7 research outputs found

    Respon Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) terhadap Kombinasi Dosis PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Phonska

    Get PDF
    This research aims to find out effect of combination dosage of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) and phonska fertilizer toward the growth and the yield of soybean. This experiment was carried out in the field using a combination randomized block design (RBD) with five repeating.The treatments gave were 100% PGPR fertilizer (8 grams / liter) (A), 100% PGPR fertilizer (8 grams / liter) + 50% phonska fertilizer (0.78 grams) (B), 50% PGPR fertilizer (4 grams / liter) + 100% phonska fertilizer (1.56 gram) (C), 50% PGPR fertilizer (4 gram / liter) + 50% phonska fertilizer (0.78 gram) (D) and 100% phonska fertilizer (1, 56 grams) (E).The results showed that the treatment of 50% PGPR fertilizer (4 grams / liter) + phonska fertilizer 100% (1.56 grams) (C) gave a significant effect on the variable root length and leaf area index (LAI).The treatment of 100% phonska fertilizer (1.56 grams) (E) gave a significant effect on the variable seed weight per plot

    SINERGISME INOKULASI B. japonicum dan MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisme antara inokulasi B japonicum  dan mikroba dan pelarut fosfat dan dosis optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Percobaan dilakukan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam Percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Pola Faktorial. Faktor pertama dosis inokulan B. japonicum (R) dan faktor kedua dosis Mikroba Pelarut Fosfat (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara sinergis Inokulasi B. japonicum pada dosis 5 g kg-1 benih dan mikroba pelarut fosfat 50 kg ha-1 dapat meningkatkan jumlah nodula efektif sebesar 110,48% dan nisbah pupus akar sebesar 13,83%. Dosis Inokulasi B. japonicum 5 g kg-1 benih menurunkan jumlah nodula tidak efektif sebesar 46,54%, meningkatkan diameter nodula efektif sebesar 1,75%, meningkatkan indek luas daun sebesar 14,69%, meningkatkan jumlah polong sebesar 16,04%, menurunkan jumlah polong hampa sebesar 3,62%, meningkatkan bobot polong per tanaman sebesar 17,20%, meningkatkan bobot 100 biji sebesar 1,55%, meningkatkan bobot biji per tanaman sebesar 17,20%, dan meningkatkan bobot bibi per petak sebesar 16,99%. Dosis 150 kg ha-1 dapat meningkatkan diameter nodula efektif hingga 0,98%, menurunkan jumlah polong hampa 29,82%

    PENGARUH KOMPOS AZOLLA SP. DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica Rapa L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi pengaruh kompos Azolla. sp dan Pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cibunut, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka pada bulan April sampai Mei Tahun 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan delapan perlakuan dan diulang empat kali, Perlakuan terdiri dari (A) Tanpa Azolla sp. + Tanpa Pupuk N (Za)/Kontrol. (B) Tanpa Azolla sp. + Pupuk N (Za) 200 kg/ha. (C) Azolla sp. 8 ton/ha + Tanpa Pupuk N (Za). (D) Azolla sp. 8 ton/ha + Pupuk N (Za) 200 kg/ha. (E) Azolla sp. 16 ton/ha + Tanpa Pupuk N (Za). (F) Azolla sp. 16 ton/ha + Pupuk N (Za) 200 kg/ha. (G) Azolla sp. 24 ton/ha + Tanpa Pupuk N (Za). (H) Azolla sp. 24 ton/ha + Pupuk N (Za) 200 kg/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan rancangan acak kelompok non factorial. Apabila hasil pengamatan menunjukkan berbeda nyata pada perlakuan, maka di uji lanjut menggunakan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi Azolla sp. 8 ton/ha dan Pupuk N 200 kg/ha memiliki pengaruh nyata terhadap bobot segar dan bobot kering tanama

    KOMBINASI PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR, KOMPOS DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum.L) KULTIVAR MAJA CIPANAS

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2016, di Lahan Praktikum SMK Negeri Maja. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 kombinasi pupuk anorganik (berbagai dosis Urea, SP-36 dan KCl) dan pupuk organik (Pupuk Organik Cair dan Kompos) yang diulang sebanyak 4 kali ulangan, maka terdapat 28 petak percobaan. Variabel pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Jika hasil perhitungan sidik ragam menunjukan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B (8  ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 40 kg/ha Urea + 60 kg/ha  ZA + dan 40 kg/ha KCl) menunjukan hasil yang paling baik terhadap diameter umbi, bobot umbi dan bobot umbi per tanaman. Perlakuan C (6 ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 80 kg/ha Urea + 120 kg/ha ZA + 80 kg/ha KCL) menunjukan hasil paling baik terhadap jumlah daun dan bobot kering tanaman per rumpun. Perlakuan E  (2 ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 160 kg/ha Urea + 240 kg/ha ZA dan 160 kg/ha KCL) menunjukan hasil paling baik terhadap jumlah umbi per tanaman.Kata kunci : Bawang Merah, Pupuk Organik Cair, Kompos, Pupuk Anorganik

