1,721,424 research outputs found

    RICKA - RITCH

    No full text
    OnLine Card Catalogue drawer 0334 (RICKA - RITCH). 1339 cards

    Expression of FLAG-RickA in <i>R. parkeri</i>.

    No full text
    <p>Immunoblots of <i>R. parkeri</i> strains that are not transformed (untransformed), transformed with pMW1650 to express GFP<sub>UV</sub> (GFP-1, 2), and transformed with pMW1650-FLAG-RickA to express GFP<sub>UV</sub> and FLAG-RickA (FLAG-RickA-1, 2, 3), probed with anti-RickA (top blot; higher molecular mass band is FLAG-RickA, lower is endogenous RickA), anti-FLAG (middle blot) or anti-GFP antibodies (bottom blot). Equal volumes were loaded into each lane, and the levels of endogenous RickA serve as a built in loading control.</p

    Detection of FLAG-RickA in bacteria.

    No full text
    <p><i>R. parkeri</i> strains that were not transformed (<i>Rp</i>) or transformed with pMW1650-FLAG-RickA (<i>Rp</i> FLAG-RickA) were used to infect Vero cells and then (A) labeled by immunofluorescence with anti-RickA antibody and stained for DNA with DAPI, or (B) labeled by immunofluorescence with anti-FLAG antibody and stained for DNA with DAPI. In the merged images, RickA or FLAG are labeled in green, and DNA in red. Scale bar 10 µm. Higher magnification images of individual bacteria (highlighted in boxes in the lower magnification images) are shown on the right.</p

    Stoelting, Ricka

    No full text

    Expression of FLAG-RickA does not affect actin-based motility.

    No full text
    <p><i>R. parkeri</i> strains (green) transformed with (A) pMW1650 to express GFP<sub>UV</sub>, or (B) pMW1650-FLAG-RickA to express GFP<sub>UV</sub> and FLAG-RickA, were imaged in live Cos7 cells expressing the actin marker mCherry-Lifeact (red). Scale bar 10 µm. (C) Scatter plots of the rates of actin-based motility for untransformed bacteria (control) or strains expressing GFP<sub>UV</sub> or GFP<sub>UV</sub> and FLAG-RickA.</p

    INOVASI DAN KINERJA OPERASIONAL BAY TAT RICKA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekonomi, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menjadi penggerak inovasi. UMKM juga memiliki potensi besar dalam membuka pasar baru dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Kinerja yang optimal menjadi dasar utama dalam memproduksi produk-produk unggulan yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini berfokus pada inovasi yang dilakukan oleh Bay Tat Ricka, sebuah UMKM di Kota Bengkulu, dalam upaya meningkatkan kinerja operasionalnya melalui inovasi proses, produk, dan layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk inovasi proses, inovasi produk, dan inovasi layanan yang dilakukan oleh Bay Tat Ricka, serta untuk mengevaluasi kinerja operasional usaha ini di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan pemilik usaha, manajer produksi, dan beberapa pekerja terkait. Data primer diperoleh langsung melalui survei lapangan di Bay Tat Ricka untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang inovasi yang dilakukan dan kinerja operasional yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bay Tat Ricka telah melakukan berbagai inovasi, termasuk inovasi proses dengan peningkatan manajemen produksi dan penggunaan tenaga kerja terampil, inovasi produk dengan penggunaan bahan baku berkualitas tinggi dan desain kemasan yang menarik, serta inovasi layanan melalui pemanfaatan teknologi dalam penjualan online dan peningkatan sistem pengiriman. Inovasi-inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan perluasan jangkauan pasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi dalam berbagai aspek bisnis dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja operasional UMKM. Saran praktis dari penelitian ini adalah agar UMKM seperti Bay Tat Ricka terus berinovasi dalam proses, produk, dan layanan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja mereka di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi akademisi untuk penelitian lebih lanjut terkait inovasi dan kinerja UMKM di sektor kuliner. Selain itu, disarankan agar Bay Tat Ricka melakukan penelitian pasar secara berkala untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan serta memantau perkembangan tren di industri kuliner. Langkah-langkah ini akan membantu Bay Tat Ricka dalam mengembangkan inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kata Kunci: inovasi, kinerja operasional, UMKM, kuliner, Bay Tat Rick

    Role of Sca2 and RickA in the Dissemination of Rickettsia parkeri in Amblyomma maculatum

