24 research outputs found
Gambaran Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Nyeri Haid (Dismenore) dan Cara Penanggulangannya
AbstrakDismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri. Untuk mengobatinya penderita cendrung menggunakan tindakan Farmakologi dan non Farmakologi. Telah dilakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan dan cara menanggulangi dismenore pada remaja putri mahasiswi STIFARM Padang angkatan 2013 dengan jumlah responden 56 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel. Parameter yang digunakan adalah pengetahuan tentang menstruasi, dismenore dan tindakan yang dilakukan ketika mengalami dismenore. Dari penelitian didapat hasil yang tinggi dari pengetahuan remaja putri mengenai pengertian, lama dan penyebab menstruasi, pengetahuan yang rendah tentang siklus dan hormon yang berperan dalam menstruasi. Mempunyai pengetahuan yang tinggi terhadap dismenore seperti pengertian dismenore, usia yang sering mengalami dismenore, derajat dan penyebab dismenore. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi dismenore adalah tindakan non farmakologi (17,86%). Secara Farmakologi remaja putri menggunakan obat tradisional daun sirih (67,00%), Sedangkan yang memilih obat jadi adalah OJ-2 (40,00%). Efek samping obat yang dirasakan adalah mengantuk (56,52%). Alasan pemilihan obat adalah karena cepat menghilangkan nyeri (97,83%). Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang cara pengobatan dismenore baik secara Farmakologi maupun nonfarmakologi.Kata kunci: Dismenore, pengetahuan, pengobatanAbstractDysmenorrhea is the most common gynecologic health problem presented among female adolescents. To treat this condition, patients tend to either use pharmacologic or non farmacologic treatments available. A research had been done on the description of knowledge and how to over come a dysmenorrhea in female students of STIFARM Padang with sample 56 students. This is a descriptive study with data collection is done by using a questionnaire and presented in tabular form. The parameters used are knowledge about menstruation, dysmenorrhea and action taken when having dysmenorrhea. From the research concludet knowledge of the understanding, the time and the cause of menstruation, low knowledge about the cycle and hormones involved in menstruation. Have a good knowledge of the dysmenorrhea like deffenition of dysmenorrhea, the age who often get dysmenorrhea, the degree and cause of dysmenorrhea. The main action taken is non-pharmacological measures (17.86%). In Pharmacology female adolescents using traditional medicine is a betel leaf (67.00%). While choosing a drug is OJ-2 (40.00%). Side effects are felt sleepy (56.52%). The reason is because the choosen drugs can relief pain faster (97.83%). It is suggested that educating people on the proper way to treat dysmenorrhea by Pharmacologic or nonpharmacologic treatment.Keywords: Dysmenorrhea, knowledge,therapy</p
Jumlah Telur Aedes Spp yang Terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang
AbstrakAedes spp adalah vektor pembawa virus dengue yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit menular yang cenderung mengalami peningkatan dan penyebarannya semakin luas. Cara mengurangi penyebaran penyakit DBD dengan mengendalikan vektor, salah satunya dengan memutus siklus hidup vektor dengan menggunakan perangkap telur/pemasangan ovitrap. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas berbagai media ovitrap terhadap jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental quasi dengan rancangan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua telur Aedes spp yang terperangkap pada ovitrap, sampel diambil dari sepuluh rumah dengan ulangan enam kali. Lokasi penelitian adalah RW I, III, V, VII, IX Kelurahan Jati. Variabel bebas adalah berbagai media (air sumur, air jerami, air kolam, air mineral) ovitrap. Variabel terikat adalah jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Uji normalitas data menggunakan uji kolmogorov smirnov, data terdistribusi normal (p>0,05) dan uji varian data tidak homogen (p<0,05), maka dgunakan uji Kruskal Walls dan Mann Withney. Hasil penelitian diperoleh telur nyamuk Aedes spp yang terperangkap selama penelitian adalah 3.090 butir dengan sebaran 1.563 butir di luar rumah dan 1.527 butir di dalam rumah. Berdasarkan media ovitrap, telur yg terperangkap pada media air jerami 1.758 butir, air mineral 576 butir, air kolam 523 butir, air sumur 233 butir. Uji statistik mendapatkan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah telur Aedes spp yang terdapat pada masing-masing media ovitrap. Disimpulkan bahwa air jerami lebih