317 research outputs found

    Tinjauan Yuridis tentang Penetapan Sanksi terhadap Tindak Pidana Insider Trading (Studi kasus PT. Perusahaan Gas Negara tahun 2007). / oleh Timotius Roni Suryo Wibowo

    No full text
    abstrak A.Nama (NIM) :Timotius Roni Suryo Wibowo (205060123) B. Judul Skripsi : ?Tinjauan Yuridis tentang Penetapan Sanksi terhadap Tindak Pidana Insider Trading (Studi kasus PT. Perusahaan Gas Negara tahun 2007).? C.Halaman : ix + 63 + 10 + 1990 D. Kata Kunci : Penetapan Sanksi, Insider Trading E. Isi : Informasi merupakan elemen penting dalam dunia pasar modal karena harga saham sangat dipengaruhi oleh semua informasi yang tersedia secara langsung. Ketidaktersediaan persamaan akses atas informasi yang tersedia diantara investor akan merusak kepercayaan di bidang pasar modal. Bentuk penyalahgunaan informasi disebut Insider Trading dengan memanfaatkan informasi yang dimiliki orang dalam demi meraih keuntungan pribadi. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mengatur bahwa pelanggaran terhadap Insider Trading diancam dengan Pidana Penjara Maksimal 10 tahun dan denda administratif sebanyak Rp5.000.000.000(lima milyar rupiah) namun dalam kasus Insider Trading di PT.PGN para pelaku hanya dikenai sanksi administratif. Bagaimana tinjauan yuridis mengenai tindak pidana Insider Trading yang terjadi dalam PT.PGN? Penulis meneliti masalah tersebut menggunakan Metode Penelitian Hukum normatif dan diperkuat dengan data wawancara. Bapepam-Lk memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi administratif sesuai yang diatur dalam Undang-Undang, pemeriksaan yang dilakukan oleh Bapepam-Lk dilakukan secara tertutup pun menyulitkan bagi pihak yang diperiksa karena tidak didampingi oleh penasehat hukum sehingga pembelaan diri yang dilakukan tidak maksimal. Penjatuhan sanksi administratif kurang tepat karena tidak sesuai dengan amanat Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menetapkan bahwa pelanggaran terhadap Insider Trading diancam dengan hukuman penjara dan denda. Bapepam-Lk kiranya lebih terbuka kepada masyarakat dan bukan hanya menuangkan segala hasil kegiatannya ke dalam dokumen yang dirangkum dan diumumkan kepada masyarakat terutama menyangkut produk hukum berupa sanksi yang dikeluarkan Bapepam-Lk tanpa disertai alasan dan pertimbangan dijatuhkannya putusan serta perlu adanya revisi UUPM dikarenakan belum ada batasan normatif dimana sebuah perbuatan dapat dijatuhi sanksi administratif atau pidana. F. Daftar Acuan : 18 (1990 ? 2009) G. Pembimbing : Metty Rachmawati S.H., M.H. H. Penulis : Timotius Roni Suryo Wibow

    Pengembangan Bahan Ajar Tematik Materi Puisi dengan Memanfaatkan Peta Pikiran Berkonteks Lingkungan Sekitar yang Memuat Nilai-nilai Moral untuk Siswa Kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban

    No full text
    ABSTRAK Wibowo, Roni. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Tematik Materi Puisi dengan Memanfaatkan Peta Pikiran Berkonteks Lingkungan Sekitar yang Memuat Nilai-nilai Moral untuk Siswa Kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban, Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Hj. Utami Widiati, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, puisi, peta pikiran, lingkungan sekitar   Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SDN Wotsogo I Tuban, ditemukan beberapa fakta diantaranya adalah buku tematik yang diterbitkan pemerintah perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pada buku tematik tersebut sastra anak yang dikaji adalah syair dan pantun. Tidak ada pembahasan materi puisi. Padahal materi puisi ini yang dibutuhkan untuk memberikan bekal siswa kelas V yang akan mengikuti lomba cipta atau baca puisi yang sering diselenggarakan di berbagai event baik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, dan nasional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar tematik berupa buku siswa dan buku guru yang bersifat suplemen (pelengkap) untuk kelas V Tema 2  “Peristiwa dalam Kehidupan” subtema “Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan” dengan fokus kajiannya pada pada materi puisi.  Bentuk kegiatan siswa dalam mempelajari puisi terdiri dari 3 tahap, yaitu (1) pra menulis puisi dilakukan dengan mengamati media dan melakukan imajinasi yang dibantu oleh pemetaan pikiran, (2) proses menulis puisi dilakukan dengan membuat deskripsi dan menulis puisi, (3) pasca menulis puisi dilakukan dengan membacakan hasil puisi dan memajang hasil puisi. Bahan ajar ini banyak memanfaatkan metode peta pikiran untuk menyajikan materi serta memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran. Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan dengan 10 tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan rancangan produk, (4) uji tahap awal (validasi), (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan terbatas, (7) revisi produk, (8) uji lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) diseminasi dan implementasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V SD Negeri Wotsogo I Tuban. Pada uji coba lapangan terbatas melibatkan 6 siswa sedangkan pada uji lapangan (kelompok besar) melibatkan 40 siswa. Kelayakan produk yang dikembangakan berdasarkan 4 aspek, yaitu kevalidan, kemenarikan, keefektifan, dan kepraktisan. Hasil validasi ahli pada aspek kevalidan memiliki rata-rata sebesar 90,025. Hasil uji coba kelompok kecil pada aspek kemenarikan memiliki rata-rata sebesar 91,80. Hasil uji coba kelompok besar pada aspek keefektifan menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 90,61 dan aktivitas belajar siswa sebesar 94,90.  Sedangkan pada aspek kepraktisan rata-ratanya adalah sebesar 92,18. Hasil validasi dan uji coba tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan  yang tinggi. Sehingga bahan ajar ini disarankan dapat diimplementasikan sebagai sumber pendukung dalam pembelajaran tematik khususnya pada materi puisi.

    KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013

    Full text link
    Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army

    GAYA BAHASA 10 GEGURITAN DALAM ANTOLOGI NURANI PEDULI KARYA HANDOYO WIBOWO

    No full text
    This study aims to assess the characteristics geguritan Handoyo Wibowo works in the anthology  Conscience Care. This study aimed to describe (1) the characteristics of language author who studied through clause types and compaction language conducted by the author, (2) diction in geguritan-geguritan works Handoyo Wibowo, (3) sound, (4) imagery, and (5) figure of speech. The research is a qualitative descriptive. The data in this study are the types of clauses that are used in the anthology Geguritan, words (diction).Sumber data used in this study a book Anthology ofConscience Care geguritan work Handoyo Wibowo categorized as a document. The instrument used in this study is a set of books - books stylistic, syntactic structures, in particular, the clause, sound, diction, figure of speech, and imagery that became the theoretical basis in order to obtain better data. Provision of data in this study using an advanced simak.Teknik method used in this study are engineering and technical literature record. Data analysis methods used in this study is a translational agih and unified method. Data were analyzed using the technique of direct element.Advanced techniques used sorting technique decisive element is aggregated translational power engineering, power and power sorting aggregated referential orthography. Results of the study are (1) geguritan work there Handoyo Wibowo compaction akromin said that the title is a phrase or clause that is the meaning of that title. Geguritan entitled "ngrasani" is an acronym of ngasorakerasa nurani, "tentrem" (tetenger trenyuh ayem), "sembrana" (sembadane ora ono), "candradimurka" (candrane dadi murka), "aja" (amrih dijaga), "petra "(peling trahe swara)," revelation "(wayah atine ngguyu)," geguritan "(gurit kang mapan)," mereni "(rumesep mengini), and" Kotagedhe "(kang oleh tanggapan gedhe), (2) the existence of irregularities the syntax elements, namely the deletion elements of S, (3) diction used in anthologies geguritan Handoyo Wibowo work dominated by abstract words. In addition diction used also in the form of said concrete and meaningful words connotation, (4) the sound is dominated by assonance a and i, for alliteration not too prominent, but which often appears is in alliteration [ŋ] / ng /, (5) imagery Conscience contained in the anthology Cares is the imagery of vision, hearing, foretaste, taste and touch, (6) figure of speech contained in geguritan-geguritan work Handoyo Wibowo is a figure of speech simile, metaphor, personification, hyperbole, allegory, and epics. Figure of speech which is the dominating figure of speech metaphor

    ANALISIS KINERJA GUDANG TEMBAKAU DALAM MEMPERLANCAR PENGIRIMAN BAHAN BAKU ROKOK DI PT. DJARUM KUDUS

    Full text link
    Andre Arfian Wibowo, 51145526, 2018, “Performance Analysis of Smoke Warehouses in Streamlining Delivery of Cigarette Raw Materials at PT. Djarum Kudus”. Minithesis, Port and Shipping Department, Semarang Merchant Marine Polytechnic. Supervisor: (1) Sri Murdiwati, S.Sos., M.Si. (2) Dr. Eko Nugroho W., M.M., M.Mar.E. PT. Djarum is one of the major companies producing cigarettes based in Kudus, Central Java, Indonesia. In 1951, Oei Wie Gwan, a Chinese-Indonesian businessman. Many branches and warehousing offices are owned by PT. Kudus Djarum in Indonesia to be able to get the supply of tobacco needed to meet the needs of consumers In its implementation, the performance of tobacco warehouses is something that the author considers important in its implementation because one part of the supply chain management process and has been investigated by the author with this study. This research to determine the performance of tobacco warehouses in facilitating the delivery of raw materials for cigarettes at PT. Djarum Kudus. The research method used by the author is qualitative descriptive. The data sources used are library research, interviews and documentation. From the results of research conducted the problems that occur are that the work system is not working well, due to human factors and storage from the tobacco warehouse. Data theft and manipulation are human factors that need to be handled. Storage that requires a lot of space makes the company must be able to think of methods that can make warehouse capacity more able, because of these problems, the use of labor from porters and long periods of time is a constraint to the company. Kata kunci : Supply Chain Management, Warehouse Performance, Work Syste

    Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Sebagai Media Tanam Alternatif untuk Pertumbuhan Tanaman Anthurium (Anthurium plowmanii Scoat.)”.

    Full text link
    Anthurium (Anthurium sp.) ialah satu diantara jenis tanaman hias daun yang perlu mendapatkan perhatian untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena tanaman Anthurium banyak ditemukan tumbuh di hutan-hutan tropis basah seperti di Indonesia sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan di Indonesia. Sebagian besar petani di Indonesia khususnya di Kota Batu-Malang Jawa Timur telah menggunakan media tanam campuran berupa cacahan pakis dan humus daun bambu untuk menanam dan membudidayakan tanaman Anthuriumnya. Media tanam cacahan pakis memiliki karakteristik mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik. Sedangkan media humus daun bambu memiliki karakteristik mudah mengikat dan menahan air, mengandung unsur hara yang cukup tinggi, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi. Oleh karena itu, diharapkan komposisi media tanam ini dapat menjaga kelembaban, subur, bersifat porous dan memiliki aerasi yang baik sehingga mampu untuk mendukung pertumbuhan tanaman Anthurium. Namun, jika penggunaan jenis media tanam tersebut sering digunakan terutama cacahan pakis, maka suatu saat ketersediaanya di alam akan semakin berkurang dan kemungkinan akan sulit didapatkan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendapatkan media alternatif baru yang mampu memberikan pertumbuhan yang baik pada tanaman Anthurium selain cacahan pakis dan humus daun bambu. Media tanam alternatif yang digunakan dapat berasal dari bahan-bahan dari limbah hasil pertanian baik berupa sisa tanaman atau sisa hasil panen yang banyak tersedia dan terbuang begitu saja tanpa adanya pemanfaatan. Salah satu sisa hasil panen yang berpotensi digunakan sebagai media tanam adalah limbah kulit buah kopi. Limbah kulit buah kopi mengandung unsur hara Nitrogen dan Kalium yang cukup tinggi. Selain mengandung unsur hara, limbah kulit buah kopi ini juga mengandung senyawa tannin. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga dalam penggunaannya media kulit buah kopi harus di lakukan proses perendaman atau pencucian agar dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam alternatif pada tanaman Anthurium plowmanii Scoat. dengan memanfaatkan limbah kulit buah kopi. Hipotesis yang diusulkan yaitu Komposisi berbagai media tanam dengan pemanfaatan limbah kulit buah kopi memberikan berbagai respon pertumbuhan tanaman Anthurium. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 750 m dpl dengan suhu antara 25° C - 28° C . Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai dengan Maret 2010. Alat-alat yang digunakan adalah penggaris dengan panjang 60 cm, Gelas ukur, Termohigrometer, Paranet 50 %, kamera digital, timbangan analitik, sprayer, Yellow Trap, dan alat-alat untuk analisis sifat fisik dan kimia media tanam. Bahan-bahan yang digunakan adalah bibit tanaman Anthurium plowmanii Scoat. berumur 6 minggu hasil penanaman biji, pot diameter 15 cm, fungisida (Dithane), Moluscisida (Siputox), insektisida (Decis), pupuk Dekastar Plus, dan media tanam berupa humus daun bambu, cacahan pakis, kulit buah kopi kering, arang kulit buah kopi., kompos kulit buah kopi. Rancangan percobaan yang digunakan ialah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 1 faktor percobaan, yaitu komposisi media tanam (M) dengan komposisi ( M0 ) humus daun bambu : cacahan pakis ( 1 : 1 ), ( M1 ) humus daun bambu : kulit Buah kopi kering ( 1 : 1 ), ( M2 ) humus daun bambu : kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi ( 1 : 1 : 1 ), ( M3 ) humus daun bambu : kompos kulit buah kopi ( 1 : 1 ), ( M4 ) kompos kulit buah kopi : cacahan Pakis ( 1 : 1 ), ( M5 ) kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi : cacahan pakis ( 1 : 1 : 1 ), ( M6 ) kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi ( 1 : 1 ), (M7 ) kompos kulit buah kopi : kulit buah kopi kering ( 1 : 1 ). Jadi terdapat 8 perlakuan dimana tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan untuk tiap-tiap ulangan terdapat 4 tanaman sehingga jumlah seluruhnya adalah 96 tanaman. Pengamatan dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Dimana pengamatan non destruktif meliputi: saat muncul daun, pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang dan lebar daun, pertambahan luas daun (LD), klorofil daun dan pengamatan destruktif terdiri dari: jumlah akar dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F hitung) pada taraf 5 % untuk mngetahui adanya pengaruh antar perlakuaan. Apabila berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil dari penelitian ini yaitu komposisi media tanam kompos kulit buah kopi + kulit buah kopi kering (1:1) dapat digunakan sebagai media tanam alternatif dan memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan komposisi media lainnya. Selain komposisi media tanam kompos kulit buah kopi + kulit buah kopi kering (1:1), terdapat komposisi media tanam alternatif lainnya yang memberikan pertumbuhan tanaman Anthurium cukup baik yaitu kompos kulit buah kopi + arang kulit buah kopi + cacahan pakis (1:1:1), kompos kulit buah kopi + cacahan pakis (1:1), humus daun bambu + kompos kulit buah kopi (1:1), humus daun bambu + kompos kulit buah kopi + arang kulit buah kopi (1:1:1), humus daun bambu +kulit buah kopi kering (1:1)

