9 research outputs found
Kontrol sosial pada bisnis indekos dalam menanggulangi kasus pergaulan bebas: Studi kasus pada bisnis indekos RT 03 RW 04 Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru
Adanya pembangunan sarana pendidikan seperti kampus akan berdampak pada lingkungan sekitarnya seperti tumbuhnya bangunan indekos. Norma dan nilai yang seharusnya dipatuhi untuk mencapai tujuan akan menjadi samar ketika banyak penghuni indekos dari luar daerah, maka dari itu adanya kontrol sosial yang berpengaruh dalam masyarakat guna tercapainya sebuah tujuan. Tujuan tersebut harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat guna tercapainya sebuah keseimbangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme kontrol sosial bisnis indekos dan bagaimana dampak serta perilaku penghuni bisnis indekos di RT 03 RW 04 Kelurahan Pasir Biru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengambil dari salah satu pemikiran Robert K.Merton, dimana Merton menlihat ada keterhubungan antara masalah kejahatan dengan anomie. Merton menjelaskan bahwa di dalam struktur sosial terdapat penyimpangan yang terjadi akibat adanya disfungsi antara norma dengan tujuan kultural dengan kemampuan anggota kelompok untuk bertindak menurut norma dan tujuan tersebut
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer yang terdiri dari aparatur pemerintahan dalam hal ini kelurahan, pemilik bisnis indekos, tokoh masyarakat dan penghuni indekos, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalaui studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa upaya control sosial yang dilakukan masyarakat dalam pencegahan perilaku pergaulan bebas bersifat preventive dan represif. Baik pencegahan maupun penanganan dialakukan secara persuasive dan koersif. Cara persuasive yang dilakukan adalah tata tertib, pengisisan form dan menyertakan fotokopi KTP serta KTM, pendataan ulang penduduk, musyawarah, penjagaan satpam, mnghubungi orang tua mahasiswa, dan membuat surat pernyataan. Sedangkan cara koersif yang dilakukan adalah penggerebekan, pengusiran. Diamana hal ini sesuai berdasarkan teori Aniome menurut Robert K Merton, dimana di dalam struktur sosial terdapat penyimpangan yang terjadi akibat adanya disfungsi antara norma dan tujuan dengan kemampuan anggota atau kelompok untuk bertindak sesuai norma dan tujuan tersebut
Pengembangan E-LKPD berbasis Problem Based Learning berbantuan Liveworksheets dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa
Lembar kerja peserta didik merupakan bahan ajar untuk mempermudah memahami materi serta melatih kemampuan peserta didik. Namun belum banyak LKPD yang bisa diakses secara online serta berbasis problem based learning. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana proses pengembangan e-LKPD berbasis Problem Based Learning; (2) validitas dari e-LKPD berbasis Problem Based Learning; (3) efektivitas dari e-LKPD berbasis Problem Based Learning berbantuan Liveworksheets dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa; (4) praktikalitas dari e-LKPD berbasis Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model ADDIE. Hasil penelitian ini dilalui dengan lima tahapan ADDIE yaitu analysis, design, develop, implementation, dan evaluation sehingga menghasilkan produk yang valid, efektif, dan praktis. Tingkat validitas e-LKPD termasuk dalam kategori sangat valid pada aspek media dan aspek materi. Praktikalitas media mendapatkan kategori praktis. Efektivitas media mendapatkan hasil cukup efektif dengan kategori sedang. Terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa SMA dengan kategori sedang. Oleh karena itu, E-LKPD yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya materi program linear dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi matematis peserta didik
SISTEM INFORMASI PENGASUHAN SANTRI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM WADDAWAH CONDONG SETIANAGARA CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Pengasuhan Santri adalah salah satu kaki tangan pimpinan yang mengatur roda kehidupan dari mulai bangun sampai tidur kembali para santri.Selain ilmu keislaman di Pesantren Riyadlul Ulum Waddawah Condong setiap Siswa juga diajarkan bagaimana menjadi seorang organisatoris. Oleh karenanya tertib administrasi dalam setiap kegiatan atau perizinan menjadi sebuah culture di Pondok Pesantren Condong, begitu pula dengan Guru. Karena siswa dan Guru di Pondok Pesantren Condong secara jumlah relative banyak, maka dari segi perizinan dan penyangsian setiap Siswa dan Guru yang tidak mematuhi prosedur yang ada, terkadang sering mengalami masalah. Seperti, tidak terlacak Siswa yang izin pulang dan Guru yang tidak mengajar, memungkinkan jarang ada orang tua yang tau bahwa selama mondok anaknya telah melanggar prosedur apa saja. Kata Kunci: Perizinan, Guru, Sisw
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Loyalitas Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Almeira Putri Rahmat Karawang
