1,720,979 research outputs found
Pra Rancangan Pabrik Pemurnian Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) Menjadi Distillate Palm Oil Fatty Acid (DPOFA) dengan Kapasitas 140.000 Ton/Tahun
Distillate Palm Oil Fatty Acid (DPOFA) diperoleh melalui proses destilasi
Palm Fatty Acid Destilat (PFAD) pada temperatur tinggi dan tekanan yang relatif
rendah.
Pabrik pembuatan DPOFA ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas
140.000 ton/tahun dengan masa kerja 335 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik
direncanakan di daerah Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara
dengan luas areal 12.390 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan 150 orang dengan
bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur
dengan struktur organisasi sistem garis. Hasil analisa ekonomi pabrik pembuatan DPOFA ini adalah sebagai berikut:
Modal Investasi : Rp 951.182.263.663,-
Biaya Produksi : Rp 742.135.367.938,-
Hasil Penjualan : Rp 999.830.004.148,-
Laba Bersih : Rp 180.403.745.347,-
Profit Margin : 25,77 %
Break Event Point : 49,30 %
Return of Investment : 18,97 %
Return on Network : 31,61 %
Pay Out Time : 5,27 tahun
Internal Rate of Return : 32,34 %
Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pemurnian
Distillate Palm Oil Fatty Acid ini layak untuk didirikan.435 HalamanSkripsi Sarjan
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biodiesel dari Mikroalga dengan Kapasitas 2.500.000 Ton / Tahun
Biodiesel merupakan pengolahan minyak nabati yang berasal dari mikroalga.
Biodiesel digunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif pengganti BBM dari
bahan bakar fosil minyak bumi. Reaksi embentukan biodiesel dari mikroalga melalui
dua tahap yaitu tahap hidrolisis dan tahap esterifikasi. Kemudian, biodiesel yang
terbentuk dibersihkan dari komponen lainnya sebelum dipasarkan.
Pabrik biodiesel direncanakan akan berproduksi dengan kapasitas 2.500.000
ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun. Pabrik ini direncanakan
berlokasi di daerah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang merupakan hilir Sungai
Rokan, dengan luas tanah yang dibutuhkan adalah 39.023 m
2
. Tenaga kerja yang
dibutuhkan berjumlah 120 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas
(PT) yang dipimpin oleh seorang direktur utama dengan struktur organisasi sistem
garis dan staf.
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik pembuatan Biodiesel dengan
bahan baku Mikroalga adalah:
Modal Investasi : Rp 21.811.924.484.231
Biaya Produksi : Rp 10.338.429.819.989
Hasil Penjualan : Rp 17.084.282.460.000
Laba Bersih : Rp 6.152.434.697.512
Profit Margin : 31,23 %
Break Event Point : 65,01 %
Return of Investment : 21,14 %
Pay Out Time : 5,0293 tahun
Return on Network : 25,06 %
Internal Rate of Return : 30,72
Dari hasil analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan
Biodiesel Berbahan Baku Alga layak untuk didirikan.443 HalamanSkripsi Sarjan
Pra Rancangan Pabrik Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Gliserol dari Crude Palm Oil (CPO) dan Air dengan Kapasitas 60.000 Ton/Tahun
Gliserol diperoleh melalui reaksi antara Crude Palm Oil (CPO) dan Air di
dalam reaktor kolom hidrolisa pada temperatur dan tekanan yang tinggi.
Pabrik pembuatan gliserol ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas
60.000 ton/tahun dengan masa kerja 330 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik
direncanakan di daerah Kawasan Industri Medan daerah Belawan Kotamadya
Medan, Sumatera Utara, dengan luas areal 9500 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan
145 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh
seorang Direktur dengan struktur organisasi sistem garis dan staf.
