1,720,978 research outputs found

    PENERAPAN PENGHAFALAN AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ORANGTUA YANG BERSTATUS SEBAGAI ANGGOTA JAMAAH TABLIGH KOTA BANJARMASIN

    Full text link
    ABSTRACT Memorizing the Qur'an is considered very good cognitively and adds intellectual, linguistic, religious, and moral abilities. In addition, the Qur'an is the holy book of Muslims and is the basic source of all knowledge. Memorizing the Qur'an is considered not to violate the child's nature, but parents must pay attention to the child's ability. Parents must design the application of memorizing the Qur'an in such a way as to attract and trigger children's enthusiasm without any coercion. Parents who are members of the Tablighi Jamaat are considered successful in the application of memorizing the Qur'an for early childhood. This success needs to be known so that other parents can apply it as well. This article reveals the application of memorizing the Koran for early childhood by parents who are members of the Tablighi Jamaat and knowing the motivations of parents in memorizing children's Koran. The type of research is field research with a descriptive-qualitative approach. The research subjects were 3 children aged 4-8 years and 3 parents who were members of the Tablighi Jamaat Banjarmasin area. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and conclusion drawing (verification). The results of the study indicate that parents apply the memorization of the Qur'an based on the Regulation of the Minister of National Education Number 58 of 2009 concerning Standards for Early Childhood Education, starting from planning, implementing and evaluating. While the motivation of parents in memorizing the Qur'an is done by conditioning the child, both at home and in the environment outside the home. This means that what affects the spirit and things that motivate children are extrinsic. In line with the theory of two factors, namely the hygiene factor where children's motivation is influenced by organizational conditions or environmental conditions. KEYWORDS: Memorizing the Qur'an; Early Childhood; Extrinsic Motivation. ABSTRAK Penghafalan al-Qur’an dinilai sangat baik secara kognitif dan menambahkan kemampuan intelektual, bahasa sekaligus agama, dan moral. Selain itu, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan sumber dasar bagi segala ilmu. Penghafalan al-Qur’an dinilai tidak menyalahi fitrah anak, namun orangtua harus memperhatikan kemampuan anak. Orangtua harus merancang penerapan penghafalan al-Qur’an sedemikian rupa agar menarik dan memicu semangat anak tanpa adanya paksaan. Para orangtua yang berstatus anggota Jamaah Tabligh dinilai berhasil dalam penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini. Keberhasilan itu perlu diketahui sehingga orangtua lainnya dapat menerapkannya pula. Artikel ini mengungkap penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini oleh orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh dan mengetahui motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an anak. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 anak berusia 4-8 tahun dan 3 orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh wilayah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua menerapkan penghafalan al-Qur’an berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an dilakukan dengan menngondisikan anak, baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Artinya yang mempengaruhi semangat dan hal yang memotivasi anak bersifat ekstrinsik. Sejalan pula dengan teori dua faktor yaitu faktor hygiene dimana motivasi anak dipengaruhi oleh kondisi organisasi atau kondisi lingkungan. KATA KUNCI: Penghafalan Al-Qur’an; Anak Usia Dini; Motivasi Ekstrinsik

    PENERAPAN PENGHAFALAN AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ORANGTUA YANG BERSTATUS SEBAGAI ANGGOTA JAMAAH TABLIGH KOTA BANJARMASIN

