1,721,094 research outputs found

    Pengaruh Bimbingan Kelompok dan Komunikasi Interpersonal terhadap penyesuaian diri siswa MAN 1 Medan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan bimbingan kelompok dengan tekhnik modelling dan permainan simulasi dan komunikasi interpersonal terhadap penyesuaian diri siswa kelas X1 MAN 1 Medan. Mengetahui perbedaan komunikasi interpersonal terhadap penyesuaian diri siswa MAN 1 Medan. Mengetahui interaksi antara bimbingan kelompok teknik modelling dan permainan simulasi dengan komunikasi interpersonal terhadap penyesuaian diri siswa di Man 1 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain 2x2. Subjek penelitian ini adalah kelas XI di Man 1 Medan sebanyak 54 siswa yang terdiri dari dua kelompok kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan BKp modelling dan kelas kedua kelas kontrol diterapkan BKp permainan simulasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan analisis ANAVA dua jalur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan bimbingan kelompok terhadap penyesuaian diri siswa di MAN 1 Medan yaitu 0,000 < 0,05. Ada perbedaan komunikasi interpersonal baik dan kurang baik dalam mempengaruhi penyesuaian diri siswa yaitu 0,000 < 0,05. Ada interaksi antara bimbingan kelompok tekhnik modelling dan permainan simulasi terhadap penyesuaian diri siswa yaitu 0,000 < 0,05. BKp Modelling sangat baik digunakan dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa. This research aim to know the influence of group guidance of the self-adjusment of student. Know the effect of interpersonal comunication un students’ self-adjusment. Know interaction between group guidance and interpersonal comunication toward students’ self-adjusment. This research is quasy experiment research with 2x2 factorial design. The subject of this research are student XI class MAN 1 Medan as many as 54 people consisting of two class group. The fist as the experimental class is applied modeling group guidance dan the second class as the control class is applied simulastion game group guidance. The instrument used in this research is a validated and reliable questionnaire. Data were analyzed using two-way ANAVA analysis. From the research result can be concluded that. There is influence of group guidance on self-adjusment of the student of MAN 1 Medan that is 0,000 < 0,05. There is influence of good and bad interpersonal comunication in influencing students’ self-adjusment that is 0,000 < 0,05. There is an interaction between group guidance modelling and simulation game on self-adjusment that is 0,000 < 0,05. Modeling group guidance is verry well used improving students’ self-adjusment

    The Relationship between Religiosity and Social Support with Student Polite Behavior at MAN Asahan

