130,379 research outputs found
ANALISA DESAIN BETON PRATEGANG TIPE I-GIRDER PADA JEMBATAN SAMOTA
Samota Bridge is a bridge crossing the Brang Biji River in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. Samota Bridge will be redesigned using prestressed concrete with a type of PC I Girder with a span of 80 m and a width of 11 m. The bridge analysis standards used are loading standards for bridges (SNI 1725: 2016) and bridge planning standards against earthquake loads (SNI 2833: 2016). The loading analyzed is the analysis of own load, dead load, additional dead load, temperature influence, shrinkage and creep influence, brake force, earthquake load, wind load, prestress loss analysis, deflection and moment. Then, the reinforcement calculation is carried out on the PC I-Girder to the bridge elastomer planning. The results of the redesigned of the Samota Bridge with a span of 80 m (40+40) obtained the optimum height of the PC I-Girder needed is 2.10 m consisting of 4 tendons 2 on the left and 2 on the right with 12 strands in each tendon. The strands diameter is 15.24 mm and the duct diameter is 85 mm. The dead load (MS) received by PC- I Girder is 636,777.60 kg.m, the additional dead load (MA) received is 59,153.04 kg.m, 406,980 kg.m for "D" lane load, 8,183.25 kg.m for brake force, 3,003.25 kg.m for wind load and 179,378.73 kg.m for earthquake load. The total prestress loss due to anchor friction, friction in the cable, due to creep and shrinkage, relaxation and elastic shortening of concrete was 2,965.79 kN with a prestress loss percentage of 29.63%.Jembatan Samota adalah jembatan yang melintasi Sungai Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jembatan Samota akan direncanakan ulang menggunakan beton prategang dengan jenis PC I Girder dengan bentang 80 m dan lebar 11 m. Standar analisis jembatan yang digunakan adalah standar pembebanan untuk jembatan (SNI 1725:2016) dan standar perencanaan jembatan terhadap beban gempa (SNI 2833:2016). Pembebanan yang dianalisa yaitu analisa beban sendiri, beban mati, beban mati tambahan, pengaruh temperatur, pengaruh susut dan rangkak, gaya rem, beban gempa, beban angin, analisa kehilangan prategang, lendutan serta momen. Kemudian, dilakukan perhitungan penulangan pada PC I-Girder sampai kepada perencanaan elastomer jembatan. Hasil dari perencanaan ulang Jembatan Samota dengan bentang 80 m (40+40) didapatkan tinggi optimum PC I-Girder yang dibutuhkan adalah 2.10 m yang terdiri dari 4 tendon 2 di kiri dan 2 di kanan dengan 12 strands pada setiap tendon. Diameter strands 15.24 mm dan diameter duct 85 mm. Beban mati (MS) yang diterima PC- I Girder adalah 636,777.60 kg.m, beban mati tambahan (MA) yang diterima adalah 59,153.04 kg.m, 406,980 kg.m untuk beban lajur “D”, 8,183.25 kg.m untuk gaya rem, 3,003.25 kg.m untuk beban angin dan 179,378.73 kg.m untuk beban gempa. Total kehilangan prategang akibat gesekan angkur, gesekan pada kabel, akibat rangkak dan susut, relaksasi dan perpendekan elastis beton adalah 2,965.79 kN dengan presentase kehilangan prategang 29.63%
PERANCANGAN BETON PRATEGANG TIPE I-GIRDER PADA JEMBATAN SAMOTA SUMBAWA
Jembatan adalah suatu bangunan yang memungkinkan suatu jalan menyilang sungai atau saluran irigasi, lembah atau melintasi jalan lain yang tidak sama tinggi permukaannya. Jembatan Samota adalah jembatan yang melintasi Sungai Brang Biji, Labuan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jembatan Samota akan direncanakan ulang (redesign) menggunakan beton prategang dengan jenis balok girder yang digunakan adalah PC I Girder (Prestressed Concrete I Girder) dengan bentang 80 m dan lebar 11 m untuk mengetahui kemampuan menahan beban-beban yang bekerja pada jembatan, sehingga didapat suatu struktur jembatan yang aman.
Perencanaan dimulai dengan pengunpulan data-data yang diperlukan seperti panjang dan lebar jembatan, lebar trotoar dan lainnya. Dasar perencanaan jembatan yang digunakan adalah Pembebanan untuk jembatan (SNI 1725:2016) dan Perencanaan jembatan terhadap beban gempa (SNI 2833:2016). Data-data perencanaan tersebut kemudian digunakan sebagai perencanaan awal penampang dan perhitungan pembebanan. Adapun penampang yang akan didesain menggunakan PC I-Girder (Precast Concrete I Girder) strandar dari PT Waskita Precast Tbk. Pada tahap awal perencanaan yang dilakukan adalah menentukan dimensi-dimensi utama seperti tiang sandaran, lantai kendaraan sampai analisa pembebanan yang terjadi yaitu analisa beban sendiri, beban mati, beban mati tambahan, pengaruh temperatur, pengaruh susut dan rangkak, gaya rem, beban gempa, beban angin, analisa kehilangan prategang, lendutan serta momen. Kemudian, dilakukan perhitungan penulangan pada PC I-Girder sampai kepada perencanaan elastomer jembatan.
