1,601 research outputs found
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA TATA RIAS TARI REYOG TULUNGAGUNG
Abstrak
Reyog Tulungagung merupakan tarian khas dari tulungagung yang saat ini menjadi salah satu ikon di kabupaten Tulungagung, tarian ini berfungsi untuk tarian selamat datang dimana menyambut tamu penting di Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk dan makna tata rias wajah serta penataan rambut (2) Bentuk dan makna busana (3) Bentuk dan makna aksesoris tari Reyog Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari Reyog Tulungagung adalah: (1) Bedak yang di gunakan menyesuaikan warna kulit penari, eyeshadow yang digunakan warna coklat, merah dan yang hitam berarti kekuatan. Alis dibentuk mendatar berwarna hitam agar terlihat tegas serta lipstick berwarna merah. Penataan rambut penari hanya di urai karena untuk membuat penari lebih gagah seperti seorang prajurit. (2) busana penari meliputi baju berwarna putih, jarik berwarna merah dengan motif bunga khas daerah Tulungagung yang melambangkan kegembiraan, sampur gendong untuk membawa dhodhog/kendang, celana berwarna hitam, stagen dan kaos kaki putih. (3) Aksesoris yang dipakai penari meliputi iket, iker/guling, sumping, klat bahu, sempyok, deker, kalung, sabuk, uncal, boro-boro samir, keris, gongseng, binggel dan yang paling utama yakni dhodhog/kendang. Ciri khas aksesorisnya yaitu iket yang berbentuk tanduk kerbau dan iker/guling berwarna merah putih dengan burung garuda dimana keduanya merupakan simbol negara Indonesia. Tata rias dan busana tarian ini selaras dengan gerakan tari Reyog Tulungagung.
Kata Kunci: Bentuk, Makna, Tata Rias, Tari Reyog Tulungagun
A P2P implementation for the high availability of web services
Zakaria Maamar, Mohamed Sellami, Samir Tata and Quan Z. Shenghttp://www.pubzone.org/dblp/conf/iceis/MaamarSTS0
KAJIAN TATA RIAS TARI GANDRUNG BANYUWANGI
AbstrakTari gandrung merupakan tarian khas kota Banyuwangi yang dijadikan sebagai ikon kota, tari gandrung digunakan sebagai cikal bakal seni tari yang berkembang di Banyuwangi. Tari gandrung ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai bukti pembelaan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah. Kesenian tari gandrung semakin berkembang dan mengalami pembaharuan khususnya tata rias yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan tata rias tari gandrung sejak tahun 1960 hingga 2019 dan 2) mengetahui aksesoris serta busana yang digunakan pada tari gandrung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi struktur, observasi tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pada tahun 1960 hingga 1970 menggunakan kosmetik sederhana dan berbahan alami, alas bedak atal berwarna kuning langsat, alis dari arang dan lipstik berwarna merah dari kertas kelobot. 2) tahun 1970 hingga 1980 adanya foundation merk Kelly, bedak tabur merk Viva, eyeliner dan eyeshadow terbuat dari endapan lampu minyak tanah. 3) tahun 1980 hingga 1990 eyeliner dan alis berbentuk pensil, adanya blushon warna merah merk Ratu Ayu dan Sariayu. 4) tahun 1990 hingga 2000 penggunaan eyeshadow warna merah, hitam, putih, dan emas sesuai warna khas Banyuwangi. Adanya teknik untuk mempertegas warna eyeshadow. 5) tahun 2005 hingga 2010 penggunaan bedak padat, warna eyeshadow menyesuaikan busana dan adanya bulu mata palsu. 