5 research outputs found
ASPEK HUKUM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA MAKASSAR
2016Nopitasari Suparjo \ud
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peraturan\ud
penyediaan ruang terbuka hijau di Kota Makassar dan mengetahui aspek\ud
yang berpengaruh pada penyediaan ruang terbuka hijau di Kota Makassar\ud
Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Badan Lingkungan\ud
Hidup Daerah, diketahui sampai pada akhir tahun 2015 jumlah presentase\ud
ruang terbuka hijau atau RTH Kota Makassar ialah 8,31%, jumlah tersebut\ud
belum memenuhi ketentuan penyediaan RTH yang diatur dalam peraturan\ud
penataan ruang.\ud
Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan penyediaan RTH di Kota\ud
Makassar mengacu kepada regulasi yang telah ditetapkan oleh\ud
Pemerintah Kota Makassar diantaranya Peraturan Daerah tentang\ud
Penghijauan, Peraturan Daerah tentang Penataan dan Pengelolaan\ud
Ruang Terbuka Hijau, Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang\ud
Wilayah Kota Makassar Tahun 2015-2034. Pelaksanaan penyediaan RTH\ud
Kota Makassar meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengawasan dan\ud
pengendalian.\ud
Aspek yang mempengaruhi penyediaan RTH Kota Makassar yakni\ud
pendukung dan penghambat, aspek pendukung meliputi kebijakan\ud
penataan ruang sebagai pedoman dan acuan dalam mengatur\ud
penyediaan dan penataan RTH, program penghijauan seperti lorong\ud
garden dan vertical garden, serta inventarisasi RTH sebagai pendukung\ud
penyediaan RTH karena dapat menjadi bahan untuk menentukan arah\ud
kebijakan dan perlindungan RTH. Sementara untuk aspek penghambat\ud
yang mempengaruhi penyediaan RTH meliputi minimnya ketersediaan\ud
lahan, kurangnya partisipasi masyarakat, dan banyaknya alih fungsi lahan\ud
di perkotaan
Aspek hukum penyediaan ruang terbuka hijau dalam rencana tata ruang wilayah kota makassar.
xiv ,85
BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LOKA REHABILITASI BNN KALIANDA LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan pelaksanaan
bimbingan kelompok untuk meningkankan optimisme masa depan pada
pelaku penyalahgunanan narkoba di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda
Lampung Selatan. Dalam penelitian ini terdapat 59 klien
penyalahgunaan narkoba yang menjalani rehabilitasi di Loka
Rehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan. Dampak yang
ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba adalah dampak fisik dan
psikologisnya pun dapat terganggu karena dapat menyebabkan
kesulitan berfikir, merasa cemas, bingung, sulit dalam berkonsentrasi,
dan perasaan tidak aman lainnya. Dampak lainnya adalah hilangnya
sikap optimisme terhadap masa depan pada pelaku penyalahgunaan
narkoba.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
yang bersifat deksriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan
oleh penulis dalam pengambilan sampel adalah dengan menggunakan
teknik purposive sampling. Sumber data primer dalam penelitian ini
berjumlah 5 orang klien penyalahgunaan narkoba, dan 2 orang konselor
Loka Rehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan. Sedangkan sumber
data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumentasi, buku,
foto, video dan lain sebagainya. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara terstruktur, kemudian observasi non
partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan
adalah model analisis Jhon Creswell yang terdiri dari pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan
kelompok untuk meningkatkan optimisme masa depan pada pelaku
penyalahgunaan narkoba di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda Lampung
Selatan telah dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu 1) Tahap
Pembentukan, yaitu menjalin keakraban dengan klien pelaku
penyalahgunaan narkoba. 2) Tahap Peralihan, yaitu klien
penyalahgunaan narkoba dialihkan untuk menyimak mengenai
penjelasan tentang bimbingan kelompok, asas-asas bimbingan
kelompok, tujuan bimbingan kelompok, dan diamati kembali mengenai
kesiapannya dalam mengikuti bimbingan kelompok untuk ke tahap
selanjutnya. 3) Tahap Pelaksanaan Kegiatan, pada tahap ini klien
diharapkan aktif dan juga menyimak mengenai materi tentang motivasi
untuk meraih masa depan agar tidak putus asa, melakukan tanya jawab
atau sharing tentang masalah yang dialaminya kepada klien lain yang
juga mengikuti bimbingan kelompok. 4) Tahap Pengakhiran, yaitu konselor membuat kesimpulan mengenai bagaimana berjalannya
bimbingan kelompok, menyusun tindakan selanjutnya, mengevaluasi
jalannya bimbingan kelompok, membuat perjanjian mengenai
pertemuan selanjutnya dan mengakhiri kegiatan bimbingan kelompok.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah telah berhasil dilakukan dan
mendapatkan efek yang positif bagi klien penyalahgunaan narkoba.