    Full text link
    ABSTRACTMemorizing the Qur'an is considered very good cognitively and adds intellectual, linguistic, religious, and moral abilities. In addition, the Qur'an is the holy book of Muslims and is the basic source of all knowledge. Memorizing the Qur'an is considered not to violate the child's nature, but parents must pay attention to the child's ability. Parents must design the application of memorizing the Qur'an in such a way as to attract and trigger children's enthusiasm without any coercion. Parents who are members of the Tablighi Jamaat are considered successful in the application of memorizing the Qur'an for early childhood. This success needs to be known so that other parents can apply it as well. This article reveals the application of memorizing the Koran for early childhood by parents who are members of the Tablighi Jamaat and knowing the motivations of parents in memorizing children's Koran. The type of research is field research with a descriptive-qualitative approach. The research subjects were 3 children aged 4-8 years and 3 parents who were members of the Tablighi Jamaat Banjarmasin area. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and conclusion drawing (verification). The results of the study indicate that parents apply the memorization of the Qur'an based on the Regulation of the Minister of National Education Number 58 of 2009 concerning Standards for Early Childhood Education, starting from planning, implementing and evaluating. While the motivation of parents in memorizing the Qur'an is done by conditioning the child, both at home and in the environment outside the home. This means that what affects the spirit and things that motivate children are extrinsic. In line with the theory of two factors, namely the hygiene factor where children's motivation is influenced by organizational conditions or environmental conditions.KEYWORDS: Memorizing the Qur'an; Early Childhood; Extrinsic Motivation.ABSTRAKPenghafalan al-Qur’an dinilai sangat baik secara kognitif dan menambahkan kemampuan intelektual, bahasa sekaligus agama, dan moral. Selain itu, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan sumber dasar bagi segala ilmu. Penghafalan al-Qur’an dinilai tidak menyalahi fitrah anak, namun orangtua harus memperhatikan kemampuan anak. Orangtua harus merancang penerapan penghafalan al-Qur’an sedemikian rupa agar menarik dan memicu semangat anak tanpa adanya paksaan. Para orangtua yang berstatus anggota Jamaah Tabligh dinilai berhasil dalam penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini. Keberhasilan itu perlu diketahui sehingga orangtua lainnya dapat menerapkannya pula. Artikel ini mengungkap penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini oleh orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh dan mengetahui motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an anak. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 anak berusia 4-8 tahun dan 3 orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh wilayah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua menerapkan penghafalan al-Qur’an berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an dilakukan dengan menngondisikan anak, baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Artinya yang mempengaruhi semangat dan hal yang memotivasi anak bersifat ekstrinsik. Sejalan pula dengan teori dua faktor yaitu faktor hygiene dimana motivasi anak dipengaruhi oleh kondisi organisasi atau kondisi lingkungan.KATA KUNCI: Penghafalan Al-Qur’an; Anak Usia Dini; Motivasi Ekstrinsik

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DISIPLIN PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH

    No full text
    This study aims at determining the policy enforcement of the Civil Servants’ discipline rules based on Government Regulation No. 53 of 2010 on Discipline of Civil Servants of Transportation Department in Central Sulawesi. The research use descriptive qualitative research methods and the data collection techniques are observations, interviews, and documentations. Seven informants were taken by using purposive sampling. The theory used is the implementation model of George Edward III, communications, resources, disposition and bureaucracy structures. The result of the research indicates that Employee Discipline Policy Implementation in Department of Transportation, Central Sulawesi has not been optimal, with some aspects which influence it, namely: 1). The communication in employee discipline policy in Transportation Department has implemented well and consistent. 2). The resource of employee discipline policy implementation is not adequate in terms of quantity and quality of the employees. 3). Employees’ attitudes in implementing the discipline policy were optimal in comprehension and motivation about employee discipline. 4). Bureaucracy structure in the implementation of employee discipline policy has been adequate through standard operational procedures and good supervision

    KONSEP METODE PEMBELAJARAN ALQURAN

    Full text link
    Alquran adalah kitab suci bagi umat Islam, kitab suci terakhir yang merangkum kitab suci sebelumnya, berisi nilai sejarah pedoman hidup, diturunkan kepada nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril a.s untuk kepentingan seluruh alam. Yang paling prinsip dan mutlak tentang pengertian Alquran adalah bahwa Alquran itu wahyu yang menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Pendidikan kitab suci  Alquran dan mempelajarinya  mempunyai tujuan yang sangat penting diantaranya agar segala sesuatu yang dilakukan harus selalu berdasarkan bimbingan Alquran sebagai sumber rujukan utama dalam kehidupan orang yang beriman. Karena hal  itu, maka Alquran perlu dipelajari, dibaca, dipahami dan dihayati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Alqura

