1,721,477 research outputs found

    PERTEMUAN 10_PENGENDALIAN BAHAN BAKU_AKUNTANSI BIAYA_UNIGRES_JAM 20.00-21.30

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa mampu memahami menjelaskan pengendalian Bahan Baku</p><p><strong>KARATERISTIK BAHAN BAKU</strong></p><p>Bahan baku adalah bahan dasar yang diolah menjadi produk selesai, bahan baku ini dapat di bagi menjadi : Bahan Baku Langsung,  bahan baku langsung ini mempunyai ciri :</p><ol><li>Mudah ditelusuri ke produk selesai </li><li>Merupakan bahan utama produk selesai </li><li>Dapat diindentifikasi langsung ke proses produksi setiap produk </li></ol><p>Bahan Baku Langsung adalah selain bahan baku langsung yang digunakan dalam proses produksi dab biaya ini di pandang sebagai biaya overhead </p&gt

    PEMECAHAN MASALAH PENJADWALAN KULIAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA MAX MIN ANT SYSTEM (Studi Kasus di Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia)

    No full text
    Penjadwalan kuliah adalah permasalahan menjadwalkan sejumlah komponen yang terdiri atas kelas, mata kuliah, dosen, ruang dan waktu dengan sejumlah batasan dan syarat (constraint) tertentu. Permasalahan penjadwalan kuliah akan diselesaikan dengan menggunakan algoritma MAX-MIN Ant System (MMAS). Dimana MMAS merupakan variasi dari algoritma Ant Colony Optimation. Algoritma MMAS ini merupakan algoritma pencarian berdasarkan probabilistik dengan menggunakan bobot, sehingga butir pencarian dengan bobot yang lebih besar akan berakibat memiliki kemungkinan yang lebih besar pula. Hasil pengujian yang dilakukan di Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Bandung membuktikan bahwa Algoritma MMAS dapat menyelesaikan permasalahan penjadwalan perkuliahan dengan baik, dalam hal ini tidak terjadi bentrok antar komponen-komponen yang dijadwalkan

    PERTEMUAN 11_16 NOVEMBER 2023_PEMILIHAN PORTOFOLIO_MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO_UNIGRES

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa memahami Pemilihan portofolio adalah proses yang kompleks dalam pengelolaan investasi di mana investor atau manajer investasi memilih kombinasi investasi yang akan dimiliki. Tujuan dari pemilihan portofolio adalah untuk mencapai keseimbangan optimal antara tingkat risiko dan pengembalian yang diinginkan oleh investor.</p><p>Berikut beberapa konsep kunci yang terkait dengan pemilihan portofolio:</p><p><strong>Diversifikasi:</strong></p><ul><li>Diversifikasi adalah strategi mengalokasikan dana investasi ke berbagai jenis aset atau instrumen keuangan untuk mengurangi risiko. Dengan memiliki berbagai aset dalam portofolio, perubahan nilai satu aset mungkin tidak memiliki dampak besar pada kinerja keseluruhan.</li></ul><p><strong>Tingkat Risiko dan Pengembalian:</strong></p><ul><li>Investor harus memahami hubungan antara tingkat risiko dan potensi pengembalian. Umumnya, aset yang lebih berisiko memiliki potensi pengembalian yang lebih tinggi, tetapi juga potensi kerugian yang lebih besar.</li></ul><p><strong>Profil Risiko dan Toleransi Risiko:</strong></p><ul><li>Investor perlu mengevaluasi profil risiko mereka sendiri dan menentukan sejauh mana mereka bersedia mengambil risiko. Pemilihan portofolio harus sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan jangka panjang investor.</li></ul><p><strong>Waktu Investasi:</strong></p><ul><li>Waktu investasi merupakan faktor penting dalam pemilihan portofolio. Investor dengan jangka waktu investasi yang panjang mungkin memiliki keleluasaan lebih besar untuk menanggung risiko dan memanfaatkan volatilitas pasar.</li></ul><p><strong>Evaluasi Kinerja:</strong></p><ul><li>Investor perlu secara teratur mengevaluasi kinerja portofolio mereka dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Hal ini dapat melibatkan rebalancing portofolio untuk memastikan bahwa alokasi aset tetap sesuai dengan tujuan dan strategi investasi.</li></ul><p><strong>Analisis Fundamental dan Teknikal:</strong></p><ul><li>Analisis fundamental melibatkan evaluasi kondisi keuangan perusahaan atau instrumen keuangan, sementara analisis teknikal menggunakan data historis untuk mengidentifikasi tren pasar. Kombinasi kedua jenis analisis ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi.</li></ul><p><strong>Biaya Transaksi dan Pajak:</strong></p><ul><li>Biaya transaksi dan pajak dapat memiliki dampak signifikan pada hasil investasi. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan biaya ini dalam pengelolaan portofolio mereka.</li></ul><p><strong>Kondisi Pasar dan Ekonomi:</strong></p><ul><li>Kondisi pasar dan ekonomi global dapat mempengaruhi kinerja investasi. Pemilihan portofolio harus disesuaikan dengan perubahan dalam lingkungan ekonomi dan pasar.</li></ul><p>Pemilihan portofolio tidak hanya merupakan keputusan satu kali, tetapi sebuah proses dinamis yang memerlukan pemantauan terus-menerus dan penyesuaian sesuai dengan perubahan kondisi pasar, tujuan keuangan, dan profil risiko investor.</p&gt

