1,721,289 research outputs found
assessment penerapan IT Governance menggunakan framework COBIT 5 untuk meningkatkan kinerja TI di STISI Telkom
STISI Telkom (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom) merupakan salah satu perguruan tinggi pelopor khusus di bidang seni rupa dan desain. STISI Telkom mengarahkan lulusannya untuk dapat menjadi tenaga ahli di bidang seni rupa dan desain yang terampil, memiliki wawasan luas, serta memaksimalkan potensi berwirausaha. STISI Telkom telah berupaya menerapkan TI (Teknologi Informasi) untuk mencapai enterprise goal-nya. Penerapan TI di STISI Telkom dinilai belum efektif karena melalui pengujian di lapangan terhadap kepuasan layanan TI, terlihat masih ada kekurangpuasan user sehingga perlu perbaikan penerapan tata kelola TI. Untuk itu penelitian tugas akhir ini diharapkan berkontribusi untuk meningkatkan kinerja TI di STISI Telkom sebagai bahan evaluasi pembenahan ke depan.Assessment penelitian ini mengacu pada kerangka Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) versi 5. Pada COBIT terdapat Process Assessment Model (PAM) yang berfungsi untuk menentukan tingkat efektifitas dan efisiensi dari sekumpulan proses, dengan cara mengevaluasi tingkat kematangan kapabilitasnya. Berdasarkan hasil mapping Renstra STISI Telkom ke dalam Enterprise Goals COBIT Versi 5 diperoleh 11 proses prioritas untuk dinilai yaitu APO01, APO02, APO03, APO04, APO07, APO08, APO09, BAI03, BAI05 dan BAI07.Hasil penilaian implementasi TI tersebut menunjukkan capability level proses TI yaitu tiga proses TI berada pada level 0 (Incomplete) dan delapan proses TI berada pada level 1 (Performed). Secara umum tingkat kematangan kapabilitas TI STISI Telkom berada pada level 1 dengan tingkat pencapaian L (Largely achieved) dengan skala 56% dengan gap sebesar 44%. Rekomendasi perbaikan disusun untuk mencapai capability level yang diharapkan yaitu level 4.
Penilaian, Tata Kelola TI, COBI
PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE BIDANG AKADEMIK STISI TELKOM MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT UNTUK MEMENUHI REQUIREMENT ISO 9001:2008 DAN STANDAR AKREDITASI PROGRAM STUDI
STISI Telkom merupakan salah satu penyedia pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Sebagai perguruan tinggi, STISI Telkom turut berperan besar terhadap kemajuan pembangunan negara. Oleh karena itu, sesuai dengan kebijakan DIKTI pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Namun, hingga saat ini STISI Telkom belum memiliki akreditasi program studi serta standar yang baku terhadap proses bisnis yang ada sehingga diperlukan perancangan prosedur pada proses bisnis yang ada berdasarkan requirement ISO dan BAN-PT.Dalam merancang prosedur STISI Telkom, data yang digunakan antara lain: proses bisnis yang ada di STISI Telkom, klausul ISO 9001:2008, standar Akreditasi Program Studi, dan keluhan pelanggan eksternal maupun internal. Selanjutnya, dilakukan analisis proses bisnis yang dipersyaratkan kedua standar sehingga akan didapatkan proses bisnis existing yang sudah sesuai dengan kedua standar. Proses bisnis yang sudah sesuai inilah yang akan diperbaiki menggunakan metode BPI. Perbaikan dimulai dengan pemilihan proses bisnis kritis. Proses bisnis kritis dipilih menggunakan pendekatan informed approach dengan memperhatikan keinginan pelanggan, evaluasi kepentingan proses bisnis dan peluang untuk diperbaiki. Setelah didapat proses bisnis kritis, akan dilakukan analisis aktivitas dan analisis streamlining untuk masing-masing proses sehingga akan didapakan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.Hasil dari penelitian ini adalah SOP proses bisnis yang telah diperbaiki dan disesuaikan dengan standar ISO 9001:2008 dan BAN-PT dilengkapi dengan dokumentasi proses bisnis yang dibutuhkan oleh STISI Telkom.. Rancangan ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penjaminan mutu di STISI Telkom. Proses Bisnis Kritis, Business Process Improvemen