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti-bukti empirik dan menemukan kejelasan fenomena serta kesimpulan tentang pengaruh disiplin dan loyalitas terhadap kinerja karyawan pada PT. Almeira Putri Rahmat (PT.APR). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif verifikatif, yaitu mengumpulkan, menyajikan, menganalisis, dan melakukan pengujian hipotesis, serta membuat kesimpulan dan saran. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan metode keseluruhan dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 60 responden. Teknis analisis data yang digunakan yaitu analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara disiplin dan loyalitas pada penelitian ini menunjukan hubungan yang kuat dan searah karena memiliki nilai yang posistif. Pengaruh parsial loyalitas terhadap kinerja sebesar 49,6% memiliki pengaruh dominan dibanding dengan pengaruh disiplin terhadap kinerja sebenar 5,6%. Terdapat pengaruh secara simultan antara disiplin dan loyalitas terhadap kinerja sebesar sebesar 0,856 berarti 85,6% sedangkan sisanya 14,4% merupakan kontribusi variabel lain (?) yang tidak diteliti
ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
The purpose of this study is to analyze customer relationship management and customer value on customer loyalty. The author uses quantitative research methods with descriptive and associative approaches. The population used in this study were customers of PT KAI DAOP I Sukabumi Station. In this study, researchers used a purposive sampling technique. From the customer population of PT KAI Sukabumi, the researchers decided to use the Cochra formula, with a total of 385 samples. The data analysis technique used is the classical assumption test, multiple linear regression analysis which includes the coefficient of determination, multiple correlation coefficient and partial test (t test).The results showed that partially customer relationship management and customer value have an effect on customer loyalty. The contribution of the influence of customer relationship management variables and customer value on customer loyalty is 58.4%. While the remaining 41.6% is influenced by other variables outside the sales of this regression or variables that are not examined
ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
The purpose of this study is to analyze customer relationship management and customer
value on customer loyalty. The author uses quantitative research methods with
descriptive and associative approaches. The population used in this study were customers
of PT KAI DAOP I Sukabumi Station. In this study, researchers used a purposive
sampling technique. From the customer population of PT KAI Sukabumi, the researchers
decided to use the Cochra formula, with a total of 385 samples. The data analysis
technique used is the classical assumption test, multiple linear regression analysis which
includes the coefficient of determination, multiple correlation coefficient and partial test
(t test).The results showed that partially customer relationship management and customer
value have an effect on customer loyalty. The contribution of the influence of customer
relationship management variables and customer value on customer loyalty is 58.4%.
While the remaining 41.6% is influenced by other variables outside the sales of this
regression or variables that are not examine
PEMANTAUAN KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN GARUT KOTA OLEH TIM PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA KABUPATEN GARUT
Skripsi ini berupaya menyajikan hasil penelitian yang merefleksikan kegiatan Pemantauan Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Garut Kota oleh Tim Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Kabupaten Garut. Latar belakang dari penelitian ini ialah tercetusnya kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima yang diprakarsai pada era kepemimpinan Rudy Gunawan selaku Bupati Garut Periode 2014 – 2019, sebagai upaya dalam menata kembali pusat perkotaan dan menertibkan para Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sekitar pusat kota, hingga dalam praktiknya ditemukan suatu kendala dari pelaksanaan kebijakan tersebut yang disebabkan karena tidak efektifnya kegiatan pemantauan (monitoring) kebijakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari William N. Dunn (1999), beliau mengemukakan bahwa Pemantauan setidaknya memainkan empat fungsi yaitu Eksplanasi, Akuntansi, Pemeriksaan, dan Kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi non- partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dijadikan sebagai pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini, kemudian data-data tersebut direduksi, disajikan, dan ditarik simpulan. Berdasarkan penelitian Penulis, nyatanya kegiatan pemantauan kebijakan tidak dapat dipandang sebelah mata, dikarenakan pemantauan kebijakan memiliki peran yang vital dalam menilai dan mengawal sejauh mana kebijakan yang sedang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan koridor tujuan dan sasaran kebijakan tersebut, sehingga Pemantauan Kebijakan tidak dapat hanya dimaknai secara harfiah saja, perlu dilakukan elaborasi yang mendalam, seperti pada aspek Kepatuhan, Pemeriksaan, Akuntansi, dan/ atau Eksplanasi, karena hasil dari pemantauan kebijakan dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya koreksi/ modifikasi kebijakan. ABSTRACT This paper presents the results of research that seeks to reflect the monitoring