    PERTEMUAN 11_13-14 NOVEMBER 2023 PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA_AKUNTANSI BIAYA_UNIVERSITAS GRESIK

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa Mampu Memahami </p><p><strong>KARAKTERISTIK TENAGA KERJA </strong></p><p>Tenaga kerja adalah daya kerja fisik maupun mental yang merupakan sumbangsih manusia untuk menghasilkan suatu produk dan jasa tertentu. Biaya tenaga kerja merupakan pembayaran kepada tenaga kerja sebagai penggunaan jasa untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi:</p><ol><li>Biaya tenaga kerja langsung: yaitu biaya tenaga yang dapat ditelusuri kepada produk yang dihasilkan, merupakan biaya utama untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu, dan secara langsung diidentifikasi kepada produksi.</li><li>Biaya tenaga kerja tidak langsung: merupakan seluruh biaya tenaga kerja selain biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan proses produksi untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu.</li><li>8.2 PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA</li></ol><p>Bagi perusahaan pengendalian biaya tenaga kerja memerlukan informasi yang penting. Mengingat biaya tenaga kerja merupakan komponen yang cukup signifikan untuk total biaya produksi. Pengendalian biaya tenaga kerja dimulai dari penempatan tenaga kerja. Perencanaan skedul produksi, penyusunan anggaran biaya tenaga kerja, waktu penyelesaian pekerjaan dan perencanaan upah insentif.</p><p><strong>PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA</strong></p><p>Produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran prestasi produksi dengan menggunakan tenaga kerja manusia sebagai tolok ukur. Produktivitas merupakan jumlah produk dan jasa yang dihasilkan seorang.</p><ol><li>Mempersiapkan daftar gaji: menentukan besarnya upah masing-masing karyawan, mengurangi segala macam yang berkaitan degan upah.</li></ol><p>Jurnal: </p><p>       Gaji dan Upah                                          xx</p><p>Utang Gaji dan Upah                                 xx</p><p>Piutang Karyawan                                      xx</p><p>Asuransi Tenaga Kerja                               xx</p><p>Pajak penghasilan                                      xx</p><ol><li>Mengalokasikan Biaya Tenaga Kerja: umumnya tugas ini dilakukan oleh Departemen akuntansi, karena hal ini menyangkut keseluruhan karyawan baik bagian produksi maupun non produksi.</li></ol><p>Jurnal:</p><p>Produk dalam proses                               xx</p><p>Pengendali overhead pabrik                    xx</p><p>Beban gaji pemasaran                              xx</p><p>Beban gaji administrasi                           xx</p><p>     Gaji dan upah                                                  xx</p&gt

    PERTEMUAN 11_14 NOVEMBER 2023_ AKUNTANSI UNTUK PENJUALAN ANGSURAN BARANG DAGANGAN_AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 _UNIGRES

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>mahasiswa mampu mehami Akuntansi untuk penjualan angsuran barang dagangan adalah proses pencatatan dan pelaporan transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan dengan skema pembayaran angsuran. Dalam konteks ini, barang dagangan dijual kepada pelanggan, namun pembayaran tidak dilakukan secara tunai atau penuh pada saat transaksi. Sebaliknya, pembayaran dilakukan dalam beberapa cicilan atau angsuran sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.</p><p>Berikut adalah langkah-langkah umum dalam akuntansi untuk penjualan angsuran barang dagangan:</p><p><strong>Pencatatan Penjualan:</strong> Ketika barang dagangan dijual dengan skema angsuran, perusahaan mencatat penjualan tersebut. Pencatatan ini mencakup informasi seperti jumlah penjualan, harga barang, dan syarat-syarat pembayaran angsuran.</p><p><strong>Penyusutan Nilai Barang Dagangan:</strong> Perusahaan perlu mempertimbangkan kemungkinan risiko penjualan angsuran, seperti risiko pembayaran yang tidak lancar. Oleh karena itu, mungkin diperlukan penyusutan nilai barang dagangan untuk mencerminkan risiko tersebut.</p><p><strong>Pencatatan Pendapatan:</strong> Pendapatan dari penjualan angsuran dicatat seiring dengan pembayaran angsuran yang diterima dari pelanggan. Pencatatan ini dapat dilakukan setiap kali pelanggan membayar angsuran atau pada periode tertentu.</p><p><strong>Pencatatan Beban Bunga:</strong> Jika terdapat unsur bunga dalam skema angsuran, perusahaan perlu mencatat beban bunga yang timbul akibat pembiayaan penjualan tersebut.</p><p><strong>Pemantauan Pembayaran:</strong> Perusahaan perlu memantau pembayaran angsuran yang diterima dan mencocokkannya dengan catatan penjualan dan pembayaran yang seharusnya.</p><p><strong>Penyesuaian Akhir Tahun:</strong> Pada akhir tahun, perusahaan dapat melakukan penyesuaian akhir tahun terhadap penjualan angsuran dan melaporkan jumlah yang masih harus diterima atau yang dianggap tidak dapat dipungut.</p><p>Penting untuk mencatat dengan akurat setiap transaksi penjualan angsuran agar laporan keuangan perusahaan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Proses ini juga membantu perusahaan dalam mengelola risiko pembayaran dan memastikan ketersediaan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.</p&gt

