1,721,063 research outputs found
PERTUMBUHAN BENIH SINTETIK TEBU DENGAN PEMBERIAN NATRIUM
Benih sintetik tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu teknologi penyiapan bibit melalui kultur jaringan yang menghasilkan bibit bebas dari
virus. Benih sintetik belum banyak dikembangkan pada tanaman tebu karena belum ditemukan bahan yang dapat menghasilkan pertumbuhan benih sintetik
yang baik. Upaya dalam mendapatkan benih sintetik tebu yang mempunyai pertumbuhan baik dapat dilakukan melalui pemberian Natrium alginat sebagai
bahan kapsul benih. Pertumbuhan benih sintetik yang optimal dipengaruhi oleh pemberian Natrium alginat dengan kosentrasi yang tepat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kosentrasi Natrium alginat yang terbaik terhadap pertumbuhan benih sintetik tebu. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium
CDAST Universitas Jember dari bulan Januari sampai Juli 2015. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan uji DMRT
terhadap semua parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 4% Sodium alginat menghasilkan presentase berkecambah dan jumlah tunas paling
baik
PENGARUH CENDAWAN PEMBENTUK MIKORIZA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP
Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.)
metode single bud planting (SBP). Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai selesai bertempat di Green House yang
terletak di Desa Darungan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah AMF (Arbuscular Mycorrhizal Fungi) dan faktor kedua adalah pupuk organik. Faktor
pertama merupakan aplikasi tanpa AMF dan menggunakan AMF dosis 10 gram. Faktor kedua adalah aplikasi pupuk organik dengan dosis
P0 (0 gram), P1 (12 gram), P2 (24 gram), dan P3 (36 gram). Seluruh percobaan menggunakan bibit tebu varietas bululawang. Data hasil
percobaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian ANOVA dan dilanjutkan dengan uji duncan taraf ketelitian 5 persen apabila
terdapat pengaruh nyata. Parameter terhadap pertumbuhan bibit tebu didasarkan pada perhitungan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah
daun, panjang akar, volume akar, laju pertumbuhan, kekokohan bibit, kadar P2O5 jaringan tanaman dan persentase infeksi akar oleh AMF.
Hasil interaksi AMF dengan pupuk organik menunjukkan pengaruh tidak nyata pada seluruh parameter, kecuali diameter batang dan
persentase infeksi AMF
PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL BAGI ANAK USIA DINI DI WILAYAH KECAMATAN BULAK SURABAYA
“Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seksual Bagi Anak Usia Dini Di
Wilayah Kecamatan Bulak Surabaya,”Sri Hartatik Tjandrawati 4230016151 ,
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas
Nahdatul Ulama Surabaya.
Keluarga sebagai tempat pertama anak mendapatkan pendidikan, pengasuhan,
hingga anak mampu tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pendidikan seks
pada dasarnya memiliki tujuan untuk memberikan pengajaran dan pemahaman
kepada anak tentang hal-hal yang berkaitan dengan seks. Berdasarkan latar belakang
masalah di atas dapat dirumuskan masalah : “ Bagaimanakah Persepsi Orang Tua di
Wilayah Kecamatan Bulak, mengenai pendidikan seks untuk anak usia dini ?”Sesuai
dengan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan
bagaimanakah persepsi orang tua di wilayah Kecamatan Bulak.Berdasakan pengertian
mengenai orang tua dari beberapa para ahli di atas dapat diperoleh pengertian bahwa orang
tua memiliki tanggung jawab dalam membentuk dan membina anak-anaknya baik dari segi
psikologis maupun pisiologis..
Selanjutnya pemberian pendidikan seks ini seharusnya diberikan oleh orang
tua adalah karena usia dini adalah usia keemasan atau dengan istilah lain Golden
Age. Dalam mengumpulkan, mengungkapkan berbagai masalah dan tujuan yang
hendak dicapai maka. Oleh karena itu, analisis data yang dilakukan dalam
penelitian ini yakni proses mengumpulkan dan menyusun secara baik data-data
yang didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumenter serta berbagai
bahan lain yang tentunya berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat Bulak.Sudah
nampak bahwa orang tua sudah melibatkan Sang Pencipta pada saat mengenalkan
anggota tubuhnya, atau saat memberikan pemahaman tentang jenis kelamin
PENGARUH EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SINGLE BUD DARI TIGA BAGIAN BATANG TEBU
Upaya peningkatan produksi gula salah satunya adalah penyediaan bibit
bermutu. Bibit bermutu dapat memenuhi mutu tanaman tebu setelah pindah tanam
di lapang. Salah satu upaya penyediaan bibit bermutu adalah dengan single bud
planting (SBP). Bahan tanam yang digunakan dalam pembibitan ini harus
merupakan bahan tanam varietas tebu unggul, salah satunya adalah varietas
Bululawang. Namun varietas tersebut sulit berkecambah.
Percepatan perkecambahan pada varietas Bululawang ini dapat dilakukan
dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dari ekstrak bawang
merah. Untuk mengetahui adanya pengaruh ZPT alami ini pada batang tebu, maka
dilakukan percobaan. Adapun ZPT alami bawang merah diaplikasikan pada
beberapa bagian batang tebu, yaitu bagian atas, tengah dan bawah.
Percobaan ini bertujuan mengetahui respon pertumbuhan bibit single bud
tebu terhadap pemberian ekstrak bawang merah dan beberapa letak mata tunas
batang tebu pada penanaman bibit tebu dengan metode Single Bud Planting (SBP).
Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan, kekokohan bibit, nisbah
pucuk akar, indeks mutu bibit, jumlah daun, tinggi bibit, diameter bibit, panjang
akar, jumlah akar, berat basah dan pada daya perkecambahan. Percobaan ini
dilakukan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jember pada bulan Mei
sampai dengan Agustus 2015. Percobaan Faktorial menggunakan Rancangan
Acak Lengakap (RAL) dan apabila terdapat hasil yang berbeda nyata, maka akan
diuji lanjut dengan menggunakan Uji Duncan Multile Range Test (DMRT)
dengan taraf 5%. Adapun Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan
pemberian ekstrak bawang merah dan letak mata tunas batang tebu
memperngaruhi pertumbuhan tanaman tebu.
Perlakuan kombinasi menggunakan ekstrak bawang merah dan letak mata
tunas pada bagian batang tebu yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda
nyata terhadap parameter panjang akar, dengan konsentrasi ekstrak bawang merah
sebanyak 75%. Perlakuan menggunakan ekstrak bawang merah berpengaruh
sangat nyata terhadap parameter jumlah akar, dengan perlakuan terbaik yaitu pada
konsentrasi ekstrak bawang merah sebanyak 50%. Selain itu, perlakuan ekstrak
bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter daya perkecambahan,
dimana pemberian ekstrak bawang merah lebih dari 50% dapat menurunkan daya
perkecambahan. Letak mata tunas pada bagian batang tebu berpengaruh nyata
terhadap parameter berat basah, dengan perlakuan letak mata tunas pada bagian
batang bawah sebagai perlakuan terbai
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