6) tahun 2015 hingga 2019 adanya teknik conturing, teknik cut crease pada aplikasi eyeshadow dan penggunaan shimer, 3) aksesoris yang digunakan bernama omprog terbuat dari kulit berwarna emas dan memiliki ciri khas tokoh wayang Ontoseno, 4) komponen busana tari gandrung Banyuwangi terdiri dari ilat-ilat atas, otok, kelat bahu, ebok, samir, sabuk, selendang atau sampur, kipas, dan kaos kaki. Kata Kunci: Perkembangan Tari Gandrung, Gandrung BanyuwangiAbstractGandrung Dance is a typical dance city Banyuwangi as the icon of the city, Gandrung dance is used as the forerunner of the flourishing dance art in Banyuwangi. Gandrung Dance existed since the Dutch colonial era as evidence of the defence of Banyuwangi community against colonizers. Gandrung Dance Art is growing and undergoing renewal, especially the makeup used. The research aims to find out: 1) The development of the Gandrung dance makeup since the years 1960 to 2019, and 2)know accessories and clothing used in the dance Gandrung Banyuwangi. This type of research is a qualitative descriptive. Data collection techniques include semi-structural interviews, sketchy observations, and documentation. The results of the study can be described as follows: 1) from 1960 to 1970 using simple and natural-made cosmetics, a black-coloured, atal-yellow eyebrow, charcoal and red-colored lipstick from the paper Kelobot. 2) years 1970 to 1980 the existence of the foundation brand Kelly, powder brand Viva, eyeliner and eyeshadow made from the deposition of kerosene lamps. 3) years 1980 to 1990 eyeliner and eyebrow is made of pencil, there is a red color of the brand queen Ayu and Sariayu. 4) Year 1990 to 2000 use of eyeshadow color red, black, white, and gold according to the distinctive color of Banyuwangi. There is a technique to emphasize the color of eyeshadow. 5) years 2005 to 2010 use of solid powder, eyeshadow color adjusting the clothing and the presence of false eyelashes. 6) year 2015 to 2019 of the technique of conturing, cut return technique on eyeshadow application and the use of Shimer, 3) used accessories named Omprog is made of gold-colored leather and has the characteristic of a puppet character Ontoseno, 4) Banyuwangi Gandrung fashion components consist of the above Ilat-ylates, Otok, shoulder kelat, Ebok, Samir, belts, scarves or sampurs, fan and socks.Keywords: Progression of Gandrung Dance, Gandrung Banyuwang
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA PADA TATA RIAS PENGANTIN SURABAYA PEGON MELALUI PELATIHAN DENGAN MEDIA HANDOUT DI SMKN 8 SURABAYA
Abstrak: Pengantin Pegon merupakan pengantin yang berasal dari Surabaya. Tetapi pengantin Pegon sendiri kurang dikenal oleh masyarakat Surabaya. Dalam penelitian ini penulis memberikan pelatihan keterampilan pengantin pegon kepada siswa kecantikan SMK Negeri 8 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Keterlaksaanan pelatihan tata rias pengantin Surabaya Pegon pada siswa SMK Negeri 8 Surabaya 2) Peningkatan kemampuan siswa melalui pelatihan tata rias pengantin Surabaya Pegon pada siswa SMK Negeri 8 Surabaya. (3) Respon peserta pelatihan tata rias pengantin Surabaya Pegon. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental design dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Sasaran penelitian adalah siswi kecantikan kulit SMK Negeri 8 Surabaya sebanyak 20 peserta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes ketrampilan dan angket. Analisis data penelitian yang digunakan adalah statistik dengan uji -t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksaan pelatihan = 3,8 yang berarti sangat baik.. Hasil rata rata nilai pretest adalah 53,3 dan hasil rata rata nilai posttest adalah 84,05, analisis data statisik dengan uji-t diperoleh P= 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat peningkatan kemampuan siswa antara sebelum dan setelah pelatihan. Setelah dilakukan pelatihan, hasil respon peserta pada pelatihan tata rias pengantin pegon menunjukkan presentase 100% dengan kriteria sangat baik.
