1,720,960 research outputs found
Dampak Komponen Good Corporate Governance Terhadap Kemungkinan Financial Distress :Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia / Robianto
Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh good corporate governance terhadap financial distress suatu perusahaan. Secara khusus penelitian ini membahas corporate governance, yang terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan dewan komisaris independen yang mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan 12 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2007-2015. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh yang signifikan dan positif, sedangkan dewan komisaris independen berpengaruh signifikan dan negatif terhadap financial distress
Pengaruh Harga dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian pada PT Fastrata Buana Bogor
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada PT Fastrata Buana Bogor. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada PT Fastrata Buana Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, deskriptif dan pengumpulan data dengan observasi, penyebaran kuesioner dengan sampel sebanyak 98 responden serta metode analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas data, uji multikoleniearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, analisis korelasi product moment, uji regresi berganda, koefisien determinasi, Uji t dan Uji F. dengan rumus slovin didapat sampel sebanyak 98 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada PT Fastrata Buana Bogor dengan nilai koefisien sebesar 0,179 artinya jika harga ditingkatkan satu point dengan asumsi variabel kualitas produk tetap maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,179 point, serta dengan nilai t hitung > t tabel atau 1,883 > 1,661 maka hipotesis yang penulis ajukan dapat diterima, artinya Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada PT Fastrata Buana Bogor. koefien determinasi 20% sedangkan sisanya 80% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil perhitungan didapat nilai koefisien korelasi dapat dilihat dengan nilai R yaitu 0,447 dimana harga (x1) dan kualitas produk (x2) memiliki hubungan yang “cukup kuat†terhadap keputusan pembelian (y) karena 0,447 berada diantara 0,40 s/d 0,599. Kata Kunci : Harga, Kualitas Produk dan Keputusan Pembelia
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM BASIS DATA PENJUALAN PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA RESTORAN HOTEL PANDU LAKESIDE
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM BASIS DATA PENJUALAN PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA RESTORAN HOTEL PANDU LAKESIDE - Analisis basisdata, Perancangan basisdata, Basisdata penjualan, Basisdata pembelian, Basisdata persediaa
REDESAIN ALAT PENCACAH PAKAN PADA PETERNAKAN UD. MUJUR DESA GAYAMAN, MOJOANYAR, KAB. MOJOKERTO
Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sedang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Mesin UNTAG Surabaya adalah redesain dari alat pencacah pakan pada peternakan sapi UD. Mujur, Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Ada tiga permasalahan utama yang ditemukan. Permasalahan pertama adalah mesin pencacah tidak mampu mencacah bahan pakan secara maksimal karena desain alat pencacah yang kurang ergonomis. Sehingga solusinya adalah dengan meredesain alat pencacah, terutama pada komponen pisau pencacah pakan. Permasalahan kedua adalah terdapat beberapa komponen pada mesin yang rusak dan harus diganti, sehingga solusinya dengan mengganti komponen penyaring dan v-belt. Penyaring yang terdahulu terlalu kecil ukurannya sehingga hasil cacahan sulit keluar, membuat terperangkap di dalam mesin. V-belt yang terdahulu sudah terlalu kendor sehingga tidak bisa memutar mesin pencacah dengan maksimal. Permasalahan ketiga yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan pekerja tentang mesin pencacah pakan. Solusinya, diadakan diskusi dan penyuluhan untuk mengedukasi para pekerja tentang seluk beluk mesin pencacah pakan, mulai dari prinsip kerjanya hingga perawatan mesinnya. Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, membuat produktivitas peternakan meningkat, terutama pada sektor penyediaan pakan dan manajemen pemberian pakan.One of the community service program that has been developed by department of mechanical engineering UNTAG Surabaya is the redesign of chopper machine for cattle fodder in the farm of UD. Mujur, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. There were three problems found in the farm. The first one was the chopper machine cannot maximally chop the cattle fodder because of the design of the chopper component. Hence, the solution was to redesign the chopper component and the machine blade. The second problem was there were components that are damaged and should be replaced. The solution was to replace those components; filter and v-belt. The filter before had too small mesh so that the feed ingredient could not come out the machine. The new filter has the bigger mesh so that feed ingredient could come out the machine. The v-belt was replaced because the old one was too saggy so that the machine could not rotate clearly. The last problem was the workers’ knowledge and skills to operate the chopper machine was minimum. We created a group discussion and counseling to educate the workers about the chopper machine; the principle of work and the machine maintenance. Overall, the program succeed. It increased the productivity of the farm, especially in the cow feed and cattle fodder management
REDESAIN ALAT PENCACAH PAKAN PADA PETERNAKAN UD. MUJUR DESA GAYAMAN, MOJOANYAR, KAB. MOJOKERTO
Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sedang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Mesin UNTAG Surabaya adalah redesain dari alat pencacah pakan pada peternakan sapi UD. Mujur, Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Ada tiga permasalahan utama yang ditemukan. Permasalahan pertama adalah mesin pencacah tidak mampu mencacah bahan pakan secara maksimal karena desain alat pencacah yang kurang ergonomis. Sehingga solusinya adalah dengan meredesain alat pencacah, terutama pada komponen pisau pencacah pakan. Permasalahan kedua adalah terdapat beberapa komponen pada mesin yang rusak dan harus diganti, sehingga solusinya dengan mengganti komponen penyaring dan v-belt. Penyaring yang terdahulu terlalu kecil ukurannya sehingga hasil cacahan sulit keluar, membuat terperangkap di dalam mesin. V-belt yang terdahulu sudah terlalu kendor sehingga tidak bisa memutar mesin pencacah dengan maksimal. Permasalahan ketiga yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan pekerja tentang mesin pencacah pakan. Solusinya, diadakan diskusi dan penyuluhan untuk mengedukasi para pekerja tentang seluk beluk mesin pencacah pakan, mulai dari prinsip kerjanya hingga perawatan mesinnya. Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, membuat produktivitas peternakan meningkat, terutama pada sektor penyediaan pakan dan manajemen pemberian pakan.One of the community service program that has been developed by department of mechanical engineering UNTAG Surabaya is the redesign of chopper machine for cattle fodder in the farm of UD. Mujur, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. There were three problems found in the farm. The first one was the chopper machine cannot maximally chop the cattle fodder because of the design of the chopper component. Hence, the solution was to redesign the chopper component and the machine blade. The second problem was there were components that are damaged and should be replaced. The solution was to replace those components; filter and v-belt. The filter before had too small mesh so that the feed ingredient could not come out the machine. The new filter has the bigger mesh so that feed ingredient could come out the machine. The v-belt was replaced because the old one was too saggy so that the machine could not rotate clearly. The last problem was the workers’ knowledge and skills to operate the chopper machine was minimum. We created a group discussion and counseling to educate the workers about the chopper machine; the principle of work and the machine maintenance. Overall, the program succeed. It increased the productivity of the farm, especially in the cow feed and cattle fodder management
PENERAPAN METODE DECISION TREE UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN MUTU BUAH JERUK BERDASARKAN FITUR WARNA DAN UKURAN
Buah jeruk merupakan salah satu buah yang mempunyai banyak varietas. Karena banyaknya varietas yang beragam pada buah jeruk, sehingga sulit untuk menentukan mutu buah jeruk berdasarkan warna dan ukurannya karena ciri-ciri kematangan dari tiap jenis buah jeruk tidaklah sama. Pada setiap jenis buah jeruk umumnya memiliki selisih perbedaan ukuran dan warna yang tidak sama. Pada penelitian berikut dibuat sistem aplikasi website berupa implementasi metode decision tree untuk mengklasifikasikan mutu buah jeruk siam berdasarkan fitur warna dengan model citra HSV dan ukuran menggunakan hasil citra buah. Metode decision tree memiliki kemampuan untuk mempersingkat proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih sederhana dengan struktur berbentuk pohon. Berdasarkan hasil pengambilan 25 sampel citra buah jeruk siam menggunakan kamera telefon genggam, selanjutnya citra tersebut diproses oleh aplikasi klasifikasi. Dari hasil pengklasifikasian citra jeruk siam menggunakan metode decision tree didapat tingkat keberhasilan sebesar 92%. Berdasarkan persentase keberhasilan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Decision Tree Classification dan model citra HSV sangat baik dalam mengklasifikasikan mutu jeruk siam.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Ayam DOC atau Ayam Ras ialah fauna berdarah panas( homeotermic) yang wajib mempertahankan temperatur badan wajar serta sangat rentan terhadap area dekat bila tidak dilindungi kehangatannya, hingga ayam hendak tekanan pikiran serta hadapi kendala perkembangan yang berakibat pada penyusutan mengkonsumsi pakan yang berdampak pada penyusutan produktivitas. pemeliharaan ayam pada fase strarter, ialah semenjak usia satu hari hingga usia 14 hari memerlukan temperatur yang mendekati temperatur indukan( brooder). Kebutuhan temperatur ini dapat dipenuhi dengan memakai peralatan pemanas. Permasalahan yang ada disaat ini apabila sistem pemanas yang digunakan peternak masih fokus terhadap temperatur yang dihasilkan namun belum memikirkan jumlah komsumsi bahan bakar yang diperlukan buat menghasilkan temperatur tersebut, sehingga perlu dicoba rancang bangun sistem pemanas ayam.
Riset ini bersifat eksperimental untuk mengetahui pengaruh penempatan posisi pada pemanas dan kecepatan blower pada keseragaman suhu kandang ayam. Pada penelitian ini nantinya menggunakan dua variabel yaitu penempatan pemanas dan kecepatan blower, yang mana pada variabel kecepatan blower terdapat 3 variasi yaitu 6 m./s, 8 m/s dan 10 m/s dan 3 variabel penempatan pemanas dengan koordinat x, y, z pada ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penempatan pemanas dan kecepatan blower berapa yang mendapatkan keseragaman paling optimal melalui pengamatan 21 titik thermometer yang di letakkan pada ruangan.
Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pada posisi P3 atau H1 (X : 53,56cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm), H2 (X : 125cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) dan H3 (X : 196,44cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) pada kecepatan blower 10m/s menghasilkan suhu sebesar 32,7⁰C dengan menghasilkan keseragaman suhu 32-35⁰C pada tiap titik thermometer sebesar 17 dari 21 titik thermometer dengan ke optimalan paling tinggi 81% untuk fase brooding. Pada posisi P3 dan kecepatan blower 10m/s menghasilkan nilai paling optimal dikarenakan jarak antar titik penempatan pemanas tidak jauh dibantu dengan kecepatan blower tinggi sehingga menghasilkan suhu paling tinggi dan pemerataan paling optimal untuk fase brooding ayam.
Kata kunci: Konversi, Temperatur, Performa, Ayam DOC, Sistem Pemanas
- …
