159 research outputs found

    [Georgia of European women : 1823-1923]

    No full text
    [Editor: Elza Nabakhteveli, Nino Bekishvili ; Artist: Luiza Laperadze] ; [Project Author and Scientific Editor: Lela Gaprindashvili. The project "European Women Georgia 1823-1923" was implemented by the Union "Women's Initiative for Equality" with the support of the Friedrich Ebert Foundation]Text georgischGeorgisc

    Visual Journaling as a Personal Well-Being Practice

    No full text
    For this project, the author explored the art of Visual Journaling as a personal well-being practice. Visual journaling is the use of creative expression to explore deeper or unknown emotions. One may use it as a form of art therapy or a well-being practice. The process includes intentional breathing (meditation), art creation and then written reflection about the creation. Barbara Ganim and Susan Fox created a book called Visual Journaling, Going Deeper than Words. In this book, you are guided through a 6 week course that includes a range of exercises with goals of understanding deeper emotions. This portfolio includes Lela\u27s personal takeaways and reflections after following the 6-week course, offering insight into what did and did not work well for them. Additionally, the visual journal entries done by Lela are provided in chronological order with their corresponding exercise and chapter goals. This portfolio offers guidance to anyone wanting to try visual journaling in their own life

    ANALISIS PERKEMBANGAN UKM DI KOTA MANNA

    No full text
    Keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah memainkan peranan yang penting bagi perkembangan sektor industri dan pembangunan ekonomi regional. Perkembangan UKM di Kota Manna terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya, tetapi UKM mash menghadapi permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat perkembangan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan UKM, perkembangan permodalan UKM, jenis usaha UKM, Penyerapan tenaga kerja dan perkembangan investasi UKM yang ada di Kota Manna. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan mengolah, menyajikan data ke dalam tabel atau grafik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan rata perkembangan UKM selama periode 2000-2004 di Kota Manna ini sebesar 15,55 % yang terdiri dari 429 unit usaha kecil dan 2 uit usaha menengah. Penyerapan tenaga kerja UKM di Kota Manna selama periode 2000-2004 sebanyak 281 orang yang terdiri dari 45 orang usaha menengah dan 236 orang usaha kecil. Rata-rata pertumbuhan penyerapan tenaga kerjanya adalah 10.35%. Perkembangan investasi UKM di Kota Manna semakin meningkat. Investasi yang didapat berasal dari BPD Kota Manna sebanyak Rp. 3.142.500.000 dengan pertumbuhannya sebesar 6.61% dan BRI Kota Manna sebesar Rp 7.963.000.000 dengan pertumbuhan investasinya sebesar 8.21%. Perkembangan permodalan UKM selama periode 200-2004 adalah sebanyak RP 799.332.000 dengan perincian Rp 3.425.000.000 usaha menengah dan Rp. 4.568.322.000 usaha kecil. Dilihat dari perkembangan jumlah UKM yang ada di Kota Manna ini, usaha yang dominan adalah pada usaha kecil. Hal ini sdikarenakan keterbatasan dana. Untuk itu hendaknya pemerintah memberikan dukungan terhadap UKM berupa pelayanan-pelayanan baik dari fasilitas maupn dana untuk perkembangan usaha mereka

    PENGARUH PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP PDRB PROPINSI BENGKULU

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator dalam menentukan keberhasilan pembangunan di suatu wilayah, khususnya dibidang ekonomi. Oleh karena itu berbagai upaya perlu dilakukan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi adalah faktor sumberdaya manusia. Pertumbuhan ekonomi Propinsi Bengkulu tercermin pada nilai PDRB nya dan ditentukan oleh faktor penentu pendidikan yang dilihat dari lulusan SLTA dan sederajat serta pendidikan tinggi, dan kesehatan yang dilihat dari besarnya pengeluaran publik pada sektor kesehatan. Sehingga permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah apakah lulusan SLTA dan sederajat serta pendidikan tinggi , dan anggaran kesehatan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Propinsi Bengkulu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh lulusan SLTA dan sederajat serta pendidikan tinggi, dan anggaran kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi Propinsi Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS. Penelitian ini menggunakan analisis regresi liniear berganda yang ditransformasikan ke dalam uji F, dan uji t pada tingkat keyakinan 95% ( a = 0,05) dengan menggunakan program SPSS. Dari hasil pengolahan data didapat persamaan sebagai berikut: Y = 179178,3 + 179133,88X 1 – 0,046X 2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan SLTA sederajat serta pendidikan tinggi, dan anggaran kesehatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PDRB Propinsi Bengkulu. Untuk uji parsial didapat bahwa lulusan SLTA dan sederajat serta pendidikan tinggi berpengaruh signifikan terhadap PDRB Propinsi Bengkulu. Sedangkan anggaran kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB Propinsi Bengkulu. Oleh karena itu untuk meningkatkan PDRB Propinsi Bengkulu maka jumlah lulusan SLTA sederajat dan pendidikan tinggi harus lebih ditingkatkan lagi

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA MENCARI KERJA BAGI TENAGA KERJA TERDIDIK DI KOTA BENGKULU (STUDI KASUS DI KECAMATAN GADING CEMPAKA)

