1,720,957 research outputs found
PENERAPAN METODE DISKUSI KELAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHSA ARAB (PEMILIHAN TINDAKAN KELAS DI MADRASAN TSANAWIYAH DAAR EL IHSAN MARGAASIH KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2009-2010
ABSTRAK
Penerapan Metode Diskusi Kelas Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
(Penelitian Tindakan Kelas Di Madrasah Tsanawiyah Daar El Ihsan
Kelas IX Tahun Pelajaran 2010-2011)
Oleh : Yahya Robbi Rodliya, NIM:060529
Pembimbing : 1. Drs. Sugiarto Hs., M.Pd / NIP: 194512031973031001
2. Drs. H. Mad’Ali, M.A./ NIP: 196609081992031002
Muhadatsah sebenarnya pelajaran yang mudah, namun untuk sebagian siswa dianggap sulit, karena disamping membutuhkan hafalan mufrodat juga membutuhkan praktek sebagai bentuk aplikasi pada proses pembelajarannya. Dengan demikian, pendidik harus mencari cara untuk mempermudah dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa faham dan terampil, yang dirumuskan dalam penelitian ini, bagaimana penerapan metode diskusi kelas yang tepat untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Arab, dengan dibatasi rencana dan penyampaian materi serta pengkondisian siswa dalam kegiatannya. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Daar El-Ihsan Margaasih. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan dalam proses pembelajaran dengan upaya meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Arab yang menggunakan metode diskusi kelas. Fakta yang terjadi di lapangan bahwa hasil prestasi siswa dari siklus I, siklus II dan Siklus III adanya peningkatan yang begitu signifikan dengan menggunakan metode diskusi. Walaupun sebenarnya ada hambatan lain pada siswa yang mempengaruhi kepada peningkatan kemampuan tersebut yaitu keengganan untuk mengulang pelajaran dirumah yang mengakibatkan peningkatan kemampuan siswa ini tidak terpelihara sehingga ketika masuk kedalam kelas kondisi mereka kembali ke nol. Maka untuk mengatasi hal tersebut peneliti menggunakan metode diskusi yang komunikatif dan fleksibel pada setiap siklusnya sehingga semua aspek pembelajaran muhadatsah dapat tercapai sesuai tujuan yang telah di rencanakan
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO INTERAKTIF MENGGUNAKAN CAMTASIA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DI SMK ROBBI RODLIYYA
Menuangkan informasi melalui media video saat ini sudah sangat biasa digunakan. Video dianggap lebih interaktif dan menarik dalam upaya penyampaian informasi. Dalam dunia pendidikan konten video sudah mulai digunakan, baik oleh guru atau siswa. Penggunaan media video dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membuat materi belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami oleh siswa. Kemampuan siswa multimedia SMK Robbi Rodliya Semarang dalam pemanfaatan teknologi untuk pembuatan video masih kurang maksimal. Selain itu pola pendidikan yang diajarkan selama ini belum mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kreatifitas siswa multimedia SMK Robbi Rodliya dalam penggunaan media video untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Dengan pengabdian ini diharapkan mahasiwa dapat menambah wawasan tentang pembuatan video dengan menggunakan software Camtasia. Metode yang digunakan pada kegiatan ini meliputi pendampingan pelatihan pembuatan video menggunakan Camtasia yang terdiri dari empat aktivitas yaitu perencanaan, analisis, implementasi dan evaluasi. Luaran dari pengabdian ini berupa (3) teknologi tepat guna; dan (4) jasa. Hasil pengabdian ini mampu membantu meningkatkan kemampuan siswa multimedia SMK Robbi Rodliya dalam pembuatan video dengan menggunakan software Camtasia. Selain itu dengan adanya pelatihan ini akan sangat membantu para siswa multimedia SMK Robbi Rodliya mengembangkan pembuatan konten digital terutama dalam proses pembelajaran