    PERTEMUAN 10_06 NOVEMBER 2023_ANALISIS TEKNIKAL_MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO_UNIGRES_JAM 20.00-21.30

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa mampu memahami Analisis Teknikal untuk memproyeksi harga saham dimasa datang dengan menggunakan data perdagangan</p><p>Analisis Teknikal (dikenal juga dengan analisisvisual atau chartist) biasanya melihat harga, volume dan indikator psikologis dari waktu kewaktu</p><p>qAnalisis Teknikal melihat tren dan pola dalam data pasar historis yang mengindikasikan pergerakanharga dimasa datang</p&gt

    PERTEMUAN 12_20-21 NOVEMBER 2023_PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK_AKUNTANSI BIAYA_UNIGRES

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa diharapkan mampu memahami Pengendalian biaya overhead pabrik merupakan suatu proses yang penting bagi perusahaan manufaktur untuk memastikan efisiensi operasional dan keberlanjutan kegiatan bisnis. Overhead pabrik melibatkan semua biaya produksi yang tidak langsung terkait dengan produksi barang, seperti biaya listrik pabrik, biaya pemeliharaan mesin, dan biaya gaji supervisor produksi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengendalikan biaya overhead pabrik:</p><p><strong>Analisis Biaya Overhead:</strong></p><ul><li>Lakukan analisis menyeluruh terhadap biaya overhead pabrik untuk memahami komponen-komponen biaya dan bagaimana biaya-biaya tersebut berkaitan dengan proses produksi.</li><li>Identifikasi biaya-biaya yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol.</li></ul><p><strong>Pemantauan Kinerja:</strong></p><ul><li>Implementasikan sistem pemantauan kinerja untuk mengidentifikasi area-area di mana biaya overhead dapat dikurangi atau dioptimalkan.</li><li>Gunakan indikator kinerja kunci (KPI) untuk mengukur efisiensi operasional dan mengidentifikasi tren biaya.</li></ul><p><strong>Pengendalian Permintaan Energi:</strong></p><ul><li>Energi seringkali menjadi komponen besar dari biaya overhead pabrik. Pertimbangkan penggunaan teknologi dan praktik yang lebih efisien energi untuk mengurangi biaya.</li><li>Rutin melakukan audit energi untuk mengidentifikasi potensi penghematan.</li></ul><p><strong>Optimalkan Penggunaan Peralatan dan Sumber Daya:</strong></p><ul><li>Pastikan peralatan dan sumber daya digunakan secara optimal agar tidak terjadi pemborosan.</li><li>Implementasikan jadwal perawatan preventif untuk menghindari kerusakan mesin yang dapat menyebabkan downtime yang mahal.</li></ul><p><strong>Pengendalian Persediaan:</strong></p><ul><li>Pertahankan persediaan bahan baku dan barang jadi pada tingkat yang optimal untuk menghindari biaya penyimpanan yang tidak perlu.</li><li>Gunakan metode manajemen persediaan yang efektif untuk mengurangi risiko kelebihan persediaan.</li></ul><p><strong>Pelatihan Karyawan:</strong></p><ul><li>Berikan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi kesalahan produksi yang dapat menyebabkan biaya tambahan.</li></ul><p><strong>Pemilihan Vendor:</strong></p><ul><li>Pilih vendor atau pemasok yang memberikan harga yang kompetitif dan kualitas bahan baku yang baik.</li><li>Pertimbangkan untuk bernegosiasi ulang kontrak dengan pemasok untuk memastikan harga yang lebih baik.</li></ul><p><strong>Sistem Informasi Manufaktur (MIS):</strong></p><ul><li>Manfaatkan sistem informasi manufaktur untuk mengotomatiskan proses-proses bisnis yang dapat mengurangi biaya overhead.</li><li>Gunakan data dari MIS untuk analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan yang informasional.</li></ul><p>Pengendalian biaya overhead pabrik adalah usaha berkelanjutan yang melibatkan semua tingkat organisasi. Melibatkan karyawan, menggunakan teknologi yang tepat, dan melakukan pemantauan berkala akan membantu perusahaan memastikan bahwa biaya overhead pabrik tetap terkendali sambil menjaga tingkat produksi yang optimal.</p&gt