efektif sebagai media ovitrap daripada air mineral air kolam, air sumur. Kata kunci: telur Aedes spp, ovitrap, media ovitrap AbstractAedes spp are vectors of dengue viruses that can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue is one of the infectious diseases that the number of sufferers tend to increase and has wider dissemination.The solution to decrease the spread of dengue is by control the vector by using Ovitrap.The objective of this study was to compare the effectiveness of various media ovitrap on the number of Aedes spp eggs trapped.This research was a quasi experimental with post test only design. Population were all Aedes spp eggs trapped in ovitrap , samples were taken from 10 homes with 6 times repeatation. Location of the study were RW I,III,V,VII,IX in Jati .The independent variable is the type of media (wells water, straw water , pool water , mineral water) ovitrap .The dependent variable is the number of Aedes spp eggs trapped. The result of Kolmogorov Smirnov test were normally distributed (p >0.05) , a variant of the test data is not homogeneous (p< 0.05), so analyzed using the Mann Whitney and Kruskal Walls.The Aedes spp mosquitoes that trapped during the study were 3,090 eggs. The distribution of 1,563 eggs outside the home and 1,527 eggs in the house. According to media ovitra; straw water had 1758 eggs, mineral water had 576 eggs, pools water had 523 eggs, well water had 233 eggs (p = 0.000). There is a diference from the four ovitrap media on the eggs Aedes spp.The conclution is the straw water media is more effective than water of mineral, pools and well.Keywords: eggs of Aedes spp , ovitrap , ovitrap media</em
Hubungan Depresi, Ansietas, dan Stres dengan Kejadian Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Tahun Pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sebelum dan Sesudah Ujian Blok
Sindrom dispepsia merupakan keluhan gastrointestinal yang sangat umum di semua kalangan termasuk mahasiswa. Banyak penyebab yang memicu sindrom dispepsia, salah satunya adalah pengaruh psikologis khususnya depresi, ansietas, dan stres. Banyaknya ujian kompetensi yang dilalui mahasiswa kedokteran, sering menimbulkan masalah psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan depresi, ansietas, dan stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebelum dan sesudah ujian blok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan one group pre dan post design. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode simple random sampling dari populasi lima puluh mahasiswa tahun pertama. Penelitian menggunakan Kuesioner DASS 21 dan Kriteria Roma IV. Hasil: Insidensi yang paling tinggi adalah depresi ringan (12,0%), ansietas sedang (34,0%), dan stres ringan (28,0%), serta sindrom dispepsia pada dua puluh tiga mahasiswa (46,0%). Depresi dan ansietas mengalami peningkatan secara signifikan setelah ujian blok. Nilai signifikansi depresi 0,183, ansietas 0,046 dan stres 0,021. Simpulan: Ansietas dan stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia karena p<0,05. Diharapkan adanya perhatian khusus oleh Bagian Pendidikan Kedokteran untuk kondisi biologis dan psikologis mahasiswa yang lebih baik
UJI EFEK INFUSA BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria Macrocarpa Scheff Boerl) TERHADAP PENCEGAHAN PENINGKATAN KOLESTEROL DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Novergicus) YANG DIBERI DIET LEMAK TINGGI
AbstrakPenyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Salah satu pemicu terjadinya PJK adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah. Buah mahkota dewa telah lama digunakan oleh masarakat untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengobati berbagai penyakit kardiovaskuler.Telah dilakukan penelitian untuk melihat efek infus buah mahkota dewa terhadap pencegahan peningkatan kadar kolesterol pada tikus putih jantan yang diberi diet lemak tinggi (DLT). Penelitian ini menggunakan 30 ekor Rattus novergicus jantan yang berumur 2,5 – 3 bulan dengan berat badan 250 - 350 gram. Hewan coba dibagi secara acak atas lima kelompok dan diperlakukan sebagai berikut:Kelompok I diberi diet standar 555 global feed dan 1 ml aquades, kelompok II diberi diet lamak tinggi(DLT) yang terdiri dari 2% Kolesterol, 10% kuning telur itik, 18% lemak sapi dan 78% diet standar dan 1 ml aquades, kelompok III diberi DLT dan 1 ml infus yang mengandung 97 mg mahkota dewa., kelompok IV diberi DLT dan 1 ml infus yang mengandung 194 mg mahkota dewa, kelompok V diberi DLT dan 1 ml infus yang mengandung 388 mg mahkota dewa. Infus diberikan per oral setiap hari selama 56 hari. Diet dan air minum diberikan ad libitum.Pada hari ke 0, 14, 28, 42 dan 56 darah diambil melalui vena centralis ekor untuk ditentukan kadar kolesterol totalnya secara enzimatik menggunakan KIT kolesterol CHOD-PAP merk Diasys. Absorbans diukur dengan spektrofotometer Genesis 20 pada panjang gelombang 546 nm. Data dianalisis dengan GLM pengukuran berulang dan one-way anova.Hasil penelitian menunjukan : pemberian infus yang mengandung 97, 194 dan 388 mg mahkota dewa dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol dibanding kontrol (-). Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok 194 dan 388 mg dengan kelompk 97 mg, dimana kelompok 194 dan 388 mg mencegah peningkatan lebih besar. Tidak terdapat perbedaan (p>0,05) antara kelompok yang mendapat 194 dengan kelompok yang mendapat 388 mg mahkota dewa.ARTIKEL PENELITIAN52Disarankan untuk meneliti efek pencegahan peningkatan pada profil lipid yang lain dan melihat efek penurunan infus mahkota dewa pada hewan coba yang hiperkolesterolemik.Kata kunci : Mahkota dewa, kolesterolAbstractCoronary heart disease (CHD) is the leading cause of death in many parts of the world including in Indonesia. One of the triggers of CHD are high blood cholesterol levels. The Crown of God (Phaleria macrocarpa) has long been used by people to lower cholesterol and treat various cardiovascular diseases. Has done research to observe the effect of infusion Phaleria to prevent an increase in cholesterol levels in male white rats fed a high fat diet (HFD). This study used 30 male Rattus novergicus old from 2.5 to 3 months with body weight 250-350 grams. Experimental animals were randomized over five groups and treated as follows:Group I was given a standard diet 555 of global feed and 1 ml aquades, group II were given a diet high fat (HFD) consisting of 2% cholesterol, 10% of duck egg yolk, beef 18% fat and 78% standard diet and 1 ml aquades, group III was given the DLT and 1 ml infusion containing 97 mg of crown gods., group IV were given DLT and 1 ml infusion containing 194 mg crown of god, group V were given HFD and 1 ml infusion containing 388 mg the crown of god. Infusion given orally every day for 56 days. Diet and drinking water provided ad libitum.On days 0, 14, 28, 42 and 56 blood was collected via the tail vein centralis for total cholesterol is determined enzymatically using cholesterol Chod-PAP KIT Diasys. Absorbance was measured with a spectrophotometer Genesis 20 at 546 nm wavelength. Data were analyzed by GLM repeated measurements and one-way ANOVA.The results showed: the infusion containing 97, 194 and 388 mg crown of god can prevent an increase in cholesterol levels compared to controls (-).There are significant differences (p <0.05) between groups 194 and 388 mg with 97 mg faction, which groups 194 and 388 mg prevent the increase is greater. No difference (p> 0.05) between the group receiving 194 with the group receiving 388 mg crown of gods.It is advisable to examine the effect of preventing an increase in other lipid profiles and observe the effect of decreasing infusion crown of gods on hypercholesterolemic animal.Key word : Phaleria macrocarpa, cholseterol</p
Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Asma dengan Tingkat Kontrol Asma
AbstrakKontrol gejala asma yang baik merupakan tujuan pengobatan bagi pasien asma. Pengobatan medikamentosa dan self management dibutuhkan untuk mencapai kontrol asma. Pengobatan medikamentosa dan self management yang baik akan tercapai jika pasien asma memiliki pengetahuan mengenai asma . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April hingga September 2013 di RSUP Dr. M.Djamil Padang dan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Subjek penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi akan diwawancara menggunakan lembar kuesioner data dasar, kuesioner AGKQ dan kuesioner ACT. Penelitian ini dilakukan pada 65 orang pasien asma yang datang ke Poliklinik Asma di RSUP Dr.M.Djamil Padang and RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi selama bulan April hingga September 2013. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square dan pengolahan data menggunakan software SPSS 15. Hasil penelitian menunjukkan dari 65 subjek penelitian, 19 (29,2%) orang dengan asma tidak terkontrol memiliki pengetahuan yang rendah, 1 (1,5%) orang dengan asma terkontrol sebagian dengan tingkat pengetahuan yang rendah dan 1 (1,5%) orang pasien asma terkontrol total memiliki pengetahuan asma yang rendah. Pasien dengan pengetahuan asma rendah didapatkan 21 (32,3%) orang dan pengetahuan asma tinggi 44 (67,7%) orang. Berdasarkan uji chi square, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma dengan nilai p = < 0,01 (p < 0,05).Kata kunci: Asthma Control Test (ACT), Asthma General Knowledge Questionnaire (AGKQ), kontrol asma, pengetahuan asma.AbstractGood control of asthma symptomps is a goal for asthmatic patient. Medical treatment and self-management are needed to reach control of asthma. Good medical treatment and a good self-management will be achieved if the asthma patient have knowledge of asthma. The aim of this study is to find relation between asthma knowledge and asthma control. This study is a cross sectional that was conducted in April – September 2013 at asthma clinic Dr.M.Djamil Hospital, Padang and Dr.Achmad Mochtar Hospital, Bukittinggi. Subject who fulfilled the inclusion criteria was interviewed by using basic data information, asthma general knowledge questionnaire (AGKQ) and asthma control test (ACT). Used 65 asthmatic patients as sample that come to Ashma Polyclinic in RSUP Dr.M.Djamil Padang and RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi during April until September 2013. The statistical analysis used chi square test and SPSS 15 for data processing. The results showed that from 65 subjects, 19 (29,2%) subjects with uncontrolled asthma showed low level of asthma knowledge, 1 (1,5%) subjects with partially controlled asthma showed low level of asthma knowledge, and 1 (1,5%) subjects with controlled asthma showed low level of asthma knowledge. Patients with low level of asthma general knowledge was 21 samples (32,3%) and high level of asthma general knowledge was 44 samples (67,7%). Based on chi square test, there is significant association between asthma general knowledge with asthma control p < 0.01 (<0.05).Keywords: asthma control test(ACT), asthma general knowledge questionnaire(AGKQ), asthma control, asthma knowledge</p
Pengaruh Hiperglikemia terhadap Gambaran Histopatologis Glomerulus Mencit (Mus musculus Linn) yang Diinduksi Aloksan
AbstrakHiperglikemia menjadi ancaman serius karena berdampak buruk terhadap keluaran klinis karena dapat menyebabkan gangguan fungsi imun serta lebih rentan terkena infeksi, perburukan sistem kardiovaskuler, trombosis, peningkatan inflamasi, disfungsi endotel dan kerusakan otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hiperglikemia terhadap gambaran histopatologis glomerulus ginjal pada mencit yang diinduksi aloksan. Ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only with control group. Subjek penelitian adalah 12 mencit yang dibagi dalam dua kelompok: kontrol (K) dan perlakuan (P). Kelompok perlakuan diinduksi menjadi hiperglikemia melalui pemberian aloksan intraperitoneal dengan dosis 150 mg/Kg BB. Pada hari ke-14 dilakukan terminasi. Diameter, keliling dan luas glomerulus pada kelompok perlakuan (P1) meningkat dibanding kelompok kontrol K (p< 0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah induksi hiperglikemia yang dilakukan lewat pemberian aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/kg BB selama 14 hari menyebabkan perubahan yang signifikan pada gambaran histopatologis glomerulus mencit.Kata kunci: hiperglikemia, glomerulus, gambaran histopatologisAbstractHyperglycemia become a serious health threat because have the bad impact to clinical output because immune functin disruption and more susceptible get infection, decay of cardiovascular systim, thrombosis, increase of inflamation, endotel disfunction dan decay of brain. The objective of this study was to determine the effect of hyperglycemia on histopathological features of glomerulus of mice induced by alloxan. Twelve (12) male mice divided into two groups: control group (K) and treated group (P). The treated groups received 150 mg/ kg BB doses of alloxan. After 14 days of induction, mice kidney were excised and fixed in Formalin solution. The tissues were processed by paraffin embedding to obtain histopathological sections and stained with haematoxylin-eosine. Morphometric analysis of glomerulus showed that the glomerulus area, circumference and diameter were increased in group P (p<0.05).The result suggest that hyperglycemia induced by alloxan for 14 days caused significant changes in histopathological features of mice glomerulus.Keywords: hyperglycemia, glomerulus, histopathologic features</p
Hubungan Jumlah Trombosit, Hematokrit dan Hemoglobin dengan Derajat Klinik Demam Berdarah Dengue pada Pasien Dewasa di RSUP. M. Djamil Padang
