1,720,986 research outputs found
Kandungan Logam Berat (Pb, Hg, Cu, Cd) pada Daging Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta
Peningkatan jumlah industri dan pemukiman penduduk di Teluk Banten dan Teluk Jakarta diikuti oleh pertambahan jumlah limbah, baik berupa limbah padat, cair maupun gas dapat mencemarkan lingkungan. Salah satu bahan pencemar yang bersifat toksik adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar logam berat Pb, Hg, Cu dan Cd yang terakumulasi pada rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta. Pengamatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga September 2019. Pengukuran kandungan logam berat dilakukan dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectropotometer (AAS). Berdasarkan hasil pengukuran, kandungan logam berat Pb, Hg, Cu, dan Cd pada daging rajungan, baik yang berukuran besar maupun kecil, di Teluk Banten dan Teluk Jakarta masih berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan SNI (2009) dan SK DepKes RI No.03725/B/SK/VII/1989. Daging Rajungan (Portunus pelagicus) yang diambil dari perairan Teluk Banten, dapat dikonsumsi selama tidak melebihi safety level yaitu, 2,3 kg daging/minggu untuk dewasa dan 0,6 kg daging/minggu untuk anak-anak. Sedangkan batas konsumsi terendah rajungan Teluk Jakarta untuk orang dewasa sebesar 3,2 kg daging/minggu dan untuk anak-anak sebesar 0,8 kg daging/mingg
Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya terhadap Histologi Hati Ikan Patin (Pangasius djambal) di Waduk Saguling, Jawa Barat
Saguling is one of five reservoirs built in the Citarum Watershed that potentially contain heavy metals such as Pb. In the process this Pb will be concentrated in the bodies of organisms. That are cultured in the reservoirs such as catfish (Pangasius djambal), and then accumulated. The liver is the organ, where most heavy metals accumulated and potentialy cause necrosis, fibrosis, and cirrhosis. This study becauses analyze the content of Pb accumulated and its effect on liver tissue. It was conducted in 2012, by taking samples form three stations representing the inlet, middle and outlet of the reservoirs. Pb content was extracted with perochloric acid 70-72% and sulfat acid analyzed with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The Pb concentration obtained ranged from 8-16.4 mg / Kg, witch already exceeded the SNI 2009 quality standard for food. Liver tissue damage is inflammation and necrosi
Pengelolaan Sumberdaya Pesisir untuk Pengembangan Ekowisata Bahari di Pantai Binangun, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kondisi pesisir Binangun, serta menyusun alternatif strategi pengelolaan untuk pengembangan ekowisata bahari dan pola ruang pemanfaatan kawasan Binangun. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui jenis wisata yang akan dikembangkan, analisis daya dukung untuk mengetahui jumlah maksimum pengunjung yang secara fisik dapat ditampung di kawasan yang disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan pada alam dan manusia, serta analisis SWOT untuk menentukan prioritas strategi alternatif pengembangan yang paling tepat dilaksanakan. Pantai Binangun termasuk dalam kategori S2 (sesuai) dengan nilai indeks kesuaian wisata di stasiun 4, 5, dan 6 sebesar 70,24%, 64,29%, dan 65,48%. Sementara itu, nilai indeks kesesuaian wisata kategori wisata snorkling di “Karang Gosong” stasiun 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 33%; 32%; dan 32%. Hal ini berarti bahwa “Karang Gosong” termasuk kategori sesuai bersyarat (S3) untuk kawasan wisata kategori wisata snorkling, yaitu perlunya rehabiltasi sebelum “Karang Gosong” dijadikan sebagai tempat wisata snorkling. Daya Dukung Kawasan untuk wisata pantai adalah 100 orang setiap harinya. Pola ruang pemanfaatan di kawasan Binangun dibagi menjadi 3, yaitu zona 1 untuk kegiatan duduk santai, zona 2 untuk kegiatan jalan-jalan, dan zona 3 untuk kegiatan berperahu. Selain itu, kegiatan transplantasi karang di “Karang Gosong” dapat berfungsi sebagai alternatif wisata pendidikan. Alternatif strategi untuk pengelolaan kawasan Binangun yaitu : memanfaatkan potensi sumberdaya, atraksi wisata, dan aksesibilitas kawasan untuk menarik pengunjung melalui promosi; meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pembekalan keterampilan sebagai penunjang dalam ekowisata; dan meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan dalam pengelolaan kawasan dan menjaga kelestarian alam. Kata kunci : Terumbu karang, analisis kesesuaian lahan, analisis daya dukung, analisis SWOT, kawasan Binangun, Kabupaten Remban
Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) pada Pohon Mangrove (Avicennia marina) di Perairan Karangsong, Indramayu.
