1,721,038 research outputs found

    Efektivitas Komunikasi Pemasaran Wisata Cukang Taneuh (Green Canyon) Kabupaten Pangandaran

    No full text
    Komunikasi pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang berfungsi menjadi faktor pendorong atau pembantu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Efektivitas komunikasi pemasaran adalah pengukuran terhadap media promosi sudah sejauh mana media tersebut berhasil dalam menyampaikan promosinya kepada khalayak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komunikasi pemasaran yang digunakan Wisata Cukang Taneuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan jumlah responden 50 pengunjung. Penentuan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik accidental sampling. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dalam promosi yang sering digunakan oleh responden adalah jenis media website, televisi dan word of mouth. Karakteristik individu pada indikator usia berhubungan nyata dengan aspek kognitif. Strategi komunikasi pemasaran pada indikator frekuensi penerimaan pesan berhubungan nyata dengan aspek afektif dan aspek konatif

    Pengambilan Keputusan Inovasi Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani) oleh Petani, Kasus di Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat

    No full text
    The purpose of this study are to: (1) Knowing Prima Tani innovation decision-making by farmers and (2) Analyze the factors associated with Prima Tani innovation decision-making by farmers. This research is survey explanatory research using quantitative approaches, supported by qualitative data which took place within the Jatiwangi Village, Garut in February 2009. Data collection techniques are applied by researchers using a questionnaire and interview techniques. Respondents of this study is the farmer members and non-members of farmer groups. Total respondents is 44 persons using stratified random sampling technique. The data have been analyzed using descriptive analysis and Spearman rank correlation test. Most farmers in the Jatiwangi Village Prima Tani innovation decisions. Prima Tani innovation decision-making correlate by farmer perception of extension agent abilitys, farmer perception of extension agent roles, farmer activity in farmer group, compability, complexity, triability, and observability

    Tingkat Partisipasi Petani dalam Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan di Desa Sidosari Kabupaten Lampung Selatan

    No full text
    Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah bantuan modal usaha pertanian bagi petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik petani, sikap petani, tingkat partisipasi petani, hubungan antara karakteritsik petani dengan sikap petani dan tingkat partisipasi petani di Desa Sidosari, Kabupaten Lampung Selatan dalam program PUAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan usia petani mayoritas usia pertengahan yaitu 30-50 tahun, tingkat pendidikan petani termasuk dalam kategori sedang yaitu Sekolah Menengah Pertama, penghasilan termasuk dalam kategori sedang, lahan sempit, sikap petani tergolong tinggi dan tingkat partisipasi petani tergolong non-participation. Terdapat hubungan antara sikap petani dengan tingkat partisipasi petani, tetapi tidak terdapat hubungan antara karakteristik petani dengan sikap dan tingkat partisipasi petani

    Kompetensi dan Kinerja Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat

    No full text
    Pemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan sehingga semakin baik kompetensi seorang penyuluh pertanian akan semakin baik pula hasil kerjanya (kinerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi dan kinerja penyuluh THL TBPP serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan dari 119 penyuluh THL TBPP. Indikator kompetensi meliputi pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani, pengenalan teknologi informasi, pengetahuan komunikasi efektif dan penyusunan laporan, sedangkan indikator kinerja meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penyuluhan pertanian. Kompetensi penyuluh THL TBPP di Kabupaten Garut berada dalam kategori rendah terutama pada aspek pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani dan pengetahuan tentang penyusunan laporan sedangkan kinerja penyuluh THL TBPP berada pada kategori cukup dengan didukung oleh cukupnya nilai indikator pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian. Hasil analisis menggunakan model regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang berpengaruh menemukan bahwa: 1) faktor jumlah pelatihan, jumlah desa, jumlah kelompok tani dan motivasi berpengaruh terhadap kompetensi, 2) faktor pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani, pengenalan teknologi informasi, pengetahuan komunikasi efektif dan penyusunan laporan berpengaruh terhadap kinerja

    Hubungan Antara Kompetensi Petani dengan Ketahanan Pangan Keluarga pada Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kota Bandung

    No full text
    Kompetensi petani merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini. Ketika kompetensi petani ini dilakukan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan ketahanan pangan juga akan tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik petani baik dari karakteristik eksternal maupun karakteristik internal dan kompetensi petani, menganalisis tingkat ketahanan pangan keluarga anggota kelompok wanita tani, dan menganalisis hubungan karakteristik petani, kompetensi petani dan ketahanan pangan keluarga pada pemanfaatan lahan pekarangan. Lokasi penelitian berada di tiga kecamatan di Kota Bandung yang memiliki kelompok wanita tani yang dipilih secara sengaja. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisis melalui uji Rank Spearman. Hasil penelitian secara sensus dengan melibatkan 35 responden ini menunjukkan bahwa kompetensi petani berada pada tingkat tinggi dengan ketahanan pangan keluarganya berada di tingkat sedang. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan kompetensi petani yaitu sumber informasi. Seluruh aspek kompetensi petani berhubungan dengan ketahanan pangan