Kata Kunci : Pelatihan, Tata rias Pengantin Pegon
Abstract: Pegon bridal is the only bridal that come from Surabaya, But Pegon bridal is less well known by Surabaya people. this make a thought the author to provide training on bridal gifts of Pegon to Cosmetology students from 8 Public Vocational High School Surabaya. That Training aims are too well known as follows: 1) The implementation about Pegon Surabaya bridal make up training for 8 Public Vocational High School Surabaya 2) The improvement skill of Pegon Surabaya bridal make up training for 8 Public Vocational High School Surabaya. (3) The response of bridal makeup participants of Pegon Surabaya. The type of research used is pre-experimental design with pre-test and post-test group design. The target of the study were the students of 8 Public Vocational High School Surabaya with 20 participants from skin beauty major. The data collection technique used is statistical with t test, used observation, skill test and questionnaire. Analysis of this research data using t-test. The research results showed a average value 3,8. The implementation of the training received excellent score. The result of the average pretest score was 53,3 and the average posttest score was 84,05, The analysis of statistical data with t-test obtained P= 0,000 less than 0,05, which mean there is an increase in the ability of students between before and after training. The results of the participants responses to the Pegon bridal makeup training showed a 100% with very good criteria.
Keywords: Training, Pegon Bridal Makeup 
Design and characterization of a small-scale solar sail deployed by NiTi Shape Memory actuators
AbstractSolar sails exploit the radiation pressure as propulsion system for the exploration of the solar system. Sunlight is used to propel space vehicles by reflecting solar photons from a large and light-weight material, so that no propellant is required for primary propulsion. Kapton seems to be the most suitable material for the sail production and in the space missions till now activated booms as deployment systems have always been used. In this work a self deploying system based on NiTi Shape Memory wires has been designed and manufactured in a small-scale prototype. As kapton has always been employed with a thin Al coating on one or both surfaces of the sail, for the first experiments commercial pure Al thin sheets have been used in order to simulate the sail. In the small-scale prototype manufactured, three different configurations have been studied for bending the sail while two different Nitinol wires have been used as active materials for the self-deployment of the sail. Infrared lamps have been employed in order to warm the solar sail and obtain the activation of the shape memory active elements
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI – NILAI MORALITAS PESERTA DIDIK DI SD ISLAM AL HIDAYAH SAMIR NGUNUT TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “ Strategi Guru Dalam Menanamkan Nilai – Nilai
Mmoralitas Peserta Didik Di SD Islam Al Hidayah Samir Ngunut Tulungagung ”
ini ditulis oleh Riska Ni‟matul Khoiriyah, NIM 12205183209, Jurusan Pendidikan
Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Moh. Arif, M.Pd.
Kata kunci Strategi Guru, Nilai Moralitas, PPkn
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan guru dalam menjalankan
perannya dalam proses belajar mengajar khususnya dalam menanamkan nilai –
nilai moralitas pada mata pelajaran tematik materi PPKn guna membentuk
kepribadian anak yang bertanggung jawab, disiplin, jujur, peduli, dan percaya diri
sesuai dengan nilai – nilai Pancasila dan UUD 45. Hal ini dapat terlihat dari sikap,
ucapan, dan perbuatan peserta didik selama proses belajar mengajar. Selain itu
juga dapat terlihat dari kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari – hari.
Fokus penelitian dalam skrispi ini adalah 1) Bagaimana perencanaan guru
dalam menanamkan nilai – nilai moralitas melalui mata pelajaran tematik materi
PPKn kelas V di SD Islam Al Hidayah Samir Ngunut Tulungagung ? 2)
Bagaimana pelaksanaan dalam menanamkan nilai – nilai moralitas melalui mata
pelajaran tematik materi PPKn kelas V di SD Islam Al Hidayah Samir Ngunut
Tulungagung ? 3) Bagaimana dampak dalam menanamkan nilai – nilai moralitas
melalui mata pelajaran tematik materi PPKn terhadap peserta didik kelas V di
SD Islam Al Hidayah Samir Ngunut Tulungagung ?. Tujuan dalam penelitian ini
adalah 1) Untuk mendeskripsikan perencanaan guru dalam menanamkan nilai –
nilai moralitas melalui mata pelajaran tematik materi PPKn kelas V di SD Islam
Al Hidayah Samir Ngunut Tulungagung. 2) Untuk mendiskripsikan pelaksanaan
dalam menanamkan nilai – nilai moralitas melaluia mata pelajaran tematik materi
kelas V di SD Islam Al Hidayah Samir Ngunut Tulungagung. 3) Untuk
mendiskripsikan dampak dalam menanamkan nilai – nilai moralitas melalui mata
pelajaran tematik materi PPKn terhadap peserta didik kelas V di SD Islam Al
Hidayah Samir Ngunut Tulungagung.
