2 research outputs found
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI PERKEBUNAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DESA GUNUNG KERAMBIL, KECAMATAN TAPAKTUAN, KABUPATEN ACEH SELATAN
ABSTRAKRianto, Axnesia Ike. 2019. Keanekaragaman Jamur Makroskopis di Perkebunan Pala (Myristica fragrans Houtt) Desa Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala, Pembimbing:(1)Dr. Samingan, M.Si., (2) Iswadi, S.Pd., M.SiKata kunci: Keanekaragaman, Jamur, Perkebunan PalaPertumbuhan jamur makroskopis dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Perkebunan pala umumnya tidak tahan panas sehingga diperlukan tanaman pelindung. Tanaman pelindung akan mengurangi intensitas cahaya dan membentuk iklim mikro sehingga perkebunan menjadi lembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies dan keanekaragaman jamur makroskopis yang terdapat di perkebunan pala. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey eksploratif (jelajah) dan pengambilan sampel secara subjektif. Lokasi penelitian dibagi ke dalam 3 stasiun yaitu stasiun I daerah pinggiran sungai, stasiun II daerah pegunungan dan stasiun III daerah sekitar pemukiman penduduk dengan masing-masing stasiun terdapat 10 transek. Parameter yang diukur meliputi indeks keanekaragaman jenis. Data dianalisis menggunakan rumus indeks keanekaragaman kemudian juga dilakukan analisis secara deskriptif yang meliputi gambar, deskripsi jamur dan hirarki taksonomi. Hasil penelitian mengenai keanekaragaman jamur makroskopis di perkebunan pala Desa Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan ditemukan sebanyak 28 spesies jamur makroskopis yang diklasifikasikan ke dalam 19 genus dan 12 familia. Keanekaragaman jamur makroskopis di Perkebunan Pala Desa Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan termasuk kategori sedang dengan nilai keanekaragaman yaitu 2,95
The Diversity of Macroscopic Fungi in the Nutmeg Plantation (Myristica fragrans Houtt) in Desa Gunung Kerambil, Tapaktuan, Aceh Selatan
Macroscopic fungi growth is influenced by environmental factors. Nutmeg plantations generally cannot stand with heat, so the protective plants are needed. Protective plants will reduce the intensity of light and make a microclimate so that the plantations become moist. This study aimed to determine the types and diversity of macroscopic fungi found in nutmeg plantations. Data collection is carried out by exploratory survey methods and subjective sampling. The research location was divided into 3 stations, namely station I on the riverside, station II in the mountain area and station III around the residential area with each station having 10 transects. The measured parameters include the species diversity index. Data were analyzed using the diversity index formula then also carried out a descriptive analysis which included images, descriptions of fungi, and taxonomic hierarchies. The results of this research on the diversity of macroscopic fungi in the nutmeg plantation of Gunung Kerambil, Tapaktuan, South Aceh, found 28 macroscopic fungi classified into 19 genera and 12 families with the dominating genus are Trametes. The macroscopic fungi diversity index in the nutmeg plantation in Gunung Kerambil, Tapaktuan, South Aceh is in the moderate category with a score of 2.96
