46 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIPA 6 SMAN 1 WONOGIRI PADA MATERI FLUIDA STATIS

    Get PDF
    IntanNurul Rokhimi. K2311037. THE USE OF INQUIRY LEARNING TO INCREASE STUDENT’S CRITICAL THINKING SKILL CLASS X SCIENCE 6 OF SMAN 1 WONOGIRI ON THE TOPIC OF STATIC FLUID. Minor Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, July 2015. This study is aimed to improve student’s critical thinking skill in the subject matter of the Fluid Physics Static by using Inquiry learning model in the class X Science 6 of SMA Negeri 1 Wonogiri in the academic year of 2014/2015. The research is a Classroom Action Research with a model of Kurt Lewin and collaborative method conducted in two cycles. Each cycle begun with a preparation phase and followed by the implementation phase of the cycle which consists of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 30 students of class X Science 6 of SMA 1 Wonogiri in the academic year of 2014/2015. Data colleting used in the research was observation and written tests. Technique of data analysis used was descriptive statistic. Based on the data analysis and discussion in this study, it could be concluded that the use of Inquiry learning model could improve student’s critical thinking skill. The use of the learning model was by implementing experimental method of discussion and Student’s Worksheet (LKS) given to each group. Student Worksheet (LKS) which contains practical guide lines and discussion sheets. The use of Inquiry instructional model in the class X Science 6 of SMA N 1 Wonogiri was categorized as significance level α = 5% similar with ttest>ttable was 10,880> 1,699. There was an improvement of student’s critical thinking skill. The result of the first cycle brought in the research was that the student’s critical thinking skills in the level of 0,027 and the result of the second cycles as the final result of student’s critical thinking skills was 0,909 with the equation Y = 7.542 + 0,027X1 + 0,909X2. Keywords: Inquiry Learning, Critical Thinking, Fluid Static, Classroom Action Researc

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS IV MI NURUL HIDAYAH ROWOREJO NEGERIKATON PESAWARAN

    No full text
    The study was conducted with the aim of developing media-based learning cooperative comic material on the subjects of Social Sciences. Media-based learning comic created to facilitate teaching and learning activities for teachers and learners. With the comic-based learning media students more interested and motivated in learning activities. Research conducted by the author is research development by using models Borg and Gall performed with several stages of conducting research preliminary studies, product design and production development, valisadasi experts that due diligence based learning media comic that consists of three subject matter experts, three experts media and three teachers, field tests consist of a small group test with ten learners and test a large group of twenty-seven learners. This research was conducted in MI Nurul Hidayah Roworejo Negerikaton Pesawaran. Based on these stages, it can be concluded that the instructional media comics on the subjects of Social Sciences cooperative material obtained average value of materials experts at 165.91% categorized as very feasible, an average of 70.73% a decent media experts and average -rata votes 88.58% of teachers are very decent. While the assessment given by students at the stage of testing a small group, and large group test earned an average percentage of 83.67% were categorized as very feasible. and 99.07% were categorized as very feasible, this shows the comic-based learning media developed a very practical and fit for use in the learning process.Keywords: Media learning, comics, social science

    MANAJEMEN KESISWAAN DI MA NURUL HAQ RUMBIA LAMPUNG TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Manajemen kesiswaan merupakan aspek krusial dalam sistem pendidikan yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Manajemen kesiswaan di Madrasah Aliyah Nurul Haq Rumbia Lampung Tengah, memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kesiswaan di Madrasah Aliyah Nurul Haq Rumbia Lampung Tengah, serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan manajemen kesiswaan di lembaga tersebut serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah kualitatif. Sumber informasi diperoleh penulis dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan inferensi. Dalam pengecekan keabsahan data, penulis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Nurul Haq Rumbia Lampung Tengah telah menerapkan berbagai praktik manajemen kesiswaan yang meliputi pembinaan dan pengembangan peserta didik melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, serta pemantauan kemajuan akademik. Selain itu, dalam penerapan pencatatan dan pelaporan data peserta didik juga sudah diterapkan dalam berbagai praktik berupa pencatatan pada; buku