    PERTEMUAN 12_21 NOVEMBER 2023_Akuntansi Penjualan Konsinyasi Untuk Komisioner (Consignee)_Akuntansi Keuangan Lanjutan 1_UNIGRES

    No full text
    <p><strong>Capaian Pembelajaran Mata Kilian (CPMK)</strong></p><p>Mahasiswa mampu memahami Akuntansi penjualan konsinyasi adalah suatu proses di mana pemilik barang (consignor) mengirimkan barang dagangannya kepada pihak lain yang disebut sebagai konsinyee (consignee) untuk dijual. Barang-barang tersebut tetap menjadi milik pemiliknya, dan konsinyee bertindak sebagai agen yang menjual barang tersebut atas nama pemiliknya. Berikut adalah langkah-langkah akuntansi penjualan konsinyasi untuk konsinyee (komisioner):</p><p><strong>Penerimaan Barang Konsinyasi:</strong> Ketika konsinyee menerima barang dagangan dari consignor, tidak ada catatan transaksi yang dibuat oleh konsinyee karena barang tersebut belum dijual. Consignee hanya mencatat penerimaan fisik barang dan membuat catatan persediaan.</p><p><strong>Pencatatan Persediaan:</strong> Konsinyee mencatat barang dagangan konsinyasi dalam catatan persediaan sebagai barang yang dimiliki oleh consignor. Ini tidak dianggap sebagai persediaan konsinyee, tetapi sebagai persediaan yang dimiliki oleh pihak lain.</p><p><strong>Pencatatan Liabilitas:</strong> Konsinyee mencatat liabilitas kepada consignor untuk barang dagangan yang diterima. Ini mencerminkan tanggung jawab konsinyee untuk menjual barang tersebut dan membayar consignor sebagian atau seluruh hasil penjualan.</p><p>�)<i>Debit Persediaan ConsignmentInventory</i>) </p><p>�)<i>Kredit iabilitas Konsinyasi </i>(<i>ConsignmentLiability</i>)</p><p><strong>Pencatatan Penjualan:</strong> Ketika barang dagangan konsinyasi terjual, konsinyee mencatat penjualan dan biaya-biaya terkait. Pencatatan penjualan ini mencakup harga jual dan biaya-biaya lainnya, seperti biaya pengiriman atau biaya penanganan.</p><p>�<i>Debit Kas atau Piutang Usaha</i> </p><p>�<i>Kredit Pendapatan Penjualan</i> </p><p>�<i>Kredit Biaya Penjualan</i></p><p><strong>Pembayaran Kepada Consignor:</strong> Setelah penjualan terjadi, konsinyee membayar consignor sejumlah uang sesuai dengan persetujuan sebelumnya. Pada saat pembayaran, catatan liabilitas dikurangkan.</p><p>�)<i>Debit Liabilitas Konsinyasi </i>(<i>ConsignmentLiability</i>) </p><p><i>Kredit Kas/ PiutangUsaha</i></p><p><strong>Pencatatan Keuntungan atau Kerugian:</strong> Jika ada biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh konsinyee atau jika terdapat potongan harga, perhitungan keuntungan atau kerugian dilakukan setelah pembayaran kepada consignor.</p><p>�<i>Debit/ Kredit Keuntungan/ Kerugian</i></p><p>Penting untuk diingat bahwa proses ini dapat bervariasi tergantung pada perjanjian khusus antara consignor dan consignee. Oleh karena itu, konsinyee perlu mengikuti perjanjian dan mengonfirmasi persyaratan akuntansi yang berlaku.</p><p> </p><p> </p><p> </p&gt

    pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan transaksional pada Organizational citizenship Behavior dengan kepuasan kerja sebagai pemediasi

    Full text link
    PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI (STUDI PADA KARYAWAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA) Oleh: Wahyu Rusdiyanto NIM. S411402028 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan hubungan gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional, kepuasan kerja pada organizational citizenship behavior (OCB) karyawan FIS dan FE UNY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 91 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi dengan taraf signifikansi 0,05. Uji variabel mediasi menggunakan metode Baron and Kenny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja (2) kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja, (3) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan pada OCB, (4) kepuasan kerja berperan sebagai mediator pengaruh kepemimpian transformasional dan kepemimpinan transaksional pada OCB karyawan Kata kunci: Gaya kepemimpian, Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavio
    corecore