Mangroves are known to have the ability to absorb and store heavy metals and other contaminants in the body tissues such as leaf and root. This research was carried out in January-March 2013 with the aim to find out the levels of heavy metals Lead (Pb) and Cadmium (Cd) in root and leaf of Avicennia marina, as well as sediments in Karangsong waters, Indramayu. Sampling a root, leave, and sediments was repeated 3 times each. The results showed that levels of Pb in Avicennia marina already passed over the limit of tolerance concentration for plants, whereas the levels of Cd was below detection limit Based on the results, it can be seen Avicennia marina has a low level of bioconcentration factor (BCF), it means that Avicennia marina has a low capability to accumulate heavy metals. Meanwhile the value of translocation factor (TF) is high, mean Avicennia marina has high mobilization from roots to leaves. Based on the findings, it is strongly recommended to control pollutants falling into the aquatic environment, and to enhance mangrove rehabilitation program for ecological and economical functio
Analisis Multi Kriteria Untuk Pemilihan Kegiatan Ekowisata di Segara Anakan, Cilacap Jawa Tengah
Segara Anakan merupakan ekosistem rawa bakau dengan laguna yang unik dan langka di pantai selatan Pulau Jawa. Laguna ini berada di antara pantai selatan Jawa dan Pulau Nusa Kambangan, yang dihubungkan dengan Samudra Hindia oleh dua selat (alur barat dan alur timur) dan merupakan tempat bermuaranya sungai besar dan kecil. Segara Anakan terletak pada posisi 108°46’BT–109°03’BT dan 8°35’LS–8°48’ LS. Ekosistem mangrove di Segara Anakan merupakan terluas yang tersisa di Pulau Jawa. Adanya dominasi hutan mangrove dan kekayaan fauna yang dimiliki menjadikan Segara Anakan berpotensi sebagai lokasi wisata yang cukup menjanjikan, selain fungsi ekologisnya..Tujuan dari penelitian: perencanaan kegiatan ekowisata mangrove di Segara Anakan dengan lebih melibatkan masyarakat sekitar. Pengumpulan dan pengambilan data melalui wawancara untuk memperoleh informasi mengenai kawasan penelitian dan sosial ekonomi kawasan penelitian (kuesioner), observasi lapangan untuk pengamatan kondisi fisik lingkungan dan studi pustaka. Data yang dikumpulkan meliputi sumberdaya alam, keadaan umum kawasan Segara Anakan, isu-isu yang berkembang, kebijakan pengelolaan di wilayah tersebut, serta keadaan sosial masyarakat di kawasan Segara Anakan. Analisis data yang digunakan yaitu Multi Criteria Analysis
Resiliensi Terumbu Karang di Pulau Pari, DKI Jakarta.
Pulau Pari merupakan wilayah yang termasuk dalam Kelurahan Pulau Pari,
Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI
Jakarta. Kepulauan Seribu merupakan salah satu kawasan perairan yang
mengalami kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, dan Pulau Pari
merupakan salah satunya. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi terumbu
karang di Pulau Pari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016 hingga
Januari 2017. Pengumpulan data primer terdiri atas pengamatan terumbu karang
menggunakan metode LIT (line intercept transect). Pengumpulan data sekunder
berupa studi literatur terkait kondisi lingkungan Pulau Pari, dan data Lansdat8
untuk melihat sebaran total suspended solid. Berdasarkan tutupan terumbu karang
Pulau Pari berada dalam kondisi sedang hingga buruk. Indeks mortalitas karang
cukup tinggi dengan rentang 0,56–0,88. Terumbu karang Pulau Pari memiliki
rekrutmen karang yang rendah. Porites merupakan genus yang mendominasi
perairan Pulau Pari. Secara keseluruhan resiliensi terumbu karang Pulau Pari
berada dalam kondisi sedang hingga buruk. Genus karang resisten merupakan
parameter utama dalam menentukan resiliensi terumbu karang di Pulau Pari
Dampak Perubahan Iklim Dan Adaptasi Masyarakat Sekitar Ekosistem Mangrove Di Delta Cimanuk
Perubahan iklim merupakan sebuah fenomena alam yang berdampak global.