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut: 1)
jenis atau pola penelitian kualitatif deskriptif, pendekatan penelitian, 2) sumber
data: data primer dan data sekunder, 3) teknik pengumpulan data adalah
wawancara, observasi, dan dokumentas, 4) teknik analisis data adalah kondensasi
data, penyajian data, dan verifikasi (menarik kesimpulan).
Hasil penelitian skripsi ini adalah 1) Perencanaan guru dalam
pembentukan nilai – nilai moral peserta didik kelas V yang sesuai dengan RPP
tema 6 sub tema 1 pembelajaran 3 yaitu a) Sikap disiplin rencana guru membuat
konsekuensi bagi peserta didik yang tidak mematuhi tata tertib, b)Sikap jujur
recana guru untuk melatih peserta didik berkata dan bersikap jujur, c) Sikap
tanggung jawab rencana guru membuat tata tertib, d) Sikap percaya diri rencana
guru memberikan kesempatan peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya .
2) Pelaksanaan menanamkan nilai – nilai moralitas melalui mata pembelajaran
temati materi PPKn guru kelas V dalam tiga metode yaitu : metode ceramahguru menjelaskan metari mengenai materi disiplin, metode diskusi guru
memberikan pengarahan peserta didik untuk bertukar pendapat dalam mengambil
keputasan atau memecahkan masalah, dan metode tanya jawab guru memberikan
hak peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya. 3) Dampak dalam
menanamkan nilai moral terlihat bahwa peserta didik kelas V telah mempunyai
sikap lebih displin dengan mematuhi tata tertib, mempunyai sikap lebih jujur
dalam berkta dan bersikap, mempunyai sikap lebih tanggung jawab dengan
mematuhi tata tertib , dan lebih percaya diri dalam bertanya atau menyampaikan
pendapatnya dimuka umum
Weldability of austenitic stainless steel by metal arc welding with different shielding gas
AbstractDuring fusion welding the molten metal is shielded from contact with the atmospheric gas by means of a gaseous flux. The shielding gas prevents weld embrittlement, affects welding quality, because of its influence on filler metal transfer, and has a direct impact on welding costs as well. Argon is the most common shielding gas, often used with some adds of other gases that can be inert, as helium, or active, as CO2, O2 or H2. In this work the effects of mixtures with different composition have been considered for the arc welding of austenitic steels. Metallographic samples of welded sections have been undergone to visual and optical microscopy observations, microhardness, indentations and tensile tests
Optimization of the process parameters for the manufacturing of open-cells iron foams with high energy absorption
AbstractIn this work the main results of the experimental research aimed to manufacture iron foams are reported. Iron powders (base metal) have been mixed with urea (filler agent) in different relative amounts (60% Fe- 40% urea, 50-50, 40-60 and 30-70) and then compressed in a cylindrical die in order to obtain a compact precursor. After compaction, the filler agent has been removed from each precursor in boiling water. The successive manufacturing step has been sintering and for this operation the optimum temperature has been found at 950 °C. Finally such foams have been subjected to compressive tests. Different amounts of Fe and urea match with different density and mechanical behavior in compressive tests. Energy absorbed during deformation has been calculated from the stress-strain compressive curve. Plateau stress, total strain and absorbed energy during deformation have been found strictly dependent from the iron/urea ratios
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI HIDDEN CURRICULUM DI SDI AL-HIDAYAH SAMIR NGUNUT TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi ini ditulis oleh Wenda Ayu Andini, NIM 17205153163, dengan judul
“Pendidikan Karakter Melalui Hidden Curriculum di SDI Al-Hidayah Samir”.
