1,720,961 research outputs found

    PENGALAMAN TENAGA KESEHATAN MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT PROVINSI SULAWESI UTARA: STUDI FENOMENOLOGI

    Get PDF
    Perawatan paliatif di ruang ICU sudah menjadi bagian penting dan diintegrasikan ke dalam layanan terhadap pasien dan keluarga, tetapi juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk melaksanakannya. Tenaga kesehatan dalam hal ini perawat dan dokter sebagai penyedia layanan perawatan paliatif di ruang ICU, berdasarkan beberapa penelitian di luar maupun di dalam negeri telah menyebutkan bahwa banyak mengalami hambatan dan kurang pemahaman terhadap implementasi perawatan paliatif. Salah satu komponen penting dalam memaksimalkan perawatan paliatif adalah adanya ebijakan dan prosedur dalam mengatur jalannya layanan tersebut. Sementara itu, kebijakan dan prosedur perawatan paliatif di ruang ICU lokasi penelitian belum tersedia. Di samping itu, di lokasi penelitian yakni RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado belum dilakukan kajian dan penilaian, belum tergali hambatan, serta belum ditemui keuntungan dan tantangan yang dialami oleh tenaga kesehatan dalam menerapkan perawatan paliatif di ICU. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan bahwa dengan adanya penelitian ini, dapat memberikan informasi bagaimana pelaksanaan perawatan paliatif di ruang ICU lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dan dokter dalam memberikan perawatan paliatif di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Studi penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenologi deskriptif dikembangkan oleh Colaizzi. Metode tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman hidup manusia sebagaimana yang dialami. Partisipan dalam penelitian adalah tenaga kesehatan yang bekerja di ruang ICU yakni perawat dan dokter dengan kriteria: pengalaman kerja minimal 2 tahun di ruang ICU dan minimum diploma tiga kecuali dokter, pernah melakukan perawatan paliatif, memenuhi kualifikasi sebagai tenaga kesehatan ICU dan kooperatif berkomunikasi dengan peneliti. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan menggunakan wawancara semi structured interview, selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi dimana dalam proses analisa tersebut peneliti akan mengidentifikasi hasil penelitian dalam bentuk tema yakni esensi keseluruhan dari pengalaman partisipan

    PENGALAMAN TENAGA KESEHATAN MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT PROVINSI SULAWESI UTARA: STUDI FENOMENOLOGI

    Get PDF
    Latar belakang: Perawatan paliatif di ruang ICU sudah menjadi bagian penting dan diintegrasikan ke dalam layanan terhadap pasien dan keluarga, tetapi juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk melaksanakannya. Sementara itu, kebijakan dan prosedur perawatan paliatif di ruang ICU lokasi penelitian belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dan dokter dalam memberikan perawatan paliatif di lokasi penelitian. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenologi deskriptif dikembangkan oleh Colaizzi. Terdapat tujuh partisipan tenaga kesehatan (empat perawat dan tiga dokter) yang merupakan tim perawatan paliatif di ICU yang terlibat dalam penelitian ini dengan kriteria: pengalaman kerja minimal 2 tahun di ruang ICU dan minimum diploma tiga kecuali dokter, pernah melakukan perawatan paliatif, memenuhi kualifikasi sebagai tenaga kesehatan ICU dan kooperatif berkomunikasi dengan peneliti. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan dengan menggunakan wawancara semi structured interview, selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi dimana dalam proses analisa tersebut peneliti mengidentifikasi hasil penelitian dalam bentuk tema yakni esensi keseluruhan dari pengalaman partisipan. Hasil: Peneliti menemukan bahwa pengalaman tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan paliatif di ICU dijelaskan dalam enam tema utama yaitu pemberian pelayanan profesional, komunikasi intensif berkualitas, pelibatan keluarga dalam perawatan akhir hidup, pengendalian perasaan diri tenaga kesehatan, pelayanan holistik paliatif, dan penyediaan dukungan fasilitas. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa pelayanan paliatif utama oleh perawat dan dokter sebagai tim perawatan di ICU adalah kolaborasi pelayanan profesional yang diberikan sesuai standar tanpa membeda-bedakan pasien sesuai dengan kompetensi tenaga kesehatan. Di samping itu, peneliti memberikan rekomendasi kepada pihak rumah sakit agar dapat menyediakan ruangan khusus untuk perawatan paliatif. Kata kunci: Pengalaman Tenaga Kesehatan, Perawatan Paliatif, Unit Perawatan Intensi

    Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sadewa Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor

    Get PDF
    Latar Belakang : Halusinasi merupakan salah satu dari gangguan jiwa dimana seseorang tidak mampu membedakan antara kehidupan nyata dengan kehidupan palsu. Penanganan yang dapat dilaksanakan yaitu dalam bina hubungan saling percaya bersama pasien dengan gangguan jiwa terlebih dengan diagnosa halusinasi pendengaran dapat dilakukan dengan intervensi Expressive writing therapy Dilakukan juga tindakan Terapi aktivitas Kelompok yaitu Art Therapy hal ini dapat membantu pasien mengontrol halusinasinya. Tujuan : Menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan Gangguan Jiwa Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Dr. Marzoeki Mahdi Bogor. Metode : Menggunakan Evidence Based Practice yaitu membina hubungan saling percaya dengan pasien lewat Expressive writing therapy dan terapi aktivitas kelompok yaitu Art therapy. Hasil : pemberian Evidence based practice Expressive writing therapy dapat berhasil karena pasien mengatakan merasa lega ketika dilakukan terapi tersebut, pasien juga mampu menuliskan ungkapan perasaan, emosi da isi hati yang sebagian besar berhubungan dengan masalah utama yang dia miliki.berdasarkan Evidence based practice yang kedua adalah Art therapy, implementasi ini dianggap berhasil karena pasien telah menyusun di jadwal hariannya pasien terlihat fokus dan tidak bicara sendiri lagi. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi mewarnai dan terapi Expressive writing therapy pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Kata Kunci : Halusinasi pendengaran,Terapi Aktivitas Kelompok, Art Therapy, dan Expressive writing therapy