    CARA PERBANYAKAN VEGETATIF DAN PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS PADA TANAMAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia swingle)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode perbanyakan vegetatif terbaik dan konsentrasi ZPT optimum terhadap pertumbuhan tunas tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia swingle). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2017 di Desa Gunung Kuning Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka dengan ketinggian tempat ± 800 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang diuji adalah Faktor pertama adalah perbanyakan vegetatif (P), terdiri dari dua taraf: p1 (okulasi) dan p2 (grafting). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT (Z), terdiri dari tiga taraf: z1 (10 ppm), z2 (20 ppm) dan z3 (30 ppm). Hasil penelitian menunjukkan Perbanyakan Vegetatif dan Konsentrasi ZPT memberikan pengaruh interaksi terhadap jumlah daun umur 7 msp dan 9 msp. Perbanyakan vegetatif  grafting dengan dosis zat pengatur tumbuh 30 ppm/ l memberikan jumlah daun paling baik. Metode perbanyakan grafting menunjukkan respon paling baik pada variabel Kemunculan tunas, panjang tunas umur 5 msp, 7 msp dan 9 msp, diameter batang umur 5 msp, 7 msp dan 9 msp, dan jumlah daun 5 msp dan 11 msp. Sedangkan metode perbanyakan okulasi menunjukkan penampilan paling baik pada variabel panjang tunas umur 11 msp. Pengaruh mandiri zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata pada variabel panjang tunas umur 7 msp dan 9 msp, diameter tunas umur 7 msp dan 9 msp, dan jumlah daun umur 5 dan 11 msp. Kata Kunci: Jeruk nipis, Perbanyakan Vegetatif, ZPT Â

    INTERAKSI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi pupuk organik cair dan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Penelitian dilaksanakan di Lahan Praktek UNMA Kabupaten Majalengka mulai Bulan Januari 2019 sampai April 2019.  Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah Pupuk Organik Cair (Urin kelinci dan kotoran domba).  Faktor kedua adalah Pupuk Hayati (5, 10 dan 15 liter/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik cair kotoran domba 10 liter/ha dengan pupuk hayati 15 liter/ha pada bobot biji kering per tanaman dan bobor biji kering per petak, terdapat pengaruh mandiri pupuk organik cair kotoran domba 10 liter/ha pada tinggi tanaman 4 minggu, jumlah daun 6 minggu, dan jumlah cabang 6 minggu, dan terdapat pengaruh mandiri pupuk hayati 10 liter/ha pada tinggi tanaman kacang tanah 4 mst

    Efek Aplikasi Periode Kekeringan Dan Macam Pupuk Kandang Terhadap Tanaman Padi

    No full text
    Manure which is applied into the soil has a role to assist the soil in storing water as water supply for plant life by maintaining the structure to become more crumb. . The purpose of this study was to evaluate the combination of treatments between types of manure and the period of drought on the growth and yield of rice plants (Oryza sativa L.). The study was conducted at the home of Sumedang Regency in,  design used a randomized randomized block design (RBD) with 32 combinations of treatments namely a combination of A = No manure + initial period of 4 mst drought, B = No manure + initial period of drought 7 mst, C = without manure + initial period of drought 10 mst, D = cow manure + initial period of drought 4 mst, E = cow manure + initial period of drought 7 mst, F = cow manure + initial period drought 10 mst, G = goat manure + initial drought period 4 mst, H = goat manure + initial drought period 7 mst, I = goat manure + initial drought period 10 mst, J = chicken manure + initial drought period 4 mst, K = chicken manure + initial period of drought 7 mst, L = chicken manure + initial period of drought 10 mst. While the Combination H Treatment has a good effect on plant height, E combination has a good effect on the number of tillers, does not show a real effect on root length and root distribution, but shows a real effect on root volume, which is the best combination of treatments with 7 and 10 MST, combination treatment with 10 MST has a very good effect on the number of productive tillers, number of grain per clump, number of empty grains per clump, grain weight per clump and weight of 1000 grains. Combination of treatment with 4 mst died.                  Â
    corecore