ANALISIS PERENCANAAN DAN OPTIMASI COVERAGE AREA WLAN DI GEDUNG SEKOLAH TINGGI SENI RUPA & DESAIN INDONESIA (STISI) TELKOM DAYEUH KOLOT
ABSTRAKSI: Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan salah satu jaringan komputer bersifat lokal yang sering digunakan pada saat ini, salah satu nya pada gedung Sekolah Tinggi Seni Rupa & Desain Indonesia (STISI) Telkom. Karena peran WLAN yang cukup penting pada sebuah kampus untuk menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar maka diperlukan sebuah perencanaan coverage area indoor yang baik yang dapat mengcover seluruh lokasi - lokasi potensial pada bangunan tersebut.Dalam Tugas Akhir ini telah dibuat perencanaan coverage area indoor WLAN pada gedung STISI Telkom. Perencanaan coverage area di gedung STISI Telkom menggunakan software Network Stumbler dan inSSIDer dalam melakukan walktest untuk pengukur kuat sinyal pada kondisi eksisting. Perhitungan perencanaan coverage area WLAN ini menggunakan model propagasi COST 231 multiwall Indoor dimana diperhitungkan pengaruh dari redaman dinding dan lantai sehingga hasil dari perhitungan mendekati keadaan yang sebenarnya. Pada perencanaan coverage area ini dilakukan simulasi coverage area dengan menggunakan software RPS v5.4. Dari hasil simulasi ini dapat dihasilkan grafik rata-rata kuat sinyal yang diterima user yang menunjukkan bagaimana Rx level user pada gedung tersebut.Pada tahap akhir dapat disimpulkan bahwa jumlah access point yang diperlukan untuk mencover seluruh gedung STISI Telkom sebanyak 24 buah dengan radius sel 12m. Level kuat sinyal rata – rata yang diterima user pada lantai dasar sebesar -41,65 dBm, lantai satu sebesar -42,53 dBm, lantai dua sebesar -40,92 dBm, lantai tiga sebesar -42,47 dBm dan lantai empat sebesar -36,88 dBm. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi kepada bagian Sisfo STISI Telkom dalam pembangunan coverage area WLAN .Kata Kunci : Kata Kunci: WLAN, Cost 231 Multiwall Indoor, Walktest, Access Point, RPS.ABSTRACT: Wireless Local Area Network (WLAN) is a local computer network which is oftenly used nowadays, such as at the High School building Arts & Design Indonesia (STISI) Telkom. Because of the important role of the WLAN on a campus to support ongoing learning activities, it will require a plan for good indoor coverage area that can cover all locations - potential locations in the building.In this final project has been made indoor WLAN coverage area in the building of STISI Telkom. Planning of coverage area at STISI Telkom building using the Network Stumbler software and insider for walktest to measure signal strength on existing conditions. Calculation of this WLAN coverage area plan using the COST 231 propagation model which accounted for multiwall Indoor damping effect of the walls and floors so that the results of the calculation approaches the real situation. In the coverage area plan simulation, it was used RPS software v5.4. From the simulation results can be generated the graphs of the average signal strength received by users.In the final stage it can be concluded that the number of Access Points required for Telkom STISI to cover entire building as many as 24 pieces with a cell radius of 12 m. Average signal strength level - the average user received on the ground floor of -49.96 dBm, -42.53 dBm floor by floor, two of -40.92 dBm, -42.47 dBm at the third floor and the fourth floor of - 36.88 dBm. The results of this research can also be used as reference to the part in the construction Sisfo Telkom STISI WLAN coverage area.Keyword: Key Word: WLAN, Cost 231 Multiwall Indoor, Walktest, Access Point, RPS
