1,721,000 research outputs found
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH PERAMBABULAN AL-QOMARIYAH KABUPATEN CIREBON
SRI SUSILAWATI : Pengaruh Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap
Kepuasan Nasabah Pada Koperasi Jasa Keuangan Syariah
Perambabulan Al- Qomariyah Kabupaten Cirebon
Dewasa ini persaingan di dunia lembaga keuangan semakin ketat. Hal ini
menutut lembaga keuangan untuk tetap menjaga serta mempertahankan nasabah yang
sudah ada maupun menambah nasabah baru. Tentunya kepuasan nasabah adalah
faktor utama yang bisa membuat nasabah tetap bertahan dan tidak berpindah kepada
perusahaan lain. Pentingnya faktor-faktor pendukung kepuasan nasabah dalam hal ini
adalah kualitas pelayanan, dirasa sebagai faktor utama dalam memberikan kontribusi
tetap terhadap kepuasan nasabah itu sendiri
Perumusan masalah dala, penelitian bagaimana kualitas pelayanan karyawan
terhadap kepuasaan nasabah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten
Cirebon?. Bagaimana tingkat kepuasan nasabah terhadap kualitas pelayanan
karyawan di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon?. Adakah
pengaruh kualitas pelayanan karyawan terhadap kepuasaan nasabah di KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon?. Sedangkan tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran mengenai kualitas pelayanan karyawan terhadap
kepuasan nasabah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon.
Bagaimana gambaran tingkat kepuasan nasabah terhadap kualitas pelayanan
karyawan di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon, bagaimana
pengaruh antara kualitas pelayanan karyawan terhadap kepuasan nasabah di KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
survey. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah pada KJKS Perambabulan Al-
Qomariyah Kabupaten Cirebon yang berjumlah 700 nasabah. Sampel yang dijadikan
resonden adalah sebannyak 70 nasabah, sedangkan metode pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara, studi pustaka, angket. Sebelum melakukan analisis
terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen untuk mengetahui tingkat validitas dan
reabilitas. Lalu dilakukan, uji koefesiensi determinasi, kemudian uji t.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara variabel kualitas pelayanan
karyawan terhadap kepuasan nasabah memiliki hubunngan yang kuat. Dari uji
determinasi (penentu) dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan karyawan
memberikan kontribusi sebesar sebesar 56.18% terhadap kepuasan nasabah.
Sementara dengan nilai thitung sebesar 7.277 > t tabel 1,668. Yang artinya signifikan dan
positif sehingga Ha diterima. Jadi penelitian ini pada intinya menghasilkan suatu
kesimpulan yaitu kualitas pelayanan karyawan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan nasabah.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan Karyawan, Kepuasan Nasaba
Karakteristik Nasabah Giro Pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin
Vina Sri Susilawati, 2015. Karakteristik Nasabah Giro Pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam. Pembimbing (I) Rahman Helmi, S.Ag,. M.SI, Pembimbing (II) Rohana Faridah, SE. MM.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakteristik produk giro Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin. Dimana produk giro sangat bermanfaat bagi individu maupun organisasi, hanya saja para pengusaha kurang menyadari bagaimana pentingnya bertransaksi dengan produk giro.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik nasabah giro pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin dan apakah faktor pengaruh kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan faktor pribadi berpengaruh secara simultan dan secara parsial terhadap keputusan memilih produk giro Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field res¬earch), penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah giro pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin yang berjumlah 204 orang nasabah giro. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling yaitu yang berjumlah 68 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda, uji t dan uji f.
Hasil penelitian sebagian besar nasabah giro Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin adalah dari kalangan usaha/organisasi seperti PT, CV, koperasi dan yayasan, hal ini dikarenakan produk giro dapat lebih menguntungkan dengan sifatnya yang berdasarkan bagi hasil. Dan faktor agama juga yang menjadi alasan utama menggunakan produk giro syariah. Hasil analisis regresi, R2 (R Square) sebesar 82,3% sisanya 17,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.
Hasil uji f variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen karena F hitung > F tabel yakni 73,357 > 2,52. Hasil uji t pengaruh kebudayaan (X1) (4,077 > 1,99834), kelas sosial (X2) (4,013 > 1,99834) dan faktor pribadi (X4) (2,778 > 1,99834) artinya secara parsial ada pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah memilih produk giro Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin. Sedangkan kelompok referensi (X3) (0,479 < 1,99834) artinya secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah memilih produk giro Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin.
Berdasarkan data yang diperoleh penulis dari hasil pembagian kuesioner, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik nasabah giro adalah pengusaha dan faktor pengaruh kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan faktor pribadi dapat dijadikan sasaran karakteristik calon Nasabah giro pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
