1,721,687 research outputs found
Teori fiksi Robert Stanton
Buku ini merupakan pembacaan sekaligus penelitian kritis karya fiksi yang menjelaskan berbagai elemen penting,teknik dan tipe-tipe karya fiksi.buku ini mengulas maksud dan sifat-sifat karya-karya fiksi secara umum,menjabarkan elemem-elemen dasar karya fiksi seperti alur,karakter,tema,dan latar.Secara khusus membahas bermacam persoalan dan metode dalam cerpen,novel,serta beberapa kategori filosofis,teknis dan isi seperti romantisisme,realisme,novel moralis,alegori dan eksistensialisme. juga menjelaskan proses penulisan kritik sastra,baik nbersifat analitis maupun evaluatif,catatn kepustakaan dicantumkan pada bagian akhir.xi + 183 hlm.; 14 x 21 c
Letter to Henry Nelles of Grimsby from Robert Stanton
Letter to Henry Nelles of Grimsby from Robert Stanton regarding the issuing of the newspaper
“The United Empire Loyalist” (2 ½ page, handwritten), June 10, 1826
Novel Kawin Sasuku Karya Junilawata Resdia (Tinjauan Struktural Robert Stanton)
Penelitian ini menganalisis novel Kawin Sasuku karya Junilawata Resdia dengan pendekatan struktural Robert Stanton. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam novel serta hubungan antar unsur yang membentuk kesatuan cerita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi Pustaka, teknik catat, analisis isi dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki struktur cerita yang terdiri dari fakta-fakta cerita (alur, karakter, dan latar), tema, serta sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya, simbolisme, dan ironi). Alur novel mengikuti pola maju dan alur mundur. Latar tempat berfokus pada surau, halam rumah, ruang tamu, kamar, sementara latar waktu terdapat sore,
malam, siang, magrib. Simbolisme dan ironi digunakan untuk memperkuat makna cerita. Gaya Bahasa digunakan Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur struktural dalam novel saling berhubungan erat dan memperkuat makna. Peneliti ini dapat memahami bagaimana struktural dan hubungan antar unsur dalam teori Robert Stanton dalam Novel Kawin Sasuku
Letter to Robert Nelles from Robert Stanton which was enclosed with copies of the Naturalization Bill
Letter to Robert Nelles from Robert Stanton which was enclosed with copies of the Naturalization
Bill [the bill is not included with this letter] which he asks Mr. Nelles to distribute, Mar. 22, 1824
Novel Hatinya Tertinggal Di Gaza Karya Sastri Bakry : Tinjauan Strukturalisme Robert Stanton
Skripsi ini membahas tentang struktural novel Hatinya tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini ialah bagaimana struktur dalam novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry berdasarkan strukturalisme Robert Stanton dan bagaimana hubungan antarunsur dalam novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan struktur dalam Novel Hatinya Tertingga di Gaza karya Sastri Bakry berdasarkan kajian strukturalisme Robert Stanton dan menjelaskan hubungan antarunsur dalam novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural Robert Stanton yang membagi unsur-unsur pembangun dalam karya sastra berdasarkan tiga aspek, yaitu : fakta cerita, tema, dan sarana sastra. Metode yang digunakan adalah metode analisis data pada teori Robert Stanton. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry dibangun atas unsur-unsur yang bersistem sehingga jika unsur tersebut hilang, maka hilang juga keutuhan maknanya. Unsur-unsur yang bersistem tersebut ialah karakter, alur, latar, tema, judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi. Unsur-unsur struktural dalam novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry tersebut saling berkaitan membentuk cerita yang utuh serta makna yang utuh. Hubungan latar, alur, tokoh, sudut pandang, dan tema saling berkaitan satu sama lain, seperti struktur hubungan tema novel Hatinya Tertinggal di Gaza karya Sastri Bakry dengan Tokoh Nadhifah yang mengalami perang bathin untuk menerima atau menolak Ofik. Keterkaitan hubungan antara tokoh, alur, latar, judul, tema, dan simbolisme membentuk struktur dalam cerita dimulai dari pertemuan kembali Nadhifah dan Ofik hingga peperangan yang terjadi di jalur Gaza, Palestina bersamaan dengan pergolakan batin Nadhifah dalam melawan keegoisan dan perasaannya menjadi istri kedua Ofik. Temuan penelitian ini adalah tokoh utama yang akhirnya rela melepas cinta dan perasaannya setelah mengalami perang batin berkepanjangan dengan ikhlas
Novel Inyik Balang Karya Andre Septiawan (Tinjauan Strukturalisme Robert Stanton)
Abdurrahman Gafar, 2025. "Novel Inyik Balang Karya Andre Septiawan (Tinjauan Strukturalisme Robert Stanton)". SKRIPSI. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Pembimbing I Dr. Syafril, M. Si., dan Pembimbing II Dr. Sn. Noni Sukmawati, M. Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis unsur-unsur struktural yang membangun novel Inyik Balang karya Andre Septiawan dengan menggunakan pendekatan strukturalisme Robert Stanton. Unsur struktural yang dianalisis meliputi fakta cerita, tema, dan sarana sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan teknik analisis data melalui pembacaan mendalam terhadap teks, pengelompokan data relevan, dan penafsiran berdasarkan teori struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki alur yang bersifat maju dengan beberapa bagian sorot balik (flashback), yang terjalin erat dengan latar tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat dominan mencakup Kampung Gadang Ota, Bukittinggi, dan Padang; latar waktu berada pada rentang tahun 1800–1900-an; sedangkan latar sosial mencerminkan kehidupan masyarakat dalam masa konflik. Tema utama novel ini adalah perjuangan tokoh Mangkutak dalam perang PRRI dan perjuangannya dalam urusan cinta. Sarana sastra yang digunakan meliputi berbagai gaya bahasa seperti metafora, simile, personifikasi, hiperbola, dan sarkasme. Simbolisme tampak dalam representasi tokoh Inyik Balang sebagai perlambang kekuatan dan ketegangan batin. Unsur ironi dramatis juga hadir, khususnya pada karakter Mangkutak yang dikenal religius karena latar belakang pendidikan surau dan perannya sebagai imam, namun melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma asusila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Inyik Balang merupakan novel yang dibangun dengan struktur yang kuat dan konsiste
Struktur Novel Dan Janda Itu Ibuku Karya Kang Maman Tinjauan Strukturalisme Robert Stanton.
