1,721,051 research outputs found

    ANALISIS PEMASARAN DAN PENDAPATAN USAHATANI SEMANGKA KELOMPOK TANI RIDHO LESTARI DI DESA TEMBOKREJO KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) saluran pemasaran semangka yang terdapat pada kelompok tani Ridho Lestari Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, (2) margin dan efisiensi pemasaran semangka pada kelompok tani Ridho Lestari Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, dan (3) pendapatan dan efisiensi biaya usahatani semangka kelompok tani Ridho Lestari di Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja yaitu di Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu total sampling (petani semangka) dan purposive sampling (informan kunci dan ekspert). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani semangka kelompok tani Ridho Lestari memiliki 4 saluran pemasaran yaitu : (a) petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, (b) petani – tengkulak – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, (c) petani – tengkulak – pedagang pengecer – konsumen, dan (d) petani – eksportir – importir; (2) margin pemasaran semangka yang tidak ekspor adalah rendah dan efisien, sedangkan margin pemasaran ekspor adalah tinggi dan tidak efisien; (3) usahatani semangka yang dilakukan oleh kelompok tani Ridho Lestari adalah menguntungkan dan penggunaan biayanya adalah efisien

    EFISIENSI PENERAPAN DAN PROSPEK MEKANISASI USAHATANI TEBU PADA LAHAN HGU PG PESANTREN BARU

    No full text
    Subsektor perkebunan khususnya perkebunan tebu memiliki peranan penting dalam menyumbangkan hasil pada peningkatan devisa negara. Tanaman tebu yang merupakan bahan baku gula, telah lama di usahakan di pulau Jawa. Tebu dan gula di Indonesia dihasilkan terutama di pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Propinsi ini merupakan penghasil tebu sebagai bahan baku gula yang sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya dihasilkan petani. Provinsi yang menyumbang produksi tebu terbanyak adalah Provinsi Jawa Timur. PG Pesantren Baru merupakan salah satu anak perusahaan dari PTPN X yang berlokasi di Kabupaten Kediri. Areal PG Pesantren Baru ialah lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang berlokasi di Djengkol. Di Indonesia sendiri bahkan di Jawa Timur khususnya, saat ini sedang mengalami krisis tenaga kerja (TK). Terbatasnya ketersedian tenaga kerja, mekanisasi adalah solusi buat industri tebu saat ini. Hal ini guna mendongkrak produksi. HGU Djengkol adalah tempat diterapkannya mekanisasi usahatani tebu milik PG Pesantren Baru. Alat mekanisasi yang diterapkan di HGU Djengkol antara lain plowing (bajak I), harrow, subsoiler, disc plow, cane planter, boom sprayer, terra tyne/disc breeder,dan fertilizer aplicator juga grab loader untuk tebang muat angkut tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbandingan produktivitas tebu sebelum dan sesudah mekanisasi pada lahan HGU PG. Pesantren Baru, (2) tingkat efisiensi penerapan mekanisasi usahatani tebu pada lahan HGU PG. Pesantren Baru, (3) prospek penerapan mekanisasi usahatani tebu PG. Pesantren Baru. Penentuan daerah penelitian dipilih secara sengaja (Purposive Method) yaitu Pabrik Gula Pesantren Baru di Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner dan studi dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon, (2) Analisis B/C Ratio, dan (3) Analisis Medan Kekuatan (Force Field Analysis). Hasil analisis menunjukkan (1) Dengan nilai jenjang terkecil dari perhitungan Wilcoxon sama dengan 0 lebih kecil dari T tabel, maka terdapat perbedaan produktivitas tebu sebelum dan sesudah diterapkan mekanisasi. Jadi dalam penerapan mekanisasi di lahan HGU Djengkol PG Pesantren Baru ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tebu, (2) Nilai B/C ratio sebesar 1,845765039 lebih besar dari 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi mekanisasi dikatakan efisien dan lebih menguntungkan daripada sebelum penerapan teknologi mekanisasi, (3) Faktor utama yang mendorong pengembangan mekanisasi adalah aplikasi teknologi dan faktor utama yang menghambat pengembangan mekanisasi adalah produksi