    No full text
    154 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan dukungan sosial dengan perilaku sopan santun siswa MAN Asahan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Apakah ada hubungan religiusitas dengan perilaku sopan santun siswa di MAN Asahan? 2) Apakah ada hubungan dukungan sosial dengan perilaku sopan santun siswa di MAN Asahan? 3) Apakah ada hubungan religiusitas dan dukungan sosial dengan perilaku sopan santun siswa MAN Asahan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk melihat hubungan antar variabel. Populasi penelitian seluruh siswa MAN Asahan berjumlah 956 siswa, sedangkan sampel diambil dengan cara proporsional menggunakan rumus Slovin. Adapun jumlah sampel sebanyak 108 orang. Data diambil melalui angket dalam bentuk Skala Likert dengan alternative jawaban 1- 5. Data dianalisis menggunakan rumus regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: 1) Variabel religiusitas memperoleh total skor sebesar 14.651, dengan skor tertinggi 150 dan skor terendah 111, range 39, variasi 57,032, rata-rata 136,93, median 138,00, mode 139, dan standar deviasi 7,552. Variabel dukungan sosial diperoleh total skor sebesar 13.427, dengan skor tertinggi 200 dan skor terendah 139, range 61, variasi 189,781, rata-rata 172,21, median 172,00, dan standar deviasi 13,744. Sedangkan untuk variable perilaku sopan santun diperoleh skor total sebesar 16.077, dengan skor tertinggi 176, skor terendah 111, range 65, variasi 203,681, rata-rata 150,25, median 150,00, mode 144, dan standar deviasi 14,272. 2) Ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku sopan santun dengan koefisien sebesar 0,379 pada signifikansi 0,000. 3) Ada hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku sopan santun dengan koefisien sebesar 0,433 pada signifikansi 0,000. 4) Ada hubungan religiusitas dan dukungan sosial dengan perilaku sopan santun sebesar 0,522 dengan signifikansi 0,000. This study aims to determine the relationship between religiosity and social support with the behavior manners of MAN Asahan students. The formulation of the problem of this research are: 1) Is there a relationship of religiosity with the behavior of students' manners in MAN Asahan? 2) Is there a relationship of social support with the behavior of students' manners in MAN Asahan? 3) Is there a relationship of religiosity and social support with the behavior of students' manners in MAN Asahan? This study uses a quantitative approach with the aim to see the relationship between variables. The research population of all MAN Asahan students were 956 students, while the sample was taken proportionally using the Slovin formula. The total sample of 108 people. Data was taken through a questionnaire in the form of a Likert Scale with alternative answers 1-5. Data were analyzed using the multiple regression formula. Based on the results of the study obtained the following data: 1) Religiosity Variable obtained a total score of 14,651, with the highest score of 150 and the lowest score of 111, range 39, variation of 57,032, an average of 136.93, median 138.00, mode 139, and standard deviation 7,552. The social support variable obtained a total score of 13,427, with the highest score of 200 and the lowest score of 139, range 61, variations of 189,781, an average of 172.21, a median of 172.00, and a standard deviation of 13.744. As for the behavior manners variable obtained a total score of 16,077, with the highest score of 176, the lowest score of 111, range 65, variations 203,681, an average of 150.25, a median of 150.00, mode 144, and a standard deviation of 14.272. 2) There is a relationship between religiosity with the behavior manners with a coefficient of 0.379 at a significance of 0,000. 3) There is a relationship between social support with the behavior manners with a coefficient of 0.433 at a significance of 0,000. 4) There is a relationship of religiosity and social support with the behavior manners of 0.522 with a significance of 0,000

    The Relationship between Confidence and Blocking with Academic Procracy of Students of SMP Negeri 3 Hutabayu Raja Simalungun

    No full text
    69 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kepercayaan diri dengan prokrastinasi, untuk mengetahui dan menganalisis hubungan blocking dengan prokrastinasi serta untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kepercayaan diri dan blocking dengan prokrastinasi. Penelitian dilakukan pada siswa SMP Negeri 3 Hutabayu raja kabupaten Simalungun dengan jumlah sampel 165 siswa yang melakukan prokrastinasi. Penelitian ini mengacu pada analisis Kuantitatif mengguakan uji Normalitas dan Linearitas serta Nilai rata-rata Hipotetik dari masing-masing variabel. Analisis data menggunakan Uji Regresi diperoleh hasil (1) ada hubungan signifikan antara kepercayaan diri dengan prokrastinasi sebesar r = -0,314 dan p = 0,000 (2) ada hubungan signifikan antara blocking dengan prokrastinasi sebesar r = 0,384 dan p = 0.000 (3) ada hubungan signifikan antara kepercayaan diri dan blocking dengan prokrastinasi sebesar Freg = 17,694 dan p < 0,05 (4) sumbangan signifikan variable kepercayaan diri terhadap prokrastinasi diperoleh 9 %, sumbangan signifikan variable blocking terhadap prokrastinasi diperoleh 14% dan sumbangan signifikan variable kepercayaan diri dan blocking terhadap prokrastinasi diperoleh 35%. The purpose of this study was to find out and analyze the relationship of self-confidence with procrastination, to find out and analyze the relationship of blocking with procrastination and to know and analyze the relationship of self-confidence and blocking with procrastination. The study was conducted on students of SMP Negeri 3 Hutabayuraja, Simalungun district with a sample of 165 students who did procrastination. This study refers to the quantitative analysis using the tests of Normality and Linearity and the Hypothetic average value of each variable. Data analysis using Regression Test obtained results (1) there is a significant relationship between self-confidence with procrastination by r = -0.314 and p = 0.000 (2) there is a significant relationship between blocking with procrastination by r = 0.384 and p = 0.000 (3) there is a relationship significant between self-confidence and blocking with procrastination amounting to Freg = 17,694 and p <0,05 (4) significant contribution of the variable procrastination confidence gained 9%, significant contribution to procrastination blocking variables obtained 14% and significant contribution to self-confidence and blocking variables to procrastination obtained 35%

