1,720,990 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Rancang bangun alat pengering gabah otomatis menggunakan sensor berat berbasis arduino UNO
Proses pengeringan merupakan salah satu tahap yang penting dalam proses
produksi beras. Terdapat 2 macam pengeringan padi yang baru panen yaitu
pengeringan alami dan pengeringan mekanik. Pengeringan alami pada biji padi
dilakukan dengan bantuan sinar matahari. Sedangkan pengeringan mekanik
merupakan pengeringan dengan bantuan alat berukuran besar yang bertujuan
untuk mempercepat proses pengeringan. Salah satu contoh pengeringan mekanik
yaitu Box Dryer.
Box Dryer merupakan alat pengering yang dilengkapi dengan blower
(kipas) yang digerakkan menggunakan tenaga mesin diesel untuk menyebarkan
udara panas. Pengeringan padi dihasilkan oleh dua pengurangan bobot, yaitu
penurunan kadar air dan kehilangan secara fisik. Proses pengeringan
mengakibatkan kandungan air dalam padi menguap sehingga kadar air pada padi
semakin berkurang. Dalam tugas akhir ini, penulis membuat rancang bangun alat
pengering gabah otomatis menggunakan sensor berat berbasis arduino uno.
Sebelumnya angka konversi GKP ke GKG sebesar 86,02%, namun pada tahun
2012 pemerintah melalui menteri koordinator perekonomian menginstruksikan
BPS untuk melakukan update angka konversi tersebut dan menghasilkan angka
konversi yang baru yaitu sebesar 83,12%. Sensor berat digunakan sebagai
pengukur pengurangan bobot padi yang dikeringkan. Sensor suhu lm35 digunakan
untuk mengukur suhu pada ruang pengering padi. Arduino Uno digunakan
sebagai pengontrol utama dalam proses pengeringan padi. Arduino Uno
melakukan pengaturan awal pada sensor, lalu mengirim perintah untuk mengukur
bobot padi dan mengukur suhu ruang pengering. Setiap data yang didapatkan
langsung diproses dan ditampilkan pada LCD. Data hasil pengukuran tersebut
berupa berat (gram) dari bobot padi dan suhu (oC) pada ruang pengerin
PERANCANGAN SISTEM KONTROL ON GRID ENERGI ANGIN DENGAN SUMBER PLN 220 VOLT
Sistem Energi Angin On Grid merupakan sistem hibrid antara energi angin
dengan sumber PLN yang terhubung sepanjang waktu tanpa menggunakan switch.
Dalam penelitian ini bertujuan merancang sistem kontrol inverter agar daya dari
energi angin dapat tersalurkan secara maksimal. Dalam perancangan sistem energi
angin angin menggunakan turbin dengan daya 500 Watt yang dihubungkan
dengan generator magnet permanen (PMSG). Sistem kontrol terdiri dari tiga
kontrol utama yaitu: kontrol tegangan DC, kontrol arus, dan kontrol sinkronisasi.
Simulasi dilakukan selama 24 jam menggunakan data kecepatan angin dan data
beban yang sebenarnya. Daya yang dihasilkan generator dapat tersinkronisasi
dengan jaringan PLN sehingga dapat menyuplai beban pada saat yang bersamaan.
Komponen elektronika daya menyerap daya sebesar 3 Watt saat kecepatan angin
tidak menghasilkan daya
Komparasi Mppt Fuzzy Logic Berbasis Incremental Conductance Dan Perturb And Observe (Simulasi Pada Sel Surya)
Photovoltaic (PV) ialah sebuah peralatan yang digunakan untuk mengkonversi energi terbarukan yang bersumber dari sinar matahari yang memiliki banyak keuntungan. Secara normal, sebuah sel surya tidak dapat dihubungkan secara langsung pada beban disebabkan efisiensi konversi energi yang rendah dan tegangan keluaran yang rendah pula. Oleh sebab itu, perlu dirancang sebuah sistem yang dapat melacak dan mengoptimalkan daya keluaran dari sebuah panel surya. Untuk mencapai hal tersebut maka digunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT).
Maximum Power Point Tracker (MPPT) ialah sebuah metode untuk menentukan titik dimana daya maksimum dihasilkan oleh panel surya. Banyak algoritma MPPT yang umum secara luas digunakan, namun pada penelitian ini memfokuskan pada desain dari algoritma MPPT sel photovoltaic dengan menggunakan 2 macam algoritma, yakni perturb and observe dan incremental conductance berbasis kontrol fuzzy logic.