    Evaluasi Proses Adopsi Inovasi Budidaya Padi Sistem Tanam Jajar Legowo Di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember

    No full text
    Tanaman Padi yang merupakan tanaman penghasil beras tentunya sangat penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan tanaman pangan utama. Desa Ampel merupakan Desa yang memiiki luas lahan sawah terluas di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember, dengan sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani maka perlu perhatian lebih agar menghasilkan produktifitas tinggi. Penelitian yang bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat pengetahuan petani mengenai sistem tanam jajar legowo, 2) mengetahui tingkat adopsi petani mengenai sistem tanam jajar legowo, (3) mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai sistem tanam jajar legowo dengan tingkat adopsi sistem tanam jajar legowo, 4) mengetahui alasan petani tidak menerapkan sistem tanam jajar legowo. Karakteristik petani yang dibahas dalam penelitian ini yaitu usia petani, pendidikan petani, pengalaman petani, tanggungan keluarga petani, lama keikutsertaan dalam kelompok tani dan luas lahan, beberapa karakteristik tersebut dapat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat adopsi materi sistem tanam jajar legowo dan komponen PTT lainnya. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Method) yaitu di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan korelasional. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, sedangkan penarikan sampel dengan total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan petani di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan berada pada kriteria yang tinggi dalam memahami materi sistem tanam jajar legowo, 2) Adopsi inovasi petani di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan berada pada kriteria yang tinggi dalam menerapkan materi sistem tanam jajar legowo, 3) Terdapat hubungan yang erat antara tingkat pengetahuan petani tentang sistem tanam jajar legowo dengan adopsi petani terhadap sistem tanam jajar legowo,4) alasan yang membuat petani masih enggan untuk melakukan adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo yaitu, Pada luas lahan yang sama, sistem tanam jajar legowo cenderung ditebas atau ditaksir lebih murah oleh tengkulak atau penebas jika dibandingkan dengan sistem tradisional, kebutuhan tenaga kerja untuk menanam lebih banyak, jumlah rumpun menurut petani lebih sedikit jika menggunakan sitem tanam jajar legowo dan Rata-rata peningkatan produktifitas dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo kecil, yaitu hanya sebesar 20%

    Analisis Efisiensi Biaya Produksi Agroindustri Kopi Biji Oven di Kabupaten Jember

    No full text
    Salah satu kabupaten yang memproduksi kopi terbesar dari 4 tahun terahir 2010-2013 yaitu kabupaten Jember dengan hasil produksi tahun 2013 sebesar 10,057 ton. Agroindustri yang berada di Kabupaten Jember yang memproduksi kopi dengan hasil produksi “Kopi biji oven” dengan hasil pruduksi yang tinggi yaitu UD SDH JAYA dan CV. Lisa Jaya Mandiri dengan produksi rendah. Proses produksi suatu perusahaan sangat penting dilakukan untuk menunjang keberlanjutan usaha yang dilakukan, sehingga pemilik perusahaan harus memperhatikan besar kecilnya biaya-biaya yang dikeluarkan. Semakin besar produksi, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan, begitupun juga sebaliknya. Sehingga perusahaan yang produksinya besar belum tentu dapat lebih efisien dari perusahaan yang produksinya kecil. sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1) perbedaan pendapatan yang di peroleh pada produksi Agroindustri kopi biji oven; 2) perbedaan efisiensi biaya produksi pada produksi Agroindustri kopi biji oven; 3) Faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruhg terhadap produksi pada produksi Agroindustri kopi biji oven. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan dengan sengaja (purposive method). Daerah penelitian yang dipilih yaitu pada agroindustri kopi UD SDH JAYA dan CV. Lisa Jaya Mandiri di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan dalam peneliatian ini, yaitu metode deskriptif, komparatif dan analitis. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemilik/ karyawan dari kedua agroindustri yang mengetahui dan memahami tentang biaya yang dikeluarkan dan diperoleh oleh agroindustri UD SDH JAYA dan juga CV. Lisa Jaya Mandiri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian terhadap agroindustri kopi UD SDH JAYA dan CV. Lisa Jaya Mandiri yang terdapat di Kabupaten Jember melalui metode wawancara. Metode wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi, data primer maupun data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode analisis data dilakukan dengan analisis pendapatan, R/C Ratio dan Instrumen penelitian faktor- faktor yang berpengaruh terhadap produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pendapatan agroindustri kopi biji oven CV Lisa Jaya Mandiri adalah menguntungkan setiap kg produksinya, yang ditunjukkan dengan nilai pendapatan/kg sebesar Rp. 1029,606895/kg sedangkan pada pendapatan agroindustri kopi biji oven UD SDH JAYA adalah menguntungkan setiap kg produksinya, yang ditunjukkan dengan nilai pendapatan/kg sebesar Rp. 2.493,916667/kg. Hasil tersebut dapat terlihat bahwa pendapatan UD SDH JAYA > CV. Lisa Jaya Mandiri, artinya pendapatan UD SDH JAYA lebih besar dibandingkan pendapatan CV. Lisa Jaya Mandiri setiap kg produksinya. 2) Nilai R/C ratio CV Lisa Jaya Mandiri sebesar 1,03. Nilai R/C ratio UD SDH JAYA sebesar 1,07. Hasil tersebut menunjukkan bahwa biaya produksi UD SDH JAYA > CV. Lisa Jaya Mandiri, artinya biaya produksi UD SDH JAYA lebih efisie