RELIABILITAS DAN VALIDITAS KONSTRUK ACHIEVEMENT GOAL QUESTIONNAIRE – REVISED (AGQR) VERSI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji reliabilitas dan validitas konstruk dari alat ukur Achievement Goal Questionnaire – Revised (AGQR) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 576 siswa tingkat SMA berusia 15 – 18 tahun. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari uji reliabilitas dengan menggunakan formula Alpha Cronbach dan Split-half reliability serta uji validitas konstruk dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA), validitas konvergen dan validitas diskriminan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa AGQR memiliki reliabilitas yang tinggi dengan nilai koefisien reliabilitas Alpha Cronbach dan Spearman-Brown sebesar 0.703 dan 0.695 pada tipe mastery approach, 0.716 dan 0.657 pada tipe mastery avoidance, 0.705 dan 0.679 pada tipe performance approach serta 0.733 dan 0.758 pada tipe performance avoidance. Demikian pula hasil uji validitas konstruk dengan CFA yang menunjukkan bahwa AGQR merupakan alau ukur yang valid dengan nilai indeks kecocokan model absolut Goodness of Fit Indeks (GFI) sebesar 0.95 (>0.9), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) sebesar 0,066 ( 0.9), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) 0.066 (< 0.08) and Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) 0.054 (<0.08). Convergent validity approach shows low correlation value between AGQR types with Goal Orientation Scale types from Puspitasari (2013) which ranges from 0.223 – 0.501. As for the discriminant validity approach, the AGQR types show a low correlation value with the dimensions of the Vocational Identity Status Questionnaire from Febrianti (2014) with correlation values ranged from 0.182 – 0.346
Tinjauan Atas Sistem Penghapusan Aktiva Tetap Barang Milik Negara (BMN) Pada Direktorat Sarana Dan Prasaranan Institut Teknologi Bandung
Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Sarana dan Prasarana Institut Teknologi Bandung. Fenomena yang terjadi di Direktorat Sarana dan Prasarana Institut Teknologi Bandung yaitu sistem penghapusan asktiva tetap barang milik negara yang memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 1-2 bulan dalam proses penghapusan aktiva tetap barang milik negara tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem penghapusan aktiva tetap barang milik negara dan untuk mengetahui kondisi yang melatarbelakangi dihapuskannya suatu aktiva tetap barang milik negara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan studi lapangan yang dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghapusan aktiva tetap barang milik negara secara keseluruhan telah sesuai dengan teori dan aturan yang berlaku, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum termasuk kedalam kriteria yang baik karena terdapat kekurangan dalam sistem penghapusan yaitu tidak dibentuknya panitia penghapusan dan adanya kelalaian karyawan yang tidak langsung menindaklanjuti aktiva tetap barang milik negara yang telah rusak berat
Tinjauan Atas Sistem Penghapusan Aktiva Tetap Barang Milik Negara (BMN) Pada Direktorat Sarana Dan Prasaranan Institut Teknologi Bandung
Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Sarana dan Prasarana Institut Teknologi Bandung. Fenomena yang terjadi di Direktorat Sarana dan Prasarana Institut Teknologi Bandung yaitu sistem penghapusan asktiva tetap barang milik negara yang memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 1-2 bulan dalam proses penghapusan aktiva tetap barang milik negara tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem penghapusan aktiva tetap barang milik negara dan untuk mengetahui kondisi yang melatarbelakangi dihapuskannya suatu aktiva tetap barang milik negara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan studi lapangan yang dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghapusan aktiva tetap barang milik negara secara keseluruhan telah sesuai dengan teori dan aturan yang berlaku, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum termasuk kedalam kriteria yang baik karena terdapat kekurangan dalam sistem penghapusan yaitu tidak dibentuknya panitia penghapusan dan adanya kelalaian karyawan yang tidak langsung menindaklanjuti aktiva tetap barang milik negara yang telah rusak berat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
