6 research outputs found

    Problematika Pendampingan Belajar Siswa Autis di SDN Percobaan 1 Malang.

    No full text
      ABSTRAK   Noer, Roby Zulkarnain. 2011. Problematika Pendampingan Belajar Siswa Autis  di SDN Percobaan 1 Malang. Program Studi S1 PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Dra. Wiwik Dwi H, S.Pd, M.Pd   Kata kunci: Peran pendamping, anak dengan gangguan autistik   Salah satu program pendidikan yang berkembang bagi anak-anak autistik adalah pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi memungkinkan anak berkebutuhan khusus dapat belajar di sekolah umum yang ada di lingkungan mereka. Semenjak ditunjuk sebagai sekolah yang melaksanakan program pendidikan inklusi pada tahun 2002, SDN Percobaan 1 Malang mulai menerima siswa yang berkebutuhan khusus, salah satunya siswa dengan gangguan autistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan sekolah terhadap siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif termasuk dalam jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, para guru dan teman sebaya siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Alat pengumpul data adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah, induksi, reduksi data, kategorisasi, keabsahan data, menafsirkan dan penyimpulan.  Untuk pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran yang besar terhadap siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Kepala sekolah telah berperan sebagai evaluator, supervisor, inovator dan motivator. Para guru telah berperan sebagai pengajar, menumbuhkan sense of industry dan sebagai pelaksana program pembelajaran individual. Teman sebaya telah berperan sebagai kawan, pendorong, pemberi dukungan fisik dan ego, sebagai perbandingan sosial dan membina keakraban. Lingkungan sekolah berperan positif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, interaksi sosial dan memberikan bimbingan perilaku pada siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Selain itu lingkungan sekolah juga berperan positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Peran Kepala Sekolah, Guru dan teman Sebaya kurang dapat berperan baik dalam mengatasi kekurang mampuan di bidang kognitif, dalam hal ini sekolah belum menerapkan sebuah program pembelajaran individual yang efektif. Interaksi dengan teman sebaya di sekolah juga memiliki peran negatif dalam megajarkan perilaku kurang terpuji seperti mengumpat, suka memeluk dan mencium. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi kepala sekolah dapat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan asesmen ulang terhadap siswa dengan gangguan autistik kemudian menyusun sebuah program pembelajaran yang efektif. Untuk para guru hendaknya dapat lebih fleksibel menjalankan kurikulum pada siswa dengan gangguan autistik. Untuk teman sebaya hendaknya dapat menjadi contoh yang baik dan dapat memperlakukan siswa dengan gangguan autistik secara wajar.

    Pengembangan Komik Pembelajaran pada Materi Bumi dan Alam Semesta untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas VI di SDN Utama 2 Tarakan dan SDN 17 Tarakan

    Get PDF
    Pemanfaatan media pembelajaran di dalam kelas selama proses pembelajaran pada kebanyakan sekolah di Indonesia umumnya kurang inovatif dan cenderung monoton. Monotonnya pengunaan media dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa tidak mampu mengikuti pelajaran dengan maksimal sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Salah satu media pembelajaran yang efektif digunakan dalam kelas untuk membangkitkan motivasi dan minat siswa adalah media grafis terutama media komik pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas komik pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Model pengambangan dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan modifikasi pengembangan perangkat Four-D Model. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan: Kualitas komik pembelajaran ditinjau dari penilaian validasi dari ahli materi didapatkan hasil komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 90,3%. Penilaian validasi dari ahli media didapatkan hasil validasi komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 87,8%. Penilaian validasi ahli bahasa pada komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 96 %. Hasil uji coba lapang berdasarkan penilaian guru dan dan siswa didapatkan presentase pada guru sebesar 86% dan pada siswa sebesar 86.5% (valid). Generally, using of instructional media in the classroom during learning process in most schools in Indonesia is less innovative and monotonous. That problems it caused students can not followed the lesson maximally, therefore learning process becomes uneffective and unefficient. One of the effective learning media can be use in the class to increase motivation and interest of students is the graphic/visual media, for example is a comic. The purpose of this research is to find out of comic quality. This research approach is research development (R&D). The developing model in this research and development uses modification of Four-D Model. Based on the above result and discussion it can be concluded: The quality of learning comic review from the validation of the material experts obtained the result of the learning comic having valid criteria with 90.3%. Assessment validation from media expert got result of validation of comic learning have valid criterion with percentage 87,8%. Assessment of validation of linguists on learning comics has valid criteria with 96% percentage. The results of field trials based on the assessment of teachers and students obtained a percentage of teachers at 87.2% and at students of 86.5% (valid)