    ANALISIS PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI DESA TANJUNG KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Rumput laut (Eucheuma cottonii) adalah sejenis ganggang atau alga yang berukuran besar dan memiliki berbagai macam bentuk dan warna yang beranekaragam. Tumbuhan laut ini tidak dapat dibedakan antara akar, daun, dan batang, sehingga seluruh tubuhnya disebut thallus. Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan oleh banyaknya masyarakat yang membudidayakan rumput laut dikarenakan budidaya yang relatif mudah. Desa Tanjung merupakan salah satu sentra produksi rumput laut yang berada di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Pemasaran rumput laut di Desa Tanjung yaitu melalui pedagang pengepul, selanjutnya dari pedagang pengepul akan dijual ke pedagang besar dan akan di jual ke pabrik yang berpusat di luar Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pemasaran rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan menggunakan pendekatan SCP (Structure, Conduct, Performance) di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep (2) Strategi pengembangan rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep secara sengaja (purposive methode). Metode pengambilan contoh menggunakan metode simple random sampling, snowball sampling, dan purposive sampling. Metode Penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif dan metode analitis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur pasar dianalisis dengan mengidentifiksikan jumlah lembaga pemasaran, diferensiasi produk, hambatan keluar masuk pasar, informasi pasar, dan konsentrasi rasio yang menunjukkan bahwa pemasaran di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep cenderung mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna yang bersifat viii oligopsoni. Kemudian untuk perilaku pasar mengidentifikasi dengan mengamati strategi penentuan harga dan kerjasama antar lembaga pemasaran menunjukkan bahwa penentuan harga di dominasi oleh pedagang sehingga petani rumput laut tidak bisa menentukan harga sedangkan jenis kerjasama yang terbentuk antar lembaga pemasaran yaitu melalui kerjasama dalam hal peminjaman modal, kerjasama dalam menyalurkan produk hingga sampai ke pabrik. Selanjutnya keragaan pasar dapat diketahui dengan menggunakan analisis margin dan efisiensi pemasaran yang menunjukkan bahwa saluran pemasaran rumput laut di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep sudah efisien, (2) Strategi pengembangan rumput laut di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep memiliki beberapa faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong dengan nilai TNB tertinggi yaitu sebesar 1,31 adalah faktor D2 (ketesediaan sarana prasarana rumput laut), sedangkan untuk faktor penghambat nilai TNB tertinggi yaitu sebesar 1,21 adalah faktor H3 (terbatasnya modal milik sendiri). Strategi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam pengembangan rumput laut yaitu dengan melakukan kerjasama antara petani dengan lembaga keuangan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore