1,721,026 research outputs found
Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Minuman Fungsional Mikroenkapsulasi Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah
Minuman fungsional berbasis ekstrak daun sirih merah dengan kombinasi berbagai ekstrak rempah diketahui mengandung aktivitas antioksidan namun hasil uji sensori minuman tersebut memiliki rasa pahit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman fungsional berbasis ekstrak daun sirih merah menggunakan teknik mikroenkapsulasi dengan membandingkan kadar fenol, aktivitas antioksidan serta mutu sensori dengan minuman fungsional ready to drink (RTD). Pembuatan minuman fungsional mikroenkapsulasi dilakukan dengan menggunakan penyalut maltodekstrin konsentrasi 10 dan 20 %. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode CUPRAC. Minuman fungsional ready to drink (RTD) memiliki kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan sebesar 782.30±2.54 mg GAE/g dan 1660.19±31.67 μmol Tr/g lebih tinggi dibandingkan minuman fungsional mikroenkapsulasi. Minuman fungsional mikroenkapsulasi dengan penyalut maltodekstrin 10% merupakan formulasi terpilih karena memiliki ukuran partikelnya yang paling kecil (1.283 μm), kandungan total fenolik (12.90±0.01 mg GAE/g) dan aktivitas antioksidan (189.41±1.88 μmol Tr/g) yang lebih tinggi. Minuman fungsional mikroenkapsulasi memberikan mutu sensori (2.30±0.75) yang lebih disukai dibandingkan minuman ready to drink (RTD)
Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Kayu Surian (Toona Sinensis) Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Dan Meningkatkan Insulin Darah Tikus Diabetes
Selain sebagai bahan mebel, kulit kayu surian (Toona sinensis) sudah dimanfaatkan sebagai obat herbal. Penelitian aktivitas kulit kayu surian sebagai agen antidiabetes belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek ekstrak etanol kulit kayu surian terhadap kadar glukosa darah, insulin darah, serta histopatologi pankreas pada tikus diabetes hasil induksi streptozotosin. Ekstrak mengandung senyawa glikosida, flavonoid, tanin, saponin, fenolik hidrokuinon, dan triterpenoid. Induksi diabetes dilakukan secara intraperitonial menggunakan streptozotosin dosis 40 mg/Kg BB. Ekstrak diuji pada dua dosis yaitu 200 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB. Pemberian ekstrak selama 14 hari dapat menurunkan bobot badan tikus pada kedua dosis, namun penurunan signifikan hanya teramati pada kelompok dosis 400 mg/Kg BB. Pemberian ekstrak dosis 400 mg/Kg BB juga mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus hiperglikemik dan meningkatkan kadar insulin darah lebih baik. Dosis ini pun teramati mampu meningkatkan aktivitas sel β pankreas tikus berdasarkan hasil analisis histopatologi
Aktivitas Antibakteri Minuman Fungsional Berbasis Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dengan Enkapsulasi Maltodekstrin terhadap Bakteri Escherichia coli pBR322
Sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menguji aktivitas antibakteri pada minuman fungsional berbahan baku sirih merah dengan enkapsulasi maltodekstrin terhadap bakteri spesifik Escherichia coli pBR322 berdasarkan aktivitas dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Ekstrasi sirih merah, jahe merah, perasan jeruk nipis dan kayu manis menggunakan air suling . Aktivitas antibakteri dilihat dengan adanya zona hambat yang terjadi pada konsentrasi tertentu. Kadar Hambat Minimum (KHM) dilihat dengan adanya zona hambat yang terjadi pada konsentrasi minimum. Hasil menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik adalah minuman fungsional dengan nanoenkapsulasi maltodekstrin 20% dengan nilai 1.95 ± 0.14 pada konsentrasi 10000 ppm. Konsentrasi minimum untuk menghambat bakteri berada pada 200 ppm dengan nilai 0.28 ± 0.26 yang dimiliki oleh minuman fungsional nanoenkapsulasi
Aktivitas Penghambatan Malondialdehida (Mda) Secara In Vitro Dan Toksisitas Ekstrak Metanol Stichopus Hermanii Dan Spirulina Platensis
Teripang emas dan Spirulina platensis sp merupakan biota laut yang banyak
mengandung senyawa bioaktif dan memiliki efek farmakologi salah satunya sebagai
antioksidan. Penelitian ini bertujuan menduga tingkat toksisitas dan aktivitas antioksidan
ekstrak metanol teripang jenis Stichopus hermanii dan S. platensis asal Indonesia, serta
campuran keduanya. Uji toksisitas dilakukan dengan metode uji BSLT (Brine Shrimp
Lethality Test) sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode MDA-TBA.
Hasil uji BSLT menunjukkan ekstrak metanol teripang dan campurannya bersifat toksik
dengan nilai LC50 sebesar 97.633 ppm dan 186.996 ppm. Sementara itu, ekstrak metanol
S. platensis bersifat kurang toksik dengan nilai LC50 4581.550 ppm. Hasil uji potensi
antioksidan menunjukkan ekstrak S. platensis konsentrasi 50 ppm memiliki daya hambat
56.53%, tidak berbeda nyata dengan vitamin E konsentrasi 200 ppm (57.67%) (p<0.05).
Sementara itu ekstrak teripang emas dan campuran pada konsentrasi 200 ppm memiliki
daya hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan vitamin E yaitu sebesar 41.26% dan
47.85%
Aktivitas Antioksidan Kolagen dari Kulit Ikan Parang-Parang (Chirocentrus dorab) menggunakan Metode DPPH dan CUPRAC.
Kolagen adalah protein fibrosa yang menjadi komponen utama jaringan ikat. Dibutuhkan sumber alternatif kolagen yang berasal dari hewan laut sebagai bahan sumber antioksidan. Pemanfaatan limbah kulit ikan parang-parang (Chirocentrus dorab) sebagai sumber kolagen dapat meningkatkan nilai jual limbah. Tujuan penelitian ini adalah mengekstraksi kolagen dari kulit ikan parang-parang dengan metode kolagen larut asam, melakukan pemurnian kolagen secara penggaraman dan dialisis, serta menguji aktivitas antioksidan kolagen dengan metode DPPH dan CUPRAC.Ekstraksi kolagen terdiri atas praperlakuan dengan NaOH 0.1 M selama 12 jam, hidrolisis dengan CH3COOH 0.5 M selama 48 jam, penggaraman dengan NaCl 1 M selama 12 jam, dan dialisis dengan akuades selama 12 jam. Kadar protein terlarut hasil praperlakuanselama 12 jam sebesar 0.791 ppm. Rendemen yang diperoleh 0.9%. IC50metode DPPH kolagen 926.25 ppm. Kapasitas antioksidan pada kolagen konsentrasi 100 ppm sebesar 104.14 μmol troloks/g ekstrak
Ekspresi Fenotipe Padi Transgenik Pembawa Gen CsNitr1-L terhadap Variasi Pemupukan Nitrogen
Ammonium is the major nitrogen source in rice. Nitrate assimilation pathway can be modified by introducing CsNitr1-L gene encoding nitrite transporter to increase the rate of nitrate and nitrite transport. The more efficienct nitrogen absorbtion can increase plant productivity. The aim of this research was to determine the phenotype expression of CsNitr1-L gene of transgenic rice on various doses of nitrogen fertilization. Transgenic rice seed was selected by nitrite solution 30 mM and PCR. Transgenic plants treated with four different concentration of urea fertilizer (0, 100, 200, and 300 kg/ha), experience were done in three replicates. Result shown that there were significant corelation (P<0.05) between dosage and rice varieties to all response variables. The most efficient nitrogen absorbtion of transgenic rice was 37.84% on doses 100 kg/ha. This doses produced growth of 80.07 cm plant height, tiller number as many as 10.71 stem, panicle number as many as 16, and grain yield of 43.72 g/grove. Non-transgenic rice generate growth and good results with a dose of 200 kg/ha
Potensi Hepatoprotektor Minuman Fungsional Berbasis Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq) pada Tikus Diabetes.
Kumis kucing merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi hepatoprotektor minuman fungsional berbasis ekstrak daun kumis kucing dengan menganalisis aktivitas aspartat transaminase (AST) dan alanin transaminase (ALT) serta histopatologi hati pada tikus diabates yang diberi minuman fungsional tersebut. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok normal, kontrol positif diabetes, pemberian minuman fungsional nanoenkapsulasi, pemberian minuman fungsional mikroenkapsulasi, dan pemberian minuman fungsional ready to drink. Pemberian minuman fungsional nanoenkapsulasi terdiri atas dosis 18.2 mL/kg BB dan 36.4 mL/kg BB. Minuman nanoenkapsulasi berbasis ekstrak daun kumis kucing dosis 18.2 mL/kg BB dapat menurunkan aktivitas AST dan ALT darah tikus diabetes sebesar 30.63% dan 55.17%. Secara umum, hasil analisis histopatologi hati semua kelompok perlakuan menunjukkan keadaan normal. Minuman fungsional berbasis ekstrak daun kumis kucing berpotensi sebagai hepatoprotektor
Jenis Tanin, Total Tanin Dan Aktivitas Penghambatan Α-Glukosidase Dari Ekstrak Daun Dan Kulit Batang Surian (Toona Sinensis Merr.)
Surian (Toona sinensis Merr.) merupakan tumbuhan kayu hasil hutan rakyat yang cepat dan mudah tumbuh. Surian termasuk dalam famili Meliaceae yang memiliki banyak manfaat dan aktivitas biologis seperti antioksidan, antikanker dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak daun dan kulit batang surian terhadap α-glukosidase secara in vitro dan mengidentifikasi jenis serta total tanin yang terkandung sehingga daun dan kulit batang tanaman surian dapat digunakan sebagai alternatif obat tradisional dalam pengobatan diabetes.
Serbuk daun dan kulit batang surian diekstraksi dengan air menggunakan metode perebusan dan etanol 70% dengan metode maserasi. Ekstrak air dan ekstrak etanol selanjutnya difraksinasi menggunakan dietil eter. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa daun dan kulit batang surian mengandung flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin.
Identifikasi jenis tanin ditentukan dengan menggunakan pereaksi FeCl3 dan Stiasny. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ekstrak daun dan kulit batang surian memiliki jenis tanin yang berbeda. Ekstrak daun surian mengandung jenis tanin terhidrolisis sedangkan ekstrak kulit batang surian mengandung jenis tanin terkondensasi. Kandungan total tanin dianalisis menggunakan metode titrasi permanganometri. Kandungan total tanin yang paling tinggi ditunjukkan ekstrak tanin kulit batang etanol hasil fraksinasi sebesar 9.35 mg/g.
Aktivitas penghambatan α-glukosidase diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 410 nm. Aktivitas penghambatan α-glukosidase yang paling tinggi ditunjukkan oleh ekstrak tanin daun etanol hasil fraksinasi dengan IC50 50.44 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan kulit batang surian mempunyai aktivitas penghambatan α-glukosidase secara in vitro dan jenis tanin mempengaruhi aktivitas penghambatan α-glukosidase
Aktivitas Antioksidan Teripang Emas dan Spirulina terhadap Malondiladehida Serum Darah dan Hati Tikus Diabetes yang Dilukai.
Teripang emas dan spirulina diketahui memiliki senyawa antioksidan yang dapat menekan konsentrasi senyawa toksik malondialdehida (MDA) secara in vitro. Hal ini mendorong dilakukannya penelilitian secara in vivo pada tikus jantan galur Sprague dawley selama 21 hari. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh aktivitas antioksidan teripang emas dan spirulina terhadap konsentrasi MDA serum darah dan hati tikus diabetes yang diberi luka. Tikus diabetes (DM) diinduksi dengan streptozotocin 50 mg/kg bb. Tikus yang digunakan sebanyak 25 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu normal, DM+Akuades, DM+glibenklamid 5 mg/kg bb, DM+teripang emas 2840 mg/kg bb dan DM+spirulina 81 mg/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sediaan teripang emas lebih efektif dalam menekan konsentrasi MDA serum darah (86.49%), sedangkan sediaan spirulina bekerja lebih efektif dalam menekan konsentrasi MDA organ hati (38.67%). Konsentrasi MDA serum darah kelompok pemberian teripang emas yaitu 5.16±1.26 nmol/mL dan konsentrasi MDA hati kelompok pemberian spirulina yaitu 31.63±3.63 nmol/mL. Nilai tersebut tidak berbeda nyata dengan kelompok normal dan obat komersil glibenklamid (p>0.05)
Kandungan Nutrisi dan Daya Inhibisi α-glukosidase Ekstrak Daging Buah Salak Sidempuan (Salacca sumatrana).
Penelitian terhadap pemanfaatan salak khususnya salak Sidempuan sebagai inhibitor α-glukosidase belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengukur kadar proksimat (air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan karbohidrat), menganalisis komponen fitokimia, kandungan total fenolik dan aktivitas penghambatan α-glukosidase pada ekstrak air dan etanol daging buah salak Sidempuan. Kadar total fenol diukur menggunakan metode Folin Ciocalteu. Aktivitas penghambatan α-glukosidase diukur menggunakan substrat pNPG. Kadar karbohidrat, air, abu, lemak kasar, protein kasar, dan serat kasar berturut-turut sebesar 86.35%, 6.57%, 3.60%, 1.44%, 1.24%, dan 0.82%. Kedua ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Ekstrak etanol 70% daging buah salak Sidempuan memiliki kandungan total fenol sebesar 10.6 mg GAE/g ekstrak, lebih tinggi dibandingkan ekstrak air sebesar 5.55 mg GAE/g esktrak. Ekstrak etanol daging buah salak Sidempuan memiliki konsentrasi inhibisi (IC50) sebesar 13.69 mg/L. Konsentrasi ini lebih kecil dibandingkan ekstrak air yaitu 4160.56 mg/L, namun masih lebih besar dibandingkan akarbosa yaitu 1.15x10-3 mg/L sebagai kontrol positif
- …