activities Structuring Street Vendors Policy in Garut Kota subdistrict by Team Arrangement and Empowerment of Street Vendors Garut. The background of this study is that the conclusions of the policy Structuring Street Vendor initiated the era of the leadership of Rudy Gunawan as Garut Regent Period of 2014 - 2019, as an effort to restructure the urban centers and curb the street vendors who sell at around the center of town, up in practice found a constraint on the implementation of the policy caused by lack of effective monitoring policy. The theory used in this study came from William N. Dunn (1999), he argued that the monitoring of at least play four functions, namely Explanation, Accounting, Auditing, and Compliance. This research is conducted by using descriptive and qualitative approach. Data obtained using literature study and field studies in the form of non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. Triangulation techniques serve as a source of data validity checking in the study, then the data is reduced, presented, and the conclusions drawn. Based on the study of author, in fact monitoring policy can not be underestimated, because the monitoring policy has a vital role in assessing and guarding the extent to which the policy is being implemented to run in accordance with the corridor aims and objectives of the policy. So, the monitoring policy can not be simply interpreted a literal, depth elaboration is necessary, as in the aspect of Compliance, Auditing, Accounting, and/ or Explanation, because the results of the monitoring policy could be use as a reference to make efforts correction/ modification of the policy.</jats:p
ZnO NRs/rGO Photocatalyst in a Polymer-Based Microfluidic Platform
This paper reports the development of ZnO NRs/rGO-based photocatalysts integrated into a tree-branched polymer-based microfluidic reactor for efficient photodegradation of water contaminants. The reactor system includes a photocatalytic reactor, tree-branched microfluidic channels, and ZnO nanorods (NRs) coated with reduced graphene oxide (rGO) on a glass substrate within an area of 0.6 × 0.6 cm2. The ZnO NRs/rGO acts as a photocatalyst layer grown hydrothermally and then spray-coated with rGO. The microfluidic system is made of PDMS and fabricated using soft lithography (micro molding using SU-8 master mold patterned on a silicon wafer). The device geometry is designed using AutoCAD software and the flow properties of the microfluidics are simulated using COMSOL Multiphysics. The microfluidic platform’s photocatalytic process aims to bring the nanostructured photocatalyst into very close proximity to the water flow channel, reducing the interaction time and providing effective purification performance. Our functionality test showed that a degradation efficiency of 23.12 %, within the effective residence time of less than 3 s was obtained
A Chronicle of Indonesia’s Forest Management: A Long Step towards Environmental Sustainability and Community Welfare
Indonesia is the largest archipelagic country in the world, with 17,000 islands of varying sizes and elevations, from lowlands to very high mountains, stretching more than 5000 km eastward from Sabang in Aceh to Merauke in Papua. Although occupying only 1.3% of the world’s land area, Indonesia possesses the third-largest rainforest and the second-highest level of biodiversity, with very high species diversity and endemism. However, during the last two decades, Indonesia has been known as a country with a high level of deforestation, a producer of smoke from burning forests and land, and a producer of carbon emissions. The aim of this paper is to review the environmental history and the long process of Indonesian forest management towards achieving environmental sustainability and community welfare. To do this, we analyze the milestones of Indonesian forest management history, present and future challenges, and provide strategic recommendations toward a viable Sustainable Forest Management (SFM) system. Our review showed that the history of forestry management in Indonesia has evolved through a long process, especially related to contestation over the control of natural resources and supporting policies and regulations. During the process, many efforts have been applied to reduce the deforestation rate, such as a moratorium on permitting primary natural forest and peat land, land rehabilitation and soil conservation, environmental protection, and other significant regulations. Therefore, these efforts should be maintained and improved continuously in the future due to their significant positive impacts on a variety of forest areas toward the achievement of viable SFM. Finally, we conclude that the Indonesian government has struggled to formulate sustainable forest management policies that balance economic, ecological, and social needs, among others, through developing and implementing social forestry instruments, developing and implementing human resource capacity, increasing community literacy, strengthening forest governance by eliminating ambiguity and overlapping regulations, simplification of bureaucracy, revitalization of traditional wisdom, and fair law enforcement