Skripsi ini membahas tentang struktur novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman dengan pendekatan strukturalisme Robert Stanton. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini ialah bagaimana struktur dalam novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman serta apa hubungan antar unsur dan makna menyeluruh dalam novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman berdasarkan kajian strukturalisme Robert Stanton. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan struktur dalam novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman serta hubungan antar unsur dan makna menyeluruh dalam novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Robert Stanton yang membagi unsur-unsur pembangun dalam karya sastra berdasarkan
tiga aspek, yaitu: fakta-fakta cerita, tema, sarana-sarana sastra. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data, teknik analisis data, penyajian hasil analisis data. Hasil dalam penelitian ini adalah novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman berdasarkan aspek fakta-fakta cerita, tema, dan sarana-sarana sastra saling berkaitan satu sama lain yang membangun keutuhan novel. Hubungan antar unsur seperti hubungan antar tokoh dengan latar, alur, dan tema, hubungan antar alur dengan latar, sudut pandang, dan tema, hubungan antar latar dengan tokoh, sudut pandang, dan tema, hubungan antar tema dengan judul, sudut pandang, gaya bahasa, dan simbolisme. Sifat dan kelakuan tokoh menggambarkan tema yang terdapat dalam novel Dan Janda Itu Ibuku karya Kang Maman, yang menghasilkan kesimpulan dan makna menyeluruh
Analisis cerpen Taher wa Nadia karya Amin Salamah : Kajian Struktualisme Robert Stanton
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teori strukturalisme Robert Stanton dalam cerpen Tahir wa Nadia karya Amin Salama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber utama data dalam penelitian ini adalah cerpen Tahir wa Nadia itu sendiri, sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini berkaitan dengan strukturalisme Robert Stanton. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini menghasilkan dua tema, yaitu kasih sayang dan kejahatan kebencian. Fakta-fakta dalam cerita “Tahir dan Nadia” didasarkan pada cerita fiksi yang kaya akan mitos dalam hal alur, karakter, dan tempat, dan merupakan salah satu elemen kehidupan yang dapat digunakan sebagai pelajaran dalam hidup kita agar kita lebih berani dalam menghadapi situasi tertentu. Sarana sastra dalam cerita pendek Tahir dan Nadia menjadikannya sebuah karya sastra yang memiliki nilai estetika, dari segi judul, sudut pandang, gaya, nada, simbolisme, dan ironi sebagai ciri-ciri cerita pendek Amin Salama, Tahir dan Nadia, yang menceritakan sebuah kisah fiksi untuk anak-anak yang mudah dipahami dan memberikan pelajaran moral yang dapat dipetik. Kata Kunci: Taher wa Nadia, Robert Stanton, Strukturalism
Fakta Cerita dalam Cerpen Juḥā Wal-Ḥimār An-Nāqiṣ: Kajian Strukturalisme Robert Stanton
Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik dalam cerpen Juḥā wal-Ḥimār an-Nāqiṣ menggunakan teori strukturalisme Robert Stanton. Cerpen berjudul uḥā wal-Ḥimār an-Nāqiṣ dipilih karena mengandung nilai-nilai moral dan sosial yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Data primer diperoleh dari teks cerpen, sedangkan data sekunder berasal dari literatur teori dan jurnal pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur fakta cerita terdiri atas tema tentang kesabaran dan ketelitian, tokoh utama Juḥā yang cerdas namun ceroboh, alur maju yang sederhana, dan latar pedesaan Arab klasik yang memperkuat konteks sosial. Sarana cerita mencakup sudut pandang orang ketiga serba tahu, gaya humoris, simbolisme keledai sebagai lambang tanggung jawab dan introspeksi, serta ironi situasional yang memperkuat daya tarik cerita. Keseluruhan unsur ini berpadu membentuk struktur naratif yang kohesif dan menyampaikan pesan moral bahwa manusia harus belajar memahami kesalahan dan memperbaikinya dengan kesabaran dan kebijaksanaan. Analisis ini membuktikan bahwa teori strukturalisme Robert Stanton relevan digunakan untuk mengungkap kedalaman makna dan nilai moral dalam sastra Arab klasik maupun modern. Kata kunci: Cerpen, Strukturalisme, Robert Stanton, Juḥā wal-Ḥimār an-Nāqi
- …
