2 research outputs found
Konsep pemimpin perspektif Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Tafsir Marah Labid
Penelitian ini mengkaji pemikiran Syeikh Nawawi Al-Bantani mengenai ayat-ayat dalam Al-Qur’an terkait pemimpin dengan judul “Konsep Pemipimpin Perspektif Syeikh Nawawi Al-Batani dalam Kitab Tafsir Marah Labid”. Pokok permasalahan dari penelitian ini ialah penafsiran ayat-ayat pemimpin menurut tafsir Marah Labid karya Syeikh Nawawi Al-Bantani serta cara pandangan mufassir sezaman dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani mengenai pemimpin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab tafsir Marah Labid terkait ayat-ayat pemimpin dan mengetahui cara pandangan Syeikh Nawawi mengenai pemimpin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini menggunakan metode deskriptif.
Pemimpin harus membuat keputusan dengan benar di tengah masyarakat. Hindari hawa nafsu yang hanya membawa pemimpin kepada ke pentingan segelintir orang dan mengabaikan kemaslahatan masyarakat luas. Kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan di kehidupan dunia sekaligus akhirat. Masyarakat akan menilai apakah kepemimpinan berjalan dengan baik atau tidak. Allah juga akan mengganjar kepemimpinan baik dengan pahala atau bahkan siksaan.
Hasil penelitian yang diperoleh pemimpin merupakan dari kalangan ahlu al-halli wa al-‘aqdi, para pemimpin yang benar dan para penguasa yang adil. Adapun para penguasa yang dzalim dan melampaui batas, tidak wajib untuk ditaati. Penafsiran tentang pemimpin dapat dipahami dengan larangan mentaati penjajah dan para amir yang mendukungnya. Nawawi al-Bantani juga memaknai uli al-amr dalam QS. al-Nisa 83 dengan khulafa’ al-rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), memberikan pengertian bahwa pemimpin yang ideal adalah sebagaimana yang dicontohkan empat khalifah tersebut
THE URGENCY OF PRAYER IN TAFSIR NUR AL-IHSAN BY SHEIKH MUHAMMAD SAID AL-QADHI: NUSANTARA’S INTERPRETATION STUDIES
Abstract. This study aims to discuss the interpretation of the urgency of prayer in the book of commentary on Nur al-Ihsan by Sheikh Muhammad Said Al-Qadhi. This research method uses a qualitative approach through library-based methods. The results of this study found that in this context the study of quality prayers, namely prayers imbued with Ihsan, has urgency that is relevant to the portrait of prayer that is close to the demands of the message of the Qur'an and the sunnah of the Prophet. The discussion of this research is that the study only focuses on the analysis of surah al-Baqarah in Tafsir Nur al-Ihsan written by Muhammad Said Umar in 1925. The conclusion of this study, prayer is an important worship of other worship. This research is expected to provide benefits for students of knowledge so that they can always obtain useful knowledge.Abstrak. Penelitian ini bertujuan membahas tafsir mengenai urgensi shalat dalam kitab tafsir Nur al-Ihsan karya Syekh Muhammad Said Al-Qadhi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode berbasis kepustakaan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam konteks ini kajian tentang salat yang berkualitas, yakni salat yang dijiwai dengan ihsan mempunyai urgensi yang relevan dengan potret salat yang mendekati tuntutan pesan al-Qur`an dan sunnah Rasul. Pembahasan penelitian ini bahwa Kajian hanya menumpukan analisis pada surah al-Baqarah dalam Tafsir Nur al-Ihsan yang ditulis oleh Muhammad Said Umar pada tahun 1925. Kesimpulan penelitian ini, shalat merupakan ibadah penting dari ibadah lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penuntut ilmu agar senantiasa dapat memperoleh ilmu yang bermanfaa