    Hubungan Iklim Sekolah dan Kebiasaan Belajar dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye Aceh Utara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan lklim Sekolah Dan Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye. Hipotesis yang diajukan adalah 1). Terdapat hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye, 2). Terdapat hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye, 3).Terdapat hubungan antara iklim sekolah dan kebiasaan belajar secara bersama-sama dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye. Untuk membuktikan hipotesis dilakukan penelitian terhadap siswa-siswi kelas VII dan VIII SMPN 2 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 74 orang siswa. Tekhnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah metode skala, yaitu skala iklim sekolah, skala kebiasaan belajar dan prestasi hasil belajar melalui metode dokumentasi. Berdasarkan analisis data yang digunakan dengan Analisa Regresi Berganda didapatkan hasil adalah; 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dan kebiasaan belajar terhadap prestasi hasil belajar. Hal ini ditunjukan dengan koefisien Freg = 62,509; p = 0,000 dimana p < 0,050. menandakan bahwa semakin baik iklim sekolah dan semakin baik kebiasaan belajar maka akan semakin tinggi prestasi hasil belajar, dan sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. 2). Ada hubungan positif yang signifikan antara iklim sekolah terhadap prestasi hasil belajar pada siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye dengan sumbangan 51,6%. 3 ). Ada hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi hasil belajar, dengan sumbangan efektif yang didapatkan sebesar 46,1 %. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (iklim sekolah dan kebiasaan belajar) terhadap prestasi Hasil belajar adalah sebesar 63,8%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 36,2% pengaruh dari faktor lain terhadap prestasi hasil belajar

    Pengaruh Quality Of Work Life dan Profesionalisme Terhadap Keterlibatan Kerja pada Personil Satlantas di Kepolisian Resort Kota Besar Medan

    Full text link
    160 HalamanTujuan penelitian ini adalah ingin melihat : Pengaruh quality of work life dan profesionalisme terhadap keterlibatan kerja personil Satlantas Di Kepolisian Resort Kota Besar Medan Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh pengaruh quality of work life dan profesionalisme terhadap keterlibatan kerja. Penelitian dilakukan terhadap 65 personil Satlantas dengan tehnik sampling adalah purposive sampling. Pengambilan data dengan metode skala yaitu skala keterlibatan kerja, skala quality of work life dan skala profesionalisme. Data dianalisis dengan metode statistik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ; 1). Ada pengaruh yang signifikan antara quality of work life dan profesionalisme terhadap Keterlibatan Kerja, nilai koefisien Freg = 42,113; koefisien korelasi R = 0,703; p < 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima, ada pengaruh antara quality of work life dan profesionalisme dengan keterlibatan kerja. Total sumbangan efektif variabel bebas (quality of work life dan profesionalisme) terhadap keterlibatan kerja adalah sebesar 46,4%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 53,6% pengaruh dari faktor lain terhadap keterlibatan kerja yang tidak dilihat dalam penelitian ini. 2). Ada pengaruh yang signifikan antara Quality Of Work Life terhadap Keterlibatan Kerja, dengan koefisien korelasi sebesar 0,547; hal ini berarti semakin baik Quality Of Work Life, maka akan semakin baik Keterlibatan Kerja. Quality Of Work Life memberikan sumbangan efektif kepada variabel Keterlibatan Kerja sebesar 17,2%. 3). Ada pengaruh yang signifikan antara Profesionalisme dengan Keterlibatan Kerja dengan koefisien korelasi 0,646; hal ini menunjukkan, semakin tinggi profesionalisme maka akan semakin baik Keterlibatan Kerja Personil Satlantas Polrestabes Medan, dan sebaliknya, semakin rendah profesionalisme maka akan semakin rendah keterlibatan kerjanya. variabel Profesionalisme memberikan sumbangan efektif kepada variabel Keterlibatan Kerja sebesar 32,3%. The purpose of this research is to see: The influence of quality of work life and professionalism on the engagement of satlantas personnel in the Police Resort Kota Besar Medan. Hypothesis proposed is there is an influence of quality of work life and professionalism on work engagement. The research was conducted on 65 Satlantas personnel with sampling techniques is purposive sampling. Data retrieval by scale method is the scale of work engagement, quality of work life scale and professionalism scale. The data is analyzed by multiple regression statistics. The results showed; 1). There is a significant influence between quality of work life and professionalism on Work Engagement, the value of the Coefficient freg = 42,113; correlation coefficient R = 0.703; p < 0.000. Thus the research hypothesis is accepted, there is an influence between the quality of work life and professionalism with work engagement. The total effective contribution of independent variables (quality of work life and professionalism) to work involvement is 46.4%. From these results it is known that there are still 53.6% of the influence of other factors on work engagement which is not seen in this study. 2). There is a significant influence between Quality Of Work Life on work engagement, with a correlation coefficient of 0.547; this means that the better the Quality Of Work Life, the better work engagement. Quality Of Work Life provides an effective contribution to the Work Involvement variable or the equivalent of 17.2%.3). There is a significant influence between professionalism and job involvement with a correlation coefficient of 0.646; this shows, the higher the professionalism, the better the Work Involvement of the Medan Police Traffic Police Personnel, and conversely, the lower the professionalism, the lower the work engagement. The professionalism variable gave an effective contribution to the Work Engagement variable by 32.3%