    Tingkat Partisipasi dan Kemandirian Petani Alumni Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Kasus Desa Kebon Pedes, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat)

    No full text
    Agriculture development approach carried out centrally and top down. Failure in reaching development agriculture efforts, made the expert at that time said it was very important to change paradigm of agriculture development to sustainable bottom up approach. Field School (SL-PTT) is as a part of agriculture extension activities, is pointed to empower the farmers, it is one of the way to reach development agriculture point, so it has been more interesting to learn as far. The aim of the present research was to analyse correlation farmer empowerment model of SL-PTT with level of participation and autonomy. This research used quantitative method and was supported with qualitative data. The quantitative data were collected by using survey method on 42 farmers participant of SL-PTT. The respondents were selected by applying a stratified random sampling method. In other hand, the qualitative data were collected with in-dept interview. The results show that activity of SL-PTT had a significant correlation with level participation and autonomy farmers. Most farmers were in middle participation level and autonomy

    Impact Tourism on Off Farm Business and Employment Opportunities in Coastal Area : Case in Pramuka Island, Pulau Panggang Village, Kepulauan Seribu Utara Subdistrict, Kepulauan Seribu

    Get PDF
    The tourism has a very significant role in national economic development. Social changes occured as a result of direct contacts from tourism in tourist areas. One of consequence from the tourism activities is emergence of businesses and employment opportunities which can encourage local economies. The purpose of this research was to identify business and employment opportunities as a result of tourism activities at Pramuka Island and also to identify characteristics of the community. Another purpose is to analyze level of income, linkages between agriculture sector and non agriculture sector, and transfer of resources (land) that arise due to tourism activities. The research methods are qualitative method which supported by quantitative methods. The results showed that tourism activities in Pramuka island has created business and employment opportunities for local community. Opportunities are predominantly used by natives. Tourism businesses and employment tend to be main livelihood of local people although their income are still at low-income levels. Linkage between agriculture sector and non agriculture sector in Pramuka Island is shown by the increasing demand in fisheries sector as raw material for some businesses. Transfer of resources tends to occur among natives and there is one policy that prohibits people to build a building around the island ring road.Sektor pariwisata memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan perekonomian nasional. Terjadinya penurunan devisa dari sektor migas pada era 1980-1990an, mengakibatkan sektor pariwisata mulai diandalkan sebagai sumber penghasil devisa bagi negara. Kepulauan Seribu merupakan salah satu kawasan pesisir Indonesia yang memiliki potensi pariwisata. Salah satu pulau berpenduduk di kawasan Kepulauan Seribu yang belakangan mulai berkembang menjadi daerah pariwisata adalah Pulau Pramuka. Pulau Pramuka juga merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sehingga pulau ini memiliki fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan pulau-pulau di sekitarnya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat terjadi sebagai akibat adanya kontak-kontak langsung dengan hadirnya sektor pariwisata di Pulau Pramuka, dimana salah satu dampaknya adalah munculnya berbagai peluang usaha dan kerja yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar

    . Pengambilan Keputusan Inovasi Budidaya Padi Hibrida MAPAN P-05 oleh Petani di Kecamatan Sragi, Pekalongan, Jawa Tengah

    No full text
    Penggunaan benih hibrida merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi beras. Namun tingkat adopsi benih hibrida di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga mempunyai hubungan nyata dengan pengambilan keputusan inovasi budidaya padi hibrida. Lokasi penelitian berada di beberapa Desa dalam wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan yang dipilih secara sengaja. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian yang melibatkan 60 responden ini menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, luas lahan garapan, tingkat keberanian beresiko, tingkat kekosmopolitan, tingkat kepemimpinan berpendapat, tingkat keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kemungkinan dicoba, tingkat kemungkinan diamati, tingkat dukungan ekonomi, dan tingkat dukungan sosial memiliki hubungan nyata positif. Berbeda halnya dengan variabel umur, lama berusahatani, dan tingkat kerumitan inovasi memiliki hubungan nyata negatif. Antar tahapan dalam proses pengambilan keputusan inovasi saling berhubungan kecuali tahap konfirmasi. Hasil prediksi kelangsungan adopsi budidaya padi hibrida MAPAN P-05 tercatat tinggi pada petani adopter dan rendah pada petani non adopter

    Aktivitas Komunikasi Organisasi dan Kinerja Pendamping dalam Program Gerakan Nasional Kakao di Kabupaten Polewali Mandar