induk, buku presensi/daftar hadir peserta didik, buku mutasi, buku daftar nilai, buku legger dan buku raport. Meskipun demikian, terdapat beberapa praktik pencatatan yang belum dilakukan, seperti; buku klapper dan buku catatan pribadi peserta didik. Penelitian ini juga menemukan adanya peluang untuk memperbaiki manajemen kesiswaan melalui pelatihan tambahan untuk staf dan pengembangan program-program yang lebih inovatif. Terkait kelulusan peserta didik harus mengikuti ujian akhir yang mencakup materi dari seluruh tahun ajaran atau semester. Ini termasuk ujian akhir semester dan ujian akhir madrasah. Hubungan dengan alumni, menggunakan sosial media seperti grup wa dan facebook untuk memberikan informasi pekerjaan dan sebagai tempat menjalin silahturahmi. Kata Kunci : Manajemen Kesiswaan, Madrasah Aliyah, Lampung Tengah ii ABSTRACT Student management is a crucial aspect in the education system which focuses on managing and developing students to achieve optimal educational goals. Student management at Madrasah Aliyah Nurul Haq Rumbia, Central Lampung, plays an important role in creating an educational environment that supports holistic student development. This research aims to analyze the implementation of student management at Madrasah Aliyah Nurul Haq Rumbia, Central Lampung, as well as evaluating the effectiveness of implementing student management at this institution and identifying existing challenges and opportunities. The research method used by the author is qualitative. The author obtained the source of information from primary and secondary data. The data collection methods used by the author are interviews, observation and documentation. The data obtained was then analyzed using data reduction techniques, data presentation, data verification and inference. In checking the validity of the data, the author uses source triangulation. The research results show that MA Nurul Haq Rumbia Central Lampung has implemented various student management practices which include coaching and developing students through curricular and extracurricular activities, as well as monitoring academic progress. Apart from that, the implementation of recording and reporting student data has also been implemented in various practices in the form of recording on; main book, attendance book/student attendance list, mutation book, grades list book, legger book and report card book. However, there are several recording practices that have not been implemented, such as; clapper books and students' personal notebooks. This research also found opportunities to improve student management through additional training for staff and the development of more innovative programs. Regarding graduation, students must take a final exam which covers material from the entire academic year or semester. This includes final semester exams and madrasa final exams. Relations with alumni, using social media such as WA groups and Facebook to provide job information and as a place to build friendships. Keywords: Student Management, Madrasah Aliyah, Central Lampun

    PERAN REMAJA MASJID DALAM MEMAKMURKAN MASJID DI NURUL HUDA DESA KORPRI KEC. KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

    Get PDF
    ABSTRAK Risma atau Remaja Islam masjid adalah bagian dari salah satu ke pengurusan Takmir masjid sebagai wadah utama bagi para remaja untuk mendalami Islam dan untuk memakmurkan Masjid yang dilakukan sebagai generasi muda. Dalam Observasi yang penulis lakukan Remaja Desa Korpri, penulis menemukan beberapa masalah yang muncul yaitu kurangnya kebersamaan Remaja dengan masyarakat untuk memakmurkan Masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Remaja Masjid dalam memakmurkan Masjid di Nurul Huda Desa Korpri Kec. Kalianda kabupaten lampung selatan dan mendeskripsikan tentang aktivitas-aktivitas yang ada di Masjid Nurul Huda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif lebih menekankan kepada makna, penalaran, definisi situasi tertentu (dalam konteks tertentu), serta lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif juga lebih mementingkan proses dari pada hasil. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif adalah dikarenakan peneliti akan menganalisis dan mendeskripsikan objek yang akan diteliti serta mendapatkan informasi dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang mendalam dari informan dan Remaja Masjid dalam memakmurkan Masjid. Dalam hasil penelitian peran Remaja Masjid dalam mekamurkan Masjid Nurul Huda Desa Korpri Kec. Kalianda kabupaten lampung selatan menunjukan bahwan strategi yang diakukan oleh para Remaja Masjid yaitu dengan cara mempromosikan Masjid Nurul Huda di media sosial seperti di instagram dan facebook yang dimana dengan cara mempromosikan di media sosial makan Masjid Nurul Huda dapat di kenal oleh masyarakat sekitar dan di luar wilayah Masjid Nurul Huda. Adapun aktivitas-aktivitas yang ada di Masjid Nurul Huda aktivitas keagamaan,budaya dan sosial kegiatan