Penelitian dilakukan dengan simulasi menggunakan simulink MATLAB 2013a. Kontrol fuzzy menggunakan toolbox fuzzy metode mamdani. Karena menggunakan 2 algoritma, variable input dan output fuzzy masing – masing algoritma berbeda. Pada perturb and observe variable input yang digunakan ialah ΔPpv dan ΔVpv dan duty ratio sebagai variable outputnya. Sedangkan pada algoritma Incremental Conductance yang digunakan sebagai variable input ialah Error dan Change of Error, dimana Error merupakan jumlah nilai konduktansi dan kenaikan konduktansi. Dan pada variable outputnya ialah duty ratio. duty ratio inilah yang digunakan untuk men-switch MOSFET pada buckboost converter. Namun duty ratio dari fuzzy tidak langsung menjadi masukan untuk MOSFET, akan tetapi akan mengalami penjumlahan dengan nilai duty sebelumnya dan proses ini berlangsung secara terus – menerus (looping) hingga sistem mampu mencapai MPP nya
Implementasi Boost Converter dengan Kontrol ND pada Tegangan Output Solar Charger
Kebutuhan akan energi listrik semakin hari kian meningkat. Peningkatan energi listrik disebabkan oleh teknologi modem yang sebagian besar menggunakan energi listrik sebagai sumber tenaganya. Di Indosensia sendiri khususnya pulau Jawa - Bali menggunakan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga. Uap) sebagai sember tenaga listrik. PLTU sendiri menggunakan batubara sebagai bahan utama untuk mengasilkan uap dan kemudian dijadikan energi listrik yang mana jika digunakan secara terus-menerus akan habis. Energi terbarukan akan menjadi solusi dari permasalahan semakin penipisnya sumber daya fosil sebagai bahan utatna pembuatan energi listrik. Bentuk energi terbarukan yang paling banyak dan memiliki konsisten di negara tropis adalah radiasi matahari. Radiasi matahari dapat diubah dan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan panel surya. Panel surya mampu mengubah energi dari radiasi matahari menjadi listrik namun tegangan yang diperoleh akan berubah-ubah sesuai dengan besar atau kecilnya radiasi matahari. Ketidakstabilan dari tegangan keluaran panel surya akan membuat komponen yang menggunakan sumber ini akan mengalami kerusakan.
Pada penelitian ini akan menstabilkan hasil keluaran dari panel surya, tidak hanya distabilkan namun juga akan menaikkan tegangan sebesar 24 V untuk mengisi daya baterai. Panel surya yang digunakan sebesar 10 WP dengan jenis polymystalline dan baterai yang digunakan sebagai beban adalah baterai lead acid 4 V dengan kapasitas masing-masing 1950 mAh disusun secara seri sebanyak 6 buah agar menghasilkan 24 V. Pada penelitian ini akan menguji serta menganalisa karakteristik panel yang digunakan agar dapat menentukan parameter masukan boost converter. Pengujian juga akan dilakukan pada baterai untuk melihat karakteristiknya hal ini digunakan untuk merancang boost converter sebagai parameter keluaran. Pada boost converter ini menggunakan sistem kontrol PID Ziegle-Nichols tipe 2 atau tipe close loop. Sistem kontrol ND ZN 2 ini memiliki fungsi close loop yang artinya PID akan terus melakukan perulangan sampai tegangan output sesuai dengan selpoint. Parameter PID melalui metode ZN 2 diperoleh nilai Kp = 2,4 ; Ki = 2,2857; Kd = 0,63. Setpoint pada boost convener dibuat 28 V agar tegangan serta energi yang masuk pada baterai dapat masksimaI.
