24 research outputs found
Desain Interior Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Sayidiman Magetan Dengan Konsep Modern
Desain Interior Perpustakaan Grhatama Pustaka yang Berkonsep Mandiri Rekreatif sebagai Penunjang Aktivitas Pengguna
Desain Interior Terminal Penumpang Domestik ‘A’ Bandara Adisucipto Berdasarkan Daya Tarik Kota Yogyakarta
Dekorasi Gaya Jepang dalam Desain Interior Restoran
Ciri khas sebuah ruang dapat diperoleh melalui pengaplikasian suatu gaya dalam desain interior. Bagaimana cara memaksimalkan sebuah gaya pada interior. Salah satu gaya , dengan karakter tradisional yang kuat adalah Jepang. Gaya desain interior Jepang memiliki karakteristik simpel, menggunakan bentuk geometris, material alam, dan elemen-elemen khas Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, analisa data, dan tahapan desain. Penelitian ini akan mencoba mengolah karakter Jepang ke dalam elemen interior, furnitur, dan material yang dapat menghasilkan sebuah desain interior dengan memaksimalkan pengaplikasian gaya Jepang
Dekorasi Gaya Jepang dalam Desain Interior Restoran
Ciri khas sebuah ruang dapat diperoleh melalui pengaplikasian suatu gaya dalam desain interior. Bagaimana cara memaksimalkan sebuah gaya pada interior. Salah satu gaya , dengan karakter tradisional yang kuat adalah Jepang. Gaya desain interior Jepang memiliki karakteristik simpel, menggunakan bentuk geometris, material alam, dan elemen-elemen khas Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, analisa data, dan tahapan desain. Penelitian ini akan mencoba mengolah karakter Jepang ke dalam elemen interior, furnitur, dan material yang dapat menghasilkan sebuah desain interior dengan memaksimalkan pengaplikasian gaya Jepang
Visual and Environmental Stimuli Preferences in Pediatric Spaces
Interior design is considered and practiced as a visual discipline in architecture. The environment and buildings are appreciated through visual representations. We explored how sensory interactions shape a genuine multisensory experience with visual stimulation as a primary focus in architecture and interior design. It is important to consider different factors that contribute to visual stimulation when designing spaces. Visual stimulation is experienced differently, depending on the observer, and it is important to understand how children perceive stimuli. Therefore, we determined the visual factors captured by children. The embedded design method was used for qualitative mapping of visual factors and 3D animation creation for visualization. Eye-tracking experiments were conducted to examine the factors that captured the attention of children. Children were attracted to moving objects such as videos, followed by images on walls, playgrounds, windows, and furniture. Fostering positive distraction is important in designing spaces for children
Desain Interior Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Sayidiman Magetan Dengan Konsep Modern
Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu bagian di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang mengalami sakit atau cidera dan yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. IGD sebagai tempat untuk penanggulangan tindakan tindakan medis harus didesain untuk mengoptimalkan kegiatan pelayanan medis. Kriteria utama mendesain IGD adalah pada kemudahan akses dan sirkulasi dari luar menuju ke bagian dalam interiornya. Selain itu kenyamanan pada area IGD juga menjadi hal yang sangat penting. Sehingga perlu adanya desain yang sesuai dengan Peraturan Departemen Kesehatan RI. Dimana harus adanya konsep yang dipakai untuk IGD agar seluruh tim medis dan penggunanya merasa nyaman dan melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu desain interior IGD dengan konsep modern diharapkan dapat membuat nyaman dan meningkatkan kinerja para pekerjanya dan tetap sesuai dengan Peraturan Departemen Kesehatan RI.
Redesain Interior Akuarium Kebun Binatang Surabaya Berkonsep Learning by Doing dengan Nuansa Natural
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, berbagai macam satwa liar hidup di Indonesia. Namun fakta menunjukkan bahwa kini jumlah satwa di Indonesia semakin menurun, sehingga menjadikan lembaga konservasi seperti kebun binatang, sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam penyelamatan dan pengelolaan satwa. Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan pusat konservasi di Surabaya. KBS merupakan salah satu ikon wisata Surabaya yang memiliki fungsi lain yaitu sarana rekreasi dan edukasi. Hiburan yang mengedukasi sangatlah penting keberadaanya bagi masyarakat, terutama masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat stress tinggi dan jarang menikmati keindahan alam. Untuk mendapatkan edukasi dapat kita peroleh pula melalui tempat rekreasi, salah satunya ialah Kebun Binatang Surabaya. Namun sayangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Kebun Binatang Surabaya masih kurang. Konsep baru dalam desain interior kebun binatang yang baik dapat menjadikan KBS sebagai ruang publik yang menawarkan hiburan sekaligus edukasi yg dikemas secara menarik. Faktor kenyamanan dan fasilitas yang baik dapat mempengaruhi psikologi pengguna KBS. Konsep yang diterapkan pada KBS adalah learning by doing yang dipadukan dengan nuansa natural yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam KBS sebagai pusat konservasi dan sarana hiburan edukatif yang dapat meningkatkan rasa cinta dan minat belajar masyarakat terhadap satwa dan alam
Redesain Interior Panti Tresna Werdha Hargo Dedali sebagai Wisma Terapi berdasarkan Kebiasaan dan Kebutuhan Usia Lanjut
Kecenderungan bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terlihat sangat signifikan. Namun peningkatan jumlah penduduk lansia ini kurang selaras dengan banyaknya tempat, ruang, maupun fasilitas yang tersedia khusus bagi lansia tersebut, mengingat bahwa lansia mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat proses penuaan. Penuaan adalah masa dimana seseorang mengalami perubahan keberfungsian tubuh yang terjadi di sekitar usia 60 tahun keatas. Perubahan tersebut meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosiologis. Perubahan biologis berupa penurunan fungsi tubuh, penurunan daya ingat, dan melambatnya proses berfikir. Sedangkan perubahan psikologis dan sosiologis berupa perubahan peran sosial, penurunan kualitas hidup, dan penurunan kepercayaan diri. Akibat dari perubahan kondisi ini maka dibutuhkan fasilitas, pelayanan dan penataan interior yang dapat memenuhi segala kebutuhan lansia. Metode analisa yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisa kebutuhan lansia, dan melakukan pengamatan fenomena sosial yang terjadi di Panti Tresna Werdha Hargo Dedali, sehingga hasil penelitian yang didapatkan tidak bersifat statistik dan tidak ada aturan absolut dalam mengolah hasil pengamatan. Konsep yang dihadirkan pada panti werdha ini adalah konsep natural, aman, dan nyaman, yaitu memiliki bentukan aman dan sederhana dengan tujuan menciptakan suasana alami untuk memberi persepsi nyaman bagi lansia. Aplikasi konsep tersebut bermaksud untuk menitikberatkan pada faktor kenyamanan lansia, sehingga lansia mendapatkan kualitas hidup yang layak dan sesuai dengan yang dibutuhkan