    Online lectures: An implementation of full e-learning action research

    Get PDF
    This study aimed to determine whether there is an increase in student learning outcomes after the implementation of online learning using the WhatsApp platform in the Children with Special Needs (CSN) course. This research method was a classroom action research conducted online using the WhatsApp platform. The classroom action research was carried out in 2 cycles with the stages including planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of this study were 21 PGSD UBT students in semester 6 of the 2019/2020 academic year. The data collection techniques used were observation, interviews, questionnaires, and test questions. While the research instruments used were observation sheets, interview sheets, online learning implementation questionnaires, and test questions. The data obtained were analyzed using qualitative and quantitative. The results of the study showed that the percentage of learning outcomes before and after being given learning treatment using the WhatsApp platform experienced a significant increase and had reached 85% completeness criteria. The online learning through the WhatsApp platform has some advantages, such as ease of use and development of courage in the discussion process. While the weakness is related to the unstable network and the lack of direct experience obtained through observations related to CSN material that requires direct practice in the field. This study was conducted as a contribution to the selection of learning media in a situation of Covid-19 pandemic, which requires learning to be conducted online or remotely

    Landasan Fılosofıs Dan Analısıs Teorı Belajar Dalam Implementası Kurıkulum Merdeka Dı Sekolah Dasar

    Get PDF
    Education is an important need for human life, every individual has the same right to receive educational services. Implementing an independent curriculum requires independent curriculum planning, philosophical values such as humanism, progressivism and constructivism can be implemented to create learning that is more relevant, interactive and respects the uniqueness and potential of students. The method used in writing and preparing this article is literature study. The results of this literature review are related to the philosophical basis and analysis of learning theory in implementing the independent curriculum. In implementing the Merdeka Curriculum, teachers also have an important role in recognizing students' potential, creating relevant learning, and implementing fun learning through a project-based approach, integrating relevant educational philosophies and the principles of the Merdeka Curriculum, it is hoped that learning can become more meaningful , according to the needs of students, and prepare them with relevant skills to face future challenges

    Pelatihan dan Pendampingan Model SCL (Student Center Learning) Berbasis Lesson Study Content Learning Loss di SDN 005 Tarakan

    Get PDF
    The learner-centred learning model (SCL) has been released by the government with a variety of syntax examples at every level of education and provides enough space for modification, innovation and creativity, but not many schools have done it. Regarding the lack of training in the application of the student center learning learning model, which causes the lack of planning as outlined in the lesson plans in schools so that there is no clear reflection that is suitable for implementation in elementary schools in the city of Tarakan. The method of implementing the activities is carried out online and for the implementation of Lesson Study, activities are carried out offline but only in a smaller capacity. The targets and targets in these problems are as follows: 1) Brainstorming the application of the SCL model; 2) Assistance in making online-based plans, do, see; 3) Monitoring and evaluation of Learning Loss; 4) Formation of WhatsApp Groups with SCL Model content in schools. The results found during the service, namely: 1) Training on the application of learning models needs to be studied considering the development of science and how to get information; 2) The readiness of the participants to take part in the workshop is quite good; 3) Some of the participants were actively consulted via WhatsApp Groups; 4) Participants are able to work on assignments according to the specified time starting from identifying the SCL model to applying it according to offline and online learning media.Model pembelajaran berpusat pada peserta didik (SCL) telah dirilis oleh pemerintah dengan variasi contoh sintaksis di setiap jenjang pendidikan dan cukup memberikan ruang bagi modifikasi, inovasi dan kreativitas namun belum banyak dilakukan oleh sekolah. Terkait kurangnya pelatihan dalam penerapan model pembelajaran student center learning yang menyebabkan minimnya perencanaan yang dituangkan pada rencana pembelajaran di Sekolah sehingga belum terlihat refleksi yang jelas dan cocok untuk dilaksanakan pada sekolah dasar di kota Tarakan. Tujuan pengabdian yaitu sebagai tindaklanjut sosialisasi dan penerapan model-model pembelajaran yang berpusat kepada siswa pada abad 21. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara daring berupa pemodelan flipped classroom serta untuk penerapan Lesson Study dilaksanakan kegiatan secara luring berdasarkan hasil brainstroaming analisis video. Sasaran dan target dalam permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Brainstroaming penerapan model SCL; 2) Pendampingan pembuatan plan, do, see berbasis daring; 3) Monitoring dan evaluasi Learning Loss; 4) Pembentukan Grup WhatsApp konten Model SCL di sekolah. Hasil yang ditemukan pada saat pengabdian, yakni: 1) Pelatihan penerapan model pembelajaran perlu untuk dipelajari mengingat semakin berkembangan ilmu pengetahuan dan cara mendapatkan informasi; 2) Kesiapan peserta dalam mengikuti workshop cukup baik; 3) Beberapa peserta aktif konsultasi melalui Grup WhatsApp; 4) Peserta mampu mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan mulai dari identifikasi model SCL sampai menerapkannya yang sesuai dengan media pembelajaran offline dan online. Simpulan pada hasil pengabdian yaitu pendidik mampu menentukan taksonomi bloom sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik melalui model pembelajaran berpusat pada peserta didik
    corecore