    No full text
    Masalah pengangguran telah menjadi kendala bagi setiap negara pada saat ini, jumlah pengangguran selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Menariknya, dalam hal ini terdapat pengangguran tenaga kerja terdidik, khususnya lulusan pendidikan tinggi yang jumlahnya terus meningkat karena tidak langsung terserap oleh lapangan kerja. Sehingga penulis tertarik untuk mengkaji faktor apa saja yang mempengaruhi lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik di kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan tingkat upah terhadap lama mencari kerja tenaga kerja terdidik. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara di pandu dengan kuesioer. Penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang bekerja di sektor formal swasta di kelurahan Sidomulyo dan kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda beserta pengujiannya. Berdasarkan perhitungan data hasil penelitian, diperoleh persamaan regresi : Y = 39,959 + 0.595X1 + 0.465X2 + 1.008X3 - 0.348X4 Besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0,79 artinya pengaruh variabel umur (X1) tingkat pendidikan (X2) jenis kelamin (X3) tingkat upah (X4) terhadap variabel lama mencari kerja tenaga kerja terdidik (Y) adalah 79% sedangkan sisanya 21% disebabkan oleh faktor lain (cateris varibus). Berdasarkan hasil hasil pengolahan dan analisis data menggunakan uji-t, ttabel = 1,982. Variabel umur memiliki nilai thitung = 5.936 dan tingkat upah thitung = 2.149 sehingga nilai thitung kedua variabel > ttabel yang berarti berpengaruh terhadap lama mencari kerja tenaga kerja terdidik , sedangkan variabel tingkat pendidikan thitung 0,252 dan jenis kelamin 0,748 sehingga thitung < dari ttabel yang berarti kedua variabel ini tidak berpengaruh terhadap lama mencari kerja tenaga kerja terdidik

    POTENSI DAN SISTEM PENGELOLAAN PAJAK PARKIR MALL KOTA BENGKULU

    No full text
    The objectives of this research are to estimate potential expectations of mall parking taxes in Bengkulu city, to explore the difference between target provision of mall parking tax with is potential, and to avaluate its management system to local pure income. The used method to estimate the potential of mall parking taxes in Bengkulu city is counting of number of vehicles approach with its tariff while for management system use descriptive research method. The research result that income the potential of mall parking taxes in Bengkulu city raise year to year. In 2011 potential income of Mega Mall parking taxes reach Rp 382.520.000,- while the target provision expect just Rp 76.526.000,-. The potential income of Bengkulu Indah Mall in 2011 reach Rp 455.885.00,- with the target provision expects Rp 128.664.000,-. Tthe realization of income parking in 2011 from Mega Mall is Rp 379.775.000,- and Bengkulu Indah Mall is Rp 453.509.000,-

    ANALISIS POTENSI PRODUKSI KAIN BATIK BESUREK DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Usaha kerajinan besurek merupakan salah satu cabang industri kecil yang ada di Kota Bengkulu Kain batik besurek cukup unik, keunikan kain batik besurek terletak pada ornament /motif hiasanya yang berbentuk Kaligrafi Arab dan stalisasi flora dan fauna. Batik besurek ini merupakan salah satu bentuk akulturasi antara masyarakat asli Bengkulu dengan penagruh budaya Islam. Koperasi Pengerajin Batik Besurek (Kopinkra) Bengkulu, sebelum maraknya batik cetak anggota Kopinkra sebanyak 15 pengerajin, Akan tetapi, saat ini perajin yang masih aktif tinggal 3 orang.Tujuan untuk menganalisis Potensi Produksi Kain Besurek di Kota Bengkulu. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan data primer dan skunder, dan primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu pengusaha atau pengerajin batik kain besurek yang ada di Kota Bengkulu sementara data skunder diperoleh dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ( Departemen Perindustrian). Hasil penelitian menunjukkan mahalnya bahan baku, modal yang terbatas, bahan baku yang terdapat di bengkulu pemasaran yang terbatas dan adanya persaingan dengan batik printin

    Relationship between Socioeconomic Factors and the Incidence of Stunting In Padang Jaya Village, Bengkulu Utara Regency

    No full text
    Stunting is a condition in which a young child has impaired growth due to chronic spikes in nutrition, making him or her weaker than other children of the same age. Globally, stunting is a more serious problem than wasting and underweight. A number of factors, including socioeconomic factors stemming from wages, education, and awareness of the impact of stunting. The purpose of this study is to understand the social and economic consequences of stunting in Padang Jaya Village, North Bengkulu Regency. This research uses Quantitative methods by using a systematic, organized, and continuous process from the beginning to the end of the research