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing
oleh Dr. Muh. Kharis, M.Pd., NIP. 19650512 199803 1002
Kata kunci: Pendidikan Karakter, Hidden Curriculum
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter bagi
siswa yang akan memberikan dampak bagi siswa dalam kehidupan sehari-sehari
di sekolah maupun di rumah yang sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma
kehidupan, seperti sopan santun, ketaatan dalam beribadah dan memiliki sikap
tanggung jawab yang tinggi. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui hidden
curriculum yang secara luas berkaitan dengan hal-hal yang meliputi sosialisasi
politik, kepercayaan, kepatuhan, nilai dan adat budaya, termasuk pengembangan
sikap terhadap kekuasaan yang diharapkan menjadi hasil pendidikan. Dalam hal
ini lembaga pendidikan termasuk SDI Al-Hidayah Samir juga ikut berperan dalam
membentuk karakter positif bagi siswa sebagai bekal untuk kehidupan yang akan
datang sesuai dengan ajaran agama melalui hidden curriculum.
Adapun fokus dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep pendidikan
karakter melalui hidden curriculum di SDI Al-Hidayah Samir Ngunut? (2)
Bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter melalui hidden curriculum di SDI
Al-Hidayah Samir Ngunut? (3) Bagaimana dampak pelaksanaan pendidikan
karakter melalui hidden curriculum di SDI Al-Hidayah Samir Ngunut?.
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk
mendeskripsikan konsep pendidikan karakter melalui hidden curriculum di SDI
Al-Hidayah Samir Ngunut. (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan
karakter melalui hidden curriculum di SDI Al-Hidayah Samir Ngunut. (3) Untuk
mendeskripsikan dampak pelaksanaan pendidikan karakter melalui hidden
curriculum di SDI Al-Hidayah Samir Ngunut.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
deskriptif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 6 subjek. Pengambilan data
dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode
wawancara dan observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kegiatan
pendidikan karakter melalui hidden curriculum mulai dari konsep, pelaksanaan,
hingga dampak. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk menggali data tentang
pelaksanaan pendidikan karakter melalui hidden curriculum.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendidikan karakter
melalui hidden curriculum di SDI Al-Hidayah Samir yaitu pertama kali dibedah
dari visi dan misi serta tujuan sekolah, kemudian visi dan misi serta tujuan
sekolah tersebut dimusyawarhakn secara bersama dengan pihak sekolah dan pihak
yayasan, lalu diterjemahkan menjadi program-program, lalu program tersebut
viii
diterapkan ke dalam seluruh kegiatan di dalam maupun di luar kelas di SDI AlHidayah Samir. (2) Pelaksanaan pendidikan karakter melalui hidden curriculum di
SDI Al-Hidayah Samir yaitu dimulai dengan sholat dhuha berjamaah, sholat
dhuhur berjamaah, kegiatan pembiasaan, kegiatan membaca buku literasi, melalui
kegiatan ekstrakurikuler, sikap guru dalam memberikan contoh yang baik bagi
siswa, melalui tata tertib serta kegiatan istighosah bersama wali murid. (3)
Dampak pendidikan karakter melalui hidden curriculum yaitu: melatih sikap
sopan dan santun siswa terhadap semua orang, meningkatkan jiwa spiritual dan
ketakwaan siswa terhadap agama, menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa baik
tanggung jawab di sekolah maupun tanggung jawab di rumah, memberikan
pengetahuan dan pengalaman baru bagi siswa sehingga dapat menciptakan
perubahan tingkah laku, sikap, dan kepribadian positif bagi siswa, melatih siswa
untuk terbiasa memiliki pola hidup sehat, menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi
dalam diri siswa, meningkatkan rasa tanggung jawab guru terhadap karakter
siswa, menumbuhkan kreativitas guru, mempermudah dalam penyampaian materi
pelajaran, meningkatkan tanggung jawab orang tua dalam membentuk karakter
siswa di rumah, serta terciptanya hubungan komunikasi yang baik antara orang
tua siswa dengan guru atau pihak sekola
- …
