1,473 research outputs found
Nécrologie : Le professeur Clément Vaney
Roman Emile. Nécrologie : Le professeur Clément Vaney. In: Bulletin mensuel de la Société linnéenne de Lyon, 25ᵉ année, n°3, mars 1956. pp. 67-68
E. Séguy. — La Biologie des Diptères. 1950
Roman Emile. E. Séguy. — La Biologie des Diptères. 1950. In: Bulletin mensuel de la Société linnéenne de Lyon, 19ᵉ année, n°10, décembre 1950. pp. 235-236
Zola (Emile). Le Roman expérimental.
Chevrel Yves. Zola (Emile). Le Roman expérimental.. In: Revue belge de philologie et d'histoire, tome 53, fasc. 1, 1975. Antiquité — Oudheid. pp. 190-192
Zola (Emile). Le Roman expérimental.
Chevrel Yves. Zola (Emile). Le Roman expérimental.. In: Revue belge de philologie et d'histoire, tome 53, fasc. 1, 1975. Antiquité — Oudheid. pp. 190-192
Agresivitas Tokoh dalam Roman Thérèse Raquin Karya Emile Zola.
Agresi manusia atas sesamanya dalam berbagai bentuk tidak menunjukkan
gejala mereda, tetapi cenderung meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dengan
maraknya program-program acara di media cetak dan media elektronik yang
menyuguhkan agresivitas manusia.
Agresivitas manusia yang ada dalam realitas kehidupan memungkinkan
terrefleksikan dalam karya sastra. Hal ini dikarenakan karya sastra dapat dimasukkan
dalam konteks mimetis. Roman Thérèse Raquin karya Emile Zola merupakan roman
naturalisme pertama yang menggambarkan agresivitas manusia. Roman ini
merupakan gambaran pikiran Zola mengenai karakter manusia dalam kehidupan.
Berdasarkan hal tersebut, ada empat permasalahan yang dikaji dalam
penelitian ini, yaitu : (1) bagaimanakah tipe-tipe agresivitas tokoh dalam roman
Thérèse Raquin karya Emile Zola, (2) bagaimanakah faktor pencetus agresivitas
tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola, (3) bagaimanakah dampak
agresivitas tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola, dan (4)
bagaimanakah wujud-wujud agresivitas tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya
Emile Zola.
Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu, pendekatan teoretis dan
pendekatan metodologis. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah pendekatan
psikologi sastra, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah
pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah teks dalam roman
dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka. Kemudian data dipilih dan
dianalisis dengan tehnik Pilah Unsur Penentu (PUP).
Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah, (1) tipe agresi yang
meliputi : (a) agresi antarjantan, (b) agresi ketakutan, (c) agresi tersinggung, dan (d)
agresi instrumental, (2) Faktor pencetus agresi yang meliputi : (a) frustasi, (b) stres,
(c) kekuasaan dan kepatuhan, (d) efek senjata, dan (e) provokasi, (3) dampak agresi
yang meliputi : (a) depresi, (b) cidera, dan (c) kematian, (4) wujud agresi yang
meliputi : (a) agresi di ruang publik yang meliputi : bullying dan pembunuhan
terencana (murder), (b) kekerasan dalam rumah tangga yang meliputi : penganiayaan
dan perlakuan yang tidak semestinya terhadap anak, penganiayaan dan penyiksaan
terhadap pasangan, penganiayaan dan penelantaran orang lanjut usia, dan (c) agresi
seksual yang meliputi : pelecehan seksual, (5) pendeskripsian agresivitas tokoh dalam
roman Thérèse Raquin ini menunjukkan kepada kita bahwa agresivitas manusia
hanya menimbulkan pengaruh yang negatif, (6) roman Thérèse Raquin
menggambarkan tentang kesedihan hidup, membeberkan kekejian dan kesengsaraan
manusia, dan (7) roman Thérèse Raquin merupakan gambaran pikiran Zola mengenai
kehidupan manusia dalam bermasyarakat.
Penelitian ini mengambil objek agresivitas tokoh dalam roman Thérèse
Raquin karya Emile Zola. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kerangka
acuan dalam memahami karakter manusia, khususnya agresivitas pada manusia,
setiap manusia dapat mengendalikan sifat agresifnya agar tidak merugikan diri sendiri
dan orang lain, memberikan kontribusi dalam menelaah karya sastra khususnya
masalah agresivitas manusia. Penelitian ini masih dapat dikembangkan pada bidang
sastra lain, misalnya pada roman lain yang berbobot, dengan kajian yang berbeda
misalnya kajian mengenai nilai-nilai moral kemasyarakatan, yang berkaitan dengan
agresivitas manusia
Emile Cabanon, Un roman pour les cuisinières
Saint-Gérand Jacques-Philippe. Emile Cabanon, Un roman pour les cuisinières. In: Romantisme, 1993, n°82. Aventures de la pensée. p. 114
Racine (Claude) L'Anticléricalisme dans le roman québécois (1940-1965)
Poulat Emile. Racine (Claude) L'Anticléricalisme dans le roman québécois (1940-1965). In: Archives de sciences sociales des religions, n°36, 1973. p. 197
Les Dermacentor (Acariens ixodidae) du Bassin du Rhône.
Roman Emile, Jehl H. Les Dermacentor (Acariens ixodidae) du Bassin du Rhône.. In: Bulletin mensuel de la Société linnéenne de Lyon, 17ᵉ année, n°6, juin 1948. pp. 102-106
Agresivitas Tokoh dalam Roman Thérèse Raquin Karya Emile Zola.
Dirgantara, Relianedo Surya. 2007. Agresivitas Tokoh dalam Roman Thérèse
Raquin Karya Emile Zola. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Asing. Fakultas
Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Dra. Conny
Handayani, M. Hum. Pembimbing II. Suluh Edhi Wibowo, S. S.
Kata kunci : Agresivitas, tokoh, karakter.
Agresi manusia atas sesamanya dalam berbagai bentuk tidak menunjukkan
gejala mereda, tetapi cenderung meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dengan
maraknya program-program acara di media cetak dan media elektronik yang
menyuguhkan agresivitas manusia.
Agresivitas manusia yang ada dalam realitas kehidupan memungkinkan
terrefleksikan dalam karya sastra. Hal ini dikarenakan karya sastra dapat
dimasukkan dalam konteks mimetis. Roman Thérèse Raquin karya Emile Zola
merupakan roman naturalisme pertama yang menggambarkan agresivitas
manusia. Roman ini merupakan gambaran pikiran Zola mengenai karakter
manusia dalam kehidupan.
Berdasarkan hal tersebut, ada empat permasalahan yang dikaji dalam
penelitian ini, yaitu : (1) bagaimanakah tipe-tipe agresivitas tokoh dalam roman
Thérèse Raquin karya Emile Zola, (2) bagaimanakah faktor pencetus agresivitas
tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola, (3) bagaimanakah dampak
agresivitas tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola, dan (4)
bagaimanakah wujud-wujud agresivitas tokoh dalam roman Thérèse Raquin karya
Emile Zola.
Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu, pendekatan teoretis dan
pendekatan metodologis. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah pendekatan
psikologi sastra, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah
pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah teks dalam roman
dalam roman Thérèse Raquin karya Emile Zola. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka. Kemudian data dipilih dan
dianalisis dengan tehnik Pilah Unsur Penentu (PUP).
Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah, (1) tipe agresi
yang meliputi : (a) agresi antarjantan, (b) agresi ketakutan, (c) agresi tersinggung,
dan (d) agresi instrumental, (2) Faktor pencetus agresi yang meliputi : (a) frustasi,
(b) stres, (c) kekuasaan dan kepatuhan, (d) efek senjata, dan (e) provokasi, (3)
dampak agresi yang meliputi : (a) depresi, (b) cidera, dan (c) kematian, (4) wujud
agresi yang meliputi : (a) agresi di ruang publik yang meliputi : bullying dan
pembunuhan terencana (murder), (b) kekerasan dalam rumah tangga yang
meliputi : penganiayaan dan perlakuan yang tidak semestinya terhadap anak,
penganiayaan dan penyiksaan terhadap pasangan, penganiayaan dan penelantaran
orang lanjut usia, dan (c) agresi seksual yang meliputi : pelecehan seksual, (5)
pendeskripsian agresivitas tokoh dalam roman Thérèse Raquin ini menunjukkan
kepada kita bahwa agresivitas manusia hanya menimbulkan pengaruh yang
negatif, (6) roman Thérèse Raquin menggambarkan tentang kesedihan hidup,
membeberkan kekejian dan kesengsaraan manusia, dan (7) roman Thérèse Raquin
merupakan gambaran pikiran Zola mengenai kehidupan manusia dalam
bermasyarakat.
Penelitian ini mengambil objek agresivitas tokoh dalam roman Thérèse
Raquin karya Emile Zola. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kerangka
acuan dalam memahami karakter manusia, khususnya agresivitas pada manusia,
setiap manusia dapat mengendalikan sifat agresifnya agar tidak merugikan diri
sendiri dan orang lain, memberikan kontribusi dalam menelaah karya sastra
khususnya masalah agresivitas manusia. Penelitian ini masih dapat dikembangkan
pada bidang sastra lain, misalnya pada roman lain yang berbobot, dengan kajian
yang berbeda misalnya kajian mengenai nilai-nilai moral kemasyarakatan, yang
berkaitan dengan agresivitas manusia
Translating Zola's L’Assommoir: a stylistic approach
In the following thesis, we will be applying a number of linguistic, stylistic and critical techniques with a view to elucidating the phenomenon of literary translation. Our corpus will be drawn almost exclusively from Emile Zola's late nineteenth-century French classic, L'Assommoir, and seven English-language translations thereof: the focus of the thesis throughout being upon the analysis of concrete examples. Our aim is thus to arrive at a substantial body of analytical knowledge through the exploration of translation in practice rather than through a series of secondary commentaries upon other works of translation theory. Reference will, of course, be made to such works when appropriate. One of the principal premises of the thesis is that linguistic techniques can indeed be applied to a corpus of literary text without sacrificing traditional critical judgement or the possibility of rational evaluation. Accordingly, we will be concerned to formulate reasoned and explicit parameters of assessment throughout the course of our analysis. In particular, we will be seeking to illuminate the various facets of what we call 'literary texture' and how these might be rendered in translation. In certain cases, one rendering may be preferred to another, although no attempt will be made to rank the respective translations by order of merit in overall terms. Occasionally, we will also be hazarding our own versions when those drawn from the corpus prove to be unsatisfactory. Similarly, a 'proposed translation' is offered at the conclusion of every major passage studied. These translations are, of course, to be considered as open and heuristic explorations rather than prescriptive or definitive corrections. Our thesis will be divided into seven main chapters, each one of which is designed to illustrate the phenomenon of literary translation from a slightly different angle. In the first one of these, we map out the basic methodological template of the thesis. In the second, we examine various aspects of the decision making process involved in 'choosing the right word'. This lengthy second chapter is then followed by an analysis of the postulate that translations tend to be more periphrastic and explicit than originals. We then move onto the thorny terrain of prose rhythm, examining how the particular beat and pressure of the original text might be made to resonate within the echo chamber of another language. In the fifth and sixth chapters, we consider the difficulties involved in transcribing the specificity of colloquial language and slang into both written and translated form. Our study concludes with an exploration of Zola's écriture artiste, paying particular attention to the way in which the translators render the various figurative torques and twists characterising this highly aesthetic style of description. It is to be hoped that our thesis will be of interest both to students of translation in general and to Zola scholars in particular. I hereby declare that all work contained in this thesis not otherwise referenced is to be considered my own
- …