    ANALISIS TINGKAT KEMANDIRIAN DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Kemandirian keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan otonomi daerah, karena dengan kemandirian berarti suatu daerah itu sudah berdaya dalam pelaksanaan otonomi daerah, dengan begitu daerah yang sudah mandiri atau berdaya, sama artinya dengan daerah tersebut sudah bisa menghidupi sendiri kebutuhan dalam pelaksanaan otonomi daerah. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa penyebab Provinsi Bengkulu belum bisa mewujudkan kemandirian daerahnya? Apakah pemerintah pusat dengan sengaja membiarkan kondisi seperti ini agar terus terjadi ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer atau disebabkan ketidakmampuan Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri dalam mewujudkan kemandirian daerah. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui tingkat kemandirian daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dan (2) Untuk mengetahui perbedaan kemandirian daerah kabupaten/kota induk dengan kabupaten/kota pemekaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa: (1) Tingkat kemandirian daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu mayoritas berada pada kategori rendah, karena berada pada skala interval di bawah 25%, yang berarti bahwa memiliki kemampuan keuangan daerah yang rendah; (2) Kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu memiliki dua klasifikasi daerah, yakni daerah cepat maju dan cepat tumbuh dan daerah relatif tertinggal; (3) Pola hubungan antara pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dengan pemerintah provinsi/pusat mayoritas adalah instruktif; (4) Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa nilai thitung yang diperoleh adalah sebesar 3,290 > ttabel(0,025) sebesar 1,96. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan kemandirian daerah antara kabupaten/kota induk dengan kabupaten/kota pemekaran di Provinsi Bengkulu. Perbedaan rata-rata keduanya adalah kabupaten induk memiliki rata-rata kemandirian sebesar 5,78%, sedangkan kabupaten pemekaran memiliki rata-rata kemandirian sebesar 3,92%; dan (5) Hasil pengujian perbedaan kemandirian antara Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur tidak terjadi perbedaan. Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Utara dengan Kabupaten Mukomuko tidak terjadi perbedaan kemandirian, sedangkan dengan Kabupaten Bengkulu Tengah terdapat perbedaan. Hasil pengujian perbedaan kemandirian antara Kabupaten Rejang Lebong dengan Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong tidak terjadi perbedaan. viii Berdasarkan hasil analisis terhadap tingkat kemandirian daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terlihat dengan jelas bahwa kemandirian daerah berada pada kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diberikan beberapa saran berkaitan dengan peningkatan kemandirian dan kemampuan keuangan daerah, yakni: (1) Dalam kerangka otonomi daerah pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu harus dapat meningkatkan pendapatan asli daerahnya dengan mencari sumber-sumber pendapatan yang sah, sehingga mendongkrak pendapatan asli daerah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian daerah tersebut dan (2) Pemerintah daerah kabupaten/kota di Propinsi Bengkulu dalam menyusun dan realisasi pendapatan dan belanja daerah perlu juga memperhatikan arah perkembangan pola hubungan dan kemampuan keuangan daerahnya agar menunjukkan kondisi yang lebih baik. Kata Kunci : Kemandirian daerah; Tipologi klassen, dan Perbedaan kemandiria

    ANALISIS PENDAPATAN PENGUSAHA JUAL BELI MOTOR BEKAS DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Skripsi ini berjudul Analisis Pendapatan Pengusaha Jual Beli Motor Bekas Di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilatar belakangi dimana semakin meningkatnya kebutuhan akan alat transportasi roda dua di kota Bengkulu, tetapi karena untuk membeli motor yang baru dibutuhkan biaya yang besar, maka masyarakat banyak yang beralih untuk membeli motor bekas. Dengan meningkatnya permintaan motor bekas, menyebabkan banyak orang yang tertarik untuk terjun dalam usaha jual beli motor bekas ini, karena dirasa memiliki prospek yang baik. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal, jam kerja dan pengalaman kerja terhadap pendapatan pengusaha jual beli motor bekas di kota Bengkulu. Hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini diduga modal, jam kerja dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan pengusaha jual beli motor bekas di kota Bengkulu. Data yang digunakan adalah data primer sedangkan metode pengambilan sampel adalah saturation sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Penelitian ini mengunakan metode analisis regresi linier berganda. Dari hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, dapat dibuat persamaannya yaitu sebagai berikut : Y = -6597179 + 0,032X 1 +7361,971X 2 + 483161,40X Berdasarkan uji F diperoleh F hitung = 309,123 > dari F tabel 3 = 2,92, yang berarti bahwa modal, jam kerja dan pengalaman kerja secara keseluruhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengusaha jual beli motor bekas di kota Bengkulu. Dari nilai koefisien korelasi R = 0,984 terlihat bahwa hubungan variabel pengaruh terhadap variabel terpengaruh sangat erat. Kemudian dari hasil koefisien determinasi R 2 sebesar 0,969 yang berarti 96,9 % perubahan pendapatan pengusaha jual beli motor bekas di kota Bengkulu, ditentukan oleh variabel modal, jam kerja dan pengalaman kerja, sedangkan sisanya sebesar 3,1% dipengaruhi variabel lain. Untuk meningkatkan pendapatannya, para pengusaha jual beli motor bekas di kota Bengkulu, harus menambah jumlah modal, jam kerja dan pengalaman kerjanya, terutama untuk variabel modal karena variabel ini yang paling memungkinkan untuk ditambah. Dalam hal ini, juga diharapkan peran serta dari pemerintah dan lembaga perbankan agar dapat memberikan pinjaman, berupa pinjaman lunak dan tanpa proses yang rumit
    corecore