    The Influence of Pastor Interpersonal Communication and Counseling Services on the Religious Satisfaction of the Congregation in HKBP Karya Pembangunan

    No full text
    101 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh komunikasi interpersonal pendeta terhadap kepuasan religi jemaat di HKBP Karya Pembangunan, untuk menjelaskan pengaruh pelayanan konseling pendeta terhadap kepuasan religi jemaat di HKBP Karya Pembangunan serta untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal pendeta dan pelayanan konseling terhadap kepuasan religi jemaat di HKBP Karya Pembangunan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah warga jemaat HKBP Karya Pembangunan yang kurang puas dengan pelayanan pendeta, yang berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan seluruh populasi menjadi sampel (total sampling). Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi linier berganda. Hasil Penelitian didapat mayoritas responden menyatakan komunikasi interpersonal pendeta kurang (50,0%), pelayanan konseling mayoritas kurang (51,3) dan kepuaasn jemaat mayoritas kurang (68,8%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value untuk variabel komunikasi interpersonal pendeta sebesar 0,000 < 0,005, nilai p value variabel pelayanan konseling sebesar 0,000 < 0,005. Hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa komunikasi interpersonal pendeta adalah variabel yang paling berpengaruh secara signifikan dengan kepuasan jemaat. The purpose of this study is to explain the influence of pastors' interpersonal communication on congregational religious satisfaction at HKBP Karya Pembangunan, to explain the influence of pastor counseling services on congregational religious satisfaction at HKBP Karya Pembangunan and to analyze the influence of pastor interpersonal communication and counseling services on congregational religious satisfaction at HKBP Development Work. The research design used in this study is a quantitative approach. The population in this study were members of the HKBP Karya Pembangunan congregation who were less than satisfied with the ministry of the pastor, totaling 80 people. The sampling technique uses the entire population into a sample (total sampling). Data analysis uses univariate, bivariate and multivariate analysis with multiple linear regression. The results of the study showed that the majority of respondents stated that the pastor's interpersonal communication was lacking (50.0%), the majority of counseling services were lacking (51.3) and the majority of the church congregations were lacking (68.8%). Chi square test results showed the p value for the pastor's interpersonal communication variable was 0,000 <0.005, the p value for the counseling service variable was 0,000 <0.005. The results of multiple linear regression test is known that interpersonal communication of the pastor is the most significant variable with satisfaction of the congregation

    Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Orangtua dengan Kemandirian Belajar Siswa di SMA Dharma Pancasila Medan