    THE STUDY ON MYTHOLOGICAL ALLUSION IN ALFRED LORD TENNYSON’S ULYSSES; EDHI WIBOWO

    No full text
    Ulysses is a poem written by Alfred Lord Tennyson. This poem tells about the determination of life of the main figure, Ulysses, the king of Ithaca and the hero of the Trojan war. This poem also emphasizes to the life of the author, Alfred Lord Tennyson during his hard time. This poem represents both Ulysses and Tennyson as a man full of determination, who believe that this still life must be fought out to the end for every man has his right to gain what is best in his life. There are two problems to discuss in this thesis. The first is did the story of Ulysses in Greek mythology has influence to the poem of Tennyson‘s Ulysses? The second one is why does Tennyson writes Ulysses? Furthermore, this thesis uses archetypal approach and historical-biographical approach. The archetypal approach is uses to discover the existence of underlying mythological patterns found in the poem since this poem tells about Ulysses, one of greek‘s mythological figure. The historical-biographical approach is uses to to study the life of Tennyson to support the analysis since this poem also concerns the poet‘s own personal journey, for it was composed in the first few weeks after Tennyson learned of the death of his dear college friend Arthur Henry Hallam in 1833. The analysis is done by using Brogan‘s theory; the theory of interpretation. There are five classifications of interpretation. Those are intrinsic, intentional, referential, structural and semiotic, and reader-response interpretation. This thesis uses Referential interpretation. It is also called mimetic interpretation. It discovers the meaning of the poem with the assumption that its story is the imitation, the embodiment and the representation of the world‘s reality and human life. This interpretation is recovered from the fact of history, biography, and social condition, also the myth as the part of its culture. This interpretation views the particular question on how far a literary work represents the real circumstance of the object. Therefore, it demands the readers to understand not only the word and language of a literary work but also the real condition of the object that happens in the past. The results of the analysis show that Tennyson uses mythological elements as the model and the reference in his poem, Ulysses. Specifically, these mythological elements appear as the structure of the poem. By knowing the structure of the poem, the hidden meaning of each expression in the poem can be revealed since the plot of the poem reflects the plot of the myth‘s story. The analysis also shows the facts of the life of the poet that have effects on the story of the poem. Tennyson writes Ulysses soon after the shock of Hallam‘s death. This life experience stimulates him in writing Ulysses. By returning and drawing the figure of Ulysses in Greek mythology, he can send the significant meaning of contra-productive problem between himself and Ulysses. Through his poem, Ulysses, Tennyson shows that the poem, which was written under the sense of loss and that all had gone by, gives its readers a feeling about the need of going forward and braving the struggle of life. That this still life must be fought out to the end

