1,721,024 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH PIJAT TERAPI RELAKSASI PROGRESIF DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG

    No full text
    ABSTRAKPengaruh Pijat Terapi Relaksasi Progresif Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Kota SemarangProgram Studi Pendidikan Profesi Program Profesi NersPoliteknik KeperawatanKemenkes SemarangMakalah Ilmiah Ners, 29 Juni 2022Risma Dyah Prastiwi1), Rodhi Hartono,S.Kep, Ns.M.Biomed 2), Supadi, S.Kep, Ners, M. Kep, Sp.MB3)Penulis koresponden : Risma Dyah PrastiwiEmail peneliti utama : [email protected] belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalamipeningkatan setiap tahun di negara seluruh dunia. Diabetes melitus perlu penanganan yang baik agar tidak menimbulkan komplikasi pada pembuluh darah makrovaskular maupun pada pembuluh darah mikrovaskular, serta gangguan pada sistem saraf atau neuropati. Salah satu tindakan pada penderita diabetes melitus dengan cara non farmakologi untuk menurunkan kadar gula darah adalah teknikrelaksasi otot progresif dan teknik relaksasi nafas dalam.Tujuan : Penelitian ini bertujuan memberikan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan tentang pemberian pijat terapi relaksasi progresif dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan kadar guladarah pada pasien diabetes melitus tipe 2.Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif, pemilihan subyekdengan metode convenience sampling methode (non-probabillty sampling technique) jumlah 2 responden,instrument yang digunakan adalah SOP (Standart Opersional Prosedur), Alat Gds. Penerapan dilakukan dengan jenis penerapan tindakan, dengan durasi penerapan tindakan relaksasi otot progresif 2-3 kali dalam 3 hari selama 25-30 menit dan teknik relaksasi nafas dalam 3 kali dalam 1 hari selama 15 menit

    EFEKTIVITAS DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN DYSPNEA PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)

    No full text
    Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program ProfesiPoltekkes Kemenkes SemarangKIAN, Juni 2022Didi Saputra1), Rodhi Hartono 2), Sadar Prihandana3)Coresponden Author : Didi SaputraEmail Peneliti Utama : [email protected] DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN DYSPNEA PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)Latar Belakang : Congestive Heart Failure (CHF) atau disebut gagal jantung kongestif merupakan abnormalitas dari struktur jantung atau fungsi yang menyebabkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan oksigen keseluruh tubuh. Gejala khas gagal jantung kongestif yaitu sesak nafas saat istirahat atau aktivitas. Terjadinya dyspnea pada pasien CHF diakibatkan oleh gangguan kemampuan kontraktilitas jantung, yang menyebabkan curah jantung menjadi lebih rendah dari curah jantung normal. Salah satu teknik untuk menurunkan dyspnea pada penderita CHF adalah deep breathing exercise yang merupakan latihan untuk meningkatkan kemampuan otot-otot pernafasan untuk meningkatkan compliance paru dalam meningkatkan fungsi ventilasi dan memperbaiki oksigenasi.Tujuan : Untuk menganalisis pemberian Deep Breathing Exercise terhadap penurunan Dyspnea pada pasien CHF. Laporan Kasus : keluhan utama ketiga pasien adalah sesak nafas. Setelah dilakukan intervensi deep breathing exercise pada ketiga pasien dyspnea yang dialami ketiga pasien pada hari ketiga mengalami peneurunan yang cukup signifikan dimana hasil pengukuran borg scala pada Ny.K didapatkan skor 1 sesak sangat ringan, pada pasien kedua Ny.D didapatkan skor 2 sesak ringan sedangkan pada Tn.M memperoleh skor 3 sesak sedangDiskusi : Hasil evaluasi menunjukkan adanya penuranan dyspnea. hal ini menunjukkan bahwa intervensi deep breathing exercise membantu menurunkan dyspnea, yang ditandai dengan ketiga klien merasa sesak berkurang dan lebih rileks.Kesimpulan : Menunjukkan bahwa masalah dyspnea pada pasien CHF dengan intervensi Deep Breathing Exercise menunjukkan perubahan dalam menurunkan dyspnea pada ketiga pasien tersebut.Kata Kunci : CHF, dyspnea, deep breathing exercise.1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Poltekkes Kemenkes Semarang2) Dosen Poltekkes Kemenkes Semaran

    GAMBARAN HITUNG JUMLAH JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN ANEMIA APLASTIK RS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2021

    No full text
    Anemia aplastik (AA) adalah suatu kondisi kelainan yang dimana jumlah selularitas mengalami penurunan dan terjadi pansitopenia. Pada pemeriksaan hematologi anemia aplastik ditemukan adanya pansitopenia yaitu keadaan dimana terjadinya kekurangan eritrosit, leukosit dan trombosit. Tujuan peneitian ini mengetahui gambaran hitung jumlah jenis leukosit pada pasien anemia aplastik di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2021. Metode yang digunakan penelitian yaitu cross sectional yang bersifat deskriptif. Hasil yang didapatkan 10 pasien anemia aplastik di RSI Sultan Agung Semarang Tahun 2021 didominasi dengan pasien laki-laki dibanding pasien perempuan. Didapatkan 7 orang (70,0%) laki-laki dan 3 orang (30,0%) perempuan dengan rentang usia 19-71 tahun dan didominasi pada usia 40-59 tahun. Hasil analisis terhadap hasil pemeriksaan hitung jenis leukosit pada 10 pasien anemia aplastik di RS Islam Sultan Agung menunjukkan bahwa eosinofil mengalami penurunan (90,0%), sebagian pasien menunjukkan bahwa basofil normal (60,0%), sebagian pasien menunjukkan bahwa neutrofil dibawah (60,0%), kemudian sebagian pasien menunjukkan limfosit diatas normal (50,0%), dan juga sebagian pasien menunjukkan monosit normal (60,0%)
    corecore