1,721,038 research outputs found
Implementasi Pengajian Kitab Al-Hikam dan Implikasinya Terhadap Masyarakat di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo
Rosyidi, Muhammad Adib. 2020. Peningkatan Religiusitas Masyarakat Melalui Pengajian Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo.Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Siti Rohmaturrosyidah R., M.Pd.I.
Kata Kunci : Religiusitas, Masyarakat, Pengajian, Al-Hikam.
Dalam perkembangan zaman yang begitu modern dan millenial ini, manusia benar-benar dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan godaan dunia yang berat seperti materialistis, hedonisme dan sejenisnya. Hal itu berdampak pada religiusitas atau keberagamaan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo, sehingga penting adanya usaha untuk membentengi masyarakat dari sikap materialistis dan sebagainnya serta meningkatkan kembali religiusitasnya. Diantara usaha yang dapat dilakukan untuk terwujudnya peningkatan religiusitas adalah dengan mengadakan pengajian yang lebih memfokuskan pembahasannya pada ranah hati dan ketauhidan. Dalam hal ini kitab Al-Hikam yang menjadi pilihan untuk dikaji bersama.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang dilaksakannya pengajian kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo, (2) pelaksanaan pengajian kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo, (3) dimensi religiusitas akidah dan akhlak perspektif kitab Al-Hikam, (4) implementasi pengajian kitab Al-Hikam dan implikasinya terhadap religiusitas masyarakat di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Latar belakang dilaksanakannya pengajian kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo yaitu sebagai ikhtiyar terwujudnya pribadi dan masyarakat sekitar pondok pesantren Subulus Salam, serta masyarakat pada umumnya, untuk semakin menata dan mengolah hati, supaya berhasil menjadi hamba yang baik di sisi Allah dan bermanfaat terhadap kemaslahatan manusia; (2) Pelaksanaan pengajian kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo di adakan setiap satu bulan sekali yaitu setiap malam senin legi. Waktu pelaksanaan yaitu pukul 19.30- selesai. Pengajian dilakukan dengan model bandongan atau seorang kiai yang membacakan kitab serta menjelaskannya, sedangkan jamaah atau murid mendengarkan dan memperhatikan; (3) Dimensi religiusitas akidah perspektif kitab Al-Hikam adalah mengenal dan mencintai Allah. Dimensi akhlak perspektif Al-Hikam yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat kepada sesama manusia dan makhluk; (4) Implementasi pengajian kitab Al-Hikam dan implikasinya terhadap religiusitas masyarakat di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo tercermin dalam lima aspek yaitu keyakinan terhadap rukun iman, praktik ibadah keseharian, akhlak atau pengamalan ajaran-ajaran agama, pengetahuan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam, serta pengalaman atau penghayatan keagamaan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Hubungan Tipe Keluarga Tradisional dengan Perkembangan Anak Usia 3-6 Bulan Berbasis Agricultural Nursing di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Perkembangan anak merupakan tantangan yang harus diatasi secara serius, terutama permasalahan keterlambatan perkembangan anak. Pada usia 3-6 bulan pertama anak perlu mendapatkan perhatian lebih dan pemantauan dalam perkembangannya, dimana keterlibatan keluarga dalam memberikan stimulasi berpengaruh dalam pencapaian perkembangannya. Di sisi lain, keluarga petani cenderung masih tertutup dan menganut ajaran internal atau nilai tradisional. Oleh karena itu dalam memberikan kebutuhan asah, asih, dan asuh pada anak usia 3-6 bulan dengan tipe keluarga tradisional yang memiliki jumlah anggota bervariasi akan menentukan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tipe keluarga tradisional dengan perkembangan anak usia 3-6 bulan di Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan desain a family based survey dengan pendekatan cross sectional. Teknik ini menggunakan stratified random sampling sebanyak 223 keluarga petani. Kuesioner yang digunakan untuk data demografi dan tipe keluarga tradisional menggunakan kuisioner (check list) yang dikelola peneliti sesuai dengan Friedman dan perkembangan anak menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) 3 dan 6 bulan. Analisa data untuk hubungan tipe keluarga tradisional dengan perkembangan anak usia 3-6 bulan menggunakan uji chi-square dengan tingkat 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tipe extended family (57,8%) dan perkembangan anak sesuai (55,6%). Tidak ada hubungan antara tipe keluarga tradisional dengan perkembangan anak usia 6 bulan (χ2 = 6,09a; p-value =0,192). Namun ada hubungan antara tipe keluarga tradisional dengan perkembangan anak usia 3 sampai kurang dari 6 bulan (χ2 = 10,50a; p-value =0,033), dimana tipe extended family memiliki perkembangan anak yang sesuai. Sementara itu, terdapat hubungan signifikan antara indikator gerak kasar pada anak usia 3 sampai kurang dari 6 bulan (p-value =0,004).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tipe keluarga tradisional berhubungan dengan perkembangan anak usia 3 sampai kurang dari 6 bulan di Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan dengan melibatkan keluarga dan memberikan support system agar keluarga mampu memberikan perhatian lebih baik lagi pada anak usia 3 sampai 6 bulan. Selain itu, bagi perawat komunitas dan keluarga dalam memberikan intervensi dan pemantuan perkembangan anak diharapkan untuk memperhatikan budaya, nilai, dan norma yang dianut keluarga
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis progresif yang
dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi terutama pada mata, saraf,
pembuluh darah, jantung, dan pembuluh darah yang banyak terjadi pada
masyarakat. Kualitas hidup dari klien DM dapat dipengaruhi oleh komplikasi
yang sering terjadi pada klien seperti luka pada kaki
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