Dampak dari perubahan iklim ini juga dirasakan di sektor perikanan, antara lain
kenaikan muka air laut, peningkatan curah hujan, dan suhu laut. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis dampak resiliensi dan adaptasi masyarakat terhadap
perubahan iklim. Penelitian ini sebagian besar menggunakan metode survei yang
didukung oleh analisis kuantitatif maupun data kualitatif. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan abrasi, banjir, dan alih fungsi lahan. Ketergantungan masyarakat
terhadap ekosistem mangrove erat, sebagian besar masyarakat sadar akan
ancaman yang ditimbulkan perubahan iklim. Pola adaptasi yang paling banyak
dilakukan untuk meminimalisasi dampak perubahan iklim adalah melakukan
penyesuaian pekerjaan dan penanaman mangrove
Bioakumulasi Logam Berat (Pb, Hg, Cd, dan Cu) pada Daging Kerang Hijau Perna viridis (Linnaeus, 1758) di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta
Kerang hijau mampu mengakumulasikan logam berat di dalam tubuhnya karena sifat hidupnya sebagai filter feeder. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-September 2019 di Teluk Banten dan Teluk Jakarta. Penelitian bertujuan untuk menduga bioakumulasi logam berat (Pb, Hg, Cd, dan Cu) pada daging kerang hijau (Perna viridis) di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta menggunakan metode AAS. Konsentrasi Pb, Hg, Cd, dan Cu pada daging kerang hijau baik yang berada di Teluk Banten maupun di Teluk Jakarta masih berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan oleh SNI 2009, PerBPOM No. 5 Tahun 2018, dan DepKesRI No. 03725 Tahun 1989. Kerang hijau besar mampu mengakumulasikan logam Pb dua kali lebih tinggi dibandingkan kerang hijau kecil dengan nilai BCF kurang dari seratus (<100). Batas aman konsumsi kerang hijau di Teluk Banten dan Teluk Jakarta masing-masing sebesar 0,91 kg/minggu dan 0,51 kg/minggu (untuk anak-anak) dan 3,04 kg/minggu dan 1,72 kg/minggu (untuk orang dewasa). Daging kerang hijau yang terdapat di Teluk Banten dan Teluk Jakarta masih layak untuk dikonsumsi selama tidak melebihi batas yang telah ditetapkan
Keterkaitan Antara Produktivitas Udang dengan Kondisi Mangrove di Delta Cimanuk, Indramayu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara kondisi udang dengan kondisi ekosistem mangrove di Delta Cimanuk, Indramayu. Pendugaan produktivitas udang dianalisis pada tingkat komunitas dan populasi, kemudian dikaitkan terhadap kondisi vegetasi mangrove dan kualitas perairan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas komunitas dan populasi udang memiliki hubungan positif terhadap kerapatan mangrove. Secara keseluruhan, produktivitas sekunder komunitas, populasi, dan kerapatan mangrove di Desa Pabean Ilir lebih tinggi dibandingkan Desa Pagirikan. Hasil analisis produktivitas komunitas udang di Desa Pabean ilir adalah sebesar 323,360 gm-2thn-1, sedangkan Desa Pagirikan sebesar 185,766 gm-2thn-1. Khususnya untuk spesies dominan Penaeus merguiensis dan Metapenaeus monoceros produktivitasnya di Desa Pabean Ilir sebesar 147,350 dan 66,677 gm-2thn-1, sedangkan untuk Desa Pagirikan sebesar 87,633 dan 47,536 gm-2thn-1
Desain Pengembangan Ekowisata mangrove Istambul Demak, Jawa Tengah
Kabupaten Demak merupakan daerah pesisir di pantai utara Jawa Tengah
yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang masih alami. Ekosistem
mangrove di Kabupaten Demak dapat dikembangkan untuk kegiatan ekowisata
adalah ekosistem mangrove Istambul Demak, terletak di desa Tambakbulusan,
Kecamatan Karang Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengembangkan ekowisata mangrove melalui analisis kesesuaian ekowisata
mangrove sebagai destinasi ekowisata, menghitung daya dukung kegiatan
ekowisata, serta membuat strategi dan desain kegiatan ekowisata mangrove
Istambul Demak. Hasil menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Istambul sesuai
untuk dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Aktifitas ekowisata yang dapat
dikembangkan di ekosistem tersebut yaitu tracking mangrove dengan daya dukung
sebesar 122 orang perhari, berperahu dengan daya dukung sebesar 182 orang
perhari, dan rekreasi pantai dengan daya dukung sebesar 40 orang perhari. Terdapat
setidaknya 7 strategi yang dilakukan dalam pengembangan ekowisata mangrove
Istambul
- …