tersebut sudah di lakukan oleh ketua Risma kepada anggotanya sesuai dengan keahlianya masing-masing. Kata Kunci : Remaja Masjid dan Aktivitas Kegiatan Masjid iii ABSTRACT Risma or Islamic Youth of the mosque is part of one of the management of the Takmir mosque as the main forum for teenagers to study Islam and to make the mosque prosperous as a young generation. In the observations made by the author of Korpri Village Teenagers, the author found several problems that emerged, namely the lack of togetherness between Teenagers and the community to make the mosque prosperous. This research aims to describe the role of Mosque Youth in the prosperity of the Mosque in Nurul Huda, Korpri Village, District. Kalianda, South Lampung Regency and describes the activities at the Nurul Huda Mosque. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Qualitative research places more emphasis on meaning, reasoning, definition of certain situations (in certain contexts), and examines more things related to everyday life. The qualitative approach also emphasizes the process more than the results. The reason the researcher uses a descriptive research method with a qualitative approach is because the researcher will analyze and describe the objects to be studied and obtain information from the results of observations, interviews and in-depth documentation from informants and Mosque Youth in making the Mosque prosperous. In the research results, the role of Mosque Youth in beautifying the Nurul Huda Mosque, Korpri Village, Kec. Kalianda, South Lampung Regency shows that the strategy adopted by the Mosque Youth is by promoting the Nurul Huda Mosque on social media such as on Instagram and Facebook. By promoting it on social media, the Nurul Huda Mosque can be known by local people and outside the area. Nurul Huda Mosque. As for the activities at the Nurul Huda Mosque, religious, cultural and social activities, these activities have been carried out by chairman Risma for his members according to their respective skills. Keywords: Mosque Youth and Mosque Activitie

    FUNGSI MANAJEMEN MASJID DALAM KEGIATAN SOSIAL KEAGAMAAN DI MASJID NURUL FALAH KELURAHAN GEDONG AIR KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Dalam sebuah organisasi, manajemen menjadi faktor utama dalam terciptanya segala kegiatan yang akan organisasi tersebut. Penerapan manajemen yang terencana dan terorganisir dengan baik tentunya menjadi pondasi yang nantinya menjadi tolak ukur keberhasilan organisasi tersebut. Begitu juga dalam organisasi Kepengurusan Masjid Nurul Falah yang merupakan sarana yang dapat menghantarkan jama’ah agar bisa mengimplementasikan kegiatan sosial dan keagamaan dengan semestinya .Manajemen sangat berpengaruh dalam semua lini di diantaranya adalah elemen fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penulis bermaksud agar dapat mengetahui dan meneliti bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen pada Masjid Nurul Falah serta mengetahui apa saja faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan di Masjid Nurul Falah Kelurahan Gedong Air Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni menggunakan instrumen dengan cara pengumpulan data,observasi,wawancara dengan pihak yang berwenang mengenai hail-hal yang akan diteliti serta studi dokumentasi dari buku-buku dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan adalah tentang bagaimana Masjid Nurul Falah tersebut menerapkan fungsi manajemen terhadap kegiatan sosial keagamaan . Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah peneltian lapangan yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang semata-mata menggambarkan secara jelas tentang fungsi manajemen di Masjid Nurul Falah. Berdasarkan hasil penelitian di Masjid Nurul Falah Kelurahan Gedong Air Kota Bandar Lampung, kepengurusan Masjid Nurul Falah telah berperan dengan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan program kegiatan sosial keagamaan dengan tetap menerapkan fungsi-fungsi manajemen.Pelaksanaan manajemen yang baik bahwa Masjid Nurul Falah semakin menunjukkan perkembangan yag semakin membaik dan diterima secara positif dan masyarakat umumnya. Kata Kunci : Fungsi Manajemen, Masjid, Kegiatan Sosial Keagamaan iii ABSTRACT In an organization, management is a major factor in the creation of all activities for the organization. The implementation of a well�planned and well-organized management course becomes the foundation that will later become a benchmark for the success of the organization. Likewise in the Nurul Falah Mosque Management organization which is a means that can deliver the congregation so that they can implement social and religious activities properly. Management is very influential in all lines, including elements of the management function, namely planning, organizing, implementing and supervising. The author intends to be able to know and examine how the implementation of management functions at the Nurul Falah Mosque and to find out what are the factors that support and hinder the implementation of activities at the Nurul Falah Mosque, Gedong Air Village, Bandar Lampung City. This study uses a qualitative approach, which uses instruments by means of data collection, observation, interviews with the authorities regarding the things to be researched and the study of documentation from books and documents related to the research. The research conducted is about how the Nurul Falah Mosque implements the management function on socio-religious activities. The research conducted by the author is a descriptive field research, that is, research that only clearly describes the management function at the Nurul Falah Mosque. Based on the results of research at the Nurul Falah Mosque, Gedong Air Village, Bandar Lampung City, the management of the Nurul Falah Mosque has played its best role in the implementation of religious social activities programs while still implementing management functions. is getting better and is accepted positively and by society in general. Keywords: Management Function, Mosque, Religious Social Activitie

    MANAJEMEN KADERISASI DA’I PONDOK PESANTREN NURUL MUTTAQIN PENUMANGAN BARU TULANG BAWANG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Pondok Pesantren Nurul Muttaqin berupaya dalam meregenerasi para santri untuk menjadi seorang Da’i, dalam upaya ini Pondok Pesantren Nurul Muttaqin mengadakan kaderisasi Da’i yang merupakan suatu keharusan bagi para santri-santrinya. Keterpaduan dakwah didalam Pondok Pesantren sebagai salah satu strategi berupa pengembangan akhlakul karimah dan kecintaan serta kepedulian terhadap moral – moral pemuda saat ini, untuk menjaga generasi muda sampai sekarang Kemampuan sebuah Pondok Pesantren dalam menghadapi tantangan global terus ditingkatkan, jaringan komunikasi dibangun dan dikembangkan melalui sistem dan kebiasaan kehidupan sehari – hari yang semakin hari semakin besar peranannya dalam menciptakan regenerasi yang solid dalam beragama dan semakin besar pula pengaruhnya dalam dunia dakwah dan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Dalam kaderisasi Da’i. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Penelitian Lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan menejemen dakwah yaitu pendekatan dengan menekankan proses manajeman Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Penumangan Baru Tulang Bawang Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Penulis mengambil 2 orang untuk menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dan Kepala Pengasuhan santri Pondok Pesantren Nurul Muttaqin. Dari hasil penelitian penulis, maka penulis dapat menyimpulkan pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam kaderisasi Da’i, aksi yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, yakni menciptakan dan membina para calon Da’i yang handal dan di samping itu, setiap langkah-langkah yang di lakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin memiliki Implementasi yang berbeda-beda, seperti Penerap dalam pengkaderan Da’i, yakni melalui program Muhadoroh guna menguatkan Ilmu dan mental para santri. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam pelaksanaan manajemen kaderisasi, pertama menentukan program Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, kedua membuat jadwal kegiatan program tersebut dan yang ketiga menentukan pembimbing dalam mengawasi program-program. Dan iii Implementasi kaderisasi da’i Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam mencapai tujuannya dilakukan dengan beberapa pelatihan dakwah mengenai kaderisasi da’i seperti : Pelatihan Ceramah, Pelatihan Tanya Jawab, Pelatihan Diskusi, Pelatihan Drama, Metode Pelatihan dakwah dan pelatihan menulis. Kata Kunci: Manajemen, Kaderisasi Da’i iv ABTRACT The Nurul Muttaqin Islamic Boarding School seeks to regenerate students to become a Da'i, in this effort the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School organizes a cadre of Da'i which is a must for its students. Integration of da'wah within Islamic boarding schools as one of the strategies in the form of developing akhlakul karimah and love and concern for today's youth morals, to protect the young generation until now. the habits of daily life which are increasingly playing a bigger role in creating solid regeneration in religion and the greater the influence in the world of da'wah and society itself. This study aims to find out how the implementation and form of management are carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers. The type of research used in this research is qualitative with a descriptive field research method. This study uses a da'wah management approach, namely an approach that emphasizes the process of managing the Cadres of Preachers at the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, Penumangan Baru, Tulang Bawang Barat. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation, and data analysis. The author took 2 people to become informants in this study, namely the Leaders of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School and the Head of Nurul Muttaqin Islamic Boarding School Student Care. From the results of the author's research, the authors can conclude that the implementation and form of management carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers, the actions carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, namely creating and fostering reliable Da'i candidates and besides that, every the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School have different implementations, such as implementers in the cadre of preachers, namely through the Muhadoroh program to strengthen the knowledge and mentality of the students. As for the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in implementing cadre management, the first is to determine the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School program, the second to make a schedule of the program's activities and the third to determine a supervisor in supervising the programs. And the implementation of the cadre regeneration of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in achieving its goals was carried out with v several da'wah training regarding preacher cadre such as: Lecture Training, Question and Answer Training, Discussion Training, Drama Training, Da'wah Training Methods and writing training. Keywords: Management, Preacher Cadreizatio

    MANAJEMEN KELAS DI MTS NURUL IMAN KEBUN TEBU LAMPUNG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Manajemen kelas adalah suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran. Kesimpulan yang sangat sederhana adalah, bahwa pengelolaan kelas merupakan kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesien. Penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif,dengan sumber data penelitiannya adalah wali kelas,murid,dan kepala sekolah MTs Nurul Iman KebunTebu Lampung Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen kelas di MTs Nurul Iman Kebun Tebu Lampung Barat. Adapun teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan cara wawancara,observasi dan dokumentasi uji keabsahan data dalam penelitian ini mengunakan trianggulasi sumber penelitian dilakukanuntuk membandingkan hasil wawancara,observasi dan dokumentasi. Tujuanya adalah untuk mempertangung jawabkan kredibilitas data dalam penelitian yang penulis lakukan. Teknik analisis yang di gunakan terbagi menjadi empat yaitu pengumpulan data,reduksi data,penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa manajemen kelas di MTs Nurul Iman Kebun Tebu Lampung Barat sudah sesuai dengan indikator. manajemen kelas di MTs Nurul Iman Kebun Tebu Lampung Barat menerapkan pengaturan siswa dan pengaturan fasilitas. Pengaturan siswa yaitu berkaitan dengan pemberian stimulus dalam rangka membangkitkan dan mempertahankan kondisi motivasi siswa untuk secara sadar berperan aktif dan terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Manifestasinya dapat berbentuk kegiatan, tingkah laku, suasana yang diatur atau diciptakan oleh guru dengan memberikan stimulus kepada siswa seperti ikut serta berperan aktif dalam proses pendidikan dan pembelajaran secara penuh. Pengaturan siswa yang meliputi pembentukan organisasi siswa,pengelompokansiswa,penugasan siswa,pembimbingan siswa,pembinaan hubungan baik,kedisiplinan siswa dan raport dan kenaikan kelas. Pengaturan fasilitas yang meliputi pengaturan tempat duduk,pengaturan alat-alat pengajaran,penataan keindahan dan iv kebersihan ruangan kelas dan ventilasi dan pengatruan cahaya sebagai inventaris kelas. Kata Kunci: Manajemen Kelas v ABSTRACT Classroom management is an effort that is deliberately made to achieve teaching goals. A very simple conclusion is, that classroom management is a classroom setting activity for the benefit of teaching. The purpose of classroom management is so that every child in the class can work in an orderly manner so that teaching goals are immediately achieved effectively and efficiently. This study used qualitative descriptive, with the source of the research data being homeroom teachers, students, and principals of MTs Nurul Iman West Lampung Sugarcane Plantation. The purpose of this study was to find out how class management in MTS Nurul Iman West Lampung Sugarcane Plantation. The data collection techniques carried out by means of interviews, observations and documentation of data validity tests in this study using trianggulation of research sources were carried out to compare the results of interviews, observations and documentation. The goal is to hold accountable the credibility of the data in the research that the author conducted. The analysis techniques used are divided into four, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the underlying research, class management at MTs Nurul Iman Kebun Tebu Lampung Barat is in accordance with the indicators. Classroom management in Nurul Iman Kebun Tebu West Lampung implements student arrangements and facility arrangements. Student regulation is related to the provision of stimulus in order to generate and maintain the condition of student motivation to consciously play an active role and be involved in the educational and learning process at school. The manifestation can be in the form of activities, behaviors, atmosphere that is regulated or created by the teacher by providing stimulus to students such as participating actively in the full education and learning process. Student arrangements which include the formation of student organizations, student groupings, student assignments, student guidance, fostering good relations, student discipline and report cards and class advancements. Facility arrangements which include seating arrangements, teaching equipment arrangements, beautiful vi arrangements and classroom cleanliness and ventilation and light traction as classroom inventory. Keywords: Classroom Managemen

    SENI MUSIK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA PRINGSEWU

    Get PDF
    ABSTRAK Islam adalah agama dakwah, Islam disebarluaskan dan diperkenalkan kepada manusia melalui aktifitas dakwah, tidak melalui kekerasan, pemaksaan atau kekuatan senjata. Untuk itu Dakwah merupakan kewajiban bagi semua umat Islam. Yaitu dengan cara malakukan “amar ma’ruf nahi munkar” atau mengajak umat manusia kepada kebaikan dan mencegahnya dari kemunkaran. Dakwah merupakan manifestasi dari keislaman seorang muslim, hal tersebut dapat disosialisasikan melalui berbagai macam bentuk atau media, dengan tanpa mengurangi makna dan tujuan dari dakwah tersebut. Karena dakwah mempunyai berbagai macam bentuk atau media. Misalnya Seorang mubaligh dengan ceramahnya, seniman dengan hasil-hasil karyanya, penyair dengan syair�syairnya, dan seorang musisi merepresentasikan dirinya lewat musik. Adapun, rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana Bagaimanakah seni musik sebagai media dakwah Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu dalam pengembanga masyarakat Islam ? dan, Faktor pendukung dan penghambat seni musik sebagai media dakwah Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu dalam pengembanga masyarakat Islam ?. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sifat penelitian ini adalah deskripstif kualitatif sumber data yang digunakan data primer yaitu pengurus Pondok, Santri, Masyarkat, dan data skunder yang berupa data penunjang seperti subjeck matter yang ditulis orang lain berdasarkan hasil penelitian dan hasil laporan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian yang penulis lakukan adalah bahwa aktivitas dakwah grup musik Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu meliputi kegiatan rutin bulanan yang dilakukan 30 hari sekali, safari ramadhan, dan kegiatan ditengah masyarakat baik kegiatan syukuran, pernikahan, aqikah. Sedangkan metode yang diterapkan grup musik Nurul Huda adalah dakwah bil lisan, dawah bil hal dan mau’izhah khasanah, sedangkan media dakwah yang digunakan adalah lagu-lagu religi Islam dan shalawat kepada Nabi yang nuansa musiknya telah dirubah menjadi lebih modern dalam kata lain menggunakan alat musik kontemporer. Adapun faktor pendukung aktivitas dakwah grup musik Nurul Huda meliputi fasilitas yang memadai, sumber daya manusia yang memadai, dukungan dari pemuka tokoh masyarakat dan peran serta masyarakat. Sedangkan hambatan yang dialami grup musik Nurul Huda adalah keterbatasan tempat kegiatan, sempitnya objek dakwah, dan belum adanya sumber dana yang tetap. Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu sebagai salah satu grup musik religi di Pringsewu Lampung, lagu-lagu yang bertajuk religi, yang berisi tentang bagaimana kita berfikir tentang Allah, cinta pada Nabi, mengajak pada kebaikan. Kehadiran grup seni musik Pondok Pesantren Nurul Huda hususnya di Pringsewu membuktikan bahwa tidak harus menjadi seorang ustad atau kyai untuk bisa berdakwah. Terlepas dari profesi apa yang kita geluti, di manapun kita berada, dalam masyarakat apapun kita hidup, kita tetap wajib berdakwah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing dalam upaya pengembangan masyarakat Islam. Kata Kunci: Dakwah Melalui Seni Musik, Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu, Pengembangan Masyarakat Islam. iv ABSTRACT Islam is a religion of da'wah, Islam is disseminated and introduced to humans through da'wah activities, not through violence, coercion or force of arms. For this reason, Da'wah is an obligation for all Muslims. That is by doing "amar ma'ruf nahi munkar" or inviting mankind to goodness and preventing it from evil. Da'wah is a manifestation of the Islam of a Muslim, it can be socialized through various forms or media, without reducing the meaning and purpose of the da'wah. Because da'wah has various forms or media. For example, a preacher with his lectures, an artist with his works, a poet with his poems, and a musician representing himself through music. Meanwhile, the formulation of the problem in this research is how is the art of music as a medium of propaganda for the Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School in the development of Islamic society? and, Factors supporting and inhibiting the art of music as a medium of propaganda for the Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School in the development of Islamic society?. The type of research in this research is field research. The nature of this research is descriptive qualitative data sources used as primary data, namely Boarding School administrators, Santri, Community, and secondary data in the form of supporting data such as subject matter written by other people based on research results and report results. Data collection techniques using interview techniques, documentation and observation. The results of the research that the author did were that the da'wah activities of the music group of the Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School included monthly routine activities that were carried out every 30 days, Ramadhan safaris, and activities in the midst of community activities such as thanksgiving activities, weddings, aqikah. While the method applied by the Nurul Huda music group is dawah bil oral, dawah bil hal and mau'izhah repertoire, while the da'wah media used are Islamic religious songs and shalawat to the Prophet whose musical nuances have been changed to be more modern in other words using instruments. contemporary music. The supporting factors for the da'wah activities of the Nurul Huda music group include adequate facilities, adequate human resources, support from community leaders and community participation. Meanwhile, the obstacles experienced by the music group Nurul Huda are the limitations of the place of activity, the narrowness of the object of da'wah, and the absence of a fixed source of funds. Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu as one of the religious music groups in Pringsewu Lampung, the songs are entitled religion, which contains about how we think about God, love the Prophet, invite goodness. The presence of the musical arts group Pondok Pesantren Nurul Huda, especially in Pringsewu, proves that you don't have to be an ustad or kyai to be able to preach. Regardless of what profession we are in, wherever we are, in whatever society we live in, we are still obliged to preach according to our respective capacities and abilities in the development of Islamic society. Keywords: Da'wah Through Music, Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School, Islamic Community Development

    MANAJEMEN MASJID JAMI’ NURUL HUDA MADUKORO KECAMATAN KOTABUMI UTARA LAMPUNG UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Peran dan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah) tapi juga ibadah sosial yang lebih luas (ghairu mahdhah) dibidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. Sehingga masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat dalam upaya melindungi, memberdayakan, dan mempersatukan untuk mewujudkan umat yang berkualitas, moderat dan toleran. Tujuan penelitian ini adalam untuk mengetahui Manajemen masjid Jami’ Nurul Huda Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul setelah dianalisis selanjutnya dideskripsikan sehingga mudah dipahami orang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara tidak terstruktuk, dokumentasi. Hasil temuan penulis di lapangan dapat diketahui bahwa manajemen masjid Jami’ Nurul Huda Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Lampung Utara kurang maksimal. Yang mana kegiatan idarah/ pengadministrasian dan Riayah pada masjid Jami’ Nurul Huda terkendala karena sarana pendukung, fasilitas pengelolaan laporan yang masih manual, sedangkan dalam mengupayakan usaha masjid yang produktif masih terbatas pada rencana jangka panjang dikarenakan dana yang ada masih dipergunakan untuk pembangunan fisik. Sedangkan pada imarah/kegiatan memakmurkan masjid terhenti, seperti kegiatan TPA, serta beberapa kegiatan lainnya yang kurang berkembang dan masih dalam rencana jangka panjang karena anggaran yang belum teralokasikan serta kendala dan tantangan yang dihadapi adalah kurangnya minat generasi Muslim dalam kegiatan kegamaan. Padahal jika dilihat dari letak geografisnya Masjid Jami’ Nurul Huda Madukoro terletak di permukiman yang padat penduduk. Kata kunci : Manajemen Masjid, Idarah, Imarah, Riayah iv ABSTRACT The role and function of the mosque is not only as a place of ritual worship (mahdhah) but also a wider social worship (ghairu mahdhah) in the economic, educational, socio-cultural and other fields. So that the mosque has a strategic role as a center for fostering the people in an effort to protect, empower, and unite to create quality, moderate and tolerant people. The purpose of this study is to determine the management of the Jami' Nurul Huda Madukoro mosque, North Kotabumi