Hasil analisa ekonomi pabrik pembuatan gliserol ini adalah sebagai berikut:
Modal Investasi : Rp 980.707.228.231,-
Biaya Produksi : Rp 1.477.494.315.031,-
Hasil Penjualan : Rp 1.873.800.095.904,-
Laba Bersih : Rp 276.026.976.378,-
Profit Margin : 21,04 %
Break Even Point : 22,05 %
Return on Investment : 28,15 %
Return on Network : 46,91 %
Pay Out Time : 3,55 tahun
Internal Rate of Return : 36,55
Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik
Pembuatan Gliserol dari Crude Palm Oil (CPO) dan Air ini layak untuk didirikan.328 HalamanSkripsi Sarjan
Pembuatan Biodiesel dari RBDPO dengan Katalis Limbah Cangkang Kepah
Biodiesel is a low-emission diesel fuel substitute made from renewable resources
and waste oil. This country is now becoming producers of crude palm oil (CPO) in
the world. Crude palm oil (CPO) can be processed into cooking oil (RBDPO). The
objective of the study was to utilize study of CaO catalysts in biodiesel production.
The solid oxide catalyst derived from mereterix venus shell through calcinations of
CaCO3 with temperature of 900oC and 3.5 hours time. Transesterification is the
process of using an alcohol, in the presence of a catalyst to chemically break the
molecule of the raw renewable oil into methyl or ethyl esters of the renewable oil
with glycerol as a by-product. Effect of various process variables such as type of
catalyst, reaction time, amount of catalyst and molar ratio of alcohol/ oil were
investigated. The biodiesel properties like methyl ester content, density, viscosity,
and flash point was evaluated and was found to compare well with Indonesian
Standard (SNI). Under the best condition, the maximum yield of 84.0179% RBDPO
methyl ester was obtained by using 12:1 molar ratio of methanol to RBDPO oil at
60oC, for a reaction time 2 hours in the presence 5 wt% of CaO catalyst. The results
of this work showed that heterogeneous catalysts CaO derived from mereterix venus
shell suitable to be used as catalysts in biodiesel production.85 HalamanSkripsi Sarjan
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Pektin dari Kulit Buah Kakao dengan Kapasitas Produksi 12.000 Ton/Tahun
Pabrik pektin dari kulit kakao ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas
12.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Proses yang digunakan
adalah ekstraksi dengan menggunakan pelarut asam, dimana bahan baku yang
digunakan adalah kulit buah kakao.
Lokasi pabrik direncanakan dibangun di atas lahan seluas 11.625 m2
di
Kecamatan Sei Alim, Asahan, Sumatera Utara dengan pertimbangan bahwa area
tersebut merupakan daerah tepian Sungai Silau yang dikelilingi oleh perkebunan
kakao. Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh
seorang Direktur dengan struktur organisasi sistem garis dan staff yang mempunyai
160 orang tenaga kerja.
Hasil analisa ekonomi Pabrik Pembuatan Pektin dari Kulit Kakao ini adalah
sebagai berikut :
- Total modal investasi : Rp. 541.683.080.088,-
- Biaya produksi (per tahun) : Rp. 110.291.035.547,-
- Hasil penjualan (per tahun) : Rp. 886.602.509.723,-
- Laba bersih : Rp. 250.385.505.101,-
- Profit Margin (PM) : 40 %
- Break Even Ponit (BEP) : 23,56 %
- Return on Investment (ROI) : 46,22 %
- Pay Out Time (POT) : 2,16 Tahun
- Return on Network (RON) : 77,04 %
- Internal Rate of Return (IRR) : 56,19 %
Berdasarkan data analisa ekonomi di atas maka dapat disimpulkan bahwa
“Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Pektin dari Kulit Kakao” ini layak untuk
dilanjutkan ke tahap perancangan yang lebih terperinci sehingga dapat didirikan
dikemudian hari sebagai pabrik yang profitable.308 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Kadar Air, Dosis, dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu
Limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik yang sangat tinggi.