    No full text
    Program Gernas Kakao merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan produksi dan mutu kakao di Indonesia dengan melibatkan secara optimal seluruh potensi pemangku kepentingan serta sumber daya yang ada. Program Gernas Kakao memanfaatkan tenaga pendamping untuk menyampaikan pesan dan informasi yang bersifat inovatif yang mampu memberdayakan petani. Demi kelancaran program disusun organisasi pelaksana dari tingkat pusat hingga tingkat lapangan. Di tingkat lapangan terdapat organisasi pelaksana yaitu Unit Pelayanan dan Pembinaan (UPP) Gernas Kakao. UPP Gernas Kakao dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tidak terlepas dari proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan aktivitas komunikasi organisasi yang terjadi di organisasi pelaksana Gernas Kakao (2) mendeskripsikan kinerja pendamping, dan (3) menganalisis korelasional, meliputi: a. analisis hubungan aktivitas komunikasi organisasi dengan kinerja pendamping, b. analisis hubungan karakteristik dengan motivasi kerja pendamping, c. analisis hubungan karakteristik dengan kinerja pendamping, d. analisis hubungan motivasi kerja dengan kinerja pendamping, e. analisis hubungan penggunaan sarana kerja dengan kinerja pendamping. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu sentra penghasil kakao. Jumlah responden adalah 33 orang yang terdiri dari pendamping kegiatan, petugas teknis, dan petugas database. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi organisasi berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa frekuensi komunikasi yang terjadi masih sangat terbatas, karena komunikasi hanya dilakukan apabila diperlukan sebagai suatu kegiatan yang bersifat rutinitas kantor. Kemampuan pendamping berkomunikasi lebih bersifat pasif sehingga pendamping jarang memiliki inisiatif untuk melakukan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja termasuk dalam kategori rendah, yang disebabkan oleh terbatasnya jumlah pendamping sehingga menyebabkan tidak meratanya kerja mereka untuk mendatangi petani, selain itu tenaga pendamping yang baru lulus dari sarjana juga kurang menguasai masalah teknis di lapangan. Aktivitas komunikasi organisasi berhubungan positif dan sangat nyata dengan kinerja pendamping. Karakteristik pendamping yaitu umur dan masa kerja berhubungan negatif dan nyata dengan motivasi kerja pendamping. Karakteristik pendamping yaitu umur berhubungan negatif dan sangat nyata dengan kinerja pendamping. Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan prestasi pendamping berhubungan positif dengan kinerja pendamping. Tingkat penggunaan sarana kerja memiliki hubungan positif dan nyata dengan kinerja pendamping

    Dinamika Kelompok Wanita Tani dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha Tanaman Obat Keluarga di Kabupaten Bogor

    No full text
    Penggunaan obat tradisional di negara yang sedang berkembang maupun negara maju cenderung terus meningkat dengan slogan back to nature. Ada dua aspek penting yaitu: aspek medik terkait dengan penggunaannya yang luas di seluruh dunia dan aspek ekonomi terkait dengan terciptanya nilai tambah ekonomi yang bermanfaat bagi umat manusia. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan upaya untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat. Selain sebagai sarana untuk menjaga kesehatan masyarakat, toga juga berfungsi sebagai sarana penghijauan, sarana untuk pelestarian alam, sarana memperbaiki gizi, sarana untuk pemerataan pendapatan, sarana penyebaran gerakan penghijauann dan sarana keindahan pekarangan atau lingkungan (Redaksi Agromedia (2007). Oleh karena itu, keberlanjutan usaha TOGA baik aspek ekonomi, ekologi dan sosial perlu ditingkatkan melalui kelompok wanita tani dengan meningkatkan dinamika kelompok. Penelitian bersifat explanatory research dengan pendekatan kuantitatif yang didukung analisis secara kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bogor yaitu Desa Babakan Kecamatan Dramaga dan Desa Benteng Kecamatan Ciampea. Penelitian lapang dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai Agustus sampai dengan Oktober 2016. Jangka waktu tersebut dilakukan mulai dari uji coba kuesioner sampai dengan pengumpulan data di lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus atau total sampling sehingga penelitian ini termasuk studi populasi atau studi sensus (Arikunto 2002). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota kelompok wanita tani terpilih yaitu KWT Benteng Sejahtera dan KWT Puring dan KWT Anggrek dengan jumlah anggota 62 orang, di mana jumlah masing-masing KWT yaitu 15 orang anggota KWT Benteng Sejahtera, 17 orang KWT Puring, dan 30 orang KWT Anggrek. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan mewawancarai informan kunci seperti penyuluh, tokoh masyarakat dan pejabat terkait di instansi pertanian di daerah penelitian. Data sekunder yaitu terdiri dari profil desa, profil KWT TOGA, dokumentasi KWT TOGA dan laporan-laporan penelitian (tesis, jurnal, koran, majalah dan buletin). Hasil penelitian ini yaitu 1) tingkat kedinamisan kelompok wanita tani TOGA cukup dinamis meliputi aspek struktur, suasana dan kepemimpinan 2) faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga diantaranya tingkat pendapatan keluarga berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, intensitas penyuluhan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, keefektifan kelompok berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial dan maksud terselubung berhubungan nyata positif dengan aspek ekonomi
    corecore