sub�district, North Lampung. The research method used by the author in this study is a qualitative approach. This research is descriptive. The data collected is in the form of words or pictures, so it does not emphasize numbers. The data collected after being analyzed is then described so that it can be easily understood by others. The data collection techniques used in this study were observation, unstructured interviews, and documentation. The results of the authors' findings in the field can be seen that the management of the Jami' Nurul Huda Madukoro mosque, North Kotabumi District, North Lampung is less than optimal. In which the idara/administrative and Riayah activities at the Jami' Nurul Huda mosque are constrained because of supporting facilities, report management facilities are still manual, while in pursuing a productive mosque business it is still limited to long�term plans because the existing funds are still used for physical development. Meanwhile, in the emirate/prosperity of mosques, activities have stopped, such as TPA activities, as well as several other activities that are less developed and are still in the long-term plan because the budget has not been allocated and the obstacles and challenges faced are the lack of interest of the Muslim generation in religious activities. In fact, when viewed from the geographical location of the Jami 'Nurul Huda Madukoro Mosque, it is located in a densely populated settlement. Keywords: Mosque Management, Idara, Imarah, Riaya

    STRATEGI MASJID DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT (Studi Kasus di Masjid Ad’dua dan Masjid Nurul Yaqin Way Halim Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK STRATEGI MASJID DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT (Studi Kasus di Masjid Ad’dua dan Masjid Nurul Yaqin Way Halim Bandar Lampung) Penulis mengambil judul skripsi tentang Strategi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui konsep strategi yang digunakan pada kedua masjid tersebut dalam pemberdayaan ekonomi umat. Selanjutnya dalam upaya memperoleh hasil secara mendalam dan memadai, penelitian ini difokuskan pada dua masjid yang terdapat di daerah Way Halim kota bandar lampung yaitu Masjid Ad’dua dan Masjid Nurul Yaqin Way Halim Bandar Lampung. Dan adapun titik tekan pada penelitian ini difokuskan pada strateginya saja. Dalam menggunakan metode penelitian, penulis melakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan cara deskriptif analisis yaitu suatu tekhnis penulisan terdahulu memaparkan semua data yang diperoleh melalui bahan wawancara, dokumentasi, dan bahan pustaka kemudian menganalisisnya dengan pedoman pada sumber tertulis. Dari hasil penelitian ini, penulis menganalisa bahwa strategi yang digunakan kedua masjid tersebut berberda, Masjid Ad’dua Way Halim Bandar Lampung menggunakan strategi melalui suatu lembaga yang didirikannya yaitu BMT, sedangkan Nurul Yakin menggunakan strategi itu dari program tersendiri yaitu dengan program Pinjaman Mikro Masjid (PMM). Kemudian kemampuan atau potensi yang dimiliki masing-masing masjid tersbut tidak jauh berberda diantaranya adalah SDM yang profesional, Lokasi yang strategis, infrastrsuktur yang memadai, dan fasilitas yang cukup untuk pemberdayaan ekonomi umat. Kata Kunci: Strategi, Masjid, Pemberdayaan. ABSTRACT MOSQUE STRATEGY IN ECONOMIC EMPOWERMENT OF THE PEOPLE (Case Study at Ad'dua Mosque and Nurul Yaqin Mosque Way Halim Bandar Lampung) The author took the title of the thesis about Mosque Strategy in Empowering the Community's Economy. The aim of this research is to understand the concept of strategies used in the two mosques to empower the people's economy. Furthermore, in an effort to obtain in-depth and adequate results, this research focused on two mosques in the Way Halim area, Bandar Lampung City, namely the Ad'dua Mosque and the Nurul Yaqin Mosque in Way Halim Bandar Lampung. And the emphasis in this research was focused on the strategy just. In using research methods, the author carried out data collection techniques through interviews, documentation studies, and observations. Data processing was carried out using descriptive analysis, namely a previous writing technique explaining all data obtained through interview materials, documentation and library materials and then analyzing it using guidelines from written sources. From the results of this research, the author analyzes that the strategies used by the two mosques are different, the Ad'dua Way Halim Mosque in Bandar Lampung uses a strategy through an institution it founded, namely BMT, while Nurul Yakin uses the strategy from its own program, namely the Mosque Micro Loan program ( PMM). Then the capabilities or potential of each mosque are not much different, including professional human resources, strategic location, adequate infrastructure, and sufficient facilities for economic empowerment of the people. Keywords: Strategy, Mosque, Empowerment
    corecore