    No full text
    Kemandirian belajar merupakan proses individu mengambil inisiatif dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sistem pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dan dukungan orangtua dengan kemandirian belajar siswa di SMA Dharma Pancasila Medan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Dharma Pancasila Medan sebanyak 472 siswa terdiri dari kelas X sebanyak 4 kelas, kelas XI sebanyak 5 kelas, dan kelas XII sebanyak 5 kelas. Dengan menggunakan Teknik Random Sampling diperoleh sampel sebesar 120 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa secara umum kondisi kepercayaan diri, dukungan orangtua dan kemandirian belajar siswa-siswi SMA Dharma Pancasila tergolong tinggi. Hasil analisis regresi berganda hipotesis pertama menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar, kontribusi sebesar 27,7%. Hipotesis kedua menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan orangtua dengan kemandirian belajar, kontribusi sebesar 31,2% dan hipotesis ketiga menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan orangtua terhadap kemandirian belajar siswa dengan kontribusi sebesar 41,9%. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan seluruh unsur sekolah mengembangkan kemandirian siswa melalui antara lain penanaman kepercayaan diri bahwa siswa dapat menjadi individu yang mandiri.Learning independence is an individual process to take the initiative in planning, implementing and evaluating the learning system. The purpose of this study was to determine the relationship of self-confidence and support parents with the independence of student learning in SMA Dharma Pancasila Medan. This research is quantitative descriptive research. The population of the study were the students of SMA Dharma Pancasila Medan as many as 472 students consisting of class X as many as 4 classes, class XI as many as 5 classes, and class XII of 5 classes. By using Random Sampling Technique obtained sample of 120 respondents. The result of descriptive analysis shows that in general condition of self confidence, parent support and independence of studying high school students Dharma Pancasila classified. The results of multiple regression analysis of the first hypothesis show that there is a positive and significant relationship between self-confidence with learning independence, the contribution of 27.7%. The second hypothesis shows that there is a positive and significant correlation between parental support and learning independence, contribution of 31,2% and third hypothesis shows there is positive and significant correlation between self confidence and parent support to student learning independence with contribution equal to 41,9%. Based on the results of the study is expected all elements of the school to develop student independence through among other self-confidence planting that students can become independent individuals

    Hubungan Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 5 Lapang Kabupaten Aceh Utara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; Hubungan Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 5 Lapang Kabupaten Aceh Utara. Hipotesis yang diajukan adalah 1 ). Terdapat hubungan antara kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa SD Negeri 5 Lapang. 2) Terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belar siswa SD Negeri 5 Lapang. 3). Terdapat hubungan antara kompetensi guru dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SD Negeri 5 Lapang. Untuk membuktikan hipotesis dilakukan penelitian terhadap siswa kelas IV, dan V SD Negeri 5 Lapang Kabupaten Aceh Utara yang berjumlah 80 siswa. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu seluruh populasi jadikan sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data adalah : Dokumentasi berupa nilai rapor, Metode Tes IQ (CPM), dan Skala Kompetensi Guru dan Skala Motivasi Belajar. Berdasarkan analisis data yang digunakan dengan Analisa Regresi Berganda didapatkan hasil adalah: 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar, dengan koefisien Freg = 353,819; p = 0,000 dimana p < 0,050. menandakan bahwa semakin baik kompetensi guru dan semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi prestasi belajar, dan sebaliknya semakin buruk kompetensi guru dan semakin rendah motivasi belajar maka akan semakin rendah prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. 2). Ada hubungan antara kompetensi guru dengan prestasi belajar pada siswa SDN 5 Lapang dengan sumbangan 71,8%. 3). Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar, dengan sumbangan efektif yang didapatkan sebesar 85, 7%. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (kompetensi guru dan motivasi belajar) terhadap prestasi belajar adalah sebesar 90,2%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 9,8% pengaruh dari faktor lain terhadap prestasi belajar. Hasil lain diperoleh dari penelitian ini, yakni bahwa subjek penelitian ini para siswa SDN 5 Lapang, memiliki motivasi belajar yang tergolong sedang, guru mereka memiliki kompetensi yang tergolong sedang dan memiliki dan prestasi belajar yang diperoleh tergolong sedang. Hal itu diketahui dengan melihat bobot perbandingan nilai mean empirik dan mean hipotetik dari masing variabel
    corecore