3 research outputs found

    Institutional Roles of Islamic Microfinance in Countering Informal Moneylenders: Evidence from Rural Communities

    No full text
    Purpose: This study examines the role of PNM Mekaar Syariah in preventing the expansion of informal moneylending practices in rural communities, particularly among women micro entrepreneurs with limited access to formal financial services. It focuses on how Islamic microfinance mechanisms and group based empowerment reduce dependence on usurious lending. Method: A qualitative ethnographic approach was employed through participant observation, semi structured interviews, and field immersion within selected rural beneficiary groups. Data were thematically analyzed to capture patterns of financial behavior, social capital formation, and changes in borrowing practices. Results: The findings indicate that PNM Mekaar Syariah strengthens financial discipline, enhances entrepreneurial capacity, and builds trust based social capital through group financing structures. Beneficiaries demonstrate increased financial autonomy and a notable decline in reliance on informal moneylenders. Nevertheless, the study identifies the need for continuous financial education and digital payment integration to ensure long term sustainability. Implication: The study highlights Islamic microfinance as an effective community based strategy for preventing predatory lending and promoting sustainable financial inclusion in rural areas. Originality: This research offers ethnographic insights into Islamic microfinance by integrating social, behavioral, and religious dimensions in addressing informal moneylending practices in rural Indonesia

    Pembuatan Paduan Tembaga Sebagai Bahan Baku Uang Logam

    No full text
    Umumnya perunggu digunakan sebagai material untuk perhiasan, medali dan koin mata uang, karena paduan logam ini memberikan warna yang baik dan kekerasan yang relatif tinggi. Indonesia pernah menggunakan perunggu aluminium untuk koin mata uang. Khusus untuk koin mata uang, persoalannya adalah bahwa material dasar untuk pembuatan koin ini diimpor dari luar negeri sehingga menyebabkan tingginya biaya pembuatan koin. Dalam kenyataannya Indonesia memiliki sumber yang memedai untuk menyediakan material dasar untuk memproduksi paduan logam ini. Makalah ini membahas studi pembuatan paduan logam berbasis Cu-Al-Sn untuk kegunaan sebagai bahan koin uang logam. Logam dasar yang digunakan, yaitu tembaga, timah dan aluminium diperoleh dari PT. Smelting, PT. Inalum dan PT. Timah. Sebanyak 12 variasi paduan dibuat untuk kemudian diuji sifat fisika dan sifat mekanis serta pengamatan struktur mikro. Semua hasil paduan yang dibuat dibandingkan dengan uang logam yang pernah digunakan sebelumnya yaitu koin Rp. 500,-. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan Sn dan Al ke dalam paduan Cu meningkatkan kekerasan dan menurunkan berat jenis paduan logam yang dihasilkan, tetapi pengotor Fe menurunkan ukuran partikel endapan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dijumpai empat komposisi paduan yang memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan dengan paduan logam yang pernah digunakan untuk koin Rp. 500,-
    corecore