Senyawa-senyawa organik di dalam limbah cair tersebut berupa protein,
karbohidrat, lemak dan minyak. Berdasarkan hasil studi Balai Perindustrian
Medan terhadap karakteristik air buangan industri tahu di Medan, diketahui
bahwa limbah cair industri tahu rata-rata mengandung BOD (4583 mg/l), COD
(7050 mg/l), TSS (4743 mg/l) dan minyak atau lemak (26 mg/l) dengan pH 6,1.
Oleh sebab itu, limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang
ke lingkungan untuk mengurangi kandungan pencemar yang menyertai limbah
tersebut. Salah satu koagulan alternatif yang dapat digunakan adalah serbuk biji
kelor. Penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor dengan kadar air 5 %, 7 %, 9
% . Variasi dosis koagulan yang digunakan 2000, 3000, 4000, 5000, 6000 dan
7000 mg/200 ml limbah cair tahu, lama pengendapan 50, 60, 70 dan 80 menit
serta ukuran koagulan 70 mesh dengan pH awal adalah 4. Kondisi optimum
proses koagulasi flokulasi diperoleh pada waktu pengendapan 60 menit dengan
penurunan turbiditas 82,29 %, TSS 96,77 % dan COD 62,8 % pada dosis
koagulan 4000 mg/200 ml dan ukuran partikel koagulan 70 mesh. karena
persentase penurunan turbiditas, TSS dan COD yang diperoleh diatas 50%, maka
dapat disimpulkan bahwa serbuk biji kelor dapat digunakan sebagai koagulan
yang efektif pada alternatif pengolahan limbah cair industri tahu87 HalamanSkripsi Sarjan
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kemiri Sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw) dengan Keberadaan Co-solvent Aseton dan Katalis Heterogen Natrium Silikat Terkalsinasi
Biodiesel can be produced from either vegetable oil or animal oil through
transesterification process. The problem that often arises in the transesterification
process is the long reaction time because of oil and alcohol are not mutually dissolve
and also separation and purification catalysts are difficult to homogeneous catalysts.
The addition of co-solvent may assist the mixing of the reactants and the use of
heterogeneous catalysts can overcome the problem of homogeneous catalysts.raw
material in this study is Sunan candlenut oil with FFA 9.1517% so it needs to be
pretreated by esterification so that the raw material has a 1.0538% FFA. The
variables used in this study is the amount of catalyst, time, temperature, and the
amount of co-solvent. In this study, each variable was analyzed on the yield
produced using the response surface (RSM) methodology with the help of Design
Expert.The variables used in this study is the amount of catalyst, time, temperature,
and the amount of co-solvent. In this study analyzed each variable to the yield
generated by using the response surface methodology (RSM) with the help of expert
design software. The optimum yield of biodiesel found in the catalyst amount: 3%,
reaction time 30 min, temperature: 40 ° C and co-solvent amount: 20%. The
products were analyzed by gas chromatography to obtain the composition of
biodiesel. The properties of biodiesel, such as density, viscosity, iodine value, acid
value and content of methyl esters, triglycerides, diglycerides, and mono-glycerides
acquired are in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) and EN.
The results of this study indicate that acetone has a high effectiveness in making
biodiesel from the Sunan candlenut oil. From potential energy analysys by using
EPR (Energy Profit Ratio) method it found the EPR value 0,78.79 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Peningkatan Jumlah Abu Kulit Buah Kelapa sebagai Katalis dalam Pembuatan Metil Ester dengan Bahan Baku Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil)
Methyl esters are generally synthesized through transesterification with
mild alcohol to using conventional alkaline catalysts are NaOH, KOH, and others.
So by using coconut husk ash as a catalyst can be an alternative to conventional
catalysts are very expensive. In the manufacture of methyl ester in this study is
using two-stage reaction such as, esterification reaction with a strong acid catalyst
(H2SO4) to reduce free fatty acids and transesterification with methanol which
variated the amount of coconut husk ash catalyst (1, 2 and 3% w/w) to obtain
biodiesel (methyl ester). Molar ratio of methanol/oil was 6:1, the reaction
temperature of 65oC and temperature burning coconut husk is 550oC. In order to
obtain methyl ester with the amount of catalyst 1, 2, and 3% w/w, respectively
83.78; 84.65 and 63.23 ml. Then the resulting products were analyzed by GC (Gas
Chromatography). Retrieved purity methyl ester with a catalytic amount of 1, 2,
and 3% w/w, respectively 94.01%, 93.82% and 95.16%. So that research results
obtained with purity maximum contained on the amount of catalyst is 3% w/w.