AbstrakDiagnosis yang tepat terhadap stadium dan kondisi penderita DBD penting untuk menentukan prognosisnya. Pemeriksaan trombosit, hematokrit, dan hemoglobin untuk setiap derajat klinik DBD diharapkan membantu dalam mengelompokkan dan mengelola pasien berdasarkan derajat kliniknya. Penelitan ini bertujuan untuk melihat hubungan hasil pemeriksaan trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dengan derajat klinik DBD berdasarkan kriteria WHO.Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap 84 sampel dari rekam medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam di RSUP. M. Djamil Padang dari januari 2011 sampai 30 April 2013. Trombosit diperiksaan menggunakan metode Rees Ecker, hematokrit dengan metode langsung cara mikro, dan hemoglobin menggunakan metode Sahli. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan uji hipotesis nonparametrik Kendal’s Tau dengan software SPSS.Hasil penelitian ditemukan rerata umur 25.49±10.09 tahun. Laki-laki 46 orang (54.8%) lebih banyak dari wanita 38 orang (45.2%). Hasil analisis dengan uji korelasi Kendal’s Tau didapatkan trombosit berhubungan dengan derajat klinik DBD, semakin rendah trombosit semakin berat derajat kliniknya (p < 0.05, r = 0.336). Hematokrit tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD (p > 0.05, r = 0.059). Hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD (p > 0.05, r = - 0.036).Semakin rendah jumlah trombosit semakin berat derajat klinik DBD, hematokrit dan hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD.Kata kunci: jumlah trombosit, nilai hematokrit, kadar hemoglobin, derajat klinik DBD.AbstractPrompt diagnosis and as an accurate assessment of the stage and condition of DHF cases is a very important factor for determining patient prognosis. The existence of an exact value of the results of platelets, hematocrit, and hemoglobin for each grade of DHF are expected to greatly assist in classify and manage patients based on the clinical degree. This research was aimed to determine the relationship between the results of the hemoglobin, hematocrit and platelets count with the degree of clinical DHF according to WHO criteria. This research with retrospective design in 84 samples were taken from the medical records of adult patients in RSUP. M. Djamil Padang from 1 January 2011 until 30 April 2013. Platelets used direct method Rees Ecker, hematocrit’s used direct method micro method, and hemoglobin’s used Sahli method. Data processed by Kendal Tau tests using SPSS software. Results found average ages of 25.49 ± 10,09 years. The number of male patients 46 (54.8%) higher than female patients 38 (45.2%). Analysis by hypotetic test showed that there is a relationship between the platelet with clinical degree of DHF, where the lower the number, the more severe the clinical degree of DHF (p < 0.05, r = - 0336). There is no relation between hematocrit with clinical degree of DHF (p > 0.05, r = 0.059). There is no relation between hemoglobin with clinical degree of DHF (p > 0.05, r = - 0.036). More lower the number of trombosit, the more severe the clinical degree of DHF, and there is no relation between hematocrit and hemoglobin with clinical degree of DHF.Keywords: platelet count, hematocrit, hemoglobin levels, clinical degree of DHF.</p
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus lam) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN MALONDIALDEHID SERUM MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek pemberian minyak buah merah (pandanus conoideus lam) terhadap kadar glukosa darah dan malondialdehid (MDA) serum mencit yang diinduksi dengan aloksan. Induksi aloksan ini menyebabkan hiperglikemia yang dapat mencetuskan stres oksidatif. Minyak buah merah yang mengandung banyak antioksidan dapat mengendalikan stres oksidatif yang akhirnya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan MDA serum.Penelitian eksperimental ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang diseleksi secara random. Hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing terdiri 5 ekor mencit, yaitu; kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan makan dan minum, kelompok kontrol positif yang diinduksi aloksan, dan kelompok perlakuan (diberi minyak buah merah oral) yang diinduksi aloksan. Setelah perlakuan hari ke-14, darah mencit diambil untuk diperiksa kadar glukosa darah dan MDA serum.Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah kelompok kontrol negatif adalah 141,20 ± 13,10 mg/dl. Rerata kadar glukosa darah kelompok kontrol positif adalah 266,00 ± 111,10 mg/dl. Rerata kadar glukosa darah kelompok perlakuan adalah 194,80 ± 27,00 mg/dl. Rerata kadar MDA serum kelompok kontrol negatif adalah 0,91 ± 0,10 nmol/ml. Rerata kadar MDA serum kelompok kontrol positif adalah 1,49 ± 0,34 nmol/ml. Rerata kadar MDA kelompok perlakuan adalah 0,97 ± 0,14 nmol/ml. Perbedaan bermakna kadar glukosa darah hanya antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0.05). Analisis statistik kadar MDA serum menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p< 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini ialah minyak buah merah tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan, tetapi minyak buah merah mampu menurunkan kadar MDA serum pada kelompok perlakuan.Kata kunci: minyak buah merah, glukosa darah, MDA serum, mencit, aloksanARTIKEL PENELITIAN80AbstractThe objective of this studi was to determine the effect of red fruit oil (pandanus conoideus lam) on blood glucose and serum malondialdehyde in alloxan induced diabetic mice. Hyperglycemia in this mice could lead to oxidative stress. Red fruit oil contains high antioxidants that have capability to control oxidative stress, so blood glucose and serum MDA is reduced.This experimental study had been carried out to 15 rats (randomized group design) which divided into three group of five rats each, i.e. negative control, positive control (alloxan induced), and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit oil orally for 14 days. The result was analyzed by using one way Anova with confidence interval 95%.The result show that blood glucose in negative control was 141.20 ± 13.10 mg/dl. Blood glucose in positive control was 266.00 ± 111.10 mg/dl. Blood glucose in the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally is 194.80 ± 27.00 mg/dl. The MDA level in negative control group is 0.91 ± 0.10 nmol/ml, positive control group is 1.49 ± 0.34 nmol/ml, and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally is 0.97 ± 0.14 nmol/ml. Blood glucose was significantly different between negative control and treated group (p<0.05). Serum MDA was significantly different between positive control group and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally (p<0.05).The conclusion is red fruit oil cannot reduce blood glucose level in the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally, but it has capability to quench serum MDA level in this group.Key word: red fruit oil – blood glucose – serum MDA – mice – alloxan</jats:p
Perbandingan Efektivitas Berbagai Media Ovitrap terhadap Jumlah Telur Aedes Spp yang Terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang
AbstrakAedes spp adalah vektor pembawa virus dengue yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit menular yang cenderung mengalami peningkatan dan penyebarannya semakin luas. Cara mengurangi penyebaran penyakit DBD dengan mengendalikan vektor, salah satunya dengan memutus siklus hidup vektor dengan  menggunakan perangkap telur/pemasangan ovitrap. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas berbagai media ovitrap terhadap jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental quasi dengan rancangan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua telur Aedes spp yang terperangkap pada ovitrap, sampel diambil dari sepuluh rumah dengan ulangan enam kali. Lokasi penelitian adalah RW I, III, V, VII, IX Kelurahan Jati. Variabel bebas adalah berbagai media (air sumur, air jerami, air kolam, air mineral) ovitrap. Variabel terikat adalah jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Uji normalitas data menggunakan uji kolmogorov smirnov, data terdistribusi normal (p>0,05) dan uji varian data tidak homogen (p<0,05), maka dgunakan uji Kruskal Walls dan Mann Withney. Hasil penelitian diperoleh telur nyamuk Aedes spp yang terperangkap selama penelitian adalah 3.090 butir dengan sebaran 1.563 butir di luar rumah dan 1.527 butir di dalam rumah. Berdasarkan media ovitrap, telur yg terperangkap pada media air jerami 1.758 butir, air mineral 576 butir, air kolam 523 butir, air sumur 233 butir. Uji statistik mendapatkan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah telur Aedes spp yang terdapat pada masing-masing media ovitrap. Disimpulkan bahwa air jerami lebih efektif sebagai media ovitrap daripada air mineral air kolam, air sumur.   Kata kunci: telur Aedes spp, ovitrap, media ovitrap AbstractAedes spp are vectors of dengue viruses that can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue is one of the infectious diseases that the number of sufferers tend to increase and has wider dissemination.The solution to decrease the spread of dengue is by control the vector by using Ovitrap.The objective of this study was to compare the effectiveness of various media ovitrap on the number of Aedes spp eggs trapped.This research was a quasi experimental with post test only design. Population were all Aedes spp eggs trapped in ovitrap , samples were taken from 10 homes with 6 times repeatation. Location of the study were RW I,III,V,VII,IX in Jati .The independent variable is the type of media (wells water, straw water , pool water , mineral water) ovitrap .The dependent variable is the number of Aedes spp eggs trapped. The result of Kolmogorov Smirnov test were normally distributed (p >0.05) , a variant of the test data is not homogeneous (p< 0.05), so analyzed using the Mann Whitney and Kruskal Walls.The Aedes spp mosquitoes that trapped during the study were 3,090 eggs. The distribution of 1,563 eggs outside the home and 1,527 eggs in the house. According to media ovitra; straw water had 1758 eggs, mineral water had 576 eggs, pools water had 523 eggs, well water had 233 eggs (p = 0.000). There is a diference from the four ovitrap media on the eggs Aedes spp.The conclution is the straw water media is more effective than water of mineral, pools and well.Keywords: eggs of Aedes spp , ovitrap , ovitrap medi
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus lam) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN MALONDIALDEHID SERUM MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek pemberian minyak buah merah (pandanus conoideus lam) terhadap kadar glukosa darah dan malondialdehid (MDA) serum mencit yang diinduksi dengan aloksan. Induksi aloksan ini menyebabkan hiperglikemia yang dapat mencetuskan stres oksidatif. Minyak buah merah yang mengandung banyak antioksidan dapat mengendalikan stres oksidatif yang akhirnya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan MDA serum.Penelitian eksperimental ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang diseleksi secara random. Hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing terdiri 5 ekor mencit, yaitu; kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan makan dan minum, kelompok kontrol positif yang diinduksi aloksan, dan kelompok perlakuan (diberi minyak buah merah oral) yang diinduksi aloksan. Setelah perlakuan hari ke-14, darah mencit diambil untuk diperiksa kadar glukosa darah dan MDA serum.Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah kelompok kontrol negatif adalah 141,20 ± 13,10 mg/dl. Rerata kadar glukosa darah kelompok kontrol positif adalah 266,00 ± 111,10 mg/dl. Rerata kadar glukosa darah kelompok perlakuan adalah 194,80 ± 27,00 mg/dl. Rerata kadar MDA serum kelompok kontrol negatif adalah 0,91 ± 0,10 nmol/ml. Rerata kadar MDA serum kelompok kontrol positif adalah 1,49 ± 0,34 nmol/ml. Rerata kadar MDA kelompok perlakuan adalah 0,97 ± 0,14 nmol/ml. Perbedaan bermakna kadar glukosa darah hanya antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0.05). Analisis statistik kadar MDA serum menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p< 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini ialah minyak buah merah tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan, tetapi minyak buah merah mampu menurunkan kadar MDA serum pada kelompok perlakuan.Kata kunci: minyak buah merah, glukosa darah, MDA serum, mencit, aloksanARTIKEL PENELITIAN80AbstractThe objective of this studi was to determine the effect of red fruit oil (pandanus conoideus lam) on blood glucose and serum malondialdehyde in alloxan induced diabetic mice. Hyperglycemia in this mice could lead to oxidative stress. Red fruit oil contains high antioxidants that have capability to control oxidative stress, so blood glucose and serum MDA is reduced.This experimental study had been carried out to 15 rats (randomized group design) which divided into three group of five rats each, i.e. negative control, positive control (alloxan induced), and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit oil orally for 14 days. The result was analyzed by using one way Anova with confidence interval 95%.The result show that blood glucose in negative control was 141.20 ± 13.10 mg/dl. Blood glucose in positive control was 266.00 ± 111.10 mg/dl. Blood glucose in the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally is 194.80 ± 27.00 mg/dl. The MDA level in negative control group is 0.91 ± 0.10 nmol/ml, positive control group is 1.49 ± 0.34 nmol/ml, and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally is 0.97 ± 0.14 nmol/ml. Blood glucose was significantly different between negative control and treated group (p<0.05). Serum MDA was significantly different between positive control group and the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally (p<0.05).The conclusion is red fruit oil cannot reduce blood glucose level in the group was treated by alloxan induced which followed by red fruit orally, but it has capability to quench serum MDA level in this group.Key word: red fruit oil – blood glucose – serum MDA – mice – alloxan</p