Kata Kunci : Bimbingan Kelompok, Optimisme Masa Depan,
Pelaku Penyalahgunaan Narkoba. ABSTRACT
This research aims to describe the implementation of group
guidance to increase future optimism among drug abusers at the BNN
Kalianda Rehabilitation Center, South Lampung. In this research there
were 59 drug abuse clients undergoing rehabilitation at the BNN
Kalianda Rehabilitation Center, South Lampung. The impact of drug
abuse is that the physical and psychological impacts can also be
disturbed because it can cause difficulty thinking, feeling anxious,
confused, difficult to concentrate, and other feelings of insecurity.
Another impact is the loss of optimism about the future among drug
abusers.
This type of research is field research which is descriptive
qualitative in nature. The research method used by the author in
sampling was purposive sampling technique. The primary data sources
in this research were 5 drug abuse clients, and 2 counselors at the South
Lampung BNN Kalianda Rehabilitation Center. Meanwhile, secondary
data sources in this research were obtained from documentation,
books, photos, videos and so on. The data collection techniques used
were structured interviews, then non-participant observation and
documentation. The data analysis technique used is the John Creswell
analysis model which consists of data collection, data reduction, data
presentation, and drawing conclusions.
The results of this research show that the implementation of
group guidance to increase future optimism among drug abusers at the
BNN Kalianda Rehabilitation Center in South Lampung has been
implemented through four stages, namely 1) Formation Phase, namely
establishing familiarity with clients who abuse drugs. 2) Transition
Stage, namely the drug abuse client is transferred to listen to an
explanation of group guidance, the principles of group guidance, the
objectives of group guidance, and is again observed regarding his
readiness to follow group guidance to the next stage. 3) Activity
Implementation Stage, at this stage the client is expected to be active
and also listen to material about motivation to achieve the future so as
not to give up, do questions and answers or share about the problems
they are experiencing with other client who are also taking part in group guidance. 4) Closing Stage, namely the counselor makes a
conclusion regarding how the group guidance is going, develops
further actions, evaluates the progress of the group guidance, makes an
agreement regarding the next meeting and ends the group guidance
activity. The conclusion of this research is that it has been successfully
carried out and has had a positive effect on drug abuse client.
Keywords: Group Guidance, Future Optimism, Drug Abuse
Perpetrators
Penerapan Applikasi Edukasi Komputer Untuk Meningkatkan Hapalan Abjad Di Tk Yapita Surabaya
This study aims to determine the effectiveness of the educational application that is applied in Yapita Kindergarten Surabaya. The author uses descriptive qualitative methods. The author focuses on how to apply computer education applications to help students memorize the alphabet. The author made observations during the 3x meeting. Each meeting, they get a different computer education application game but the contents of the material are the same. The application has been installed on every school computer that has been adapted to the material being taught. The subject of the research was TK A, amounting to 30 students. Each student uses the computer provided at each meeting for 30 minutes. The results showed that learning media through varied computer programs in a game will make children more excited and enthusiastic to learn because it is not boring. However, for children who do not understand the alphabetical order, they will experience difficulties and confusion. Also, children who have poorly trained physics will experience difficulties when using the mouse.
Keywords: : computer application, alphabetical, enthusiastic, soft motori
DEVELOPMENT OF WEB-BASED MATHEMATICS LEARNING MEDIA FOR STUDENT MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES
This study aims to: 1) Explain the process of developing Sevima Edlink web-based learning media, 2) Know the effectiveness of Sevima Edlink web-based learning media. This research has a background of problems in student learning outcomes in the post-pandemic that are unsatisfactory where the cause of this is the lack of student interest in learning provided by educators. This research is a 4-D model development research developed by Thiagarajan which was modified by the author into 3-D. This research was conducted on the object of research, namely class X high school students at the Islamic Center High School. This learning media is declared effective in improving students' mathematics learning outcomes as evidenced by the assessment results of experts: 1) Material expert validation obtained a score of 32 with an average score of 9.7 included in the Valid category with a percentage obtained is 80%, 2) Media expert validation obtained a score of 37 with an average score of 11.08 including the Very valid category with a percentage obtained is 92.5%, 3) Validation of education experts obtained a score of 78 with an average score of 23.33 including the Very Valid category with a percentage obtained was 97.5%, in addition to the practicality assessment by students who got an overall score of 1342 with an overall average of 33.55 included in the Very Practical category with a percentage of 83.87% and also the results of pretest and posttest conducted on students had an average increase of 6.77%