    Categorization of Euphemism in Code-Switching

    No full text

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI DI SD ALAM MUHAMMADIYAH (MUHAMMADIYAH GREEN SCHOOL) KOTA BANJARBARU

    Full text link
    Pelaksanaan pembelajaran PAI di SD Alam Muhammadiyah (Muhammadiyah Green School) Kota Banjarbaru adalah:Kegiatan awal pembelajaran, membuka pelajaran, menimbulkan motivasi dan minat peserta didik, menghubungkan pelajaran yang terdahulu dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan inti pembelajaran seperti penggunaan metode, strategi, media dan sumber belajar. Kegiatan akhir pembelajaran seperti rangkuman, evaluasi, perbaikan dan pengayaan serta laporan hasil belajar juga dilaksanakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah faktor lingkungan, instrumental, fisiologis dan psikologis. Dalam faktor lingkungan, menjalin hubungan yang baik dengan wali peserta didik dalam pengembangan pendidikan di rumah. Sekolah berada di lingkungan alam asri dan tenang yang dapat menunjang pembelajaran, juga lingkungan sosial sekitar sekolah yang merupakan masyarakat religius. Faktor instrumental program pengajaran tidak dibuat dan latar belakang pendidik kurang relevan dengan profesi mengajar. Faktor fisiologis, peserta didik berada pada komunitas yang sama, sehingga tidak ada kesulitan dalam menerima pelajaran. Faktor psikologis, banyak ragamnya. Pendidik tidak mengorbankan prinsip individualitas demi kepentingan umum pada pelaksanaan pembelajaran. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, dan PA

    تطويرخطةتعليماللغةالعربيةعلىضوءالمنهج 2013 في المدرسةالثانويةبمنطقةبنجركاليمنتانالجنوبية

