1,720,969 research outputs found
Pengembangan Self Esteem Melalui Pembelajaran Kooperatif
Children with high self esteem are characterized by positive views towards themselves in some dimensions such as physical, academic, and social competence as the basis of their confidence, to make children appreciate themselves, bring sense of secure, and accepted by their friends or others. Children with high self esteem will judge their friends or others same as they are. Self esteem development by a teacher is done to serve children with respect, to help them success in school, to serve children without discrimination, threat, humiliation, and discouragement. Children self esteem development can be done through cooperative learning that teach cooperative principles and skills, establish community in the class, develop positive relationship among friends, tolerance towards the differences which simultaneously develop academic competence
Kemitraan Orangtua dan Masyarakat Dalam Program Pendidikan Anak Usia dini
ABSTRAK, Keluarga sebagai orangtua yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebagian besar orangtua menghabiskan waktunya bekerja daripada berinteraksi dengan anak mereka, sekolah juga belum memiliki program efektif yang dapat meningkatkan kemitraan orangtua dalam dalam program PAUD. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab rendahnya kemitraan orangtua dalam program PAUD, pengaruh kemitraan orangtua terhadap pengelolaan program PAUD, pengaruh kemitraan orangtua terhadap pengelolaan program dan perkembangan anak usia dini, rancangan program peningkatan kemitraan orangtua dalam program PAUD. Penelitan ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya keterlibatan orangtua dalam program PAUD dikarenakan kondisi sosial ekonomi orangtua, latar belakang pendidikan orangtua, dan kemampuan komunikasi guru atau sekolah. Pengaruh rendahnya kemitraan orangtua dan dengan sekolah disebabkan kesenjangan program PAUD, kekurangan SDM, ketidak berhasilan keberlanjutan program anak di rumah, sehingga perkembangan anak tidak maksimal.
Kata Kerja: Kemitraan, orangtua, anak dan PAU
The influence of school culture and self-esteem on the character of early childhood teachers
This study aims to determine how much influence Early Childhood teachers’ self-esteem on character, the influence of school culture on the character of Early Childhood Teachers, and the influence of self-esteem and school culture on the character of Early Childhood Teachers. To obtain the data using a questionnaire. The type of research is a quantitative explanatory approach. Data analysis was performed by multiple regression analysis. The results of data analysis show the Pearson correlation value of self-esteem (X1) with the character of early childhood teachers (Y) of 0.576. It shows that the strength of the relationship between self-esteem (X1) and the character of early childhood teachers (Y) is in the moderate category. Furthermore, the Pearson correlation value of school culture (X2) with the character of early childhood teachers (Y) is 0.793. It shows that the strength of the relationship between school culture (X2) and the character of early childhood teachers (Y) is included in the strong category. The double correlation of X1 and X2 with Y is significant. It means there is an effect of self-esteem and school culture on the character of early childhood teachers. Furthermore, the Pearson correlation value is 0.828. It shows that the strength of the relationship between self-esteem (X1) and school culture (X2) with the character of early childhood teachers (Y) is included in the very strong category. The product-moment correlation between X1 and X2 with Y (Ryx1x2) is 0.828. It means that self-esteem and school culture affect the personality of Early Childhood Teachers, which is the research's novelty
Improving children’s language skills through online learning during covid-19 pandemic
The present study was done to find out the children’s language skill improvement in online learning during Covid-19 pandemic at TK IT Bunga Harapan. In order to maintain children’s language development amid the pandemic, online learning was implemented. Qualitative approach was applied. We involved 12 preschool students as the participants of the study. The data were collected through observation, interview, and documentation. Children’s language skill improvement in TK Bunga Harapan was proven by the decrease in number of students suffering from speech delay, from 4 students (25%) to 1 student (6.25%) out of 12 students. This improvement was noticed after teachers conducted online learning activities that provided children with experience to make videos stimulating them to communicate and speak. With regard to the assessment, teachers used anecdotal notes by observing the children’s development through videos they made
Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Keagamaan pada Peserta Didik Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Di SMK Sebatik Tapal Batas Indonesia-Malaysia
Latar belakang penelitian ini adalah bentuk perhatian lembaga pendidikan dan peran guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai spiritual islam terhadap pelajar tenaga kerja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses, strategi dan implikasi dari bentuk pembelajaran yang ada di sekolah terhadap pelajar tenaga kerja Indonesia. Adapun jenis penelitian ini adalah jenis peneltian kualitatif pendekatan studi fenomenologi dengan tekhnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yaitu mempersiapkan data, proses coding, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru agama dan staf, pembina, pengasuh serta pelajar anak tenaga kerja Indonesia. Dan uji keabsahan datanya melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai spiritual terhadap anak tenaga kerja Indonesia di SMKS Mutiara Bangsa Sebatik dan SMKN 01 Sebatik Barat. Prosesnya dengan menggunakan 3 (tiga) tahapan yaitu ; 1) Tahap transformasi, lewat khutbah sholat jum’at, khotbah sholat ied, kultum atau ceramah agama, dan peringatan Hari Besar Islam (PHBI), 2) Tahap transaksi, melalui budaya 5S ( senyum, sapa, salam, sopan dan santun) dan menutup aurat,3) Tahap transinternalisasi, transinternalisasi ini semua guru di SMKS Mutiara Bangsa maupun SMKN 01 Sebatik Barat merasa harus merealisasikan serangkaian kegiatan berupa budaya religi dan program keasraamaan secara baik dan sepenuh hati. realisasinya tidak terbatas pada lingkungan sekolah saja melainkan di luarpun seorang guru tetap memegang teguh nilai-nilai apa yang telah disampaikan sebelumnya
Penggunaan Media Audio Visual dalam Menstimulus Perkembangan Moral Anak
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya menstimulus perkembangan moral anak sejak dini dengan menggunakan media audio visual. Perkembangan moral merupakan perubahan tingkah laku anak berdasarkan standar benar dan salah perilaku seseorang. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan moral anak yaitu memanfaatkan media audio visual sebagai alat untuk menayangkan film yang menarik bagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audio visual dalam menstimulus perkembangan moral anak di TK Labbaika Samarinda Sebrang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskritif kualitatif. Lokasi penelitian ini di TK Labbaika Samarinda Sebrang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping kelas. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah kerja Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Penggunaan media audio visual dalam menstimulus perkembangan moral anak sudah dilaksanakan dengan sangat baik dan upaya yang dilakukan guru untuk mengembangkan moral anak ini cukup kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline, menggunakan media audio visual untuk memutar film yang menarik bagi anak. Pada saat kegiatan ini berlangsung anak sudah dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang tidak baik. Anak-anak dapat mengingat kembali kejadian yang dilihat ketika menonton film, diakhir pembelajaran guru meminta anak untuk menceritakan kembali tentang apa yang dilihat tadi. Pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak, yang dicantumkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan yang telah ditetapkan oleh guru-guru. Tindak lanjut yang dilakukan guru setelah kegiatan yaitu menanyakan perasaan anak, menanyakan tentang kegiatan hari ini dan memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan apa yang dilihat tadi
Implementasi Disiplin Kerja Tata Usaha di Madrasah Tsanawiyah Labbaika Samarinda
Salah satu indikator keberhasilan disiplin kerja adalah tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan. Realita di lapangan, sebagian staf tata usaha Madrasah Tsanawiyah Labbaika Samarinda sudah sepenuhnya baik dalam disiplin kerja seperti yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan upaya meningkatkannya, antara lain dimulai dari menciptakan disiplin kerja yang baik dan berkelanjutan. Rumusan masalah yang diangkat yaitu bagaimana kepala sekolah melakukan disiplin kerja pada staf tata usaha, bagaimana implementasi disiplin kerja staf tata usaha dalam aktivitas sehari-hari, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi disiplin kerja pada staf tata usaha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi disiplin kerja tata usaha di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Labbaika Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala tata usaha, dan staf tata usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisi data di lapangan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi disiplin kerja staf tata usaha di MTs Labbaika Samarinda disiplin. Hal ini dilihat dari kepala madrasah mampu menerapkan disiplin kerja staf tata usaha yang ada di madrasah tersebut. Disiplin kerja berupa ketepatan waktu, menggunakan peralatan kantor dengan baik,tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan, dan menaati peraturan kantor. Faktor pendukung implementasi disiplin kerja staf tata usaha yaitu kesadaran untuk meningkatkan performa kerja terutama dalam aktivitas kerja sehari-hari. Sedangkan faktor penghambat dalam disiplin kerja pada staf tata usaha dijadikan sebagai motivasi bagi staf tata usaha agar disiplin kerja lebih baik lagi
Kemampuan Motorik Halus Anak Laki-Laki dan Perempuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak laki-laki dan perempuan usia 5-6 tahun di TK Labbaika Samarinda Seberang. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yaitu observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Labbaika Samarinda Seberang berkembang sesuai usia anak. Kemampuan motorik halus anak laki-laki kelompok An-Nur dalam kegiatan motorik halus mewarnai, menggunting, menempel dan membentuk rata-rata mampu melakukan kegiatan motorik halus, berkembang sesuai harapan dengan nilai BSH, sedangkan kemampuan motorik halus anak perempuan dalam kegiatan motorik halus mewarnai, menggunting, menempel dan membentuk mampu melakukan kegiatan dengan berkembang sangat baik yaitu nilai BSB, berdasAR hasil nilai di atas bahwa kemampuan motorik halus anak perempuan lebih baik dari anak laki-laki, karena anak laki-laki lebih tertarik dan berminat pada kegiatan motorik kasar
Kegiatan Pengenalan Konsep Bilangan Anak Kelompok A Pada Masa Pandemi Covid-19
Latar belakang penelitian karena mengingat pentingnya pengenalan konsep bilangan bagi anak usia dini. Mengenalkan dan menanamkan konsep bilangan yang dilakukan oleh guru di TK Al Munawwarah Loa Janan dilakukan dengan 2 kegiatan pembelajaran yakni secara online dan offline yakni dengan kegitan yang bervariasi diantaranya dengan pembiasaan atau runitas, spontanitas, keteladanan, yakni dengan kegiatan continue, teratur dan terprogram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengenalan konsep bilangan pada AUD TK Al Munawwarah Loa Janan serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengenalan konsep bilangan AUD di TK Al Munawwarah Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelas A usia 4-5 tahun yang berjumlah 13 anak, 8 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan model interaktif yang terdiri dari tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengenalan konsep bilangan TK Al-Munawwarah Loa Janan, pembelajaran secara offline dilaksanakan pada minggu ke 1 dan 3 dimulai dari kegiatan yang bervariasi diantaranya seperti pengenalan konsep lambang bilangan dengan bernyanyi, pengenalan konsep lambang bilangan dengan mewarnai, pengenalan konsep lambang bilangan dengan menebalkan angka. Sedangkan pembelajaran secara online dilaksanakan pada minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulannya tentunya kegiatan tersebut dilakukan secara continue, teratur dan terprogram. Tujuannya adalah agar anak terbiasa dan secara otomatis kognitif mereka akan lambang bilangan mudah dikenali atau menjadi terstimulasi pada kognitif mereka. Adapun, Faktor yang menjadi pendukung dalam pengenalan konsep bilangan pada AUD di TK Al - Munawwarah Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara adalah faktor kerja sama antara guru dan orang tua dan pengetahuan dari guru dan orang tua. Adapun, yang menjadi faktor penghambat meliputi perasaan anak yang berubah, faktor lingkungan, serta sarana prasarana yang minim
Penerapan Kegiatan Finger painting pada Kemampuan Motorik Halus
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan finger painting pada kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Labbaika samarinda seberang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melukis dengan jari yaitu finger painting telah dilakukan guru dengan sangat baik. Finger panting ini mampu mengasah otot jari tangan anak sehingga gerakan jarinya mampu menghasilkan karya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sistem offline dengan metode belajar sambil bermain dan berskala kelompok dalam kelompok. Pada tahapan kegiatan anak sudah mampu bermain finger painting dengan sangat baik. Guru harus memiliki kemampuan berkreativitas dan berwawasan luas untuk menstimulus aspek perkembangan motorik halusnya baik pada kegiatan finger painting. Tindak lanjut yang dilakukan guru diantaranya menanyakan perasaan anak, memberi kesempatan kepada anak mengekspresikan dirinya serta mengevaluasi kekurangan dan kendala yang dihadapi guru dilapangan
- …