Keywords : methyl ester, esterification, transesterification, GC.95 HalamanSkripsi Sarjan
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biodiesel dari Mikroalga dengan Kapasitas 2.400.000 Ton / Tahun
Biodiesel merupakan pengolahan minyak nabati yang berasal dari mikroalga.
Biodiesel digunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif pengganti BBM dari
bahan bakar fosil minyak bumi. Reaksi embentukan biodiesel dari mikroalga melalui
dua tahap yaitu tahap hidrolisis dan tahap esterifikasi. Kemudian, biodiesel yang
terbentuk dibersihkan dari komponen lainnya sebelum dipasarkan.
Pabrik biodiesel direncanakan akan berproduksi dengan kapasitas 2.400.000
ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun. Pabrik ini direncanakan
berlokasi di daerah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang merupakan hilir Sungai
Rokan, dengan luas tanah yang dibutuhkan adalah 39.023 m2
. Tenaga kerja yang
dibutuhkan berjumlah 120 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas
(PT) yang dipimpin oleh seorang direktur utama dengan struktur organisasi sistem
garis dan staf.
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik pembuatan Biodiesel dengan
bahan baku Mikroalga adalah:
Modal Investasi : Rp 20.070.057.242.577
Biaya Produksi : Rp 9.437.963.446.883
Hasil Penjualan : Rp 16.400.911.161.731
Laba Bersih : Rp 6.962.947.714.848
Profit Margin : 42,67 %
Break Event Point : 52,19 %
Return of Investment : 19,41 %
Pay Out Time : 5,2603 tahun
Return on Network : 33,68 %
Internal Rate of Return : 37,0351
Dari hasil analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan Biodiesel
Berbahan Baku Mikroalga layak untuk didirikan.486 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Kadar Air, Dosis, dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu
Limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik yang sangat tinggi.
Senyawa-senyawa organik di dalam limbah cair tersebut berupa protein,
karbohidrat, lemak dan minyak. Berdasarkan hasil studi Balai Perindustrian
Medan terhadap karakteristik air buangan industri tahu di Medan, diketahui
bahwa limbah cair industri tahu rata-rata mengandung BOD (4583 mg/l), COD
(7050 mg/l), TSS (4743 mg/l) dan minyak atau lemak (26 mg/l) dengan pH 6,1.
Oleh sebab itu, limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang
ke lingkungan untuk mengurangi kandungan pencemar yang menyertai limbah
tersebut. Salah satu koagulan alternatif yang dapat digunakan adalah serbuk biji
kelor. Penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor dengan kadar air 5 %, 7 %, 9
% . Variasi dosis koagulan yang digunakan 2000, 3000, 4000, 5000, 6000 dan
7000 mg/200 ml limbah cair tahu, lama pengendapan 50, 60, 70 dan 80 menit
serta ukuran koagulan 70 mesh dengan pH awal adalah 4. Kondisi optimum
proses koagulasi flokulasi diperoleh pada waktu pengendapan 60 menit dengan
penurunan turbiditas 82,29 %, TSS 96,77 % dan COD 62,8 % pada dosis
koagulan 4000 mg/200 ml dan ukuran partikel koagulan 70 mesh. karena
persentase penurunan turbiditas, TSS dan COD yang diperoleh diatas 50%, maka
dapat disimpulkan bahwa serbuk biji kelor dapat digunakan sebagai koagulan
yang efektif pada alternatif pengolahan limbah cair industri tahu87 HalamanSkripsi Sarjan
- …