    No full text
    ABSTRACT The Gram-negative obligate intracellular bacterium Rickettsia parkeri is an emerging tick-borne human pathogen. Recently, R. parkeri Sca2 and RickA have been implicated in adherence and actin-based motility in vertebrate host cell infection models; however, the rickettsia-derived factors essential to tick infection are unknown. Using R. parkeri mutants lacking functional Sca2 or RickA to compare actin polymerization, replication, and cell-to-cell spread in vitro , similar phenotypes in tick and mammalian cells were observed. Specifically, actin polymerization in cultured tick cells is controlled by the two separate proteins in a time-dependent manner. To assess the role of Sca2 and RickA in dissemination in the tick host, Rickettsia -free Amblyomma maculatum , the natural vector of R. parkeri , was exposed to wild-type, R. parkeri rickA :: tn , or R. parkeri sca2 :: tn bacteria, and individual tick tissues, including salivary glands, midguts, ovaries, and hemolymph, were analyzed at 12 h and after continued bloodmeal acquisition for 3 or 7 days postexposure. Initially, ticks exposed to wild-type R. parkeri had the highest rickettsial load across all organs; however, rickettsial loads decreased and wild-type rickettsiae were cleared from the ovaries at 7 days postexposure. In contrast, ticks exposed to R. parkeri rickA :: tn or R. parkeri sca2 :: tn had comparatively lower rickettsial loads, but bacteria persisted in all organs for 7 days. These data suggest that while RickA and Sca2 function in actin polymerization in tick cells, the absence of these proteins did not change dissemination patterns within the tick vector. </jats:p

    Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Kue Home Industri Bay Tat Ricka Di Kota Bengkulu

    No full text
    This study aims to determine the analysis marketing strategy applied in increasing the sales volume of Bay Tat Ricka's home industry cakes in Bengkulu City. This type of research is a field research with a qualitative descriptive approach. Research informants are owners, employees and consumers of Bay Tat Ricka. The results show that the position of Bay Tat Ricka is in quadrant 1 with the coordinates of internal factors +0.49, and external factors +0.18 This means that Bay Tat Ricka is in a very favorable situation. Bay Tat Ricka has opportunities and strengths so he can take advantage of existing opportunities. The strategy that must be applied in this condition is to support an aggressive growth policy (Growth oriented strategy). The aggressive strategy that must be applied by Bay Tat Ricka Bengkulu City is the SO strategy, this strategy is a strategy made by utilizing all strengths to seize the opportunities that exist. The SO strategy that can be carried out by Bay Tat Ricka in Bengkulu City is to promote on social media, maintain taste so that consumers continue to subscribe, maintain product quality and maintain packaging in boxes with halal labeling

    HUBUNGAN KEMASAN DAN HARGA PRODUK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN KUE BAY TAT RICKA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Kue bay tat merupakan kue khas Bengkulu, dimana memiliki tampilan seperti pie dengan bentuk persegi empat dan menggunakan topping selai nanas di atasnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penilaian konsumen pada kemasan, harga dan keputusan pembelian dalam membeli kue Bay Tat Ricka dan untuk menganalisis hubungan kemasan dan harga produk dalam menentukan keputusan pembelian Kue Bay Tat Ricka. Metode yang digunakan untuk penentuan lokasi penelitian ini sengaja (purposive) salah satu pertimbangan pemilihan lokasi penelitian ini yaitu karena Kue Bay Tat Ricka sudah cukup dikenal oleh kebanyakan masyarakat yang berada di Kota Bengkulu. Metode penentuan responden yang digunakan yakni metode accidental sampling, responden data dengan kriteria utamanya adalah orang tersebut sebagai pembeli (user) dari produk Kue Bay Tat sebanyak 100 responden. Penyelesaian dengan uji validasi data, uji reliabilitas, uji normalitasn dan uji Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penilaian konsumen terhadap kemasan dan harga dari produk kue Bay Tat Ricka sangat baik, dan penilaian konsumen terhadap keputusan pembelian produk kue Bay Tat Ricka adalah baik. 2) Ada hubungan yang signifikan antara variabel kemasan dan harga dengan Keputusan pembelian. Nilai koefisien korelasi kemasan sebesar 0,515, dan nilai koefisien korelasi harga sebesar 0,687 . Arah koefisien korelasi yaitu bernilai positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut searah atau memiliki hubungan yang kuat. Kata kunci :Kue bay tat, keputusan pembelian, kemasan, harga (Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 2024
    corecore