Hasil dari perencanaan Jembatan Samota dengan bentang 80 m (40+40) didapatkan tinggi PC I-Girder adalah 2.10 m yang terdiri dari 4 tendon 2 dikiri dan 2 dikanan dengan 12 strands pada setiap tendon. Diameter strands 15.24 mm dan diameter duct 85 mm. Beban yang diterima PC- I Girder adalah 636777.600 kg.m untuk beban mati sendiri (MS), 59153.044 kg.m untuk beban mati tambahan (MA), 406980 kg.m untuk beban lajur “D”, 8183.250 kg.m untuk gaya rem, 3003.250 kg.m untuk beban angin dan 179378.728 kg.m untuk beban gempa. Total kehilangan prategang akibat gesekan angkur, gesekan pada kabel, akibat rangkak dan susut, relaksasi dan perpendekan elastis beton adalah 2965.791 kN dengan presentase kehilangan prategang 29.626 %
PERANCANGAN JEMBATAN SAMOTA SUMBAWA DENGAN MENGGUNAKAN BALOK I-GIRDER STATIS TAK TENTU PRATEGANG
Jembatan Samota merupakan salah satu jembatan beton yang terletak dijalan bypass samota, Labuan Sumbawa, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Jembatan ini memiliki bentang 80 m dan lebar jalan 7 m yang dirancang tanpa pilar. Jembatan ini menggunakan beton prategang sebagai konstruksi utamanya dengan sistem balok sederhana Dalam tugas akhir ini dilakukan perencanaan ulang jembatan Samota menggunakan balok I-girder dengan sistem statis tak tentu prategang. Perencanaan struktur jembatan ini, direncanakan dengan bentang jembatan yang dibagi dua bentang masing-masing 40 m, ditopang dengan 2 buah abutment dan sebuah pilar pada tengah bentang jembatan. Perencanaan jembatan ini dimulai dengan pengumpulan data-data yang diperlukan seperti panjang dan lebar jembatan, lebar jalan, lebar trotoar, data tanah dan lain-lain. Dari data-data perencanaan dilakukan preliminary design penampang dan perhitungan pembebanan yang ditinjau berdasarkan Standar Nasional Indonesia yakni SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016. Selanjutnya dilakukan kontrol tegangan, lendutan, momen, dan geser, juga melakukan perhitungan penulangan balok girder. Hasil analisis didapatkan balok I-girder yang digunakan memiliki tinggi 2,10 m berdasarkan bridge product by PT. Waskita Beton, luas penampang I-girder 0,752 m2, momen inersia 0,0762 mm4. Menggunakan 5 buah tendon, pada setiap tendon terdiri dari 12 strands dengan diameter strand 15,24 mm dengan spesifikasi BBR VT CONA CMI SP. Beban yang diterima balok I-girder adalah 1805,52 kg/m, beban mati sendiri; 2992,20 kg/m, beban mati tambahan; 303,291 kg/m, beban truk; 31500 kg, beban lajur “D”; 1144,688 kg/m dan 12691 kg, untuk gaya rem; 1125 kg, beban angin; 150,171 kg/m dan 859,47kg/m untuk beban gempa. Total kehilangan prategang yang dihasilkan sebesar 3964,911 kN dengan persentase 30,852%
MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations
Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
"Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"
Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Scholarly Communication and Publishing Lunch and Learn Talk #11: The ULS Open Access Author Fee Fund
At the May 2014 talk, you will learn about the ULS Open Access Author Fee Fund--what it is, why we do it, how it works, and how the program is going so far
STUDI PERANCANGAN JEMBATAN SAMOTA SUMBAWA BESAR MENGGUNAKAN BETON PRATEGANG TIPE U-GIRDER
Jembatan Samota adalah jembatan yang melintasi sungai Brang Biji, Labuan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jembatan ini merupakan sarana penghubung Jalan Garuda dan Tanjung Menangis. Jembatan yang ada saat ini memiliki bentang 80 meter. Dalam perencanaan ini jembatan samota direncanakan dengan bentang 40 m, dengan tipe konstruksi PC U Girder dan sistem prategang yang digunakan adalah sistem posttension.
Perencanaan jembatan ini dimulai dengan penjelasan latar belakang, pemilihan jenis kontruksi yang digunakan, serta pengumpulan data-data seperti panjang dan lebar jembatan, lebar jalan dan trotoar, serta dimensi lainnya. Dari data-data perencanaan kemudian dilakukan perencanaan awal dimana analisa pembebanan menggunakan SNI 1725:2016. Dari data-data perencaan kemudian dilakukan primary desain menggunakan produk WASKITA precast. Pada tahapan awal dilakukan analisa beban yang terjadi pada penampang seperti, analisa berat sendiri, analisa beban mati tambahan, analisa beban lalu lintas, gaya rem, beban gempa, beban angin, pengaruh temperatur, pengaruh susut rangkak, dan analisa kehilangan prategang yang terjadi pada penampang. Selajutnya dilakukan kontrol tegangan, lendutan dan momen
kemudian perhitungan penulangan dan angkur.
Hasil analisa didapatkan PC U Girder yang digunakan memiliki tinggi 1,85 m dengan 10 tendon 5 di kiri dan 5 di kanan yang terdiri dari 15 strands pada setiap tendon. Diameter strands 15,24 mm dan diameter duct 85 mm. Beban yang diterima
oleh PC U Girder adalah 894026,6614 kg/m beban mati sendiri (MS); 65553,044 kg/m beban mati tambahan (MA); 452200 kg/m lajur “D” (TD) ;7138,125 kg/m untuk beban
akibat gaya rem (TB); 30034,286 kg/m untuk beban angin (EW); 252037,662 kg/m untuk beban gempa (EQ). Total kehilangan prategang gesekan angkur, gesekan pada
kabel, rangkak, susut, relaksasi dan perpendekan elastis beton dalam bentuk gaya adalah 8682,290 kN dengan presentase 27,721%
- …