    Full text link
    ملخص البحث رشدية، 2018تطويرخطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013فى المدرسة الثانوية بمنطقة بنجر كاليمنتان الجنوبية.بحث الماجستير. قسم تعليم اللغة العربيةجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية بنجرماسين. المشرفة: (1) د. إينا مطمئنة الماجستير. المشرفة (2) د. رضى درماواتي الماجستير. الكلمات الرئيسيةتطوير، خطة تعليم في المناهج الدراسية 2013،درس اللغة العربية في المدرسة الثانوية. .يهدف هذا البحث إلى إنتاج دليل تقني لإعداد تطويرخطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 فى المدرسة الثانويةوإرشادات تقييم حقيقيفي عملية التعليم المختبرة تجريبيا. وقدم خبراء المناهج أنمنتج: تطويرخطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 فى المدرسة الثانوية ، هو: جيد. وقدم خبراء تصميم التعليم أن المنتج: تطويرخطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 فى المدرسة الثانوية هو: جيد جدا. وقدم خبراء محتوىالتعليمأن المنتج: تطويرخطة تعليم اللغة العربية المنهج 2013 فى المدرسة الثانوية هو: جيد جدا. وقدم رئيس المدارسالثانوية أن المنتجتطويرخطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 فى المدرسة الثانويةعلى ضوء المنهج 2013 فى المدرسة الثانوية بمنطقة هو: جيد وأما نوع البحث المستخدم في هذا البحث هو البحث والتطوير من النوع الإجرائي حيث يتم ذلك من خلال تحديد الخطوات التي يجب اتباعها لإنتاج كتاب دليل خطوات في تصميم خطة تعليم اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 لدرس اللغة العربية فى المدرسة الثانويةوإرشادات تقييم حقيقيفي عملية التعليم. وأما نموذج التطوير المستخدم في هذا البحث هو تطوير نموذج ثمانية خطوات، وهي: (1) النظر في المحتملات والمشكلات، (2) جمع البيانات، (3) تصميم المنتج، (4) تحققالتصميم، (5) تصحيح التصميم ، 6) تجريب المنتج، (7) تصحيح المنتج، و (8) تحقق صحة المستخدم. ودلت ردود المستخدمي المنتج أن: (1) قيم متوسط من نتائج احتواء الاستبيان الذي قام به المستخدم بعد استخدام المنتجات من تطوير هو 42 (جيد) في حدود الأرقام 0-50. وهذا يعني أن متوسط المستخدمينأنهم يفترضوا أن المنتج جيد ويمكن استخدامه ، (2) وفي جمع البيانات في هذا البحث، أن الرقم الذي يظهر غالبًا في إجابة المستجيب (المستخدم) هو 41.5. في حدود مقياس likert 41.5 له قيمة جيدة .أي ، بشكل عام، أن يفترض المستخدم أن منتج التطوير جيد ويمكن استخدامه، و (3) دلت نتائج حساب المتوسط رقم21.5. وهذا يعني أنه في فترات 20-29. وبذلك تشير نتائج حساب المتوسط إلى أن البيانات طبيعية. ووجدت في نتائج البحث العديد عن تطوير خطة التعليم في المناهج الدراسية 2013 تصحيح 2017 لدرس اللغة العربية في المدارس الثانويةبمنطقة بنجر، وفي البحث وجدأن: (1) المعلمين لا يفهموا مفهوم النهج العلمي في تعليم العربية، (2) كثير المعلمين أن يصابوا الصعوبات في تكاملPPK ومعرفة القراءة والكتابة و 4C و HOTSفي أنشطة التعليم ، و (3) أيضا أن يشعر المعلمون الصعبة في إجراء تقييم حقيقي في عملية التعليم. ووجد في حالة البحث أن فيه: (1) تطوير دليل تصميم خطة التعليم درس اللغة العربية على ضوء المنهج 2013 لمدارس الثانوية، (2) تطوير خطة تنفيذ التعليم في المناهجالدراسية 2013PPK ومعرفة القراءة والكتابة و 4C و HOTSفي أنشطة التعليم مع تقييم الحقيقي طول عملية التعليم. وينتج هذا البحث أن الأمتياز منهذه منتجات التطوير تقارن بالتصميم قبل تطويره تجد في خطوات أنشطة تعليمها.(1)هو جزء من خطوات التعليم. يتم تعبئة نتيجة التصحيحهناك ملء عمود النشاط الأساسي مباشرة مع بناء جملة الطريقة المختارة وفقا لخصائص المواد التي يتم تدريسها. (2)وهذا المنتج التطويري يكون نشاط التعليم بالمدخل العلمي معPPKومهارة القراءة والكتابة و 4CوHOTSينفد اجتماعياويكمل بتوجيه التقييم الحقيقي في أثناء عملية في التعليم.(3)ويكمل كتاب دليل بخريطة ذهنية لتسهيل فهم طريقة عمل الانتاج المحصول، و(4) إعطاء مثال متكامل في تصميم خطة التعليم في المناهج الدراسية 2013 درس اللغة العربية المتطور

    Meningkatkan kemampuan melakukan gerakan shalat fardhu melalui metode demonstrasi siswa kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar

    Full text link
    Rusdiah. 2011. Meningkatkan kemampuan melakukan gerakan shalat fardhu melalui metode demonstrasi siswa kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Fenomena yang terjadi saat ini adalah masih banyak siswa yang kurang mampu dalam melakukan gerakan-gerakan shalat fardhu dengan baik dan sempurna. Oleh karena itu peneliti berusaha menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan gerakan-gerakan shalat fardhu dengan baik dan sempurna. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan gerakan-gerakan shalat fardhu pada siswa kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan melakukan gerakan-gerakan shalat fardhu bagi siswa kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar dengan jumlah siswa 30 orang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah berupa data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari tes hasil belajar, hasil lembar observasi pembelajaran, dan hasil lembar observasi aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik persentasi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan gerakan-gerakan shalat fardhu siswa kelas III SDN Kertak Hanyar I-1 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Hal ini dapat dilihat dari analisis hasil tes belajar siswa yang dilaksanakan pada siklus I nilai rata-rata pada pertemuan pertama yaitu 67,34 dan pertemuan kedua 69,33, kemudian nilai rata-rata hasil tes belajar siswa meningkat pada siklus II, yaitu pertemuan pertama 79,50 dan pada pertemuan kedua 83,83 yang berada di atas rata-rata ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas III dan tujuan pembelajaran tercapai

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI DI SD ALAM MUHAMMADIYAH (MUHAMMADIYAH GREEN SCHOOL) KOTA BANJARBARU

    Full text link
    Pelaksanaan pembelajaran PAI di SD Alam Muhammadiyah (Muhammadiyah Green School) Kota Banjarbaru adalah:Kegiatan awal pembelajaran, membuka pelajaran, menimbulkan motivasi dan minat peserta didik, menghubungkan pelajaran yang terdahulu dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan inti pembelajaran seperti penggunaan metode, strategi, media dan sumber belajar. Kegiatan akhir pembelajaran seperti rangkuman, evaluasi, perbaikan dan pengayaan serta laporan hasil belajar juga dilaksanakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah faktor lingkungan, instrumental, fisiologis dan psikologis. Dalam faktor lingkungan, menjalin hubungan yang baik dengan wali peserta didik dalam pengembangan pendidikan di rumah. Sekolah berada di lingkungan alam asri dan tenang yang dapat menunjang pembelajaran, juga lingkungan sosial sekitar sekolah yang merupakan masyarakat religius. Faktor instrumental program pengajaran tidak dibuat dan latar belakang pendidik kurang relevan dengan profesi mengajar. Faktor fisiologis, peserta didik berada pada komunitas yang sama, sehingga tidak ada kesulitan dalam menerima pelajaran. Faktor psikologis, banyak ragamnya. Pendidik tidak mengorbankan prinsip individualitas demi kepentingan umum pada pelaksanaan pembelajaran.   Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, dan PA

    PENDAMPINGAN KOMUNITAS URBAN DI KELURAHAN PEKAPURAN RAYA BANJARMASIN MELALUI USAHA PRODUKTIF

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendampingan komunitas urban dikelurahan Pekapuran Raya Banjarmasin melalui usaha produktif, dengan pertimbangan masyarakatnya yang heterogin dan tambah dengan kerawanasosial yang tinggi, sehingga berharap modalitas masyarakat diaktualisasi sebagai sumber lapangan kerja dan peningkat kesejahteraan hidup.Penelitian ini menggunakan pendekatan parsipatif atau PAR (ParticipatoryAction Research), berbetuk workshop dan aksi lapangan yang melibatkanberbagai pihak,dianalisis deskriptif kualitatifverbal yakni narasi, deskripsidan visual (gambar/foto). Hasil penelitian menunjukkan bahwamasyarakaturban sangat membutuhkan pihak-pihak yang perduli dengan kempleksitaskehidupan yang dihadapai, hasil pendampingan dilakukan usaha produktifdengan memperhatikan mudah, murah, dan meriah serta aman, denganusaha produktifyakni pembuatan kue/roti dan menjahit.Tahapperencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pendampingan melaluiusaha produktif, dengan memperhatikan kemauan dan kemampuan, inovasidan kreatifitas, tanggappadaperubahan teknologi informasi, kerja keras,cerdas, efektif dan efisien dengan hasil maksimal, dan perluasan pangsapasar secara global, melibatkan stakeholder.Pendampingan akanmenjadikan semangat mandiri dan kretifitas untuk melakukan usahaproduktifitas dalam persaingan kehidupan yang dihadap
    corecore