Jurnal Seni Rupa & Desain : Vol. 5, No.1, Mei - Agustus 2013
1. Teknik Video Digital Watermarking sebagai Proteksi Hak Cipta pada Distribusi Konten Multimedia / Fetty Fitriyanti Lubis
2. Analisa Foto Jurnalistik Semiotika "Jakarta: Estetika Banal" Karya Erik Prasetta Berdasarkan Perspektif Adorno / Siti Desintha
3. Penerapan Konsep Estetika Islam dalam Karya Seni Rupa untuk Menghasilkan Dampak Ekonomi dalam Persaingan Global (Studi Kasus: PT Kriya Nusantara, Bandung, Jawa Barat) / Didit Endriawan
4. Pengolahan Limbah Kulit Jagung untuk Kebutuhan Tekstil Interior Apartemen Taman Rasuna Jakarta / Rika Nugraha
5. Pengaruh Penghuni terhadap Perubahan Tata Letak Ruang di Kompleks Perumahan Margahayu Raya Bandung / Teddy Ageng Maulana
6. Tinjauan Proses Jewellry dari Desain ke Produksi (Studi Rancangan Aplikasi Logo STISI Telkom pada Liontin) / Asep Sufyan Muhaki
Identifikasi Proses Bisnis dan Persyaratan Lainnya Bidang Akademik STISI Telkom Berdasarkan Requirement Klausul 7 ISO 9001:2008 (IWA-2:2007) dan Standar 5 BAN-PT Menggunakan Metode Business Process Imoprovement
Sekolah Tinggi Ilmu Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom) merupakan salah satu institusi penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia dibawah Yayasan Pendidikan Telkom. Sebagai perguruan tinggi yang memberikan layanan pendidikan, STISI Telkom harus melaksanakan penjaminan mutu dalam setiap kegiatannya khususnya dalam bidang akademik yang merupakan proses utama dalam kegiatan perkuliahan. Namun, hingga saat ini STISI Telkom belum menentukan standar terhadap proses bisnis yang ada di bagian akademik dan sesuai dengan standar ISO dan BAN-PT sehingga perlu dilakukan identifikasi requirement dan perancangan sistem manajemen mutu yang sesuai dengan persyaratan Klausul 7 ISO 9001:2008 dan Standar 5 BAN-PT.
Dalam melakukan identifikasi dan perancangan sistem manajemen mutu STISI Telkom bidang akademik, diperlukan data eksisting STISI Telkom antara lain : proses bisnis bidang akademik, struktur organisasi, Klausul 7 ISO 9001:2008, Guidelines IWA-2:2007 dan Standar 5 BAN-PT. Setelah data-data tersebut diperoleh, dilakukan identifikasi requirement yang sesuai dengan Klausul 7 ISO 9001:2008 (IWA-2:207) dan Standar 5 BAN-PT. Hasil identifikasi requirement selanjutnya dilakukan identifikasi proses bisnis yang dipersyaratkan oleh kedua standar kemudian dibedakan antara proses bisnis yang sudah ada dan yang belum ada pada STISI Telkom. Proses bisnis eksisting hasil identifikasi inilah yang akan dilakukan diperbaiki menggunakan metode BPI. Perbaikan dimulai dari pemilihan proses bisnis kritis menggunakan pendekatan weighted selection approach. Setelah diperoleh proses bisnis kritis, selanjutnya dilakukan analisis aktivitas dan analisis streamlining untuk masing-masing aktivitas sehingga didapatkan proses bisnis yang efektif dan efisien.
Hasil penelitian ini adalah dokumentasi rancangan proses bisnis kritis yang telah diperbaiki dan daftar proses bisnis dan persyaratan lainnya STISI Telkom bidang akademik yang sesuai dengan Klausul 7 ISO 9001:2008 dan Standar 5 BAN-PT. Hasil rancangan proses bisnis yang didokumentasikan adalah Proses Bisnis Persiapan Perkuliahan, Proses Bisnis Registrasi, Proses Bisnis Ujian Reguler, Proses Bisnis Perwalian dan Proses Bisnis Pelaksanaan Sidang Tugas Akhir 2. Hasil rancangan proses bisnis, daftar proses bisnis dan persyaratan lainnya diharapkan dapat memperbaiki sistem penjaminan mutu STISI Telkom khusunya bidang akademik.
