khusus bertujuan untuk: (1) Memberikan gambaran tentang disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (2) Memberikan gambaran tentang lingkungan belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota kendari, (3) Memberikan gambaran tentang variasi mengajar guru Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (4) Memberikan gambaran tentang prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (5) Mengetahui pengaruh antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (6) Mengetahui pengaruh antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (7) Mengetahui pengaruh antara variasi mengajar guru, terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, (8) Mengetahui pengaruh antara disiplin belajar, lingkungan belajar dan variasi mengajar guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang mengeksplorasikan data yang ada di lapangan, melalui analisis inferensial. Penelitian ini bersifat ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 1208 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, metode angket metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah di Kota Kendari, dari 93 responden penelitian terdapat 55 orang atau 59.1% siswa memiliki disiplin belajar yang baik, 37 orang atau 39.8% kurang disiplin dalam belajar dan terdapat 1 orang atau 1.1% sangat disiplin dalam belajar. Lingkungan belajar menunjukkan bahwa terdapat 44 orang atau 47.3% siswa yang memiliki lingkungan belajar yang mendukung, selanjutnya terdapat pula 44 orang atau 47.3% siswa memiliki lingkungan belajar yang kurang mendukung dan 5 orang atau 5.4% siswa yang memiliki lingkungan belajar yang sangat mendukung. Selanjutnya, variasi mengajar guru menunjukkan bahwa 61 orang responden atau 65.6% guru bervariasi dalam mengajar, 20 orang atau 21.5% guru kurang bervariasi dalam mengajar, dan 12 orang atau 12.9% guru sangat bervariasi dalam mengajar siswa. Adapun prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa dari 93 siswa sebagai responden, terdapat 44 siswa atau 47.3% siswa memiliki prestasi belajar yang sangat baik dan siswa memiliki prestasi yang baik terdapat 49 siswa atau 52.7 %. Dengan demikian, disiplin belajar termasuk dalam kategori baik 59,1%, lingkungan belajar siswa termasuk dalam kategori mendukung dengan presentase 47,3%, variasi mengajar guru termasuk dalam kategori bervariasi 65,6% dan prestasi belajar siswa termasuk dalam kategori baik 52,7%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan disiplin belajar, lingkungan belajar dan variasi mengajar guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga variabel bebas memberikan sumbangan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa madrasah Aliyah di kota Kendari karena memiliki nilai sig. < 0.05, Begitupun dengan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap prestasi belajar secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah (1) Disiplin belajar amat penting ditananmkan pada siswa sejak dini sebagai dasar agar menjadi anak yang taat, menghargai dan menerapkan peraturan yang berlaku secara tertib dan bertanggungjawab. (2) Lingkungan belajar merupakan faktor yang juga memengaruhi prestasi belajar siswa, perananya begitu penting. Oleh karena itu, pihak madrasah seyogyanya tetap berusaha dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta membiasakan siswa untuk memanfaatkan lingkungan belajar yang telah terbentuk dengan baik. (3) Variasi mengajar guru merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sudah saatnya guru bereksperimen dan mengkoreksi diri, sejauhmana variasi mengajar yang diterapkan sudah cocok bagi para siswanya. (4) Pihak Madrasah Aliyah di kota Kendari disarankan untuk berusaha terus dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membiasakan peserta didik untuk berdisiplin karena hal tersebut dapat mendukung dan lebih meningkatkan prestasi belajar siswa, Oleh karena itu, perlu adanya regulasi dan keseragaman dalam mengelola serta mengembangkan madrasah untuk menjadi lebih baik
Pengaruh Profesionalisme Guru dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MAS Al-Irsyad Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe
Artikel ini mengkaji tentang pengaruh profesionalisme guru dan kinerja guru
terhadap prestasi belajar siswa MAS. Al-Irsyad Lalonggasumeeto khususnya
pada bidang studi pendidikan agama Islam. Penelitian ini untuk: 1) mengetahui
tingkat profesionalisme guru dan kinerja guru pendidikan agama Islam di MAS
Al-Irsyad Kec. Lalonggasumeeto Kab. Konawe; 2) memperoleh gambaran
tentang prestasi belajar siswa MAS Al-Irsyad pada bidang studi pendidikan
agama Islam; 3) mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan kinerja guru
terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang studi pendidikan agama Islam. Jenis
penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan observasi, questioner dan
dokumentasi untuk mendapatkan data. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) prestasi belajar siswa MAS
Al-Irsyad pada bidang studi PAI memiliki nilai rata-rata 78 dan dikategorikan
sedang, 2) Tidak ada pengaruh profesionalisme dan kinerja guru terhadap prestasi
belajar PAI siswa MAS Al-Irsyad.
Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kinerja Guru, Prestasi Belajar Sisw
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI MELALUI STRATEGI INDEKS CARD MATCH (MENCARI PASANGAN) DI KELAS V SD NEGERI RAPAMBINOPOKA DESA LALOMBONDA KEC. LALONGGASUMEETO KAB. KONAWE
Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar siswa padabidang studi pendidikan agama Islam melalui strategi indeks card match(mencari pasangan). Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apakahstrategi indeks card match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswapada bidang studi pendidikan agama Islam di kelas V SD NegeriRapambinopoka Desa Lalomboda Kec.Lalonggasumeeto Kab. Konawe.Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukandengan dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari dua kali tatap mukaPeneliti berperan sebagai pengamat terhadap proses pembelajaran bidang studipendidikan agama Islam di kelas V dalam penerapan strategi indeks card match,yang dilaksanakan oleh guru pendidikan agama Islam.Hasil penelitin menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus Ipertemuan pertama persentase aktivitas siswa yang masuk dalam kategorisangat aktif dan aktif sebesar 58% dan siswa yang berada pada kategoricukup aktif dan kurang aktif sebesar 42%. kemudian pad pertemuan ke duamengalami peningkatan dimana siswa yang sangat aktif dan aktif sebesar76% sedangkan untuk siswa yang masuk dalam ketegori cukup aktif dankurang aktif sebesar 24%. Pada siklus II pertemuan pertama siswa yangberada pada kategori sangat aktif dan aktif sebesar 82% dan siswa yangberada pada karegori cukup aktif dan kurang aktif sebesar 18%. Kemudianpada pertemuan ke dua kategori siswa yang sangat aktif dan aktifmeningkat menjadi 94% dan siswa yang berada pada karegori cukup aktifhanya 6%. Sedangkan hasil belajar siswa manunjukkan bahwa siswa yangtuntas kegiatan pembelajarannya pada siklus I sebanyak 12 orang atau 71%dan siswa yang tidak tuntas kegiatan pembelajarannya sebanyak 5 orangatau 29%. Kemudian hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru mengalamipeningkatan pada siklus II dimana siswa yang tuntas kegiatanpembelajarannya sebanyak 15 orang atau 88% dan siswa yang tidak tuntaskegiatan pembelajarannya sebanyak 2 orang atau 12%.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Strategi, Indeks Card Match
Implementasi Manajemen Strategik Kepala Sekolah Dalam Menumbuhkan Sikap Keberagamaan Siswa di SMAN 1 Kendari
Penelitian ini berjudul implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menumbuhkan sikap keberagamaan siswa dengan permasalahan bagaimana sikap keberagamaan dan implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menumbuhkan sikap keberagamaan siswa di SMAN 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yakni penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu gejala atau fakta serta upaya untuk mencari dan menata secara sistematis dan akurat data penelitian, kemudian dilakukan penelahan secara akurat dan mendetail guna mencari makna. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, observasidan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Islami yang ditanamkan nampaknya telah menjadi kebiasaan positif siswa dalam kesehariannya utamanya di lingkungan sekolah. Sikap Islami yang ditunjukkan siswa SMAN 1 Kendari adalah rajin ibadah (shalat), sikap sopan dan santun, antusias terhadap ilmu agama, sikap toleransi, dan gemar ber-Infak. Dan Implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menmbuhkan sikap keberagamaan siswa melalui beberapa kegiatan-kegiatan keagamaan diwujudkan dengan beberapa cara yaitu penyediaan sarana dan prasarana, pendekatan persuasif kepada siswa dengan selalu menasihati dan melakukan penilaian sikap keberagamaan sebagai bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam serta dengan melakukan pengarahan langsung sebagai upaya pembiasaan. Penerapan dari kebijakan strategik yang dapat menumbuhkan sikap keberagamaan siswa SMAN 1 Kendari pada dasarnya telah diterapkan dengan baik yang terlihat dari antusias siswa dalam kegiatan keagamaan, meskipun masih perlu untuk terus ditingkatkan seperti budaya 3S (senyum, salam dan sapa).Kata Kunci: Manajemen Strategik, Sikap Keberagamaa