    Analisis Kinerja PDAM Kota Padang Panjang dalam memberikan Pelayanan Air Bersih untuk Masyarakat Kota Padang Panjang

    Full text link
    This research is motivated by the large number of water resources owned by PDAM Padang Panjang city. Furthermore, PDAM Padang Panjang city also has a breakthrough in activities that are not owned by other PDAMs in the West Sumatra region. Nevertheless, in reality, PDAM Padang Panjang City has not provided the same service to all its service areas. The research objective is to describe the performance of PDAM Padang Panjang in providing clean water for the people of Padang Panjang City. The research method used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. To test the validity of the data obtained, it was carried out through source triangulation techniques. The theory used in this research is the theory of performance, according to Wibowo, which consists of four variables, namely input, process, output, and benefits. The results showed that from the four variables put forward by Wibowo, it could be concluded that the performance of PDAM Padang Panjang in providing clean water for the people of Padang Panjang has not been maximally achieved. Because there are still several indicators from the theory used that have not achieved the results expected by the PDAM. For example, the human resources in the PDAM have not received evenly distributed training, incomplete financial management, incomplete supporting documents, and the management of existing natural water sources has not been maximized

    PELATIHAN MANAJEMEN PERDARAHAN PADA KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BANGUNAN DI KELURAHAN LUBUK TANJUNG KOTA LUBUKLINGGAU

    Full text link
    ABSTRAKKasus kecelakaan kerja di bidang pembangunan menjadi jumlah terbanyak kasus kecelakaan kerja dengan perdarahan menjadi hal yang hampir pasti terjadi. Penanganan pre-hospital kasus perdarahan menjadi penting dikarenakan tenaga medis tidak selalu ada di lokasi kejadian. Pemberdayaan pekerja itu sendiri yang bisa dilakukan untuk menjadi penolong pertama pada sistem pre-hospital ini. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perkerja bangunan dalam penatalaksanaan kasus perdarahan di fase pre-hospital. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendidikan dan pelatihan agar partisipan memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan pertolongan pada kasus perdaraahan. Tujuan lebih umumnya program ini adalah terbentuknya dasar Safe Community dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaksana dan pengguna. Hasil program ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan partisipan tentang penatalaksanaan korban perdarahan di fase pre-hospital di kelurahan Lubuk Tanjung Kota Lubuklinggau. Kata Kunci: perdarahan; pertolongan pertama; kecelakaan kerja ABSTRACTCases of work accidents in the construction sector are the largest number of work accident cases, with bleeding being an almost certain thing to happen. Pre-hospital management of bleeding cases is important because medical personnel is only sometimes at the scene. Empowering workers themselves can be done to become the first helpers in this pre-hospital system. This program's main objective is to increase construction workers' knowledge and skills in managing bleeding cases in the pre-hospital phase. This activity is carried out using education and training methods so that participants have the knowledge and skills to help in cases of bleeding. The more general aim of this program is to form a basic Safe Community by involving the community as executors and users. The result of this program is an increase in participants' knowledge and skills regarding managing bleeding victims in the pre-hospital phase.Kata Kunci: Perdarahan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Kerja. Keywords: bleeding; first aid; work acciden

    Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Alisya Karya Muhammad Makhdlori Kajian Psikologi Sastra

    Full text link
    Wibowo, Bayu Priyo. 2017, "The Inner Conflict of the Primary Figure in Alisya's Novel The work of Muhammad Makhdlori is a literary psychology study". Thesis, Indonesian Literature Study Program, Undergraduate Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. Novel Alisya The work of Muhammad Makhdlori recounts the inner conflict of the main character Alisya against herself and her environment. This novel discusses the reality of human life is closely related to the problems of life that affects the development of psychology. The purpose of this study is to describe the intrinsic elements that exist in Alisya's novel and reveal the personality of Alisya as the main character. The author uses a fictional structure to describe the element of the novel builder (figure and characterization, plot, and background). The author also uses the theory of literary psychology that focuses on psychoanalysis Sigmund Freud to examine the personality of the main character through the structure of personality id, ego and superego. The result of structural analysis of Alisya's novel contains eleven figures consisting of one main character and ten additional characters; The plot of Alisya's novel is an advanced path; The setting contained in this novel is the setting of time, place, and social. The result of the analysis of personality structure in outline of Alisya figure has no balance between Id, Ego and Superego. Alisya's id and ego are so prominent that she is incapable of controlling her attitude and behavior. Although initially the more dominant Alisya character shows the aspect id and ego, but superego aspects of the morality of her personality can make Alisya back to the right way. Keywords: Novel, Structure, Psychology, Psychoanalysis
    corecore