Pada saat analisa data boost converter tanpa kontrol tegangan output tidak stabil atau mengikui dari besar radiasi matahari yaitu berkisar antara 24,33 V - 28,74 V sedangkan ketika menggunakan kontrol ND tegangan yang dihasilkan stabil yaitu sebesar 28,11 V. Pada analisa data pengujian keseluruhan sistem yaitu panel surya sebagai sumber energi kemudian masuk ke boost convener dengan kontrol PID yang kemudian mengisi baterai, terlihat tegangan charging drop dan memerlukan waktu yang lama menuju setpoint yaitu selama 1 jam 45 menit berbeda ketika menggunakan beban resistor yang mana tegangan sempat drop namun dengan cepat kembali ke setpoint dengan waktu hanya 16 ms. Pengisian baterai dengan menggunakan sumber panel surya lebih lama yaitu 6 jam 25 menit sedangkan pengisian baterai dengan menggunakan catu daya hanya membutuhkan waktu 6 jam
ANALISIS PENAMBAHAN DISTRIBUTED GENERATION (DG) DENGAN METODE BACKWARD FORWARD SWEEP PADA SISTEM DISTRIBUSI RADIAL TERHADAP RUGI DAYA DAN PROFIL TEGANGAN (STUDI KASUS PADA PENYULANG WATU ULO JEMBER)
Restrukturalisasi pasar listrik, perbaikan dalam teknologi produksi energi dan krisis energi telah membuka jalan untuk
instalasi pembangkit distribusi tersebar atau sering dinamakan Distributed Generation (DG). Instalasi unit DG memiliki
dampak positif diantaranya perbaikan profil tegangan, penurunan rugi-rugi daya dan dampak negatif seperti peningkatan
tingkat terjadinya arus pendek. Dampak-dampak ini tergantung pada jenis, kapasitas dan penempatan sumber daya tersebut.
Sehingga pada tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis aliran daya sebelum dan sesudah penempatan DG serta melihat
dampaknya terutama pada perubahan profil tegangan serta rugi daya. Analisa dan evaluasi aliran daya sangatlah penting
untuk diteliti. Begitu pula pada jaringan distribusi radial. Dalam sistem distribusi radial ini banyak permasalahan yang terjadi
salah satunya adalah ketidakstabilan beban. Pada tugas akhir ini, beban mengalami perubahan sehingga diperlukan metode
aliran daya yang sesuai dengan adanya perubahan tegangan. Sudah banyak algoritma aliran daya daya yang dipakai seperti
metode gauss siedel, metode newton raphson maupun metode fast decoupled. Manum metode-metode tersebut tidak selalu
dapat dipakai terutama pada sistem distribusi radial yang memiliki perbandingan R/X yang tinggi serta memiliki perubahan
beban yang tinggi. Sehingga metode Backward Forward Sweep sangatlah cocok untuk menganalisa perubahan beban yang
setiap saat berubah
RANCANG BANGUN PROTOTYPE KESEIMBANGAN KAPAL TERHADAP BEBAN BERAT DENGAN MENGGUNAKAN GYROSCOPE BERBASIS ARDUINO UNO
Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua
pertiga luas lautan yang lebih besar dari pada daratan. Hal ini bisa dilihat dari segi
garis pantai hampir setiap pulau di Indonesia (±81.00 km). Selanjutnya hal ini
menjadikan Indonesia sebagai peringkat kedua setelah Kanada sebagai negara
yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan ini yang akan
menjadikan kepulauan Indonesia potensi besar untuk memajukan perekonomian
Indonesia. Akan tetapi kecelakaan kapal juga marak terjadi penyebab utamanya
adalah tidak seimbangnya kapal sehinggal kapal akan mudah di terjang oleh
ombak.
Sistem keseimbangan ini dikendalikan oleh mikrokontroller arduino. Sistem
ini terdiri dari 2 pompa air yang di pasang di sebelah kanan dan kiri kapal
sehingga kapal akan menjadi seimbang dengan cara memindahkan air yang ada
didalam dengan pompa tersebut. Untuk mengetahui kemiringan kapal tersebut
menggunakan sensor gyroscope yang akan mengatur kedua pompa air. Apabila
miring kekanan maka pompa kanan akan menyala dan memindahkan air
kesebelah kiri dan juga sebaliknya. Pompa akan bergantian menyala apabila kapal
dalam posisi miring ke kanan atau miring kekiri, apabila kapal dalam keadaan
seimbang maka kedua pompa akan menyala bersamaan dan mengalirkan air.
Keseimbangan kapal tersebut akan di tampilkan pada LCD.
Pada percobaan ini diharapkan dapat membantu tranportasi khusus nya laut
agar lebih mempertimbangkan beban angkut kapal sehingga kapal tidak mudah
terombang ambing oleh ombak
- …
