1,720,969 research outputs found

    Dampak Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu Terhadap Lingkungan Pertanian

    No full text
    Permasalahan organisme pengganggu tanaman (OPT) scialu muncul dalarn usaha bercocok tanarn sehingga selalu mendapat perhatian. Bcrbagai usaha yang dilakukan oleh petani salah satunya adalah OPT tersebut dikendalikan. Pengendalian yang umum dilakukan dan praktis adalah dengan menggunakan bahan kimia yang berupa pestisida. Disatu sisi pestisida kirnia masih diperlukan dalarn mengatasi gangguan OPT tetapi disisi lain bahan kirnia tersebut menimbulkan masalah lain seperti tercernamya lingkungan. Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) adalah salah satu model pendidikan non forrnal yang ditujukan untuk memberikan kesadaran peserta didik/petani yang tujuan akhirnya adalah rnemberikan pengetahuan kepada petani untuk dapat mernahami Iingkungan usaha taninya dan rneningkatkan pengetahuannya bahwa pestisida bukan satu-satunya cara untuk mengatasi OPT. Penggunaan pestisida adalah cara yang terakhir apabila cara lain tidak dapat mengatasil OPT. Dengan menerapakan Konsep Pengendalian Hama Terpadu akan menurunkan pencemaran lingkungan, menjaga kelestariannya dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani

    Peer Review Karya Ilmiah : Prosiding Seminar Nasional : PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU OLEH PETANI ALUMNI SEKOLAH LAPANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU TANAMAN PADI di KALIMANTAN SELATAN STUDI KASUS DESA PASAR KAMIS

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang perubahan pengetahuan petani tentang Pengendalian Hama Terpadu pada tanaman padi terhadap petani alumni Sekolah Lapangan Pcngendalian Hama Tanaman (SLPHT) Padi di Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli — Oktober 2011 di desa Pasar Kamis Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purporsive random sample. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan daftar pcrtanyaan yang tcrdiri dan 30 orang petani, yang terdiri dan masing-masing 15 orang petani petani alumni dan non alumni SLPHT. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang konsep PHT pada p3tani alumni SLPHT dengan tingkat adopsi 82,30% (tinggi) untuk petani alumni SLPHT dan 51,72 (rendah) , namun dalam penerapan konsep PHT belum semua prinsip PHT dilaksanakan

    Diversity of predator of paddy plant pests on paddy field that managed by integrated pest management in South Kalimantan

    No full text
    Has done research on the diversity of species predators plant pest rice on paddy fields in the village of Pasar Kamis, Districs of Banjar the province of South Kalimantan in June - October 2011. Research objectives are to studying the effect of the management of rice fields done by alumni Famer Field School of Integrated Pest Management (FFS-IPM) of the presence of predatory pest rice than done by non-alumni. To know the species of predators done caught predators with a sweep insects. The research results show that diversity of species predators in paddy field managed by alumni based on the order, the family and types relatively number is higher compared with rice fields managed by non-alumni. In paddy fields managed by farmers of alumni, predators were 6 order, 20 family and 24 species, while managed non-alumni were 6 order, 17 family and 20 species

    PEMANFAATAN TUMBUHAN RAWA SEBAGAI INSEKT1SIDA ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAUN TANAMAN SAYURAN

    No full text
    Tumbuhan-tumbuhan yang digunakan sebanyak 20 jenis diproses menjadi ekstrak dalam bentuk pasta. Aplikasi perlakuan 20 jenis bahan ekstrak tumbuhan pada tanaman bayam di lapangan dengan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL.) dan diulang dua kali. Perlakuan yang diberikan adalah 20 ekstrak tumbuhan dan perlakuan kontrol dua macam, masing-masing satu jenis insektisida berbahan aktif Sipernetrin dan air, sehingga total perlakuan 22 macam. Dan hasil pengamatan perlakuan ekstrak tumbuhan secara statistik tidak berpengaruh terhadap intensitas kerusakan hama daun bayam. Interisitas serangan yang terendah adalah pertakuan dengan ekstrak tumbuhan Suli Tulang (13,85%) sedangkan yang tertinggi perlakuan ekstrak tumbuhan Ayaman (44,96%). Untuk percobaan pada tanaman sawi Intensitas serangan yang terendah adalah perlakuan dengan ekstrak tumbuhan Suli bulan (24,75%) sedangkan yang tertinggi perlakuan ekstrak tumbuhan Karamunting laut, Taya (48,3%)
    corecore