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat menentukandalan kemajuan suatu negara, Indonesia merupakan negara kesatuanyang terdiri dari berbagai macam suku, adat, agama, bahasa dan lainlain.Kesatuan ini yang akan menjadi bentuk negara ini secara pluralmelalui pendidikan, perbedaaan ini dapat disatukan agar tidak terjadidiskriminasi yang menyudutkan pada satu golongan. Indonesiamerupakan salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia,kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupungeografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atautidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan seperti yangsekarang dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme,premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatisme,perusakan lingkunghan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalumenghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata darimultikulturalisme.Pendidikan multikultural seyogyanya memfasilitasi prosespembelajaran yang mengubah perspektif monokultural yang esensial,penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yangmenghargai keragaman dan perbedaan, toleransi, dan sikap terbuka(inklusif). Perubahan paradigma semacam ini menuntut transformasiyang tidak hanya terbatas pada dimensi kognitif belaka. lebih dari itu,juga menuntut perubahan pada dimensi afektif dan psikomotorik.Kata Kunci : Pendidikan dan Multikultural
MODERNISASI ISLAM DI INDIA
Modernisasi Islam merupakan respon terhadap kelemahan internal yang tak kunjung hilang dan respons terhadap ancaman politik dan religio-kultural eksternal dari kolonialisme Barat. Respon-respon kaum reformis Islam modern pada berbagai wilayah termasuk di India pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, merupakan upaya-upaya mendasar untuk menafsirkan Islam agar sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan Muslim, termasuk reformasi hukum, pendidikan dan sosial, semuanya ditujukan untuk menyelamatkan umat Islam dari spiral kemerosotan serta menunjukkan kesesuaian Islam dengan pemikiran dan nilai-nilai modern.Modernisai atau pembaruan secara gradual disadari tidaklah bisa diatasi dengan sendirian. Ia memerlukan gerakan-gerakan kolektif yang mungkin saja dalam konteks ini adalah gerakan yang berskala nasional. Karena itu, bagaimanapun tetap disadari urgensi membangun kesadaran kolektif yang berbentuk kesadaran politik, sosial, dan budaya. Asumsi ini lebih menyadarkan lagi pada aksioma yang menegaskan bahwa hanya dengan kesadaran kolektiflah maka perubahan dapat berlangsung. Kata Kunci: Modernisasi, Isla
Pengaruh Profesionalisme Guru dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MAS Al-Irsyad Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe
Artikel ini mengkaji tentang pengaruh profesionalisme guru dan kinerja guruterhadap prestasi belajar siswa MAS. Al-Irsyad Lalonggasumeeto khususnyapada bidang studi pendidikan agama Islam. Penelitian ini untuk: 1) mengetahuitingkat profesionalisme guru dan kinerja guru pendidikan agama Islam di MASAl-Irsyad Kec. Lalonggasumeeto Kab. Konawe; 2) memperoleh gambarantentang prestasi belajar siswa MAS Al-Irsyad pada bidang studi pendidikanagama Islam; 3) mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan kinerja guruterhadap prestasi belajar siswa dalam bidang studi pendidikan agama Islam. Jenispenelitian ini kuantitatif dengan menggunakan observasi, questioner dandokumentasi untuk mendapatkan data. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) prestasi belajar siswa MASAl-Irsyad pada bidang studi PAI memiliki nilai rata-rata 78 dan dikategorikansedang, 2) Tidak ada pengaruh profesionalisme dan kinerja guru terhadap prestasibelajar PAI siswa MAS Al-Irsyad.Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kinerja Guru, Prestasi Belajar Sisw
DIKOTOMI ILMU DAN DUALISME PENDIDIKAN
Polemik di sekitar dikotomi dan dualisme pendidikandikalangan para ahli masih terus berlangsung. Diterimanya prinsipdikotomi antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum adalah diantara indikasi kerapuhan dasar filosofis pendidikan Islam itu.Dikotomi terlihat dengan jelas pada dualisme sistem pendidikan dinegeri-negeri muslim, sistem pesantren dengan segala variasi danimplikasinya dalam pembentukan wawasan intektual keIslamanumat, dan sistem pendidikan sekuler dengan segala dampak danakibatnya dalam persepsi keagamaan. Dualisme dikotomi inidiperkuat oleh sistem penjajahan Barat atas dunia Islam yangberlangsung lama.Dengan adanya usaha Islamisasi pengetahuan yang marakdiperbincangkan, dianggap sebagai usaha untukmengspritualisasikan atau pemberian nilai-nilai rohaniah padaupaya penggalian dan pengamalan ilmu pengetahuan, sehinggamelahirkan ilmu pengetahuan yang tidak dikotomi dan tidaksekuler ( ilmu atau pengetahuan yang terpadu).Kata Kunci : Dikotomi, Dualisme, dan Pendidika
- …