Kata Kunci : Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Business Process Improvement, ISO 9001:200
PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE BIDANG NON-AKADEMIK STISI TELKOM MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT UNTUK MEMENUHI REQUIREMENT ISO 9001:2008 DAN STANDAR AKREDITASI PROGRAM STUDI
Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom) merupakan salah satu organisasi yang akan menerapkan Standar BAN PT dan ISO 9001:2008 sebagai standar pendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu. Kedua standar tersebut mensyaratkan adanya proses bisnis yang terdokumentasi. Namun, proses bisnis STISI Telkom khususnya bagian non-akademik masih belum efektif dan efisien sehingga proses bisnis tersebut harus diperbaiki sebelum dijadikan SOP.Dalam perbaikan proses bisnis yang disesuaikan dengan Standar BAN PT dan ISO 9001:2008 ini, data yang digunakan adalah data proses bisnis existing, proses bisnis tidak sesuai STISI Telkom, Standar Akreditasi Program Studi dan klausul ISO 9001:2008. Setelah didapat data tersebut, dilakukan analisis proses bisnis yang dipersyaratkan kedua standar sehingga akan didapatkan proses bisnis existing yang sudah sesuai dengan kedua standar. Proses bisnis yang sudah sesuai inilah yang akan diperbaiki menggunakan metode BPI. Perbaikan dimulai dengan pemilihan proses bisnis kritis. Proses bisnis kritis dipilih menggunakan pendekatan informed approach dengan memperhatikan keinginan pelanggan, evaluasi kepentingan proses bisnis dan peluang untuk diperbaiki. Setelah didapat proses bisnis kritis, akan dilakukan analisis aktivitas dan analisis streamlining untuk masing-masing proses sehingga akan didapakan proses bisnis yang efektif dan efisien. Langkah selanjutnya adalah membuat SOP untuk mendokumentasikan proses bisnis yang sudah sesuai dengan standar.Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah (1) proses bisnis bagian non-akademik STISI Telkom yang sesuai dengan Standar Akreditasi Program Studi dan ISO 9001:2008, (2) SOP yang memuat proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. Nama-nama SOP tersebut adalah (a) SOP Pengendalian Kehadiran Pegawai, (b) SOP Penanganan Keluhan Mahasiswa, (c) SOP Bimbingan dan Konseling, (d) SOP Pembuatan SK, (e) SOP Survei, (f) SOP Survei Industri, (g) SOP Peminjaman Kendaraan Bermotor Dinas. Standard Operating Procedure, Standar Akreditasi Program Studi, ISO 9001:2008, BP
PERANCANGAN SISTEM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH TINGGI SENI RUPA DAN DESAIN INDONESIA TELKOM DENGAN METODE BENCHMARKING
Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom) merupakan salah satu institusi penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia. Sebagai perguruan tinggi yang memberikan layanan pendidikan, STISI Telkom tidak terlepas dari upaya penjaminan mutu sebagai salah satu cara tanggung jawab kepada publik atas layanan yang diberikan. SPM STISI Telkom didirikan pertama kali pada Mei 2011 dan bertugas untuk menjamin mutu layanan pendidikan sehingga Sisten Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagaimana dipersyaratkan oleh DIKTI belum terbentuk.Dalam merancang Sistem Penjaminan Mutu STISI Telkom, digunakan beberapa data, antara lain data kondisi existing, data benchmarking perguruan tinggi lain (IT Telkom, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya dan ISI Denpasar), standar akreditasi BAN-PT serta klausul ISO 9001:2008. Data tersebut dipergunakan untuk analisis benchmarking, analisis SWOT serta analisis integrasi standar akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:2008 yang telah disesuaikan dengan IWA 2:2007.Analisis benchmarking dilakukan dengan membandingkan Sistem Penjaminan Mutu STISI Telkom dengan Sistem Penjaminan Mutu perguruan tinggi lain. Pada analisis benchmarking hanya digunakan 3 kriteria pembanding yaitu struktur organisasi, siklus penjaminan mutu dan manual mutu. Sedangkan analisis SWOT dilakukan dengan memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada di STISI Telkom. Analisis terakhir merupakan analisis integrasi Standar Akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:2008 dengan mempertimbangkan kondisi existing STISI Telkom.Rancangan Sistem Penjaminan Mutu yang diusulkan meliputi (1) Indikator mutu, (2) Daftar prosedur yang dipersyaratkan oleh standar akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:2008, (3) Struktur organisasi SPM STISI Telkom, (4) Siklus penjaminan mutu dan (5) format manual mutu. Rancangan ini diharapkan dapat memberikan masukan perbaikan untuk SPM STISI Telkom. Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, ISO 9001:2008, Benchmarkin
- …