    Asuhan keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Cedera Kepala Sedang di Instalasi Gawat Darurat RS. Gunung Maria Tomohon

    No full text
    Latar Belakang : Cedera kepala atau trauma kepala merupakan salah satu kasuskegawatdaruratan merupakan adanya pukulan atau benturan mendadak padakepala dengan atau tanpa kehilangan kesadaran. kecelakaan lalu lintas menjadipenyebab penyakit dan trauma cedera kepala ketiga terbanyak di dunia. Asuhankeperawatan dengan menggunakan evidance base practice yang tepat dapamenekan prognosis yang buruk pada kasus cedera kepala. Pemberian posisi headup 30° merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan perfusijaringan serebral Tujuan : Untuk menganalisis Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan CederaKepala Sedang di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Metode : Menggunakan evidance base practice posisi head-up 30°. Hasil : Tindakan yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatansesuai dengan kriteria hasil dinilai berhasil dibuktikan tingkat syok menurun,tingkat nyeri menurun, dan kerusakan jaringan menurun. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian teknik Head Up 30° terhadap tingkakesadaran pada pasien cedera kepala sedang. Kata Kunci : Cedera kepala sedang, Oksigen dan Posisi Head Up 30

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER: HIPERTENSI URGENSI DI RUANGAN ICU RS. GUNUNG MARIA TOMOHON

    Get PDF
    Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi urgensi merupakan suatu kondisi medis yang serius dan terjadi peningkatan tekanan darah sistolik >140 dan diastole >90 secara signifikan tetapi tidak merusak organ target. Hingga sampai saat ini hipertensi masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia mencapai sebesar 63.309.620 orang dengan angka kematian akibat hipertensi sekitar 427.218 jiwa. Metode: Karya ilmiah ini munggunakan metode wawancara serta observasi pada pada pasien dan keluarga diruangan ICU Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon menggunakan metode penulisan deskriptif dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan tahap pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan keperawatan, implementasi dan evaluasi Sehingga didapatkan hasil memiliki tiga masalah keperawatan yaitu penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas dan nyeri akut. Hasil: Berdasarkan dengan hasil pengkajian yang telah dilakukan pada Ny.K.P didapatkan tiga masalah keperawatan yaitu penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas dan nyeri akut. Kesimpulan: Berdasarkan kesimpulan yang ditemukan terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus pada saat dilakukan asuhan keperawatan pada Ny.K.P diruangan ICU Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Kata Kunci : Hipertensi Urgensi, Asuhan Keperawatan Hipertensi Urgens

    PENGARUH METODE PERAWATAN TIM TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSU GUNUNG MARIA TOMOHON

    Get PDF
    Metode Perawatan Tim adalah salah satu metode dari 4 Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) yang merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas, 1984 dikutip oleh Anonim, 2008). Di samping itu metode tim didasarkan atas keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan, sehingga setiap perawat akan timbul motivasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi (Sitorus,2006). Kinerja perawat merupakan hasil kerja atau prestasi kerja dari seorang perawat dalam periode waktu tertentu (Hutapea, 2009). Penelitianinibertujuan untuk mengidentifikasi kinerja perawat sebelum dan sesudah menggunakan Metode Perawatan Tim, serta menganalisis pengaruh Metode Perawatan Tim terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Gunung Maria Tomohon. Penelitianinitermasukpenelitianpre dan post eksperimen dengan menggunakan desain penelitiancross sectional, sampel yang diambil berjumlah 50 responden. Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahlembaran kuesioner. Sedangkan untuk menganalisa data,menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi20. Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan menggunakanuji statistik paired t-test, diperoleh nilai ρ =0,010 dengan tingkat kemaknaan α ≤0,05.Dan nilai Mean yakni sebelummenggunakan Metode Perawatan Tim (1,80) dan sesudah menggunakan Metode Perawatan Tim (1,96).Inimenunjukanbahwaadaperbedaanantara sebelum dan sesudah menggunakan Metode Perawatan Tim. Kesimpulannya: 1) Kinerja perawat sebelum menggunakan Metode Perawatan Tim, 10 responden (20%) memiliki kinerja perawat yang tidak baik dan 40 responden (80%) memiliki kinerja perawat yang baik. 2) Kinerja perawat sesudah menggunakan Metode Perawatan Tim, 2 responden (4%) memiliki kinerja perawat yang tidak baik dan 48 responden (96%) memiliki kinerja perawat yang baik. 3) Metode Perawatan Tim berpengaruh sangat nyata terhadap kinerja perawat di RSU Gunung Maria Tomohon, dengan nilai ρ ≤ 0,05.Melaluipenelitianini, peneliti memberikan saran kepadaRSUGunung Maria Tomohonkhususnyabagi paraperawat yang berlatarbelakangpendidikan SPK, agar supayadapatmenigkatkanpendidikannyamenjadi D3 keperawatan. Kata kunci: MetodePerawatan Tim dan Kinerja Perawat Kepustakaan: 7 buku (tahun 2006-2011), 3 Internet file (2012)
    corecore